PROPOSAL USAHA MIE GANYONG

Proposal Usaha Mie dari Ganyong (Makanan Lokal dan Sehat)

RINGKASAN

   “Minyong2” Mi Ganyong Selerane Inyong merupakan alternatif pengganti mie gandum untuk meningkatkan eksistensi pangan lokal Banyumas, dengan memanfaatkan tanaman ganyong yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pagar menjadi olahan tepung ganyong yang akan meningkatkan nilai tambah baik fungsi maupun ekonomisnya. Outlet Mienyong2 akan didirikan di areal Jalan Dr. Soeparno Purwokerto tepatnya di sebelah utara Kopkun karena daerah tersebut merupakan daerah mobilitas dari mahasiswa Unsoed khususnya karena mahasiswa pada dasarnya merupakan jiwa yang konsumtif terhadap makanan seperti produk mie, maupun khalayak umum sehingga memiliki peluang pasar yang baik karena lokasi yang strategis.Outlet Minyong2 akan beroperasi pada pukul 11.00 – 21.00 WIB dengan memperkerjakan 1 orang karyawan untuk awal usaha. Minyong2 ini dijual dengan harga per porsinya Rp. 7.000 dengan berbagai varian rasa dan warna yang unik yaitu merah, orange, hitam, dan hijau yang didapat dari pewarna alami guna menambah nilai fungsional Minyong2, serta tingkat kepedasan yang bisa dipilih sesuai dengan selera konsumen. Biaya yang dibutuhkan dalam mengusahakan Minyong2 adalah sebesar Rp 9.995.500 dengan keuntungan sebesar Rp 3.428.700 perbulan. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan promosi melalui brosur, leaflet,pamflet, dan mendirikan stand pada pameran-pameran atau bazar. Minyong2 juga bisa dipesan melalui online melalui situs di jejaring sosial, memalui internet marketing  kita dapat memasang foto, berinteraksi langsung dengan pelanggan, bahkan menggelar berbagai promo menarik.

BAB 1. LATAR BELAKANG

Mie merupakan bahan pangan yang sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Saat ini mie dikonsumsi sebagai subsitusi maupun komplemen bahan makanan pokok harian masyarakat khususnya di Indonesia.  Ada beragam jenis mie yang dikenal dalam masyarakat, namun yang paling populer adalah mie instan. Mie instan menjadi terkenal di masyarakat karena cara penyajian yang mudah dan cepat. Akan tetapi, nilai gizi dari mie instan dan mie yang beredar dalam pasaran tergolong rendah dan juga memiliki kandungan bahan pengawet. Asosiasi Mie Instan Dunia yang berbasis di Osaka, Jepang melaporkan bahwa di tahun 2012 konsumsi masyarakat Indonesia terhadap mie instan yaitu sebesar 14,1 miliar bungkus. Jika diperinci, berarti ada 1,17 miliar bungkus mi instan yang dikonsumsi per bulan, 38,63 juta bungkus mi instan per hari di Indonesia (http://www.infobanknews.com). Meningkatnya konsumsi mie instan juga berdampak pada kenaikan impor gandum yang merupakan bahan dasar untuk membuat mie instan. Pada tahun 2012 jumlah impor gandum Indonesia sebanyak 6.250489 Kg atau naik sebesar 14,16% dari tahun sebelumnya (http://www.aptindo.or.id).

Ganyong merupakan tumbuhan semak dan berumbi akar yang pada awalnya tumbuh liar di tegalan atau ladang dan dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman pagar, umbi ganyong biasanya hanya dikonsumsi dalam bentuk rebusan atau keripik. Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi keteregantungan penggunaan terigu berbahan gandum sebagai bahan pokok pada pembuatan mie, ganyong dapat dibuat menjadi tepung sebagai substitusi dari tepung gandum, didukung dengan wilayah Banyumas yang merupakan daerah potensial penghasil ganyong. Kegiatan pengolahan ganyong untuk menambah nilai ekonomisnya perlu dilakukan, yaitu dengan mengolah tepung ganyong sebagai bahan dasar mie ganyong, sehingga eksistensi ganyong di Banyumas akan meningkat. Mienyongmerupakan asal kata mie dari ganyong, demikian nama produk olahan pangan altrenatif yang berhasil dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu menjadi salah satu produk unggulan lokal.

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Perencanaan dalam menjalankan suatu usaha merupakan hal yang sangat penting, berikut rencana usaha “Minyong2”Mi Ganyong Selerane Inyong sebagai alternatif pengganti mie gandumuntuk meningkatkan eksistensi pangan lokal:

Deskripsi Produk

Minyong2 merupakan asal kata dari mie ganyong selerane inyong. Pengolahan ganyong menjadi makanan sepertiMinyong2belum banyak dijumpai. Pembuatan Minyong2 ini sangat mudah, terlebih lagi bahan baku banyak terdapat di Indonesia, terutama di daerah Banyumas. Minyong2 ini dibuat melalui proses alami dan tanpa bahan pengawet, selain itu bahan bakunya diolah dari bahan pangan lokal ganyong. Mie merupakan makanan yang sudah sangat familiar di dunia kuliner, dan apabila kita mengenalkan makanan ini dengan potensi lokal, secara otomatis pangan lokal yang kita jadikan campuran akan mudah dikenal masyarakat.

Minyong2 ini dijual dengan harga per porsinya Rp. 7.000. Selain itu juga terdapat berbagai varian rasa dan warna yang unik yaitu merah, orange, hitam, dan hijau yang didapat dari pewarna alami guna menambah nilai fungsional Minyong2.

Keunggulan Minyong: 1. Kandungan kalsium dan zat besi pada mie ganyong lebih tinggi dibandingkan dengan mie pada umumnya (terigu) 2. Harga bersaing 3. Tersedia berbagai paket 4. Inovasi warna pada mie, sehingga warna mie tidak monoton 5. Bahan baku memanfaatkan salah satu kearifan lokal sehingga dapat mengenalkan sumber daya lokal kepada masyarakat.

Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran dalam sebuah usaha merupakan hal yang cukup penting demi keberlangsungan suatu bisnis. Baik peluang usaha baru maupun usaha yang telah lama dirintis, baik usaha kecil maupun usaha yang telah berkembang, konsep pemasaran yang akan kami lakukan yaitu:

  1. Lokasi yang strategis.

Faktor penting dalam strategi pemasaran adalah masalah pemilihan tempat. Pemilihan tempat untuk mendirikan outlet Minyong2 yaitu berada di Jalan Dr. Soeparno tepatnya di sebelah utara Kopkun. Pertimbangan kami adalah karena berada di pinggir Jalan yang selalu ramai dengan orang-orang terlebih mahasiswa. Outlet yang kami buat akan menciptakan suasana yang nyaman bagi konsumen.

  1. Promosi.

Promosi ini kami lakukan untuk memperkenalkan produk kami kepada konsumen. Promosi akan dilakukan secara konsisten, terus-menerus, dan dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan tidak merasa bosan. Misalnya dengan membagikan brosur, pamflet, atau leaflet kepada masyarakat. Selain itu promosi yang kami lakukan juga melalui pameran-pameran. Kami mengikuti pameran-pameran untuk menjual dan memperkenalkan produk kami kepada masyarakat.

  1. Branding

Branding merupakan cara membuat konsumen mau menerima, mengingat, dan membeli suatu produk bahkan nama perusahaan pembuat suatu produk. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan brand atau pengenalan gambar, logo, bahkan produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memperkenalkan usaha kami dengan memanfaatkan brand, salah satunya adalah nama produk yang unik dan cukup singkat serta logo yang mudah diingat oleh konsumen.

  1. Internet marketing

Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 50% konsumen datang dari informasi internet. Sehingga informasi produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan yang tertarik dengan produk kami. Internet marketing bisa jadi salah satu strategi marketing yang sangat efektif karena dapat mengetahui selera konsumen dengan menempatkan bisnis kami di situs jejaring sosial. Dewasa ini, transaksi jual beli di internet secara online sudah semakin berkembang dan setiap tahunnya menunjukkan trend yang positif. Hal ini menunjukkan kecenderungan bagaimana pelanggan ingin berbelanja di luar jam buka toko, menghindari keramaian, dan lebih privasi. Ruang inovasi juga terbuka lebar di internet sehingga kita dapat memasang foto, berinteraksi langsung dengan pelanggan, bahkan menggelar berbagai promo menarik.

  1. Customer Relationship Management

Dalam bisnis peran customer yang bertugas menjalin hubungan dan komunikasi dengan pelanggan adalah hal yang penting karena berkaitan dengan loyalitas jangka panjang. Hal tersebut akan kami wujudkan dengan membuat kartu membership dan memberikan potongan harga tertentu bagi para member.

Target atau segmen pasar yang ditujudari produk kamiyaitu khalayak umum baik mahasiswa atau masyarakat dengan penghasilan menengah ke atas dan atau menengah ke bawah. Hal tersebut dikarenakan kita menyediakan beberapa paket yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing konsumen.

Analisis Persaingan

Kekuatan

Kelemahan

1.      Memiliki rasa yang unik dan berbeda dari mie lainnya.

2.      Harga bersaing.

3.      Inovasi warna. Minyongmempunyai banyak macam varian warna alami, mulai dari merah, hijau, hitam dan kuning. Sehingga bisa lebih menarik minat dan selera konsumen

1.      Belum adanya izin usaha.

Peluang

Ancaman

1.      Banyaknya konsumen yang menyukai masakan kuliner yang cepat saji seperti mie.

1.      Banyaknya pesaing, yang menjual produk mie yang sama.

Analisis persaingan dari bisnis ini dapat dilihat dari kombinasi atas empat kekuatan :

Kekuatan Produk

Minyong2 merupakan olahan pangan lokal berbahan baku ganyong, yang memiliki berbagai kombinasi varian warna alami yang tersaji dalam satu porsi mie akan memberikan daya tarik bagi konsumen. Minyong2 yang diproduksi tanpa bahan pengawet dan memiliki tingkat kepedasan yang bisa dipilih sesuai dengan selera konsumen dapat meningkatkan daya tarik dan kepuasan konsumen terhadap produk. Minyong2 merupakan mie sehat yang dapat dikonsumsi dengan harga terjangkau yaitu  Rp 7.000,00.

Persaingan antar produsen

Strategi yang dijalankan oleh suatu produsen dapat berhasil hanya jika mereka memberikan keunggulan kompetitif yang dimiliki  dibanding strategi yang dijalankan produsen pesaing dan upaya untuk mengatasi persaingan dalam bisnis yang sejenis, kami berupaya untuk meningkatkan kualitas produk yang lebih baik lagi, harga lebih terjangkau, melakukan inovasi-inovasi baru terhadap produk serta meningkatkan iklan agar masyarakat tidak mengalami kejenuhan. Keunggulan kompetitif Minyong2  yang tidak dimiliki oleh produsen mie yang lain menjadikan suatu kekuatan untuk dapat bersaing dan berkembang dalam dunia kuliner.

Kekuatan posisi pemasok

Bagaimana ketersediaannya pemasok yang menyediakan dan menawarkan input (bahan baku) yang diperlukan untuk memproduksi mie ganyong. Dimana pemasok merupakan ancaman yang cukup serius bagi bisnis ini, dikarenakan jika  jumlah pemasok penyedia bahan baku mie sedikit maka akan menghambat proses produksi dari mie ganyong tersebut.

  1. Kekuatan posisi penjual

Banyaknya konsumen yang membeli Minyong2  menjadikan posisi tawar-menawar produsen memiliki kekuatan terbesar karena merupakan satu-satunya dalam usaha ini, sehingga produsen dapat mempengaruhi harga jual dengan mudah.

Rencana Operasi dan Manajemen

Outlet Minyong2 akan didirikan di areal Jalan Dr. Soeparno Purwokerto tepatnya di sebelah utara Kopkun karena daerah tersebut merupakan daerah mobilitas dari mahasiswa Unsoed khususnya karena mahasiswa pada dasarnya merupakan jiwa yang konsumtif terhadap makanan seperti produk mie, maupun khalayak umum sehingga memiliki peluang pasar yang baik karena lokasi yang strategis. Outlet Minyong2 diproyeksikan mulai beroperasi pada bulan September 2014 setelah melalui perencanaan. Outlet Minyong2 akan beroperasi pada pukul 11.00 – 21.00 WIB dengan memperkerjakan 1 orang karyawan untuk awal usaha. Setelah usaha berkembang, penambahan karyawan dan manajer akan dilakukan. Manajemen yang dilakukan dalam melaksanakan bisnis ini yaitu tetap dilakukan perencanaan yang matang dahulu mengenai arah usaha ini serta adanya pengawasan kontroling dan monitoring dari pemilik kepada pegawai dan hal-hal yang dilakukan dalam pengembangan usaha outlet Minyong2.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan usaha dimulai melalui :

  1. Analisis kebutuhan

Besarnya kebutuhan masyarakat akan mie dapat diketahui dengan melakukan survei kepada konsumen mengenai konsumsi mie harian, selain itu juga dapat diketahui dengan melakukan survei terhadap penjual mie mengenai kapasitas penjualan mereka, sehingga dapat diketahui jumlah konsumsi mie. Dari hasil survei tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menganalisis jumlah kebutuhan konsumen akan  mie.

  1. Pembelian peralatan dan perlengkapan produksi

Setelah analisis kebutuhan masyarakat akan produk baru ini telah dilakukan, maka selanjutnya yaitu mulai membeli kebutuhan produksi dan sewa tempat sebagai outlet sebagai tempat berlangsungnya usaha.

  1. Pengadaan bahan baku (tepung ganyong)

Pemenuhan kebutuhan bahan baku pada awal usaha dilakukan dengan cara mengolah sendiri ganyong segar menjadi tepung, setelah usaha kami berkembang maka kebutuhan akan tepung ganyong semakin banyak. Berdasarkan hal tersebut  untuk memenuhi kebutuhan tepung ganyong secara kontinyu kami akan menjalin mitra dengan para petani ganyong untuk dapat mengolah ganyong menjadi tepung ganyong, sehingga usaha kami tidak lagi membeli ganyong segar dari para petani namun sudah dalam bentuk tepung.

  1. Pembutan Minyong2 dan pengoperasian outlet Minyong2

Pembuatan Minyong2  dimulai dengan tahap pembuatan tepung ganyong terlebih dahulu dengan cara Umbi ganyong dikupas lalu dicuci hingga bersih kemudian umbi yang telah bersih dihancurkan dengan cara diparut. Hasil dari parutan dari ganyong ditambahkan sedikit air dan diuleni atau diremas sehingga tekstur masak seperti bubur. Bubur pati tersebut dimasukkan dalam kain penyaringan lalu diperas sambil sekaligus disaring, sehingga ampas akan tertinggal dalam kain dan air yang bercampur pati akan lolos. Ampas yang tertinggal tersebut dicampur lagi lalu disaring kembali dan begitu seterusnya sampai hasil penyaringan terlihat jernih. Cairan hasil perasan berupa suspensi ini dibiarkan dan diendapkan selama satu malam atau kurang lebih 12 jam. Air yang telah diendapkan telah berubah warna menjadi bening menandakan bahwa pati telah mengenda, lalu pisahkan air dengan endapannya. Tepung yang telah diperoleh dianginkan dahulu sehingga airnya berkurang kemudian dilakukan penjemuran terhadap tepung tersebut.

Tahap pembuatan Minyong2 selanjutnya yaitu pembuatan mie yang dilakukan dengan cara pembuatan adonan mie basah dengan menggunakan 10% telor, 2% garam, 60% tepung ganyong dan 28% tepung terigu yang diaduk secara bersama sampai kalis serta beri pewarna alami yang tersedia (wortel, kluwek, bayam merah dan bayam hijau). Setelah adonan kalis diamkan adonan hingga mengembang, setelah mengembang adonan dipipihkan dengan noodle sheeter kemudian adonan tersebut digiling menggunakan noodle maker hingga terbentuk untaian mie, untuk menghasilkan Minyong2 siap saji maka lembaran mie tersebut diolah dengan menambahkan berbagai bumbu dan topping. Outlet Minyong2beroperasi setiap Senin hingga Minggu kecuali Jumat mulai pukul 10.00-21.00 WIB.

PROPOSAL WIRAUSAHA MIE DARI GANYONG (PANGAN LOKAL YANG SEHAT)

  1. Packing dan Pemasaran

Packingakan dibuat dalam bentuk box untuk produk Minyong2yang akan dibungkus dengan terdapat brand Minyong2 dan hal pertama yang dilakukan dalam pemasaran produk yaitu menggunakan teknik promosi dan word to mouth.

  1. Evaluasi dan Pengendalian

Evaluasi dan pengendalian akan dilakukan setiap 2 minggu sekali sehingga segala kemungkinan dan resiko yang akan dialami dapat diantisipasi dengan baik dan tepat.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

No

Jenis Pengeluaran

Jumlah

1

Biaya Peralatan

Rp                  880.000

2

Biaya Bahan Habis Pakai

Rp       4.930.500

3

Biaya Sewa

Rp               2.000.000

4

Penyusunan Laporan

Rp                  335.000

5

Biaya Lain-lain

Rp           1.850.000

TOTAL

Rp         9.995.500

4.2 Jadwal Kegiatan

No

Kegiatan

Bulan

I

II

III

IV

1

Perencanaan program

2

Persiapan dan pengadaan bahan

3

Pembuatan Minyong2

3

Promosi

4

Pemasaran

5

Monitoring dan evaluasi program

6

Penyusunan laporan

7

Penyerahan laporan akhir

LAMPIRAN

Justifikasi Anggaran Kegiatan

BIAYA INVESTASI

Nama Barang

Total Harga

Penyusutan perbulan

Noodle Maker 1 buah @ Rp 330.000

Rp        330.000,00

 Rp          9.166,67

Parut  2buah @ Rp 8.000

Rp         16.000,00

 Rp          1.333,33

Ember 2 buah @ Rp 7.000

Rp          14.000,00

 Rp          1.166,67

Kompor 1 buah @ Rp 250.000

Rp        250.000,00

 Rp        10.416,67

Panci 2 buah @ Rp 45.000

Rp          90.000,00

 Rp          3.750,00

Sendok 2 lusin @ Rp 8.000

Rp          16.000,00

 Rp           1.333,33

Mangkok Mie 2 lusin @ Rp 45.000

Rp          90.000,00

 Rp          7.500,00

Garpu 2 lusin @ Rp 10.000

Rp        20.000,00

 Rp          1.666,67

Serokan Mie 2 buah @ Rp 7.500

Rp          15.000,00

 Rp          1.250,00

Sendok Kuah 2 buah @ Rp 7.500

Rp          15.000,00

 Rp          1.250,00

Sumpit 2 lusin @ Rp 12.000

Rp          24.000,00

 Rp          2.000,00

TOTAL

Rp        880.000,00

Rp          40.800,00

BIAYA BAHAN HABIS PAKAI PERBULAN

No

Jenis

Jumlah

1

Ganyong segar 750 kg @ Rp 750

Rp          562.500

2

Ayam 45 kg @ Rp 22.500

Rp      1.012.500

3

Jamur tiram 30 kg @ Rp 10.000

Rp          300.000

4

Kluwek 3 kg @ Rp 10.000

Rp            30.000

5

Wortel 3 kg @ Rp 5.000

Rp            15.000

6

Bayam merah 3 kg @ Rp 5.000

Rp            15.000

7

Bayam hijau 3 kg @ Rp 4.000

Rp            12.000

8

Garam 3 kg @ Rp 1500

Rp               4.500

9

Bawang Putih 7,5 kg @ Rp 15.000

Rp          112.500

10

Bawang Merah 7,5 kg @ Rp 15.000

Rp          112.500

11

Lada 1,5 kg 30.000

Rp            45.000

12

Ketumbar 1,5 kg @ Rp 30.000

Rp            45.000

13

Kemiri  1,5 kg @ Rp 20.000

Rp            30.000

14

Pala 3 kg @ Rp 50.000

Rp          150.000

15

Kunyit 3 kg @ Rp 30.000

Rp            90.000

16

Daun Salam 7 ikat kg @ Rp 3.000

Rp            22.500

17

Gula Merah 7,5 kg @ Rp 10.000

Rp            22.500

18

Vetsin Sasa 30 bks kg @ Rp 1.500

Rp            90.000

19

Kecap Manis 30 botol  @ Rp 17.500

Rp          210.000

20

Kecap Asin 30 Botol @ Rp 12.000

Rp          180.000

21

Saos 30 botol kg @ Rp 8.000

Rp          480.000

22

Minyak Sayur 30 botol  @ Rp 15.000

Rp          450.000

23

Daun Bawang 6 kg @ Rp 10.000

Rp            60.000

24

Merica bubuk 30 bks  @ Rp 2.000

Rp            60.000

25

Sawi 30  kg @ Rp 3.000

Rp            90.000

26

Laos 6 ons @ Rp 2.000

Rp            12.000

27

Cabe 15 kg @ Rp 15.000

Rp            75.000

28

Lengkuas 3 kg @ Rp 8.000

Rp            24.000

29

Sereh 1,5 kg 8.000

Rp            12.000

30

Plastik Kresek 30 bks  @ Rp 4.000

Rp          120.000

31

Plastik mie 30 bks  @ 2.500

Rp            75.000

TOTAL

Rp       4.930.500

BIAYA SEWA

NO

Jenis

Jumlah

1

outlet 4 bulan @ 500.000

 Rp       2.000.000

TOTAL

 Rp       2.000.000

PENYUSUNAN LAPORAN

NO

Jenis

Jumlah

1

Kertas HVS A4 80 gr 2 rim @ 35.000

Rp                70.000

2

Tinta Printer 2 paket @ 45.000

 Rp                90.000

3

Penggandaan

 Rp              100.000

4

Pengarsipan

 Rp                75.000

TOTAL

 Rp              335.000

BIAYA LAIN-LAIN

No

Jenis

Jumlah

1

Transportasi

 Rp   300.000

2

Dokumentasi

 Rp            100.000

3

Promosi

 Rp            250.000

4

Gaji tenaga kerja 1 orang

Rp         1.200.000

TOTAL

 Rp         1.850.000

ANALISIS KEUANGAN

Analisis Pendapatan dan Keuangan

Produksi 1 hari                                   = 50 mangkok Minyong2

Produksi 1 bulan ;  25 hari  x 48        = 1.200 mangkok

Produksi 4 bulan;  4 x 1.200              = 4.800 mangkok

Harga1 mangkok yang ditawarkan    = Rp 7.000

Hasil penjualan selama 4 bulan          = 4.800 x Rp 7.000

                                                           = Rp33.600.000

Total Biaya Operasional 4 bulan        = total beban penyusutan + total BHP

                                                           = (4 x Rp40.800) + (4 x Rp 4.930.500)

                                                           = Rp 163.200 + Rp 19.722.000

                                                           = Rp 19.885.200

Keuntungan tiap 4 bulan                    = Rp33.600.000 – Rp 19.885.200

                                                           = Rp 13.714.800

Leave a Reply

Your email address will not be published.