-->

Ciri-Ciri Investasi Bodong dan Cara untuk Menghindarinya

Investasi bodong merupakan kasus penipuan dalam bidang investasi yang hingga saat ini masih terus terjadi. Meskipun sudah ada pengawasan dari pihak OJK, namun kasus investasi bodong masih tetap ada. Agar tidak mengalami kerugian, sebaiknya sebagai seorang investor harus mengetahui tentang investasi bodong sebelum memilih salah satu perusahaan investasi.

Adapun ciri khas yang bisa diamati dari investasi bodong yaitu menawarkan imbal hasil yang tinggi, bahkan tidak masuk akal yang tujuannya untuk menarik calon investor. Bagi masyarakat yang masih awam akan mudah tertipu dengan mengetahui imbal hasil yang tinggi, sehingga tertarik untuk melakukan investasi.

Apabila Anda menjumpai penawaran investasi yang menggiurkan dengan menawarkan imbal hasil yang tinggi dan tidak wajar segera perhatikan rasionalitasnya. Apabila imbal hasil yang diberikan terlalu besar sebaiknya Anda harus waspada, karena berpotensi sebagai investasi bodong. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui ciri-ciri investasi bodong agar tidak mudah tertipu.

Ciri-Ciri Investasi Bodong yang Perlu Diketahui

Ciri-Ciri Investasi Bodong dan Cara untuk Menghindarinya

Untuk Anda yang akan memulai berinvestasi silahkan simak ulasan berikut tentang ciri- ciri investasi bodong:

  1. Penekanan Utamanya Perekrutan

Ciri-ciri investasi bodong bisa dilihat dari penekanan utamanya yakni perekrutan. Hal ini dikarenakan investasi atau menanamkan uang penekanan utamanya tidak pada perekrutan anggota baru. Penekanan utama para perekrutan merupakan skema Ponzi. Dimana investor akan mendapatkan imbal hasil apabila berhasil merekrut anggota baru.

  1. Tidak Mendapat Penjelasan Cara Mengelola Investasi

Ciri investasi bodong yang berikutnya yaitu tidak menjelaskan cara mengelola investasi kepada calon investor. Selain tidak menjelaskan cara pengelolaan investasi, pihak investasi bodong juga tidak memahami tata cara berinvestasi yang benar.

Para calon investor juga tidak akan diberi informasi akan diinvestasikan kemana dana tersebut, baik itu ke reksadana, saham, obligasi, ataupun investasi crowdfunding.

  1. Tidak Menjelaskan Underlying Usaha

Pengelola investasi bodong juga tidak akan menjelaskan tentang underlying usaha, sehingga tidak mematuhi asas kewajaran dan kepatuhan pada sektor investasi bidang keuangan. Misalnya saja investasi yang ditanamkan di reksadana saham, maka aset dasar yang dimiliki yaitu saham blue chip.

  1. Tidak Memiliki Struktur Perusahaan yang Jelas

Ciri investasi bodong yang selanjutnya yaitu tidak memiliki struktur kepengurusan perusahaan yang jelas. Apabila anda menemukan perusahaan investasi yang tidak memiliki kepengurusan yang jelas, maka besar kemungkinan merupakan investasi bodong. Alamat domisili perusahaan dan struktur kegiatan usaha juga tidak dimiliki oleh investasi bodong.

  1. Aktivitasnya Seperti Money Game

Investasi bodong cenderung memiliki aktivitas seperti money game, skema Ponzi, dan fokus pada perekrutan anggota. Ketika ada anggota yang berhasil masuk dengan memberikan uangnya, maka investor akan mendapatkan keuntungan. Pola perekrutan anggota ini akan terus berulang untuk mendapatkan keuntungan.

  1. Kualitas Barang Tidak Sesuai Harga

Jika investasi yang ditawarkan menggunakan barang, maka kualitas barang tidak akan sesuai dengan harga yang harus dibayar. Jika tipe investasi seperti ini Anda jumpai, maka kemungkinan besar merupakan investasi bodong. Sebagai calon investor sebaiknya Anda harus hati-hati sejak awal jika mendapati skema investasi yang mencurigakan.

  1. Mendapat Bonus Jika Berhasil Merekrut

Dalam investasi bodong para investor akan mendapatkan bonus jika berhasil merekrut anggota baru. Penipuan investasi semacam ini biasa disebut sebagai skema Ponzi.          

Jika sudah ada investor baru yang bergabung, maka investor yang lama akan mendapatkan bonus. Hal ini terus berlanjut sampai pada akhirnya terbukti sebagai investasi bodong. Nama Ponzi sendiri berasal dari nama Charles Ponzi yang merupakan penipu ulung pada awal abad 20.                   

  1. Imbal Hasil Tinggi dalam Waktu Singkat

Ciri investasi bodong yang berikutnya yaitu adanya imbal hasil tinggi dalam jangka waktu singkat. Jika Anda berjumpa dengan jenis investasi yang seperti ini, maka patut menaruh curiga, karena bisa jadi merupakan investasi bodong. Untuk mendapatkan imbal hasil besar harus sesuai dengan risiko, misalnya reksadana saham atau jenis saham lain.               

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan sebelum Berinvestasi

Ciri-Ciri Investasi Bodong

Bagi masyarakat yang hendak berinvestasi sebaiknya melakukan beberapa hal terlebih dahulu sebelum memulainya. Berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan jika hendak melakukan investasi non perbankan:        

  1. Periksa Perizinan

Sebelum melakukan investasi non perbankan Anda harus memeriksa perizinan dari pihak yang menawarkan investasi terlebih dahulu. Pastikan jika perizinan yang dimiliki berasal dari otoritas yang berwenang mengeluarkan izin. Selain itu, Anda juga bisa mengecek izin dari OJK dan harus sesuai dengan jenis usaha keuangan yang dijalankan.         

  1. Memiliki Perizinan Menawarkan Produk Investasi

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan yaitu adanya perizinan untuk menawarkan produk investasi khusus jenis investasi yang memiliki produk untuk dipasarkan. Izin yang dimiliki harus tercatat sebagai mitra pemasar dan diizinkan menawarkan produk investasi.       

  1. Logo sesuai dengan Undang-Undang yang Berlaku

Ketika akan melakukan investasi Anda juga harus memperhatikan pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah yang ada pada media penawarannya. Pastikan jika pencantuman logo tersebut sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia.    

Cara Menghindari Investasi Bodong

Ketika Anda akan berinvestasi dan justru bertemu dengan jenis investasi bodong tentunya menjadi hal yang menjengkelkan. Terlebih lagi jika uang yang Anda investasikan juga hilang dibawa kabur oleh pihak investasi bodong tersebut. Berikut ini cara agar terhindar dari investasi bodong:

  1. Return yang Wajar

Imbal hasil atau sering disebut return dari pihak pengelola investasi harus dalam jumlah yang wajar. Jika pihak yang menawarkan investasi menjanjikan return dalam jumlah yang banyak bahkan tidak wajar sebaiknya Anda harus waspada. Dalam hal ini terdapat prinsip high risk high return dan low risk low return. Adapun jenis investasi kategori aman dan konservatif ada pada bunga deposito 5 sampai 6.

  1. Kenali Modus Penipuan

Cara menghindari investasi bodong yang berikutnya yaitu mengenali modus penipuan. Modus penipuan investasi biasanya dengan menawarkan iming-iming imbalan yang menggiurkan. Tentu saja tujuannya agar calon investor tertarik dan memberikan uangnya.

Jika ada pihak yang menawarkan investasi dengan keuntungan 3 sampai 4 kali lipat dari jumlah deposito sebaiknya Anda harus hati-hati. Bisa saja pihak tersebut memiliki tujuan untuk menipu dan tidak paham dasar investasi.

  1. Perhatikan Regulasi

Cara menghindari investasi bodong yang selanjutnya yaitu dengan memperhatikan regulasi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, karena setiap investasi harus memiliki izin kelayakan dan memenuhi persyaratan dari OJK. Jika suatu ketika ada hal yang mencurigakan, maka pihak OJK dapat menanganinya karena pengelolaan keuangan perusahaan bisa terlihat.

Demikianlah ciri-ciri investasi bodong serta beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar tidak terjebak dalam investasi yang merugikan tersebut. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk Anda para pemula yang ingin memulai berinvestasi.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship