-->

LAPORAN PRAKTUKUM STATISTIKA ANALISIS REGRESI DAN KORELASI

 LAPORAN PRAKTUKUM STATISTIK

ANALISIS REGRESI DAN KORELASI 

 

 

 

 


 

 

Disusun Oleh:

Nama                          :

NIM                             :

Rombongan               :

Kelompok                  :                   

 

LABORATORIUM AGRONOMI DAN HORTIKULTURA

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

 




ACARA VII

ANALISIS REGRESI DAN KORELASI

 

A. TUJUAN

1.    Memahami dan mengerti makna regresi antar sifat.

2.    Memahami dan mengerti makna korelasi antar sifat.

3.    Memahami dan mengerti perbedaan dan hubungan antar regresi dengan korelasi.

4.    Melakukan analisa regresi sederhana dan korelasi.

 

B.   BAHAN DAN ALAT

1.    Malai padi dari beberapa varietas, sejumlah 15 malai per varietas.

2.    Mistar .

3.    Counter.

4.    Tabek data.

 

C.   PROSEDUR KERJA

 

1.    Dengan mistar ukurlah panjang mallai padi. Cara mengukur : ukurlah panjang dari leher malai sampai ujung gabah terujung pada malai tersebut.

2.    Hitunglah jumlah cabang malai yang ada pada malai. Cabang malai adalah cabang primer dari batang malai utama.

3.    Hitunglah jumlah gabah yang ada dalam malai. Jumlah gabah termasuk gabah yang hilang akan tetapi meninggalkan bekas pada cabang-cabang malai.

4.    Catatlah data yang saudapa peroleh dalam tabel data yang sudah disiapkan.

 

 

A.      HASIL PENGAMATAN

No. malai

Panjang malai

Jumlah cabang

Junlah gabah

1

16,6

7

44

2

15,7

6

46

3

14,4

7

27

4

17,7

7

69

5

16,8

8

55

6

17

7

35

7

23,5

8

104

8

17,4

7

42

9

18

7

59

10

20

8

73

11

19,5

9

67

12

19

7

78

13

22

6

69

14

18,7

11

69

15

19

6

57

16

18

8

74


B.  ANALISIS DATA

a. jumlah cabang dengan jumlah gabah

NO

X

Y

X

Y

XY

1

7

44

49

1936

308

2

6

46

36

2116

276

3

7

27

49

729

189

4

7

69

49

4761

483

5

8

55

64

3025

440

6

7

35

49

1225

245

7

8

104

64

10816

832

8

7

42

49

1764

294

9

7

67

49

3481

413

10

8

78

64

5329

584

11

9

67

81

4489

603

12

7

78

49

4489

546

13

6

69

36

4701

414

14

11

69

121

4701

759

15

6

57

36

3249

342

16

8

74

64

5476

542

119

968

909

64002

7320

 

 














aa. panjang malai dengan jumlah gabah

NO

X

Y

X

Y

XY

1

16,6

44

275,5

1936

150,4

2

15,7

46

246,49

2116

345

3

14,4

27

207,30

729

730,4

4

17,7

69

313,29

4761

722,2

5

16,8

55

282,24

3025

388,8

6

17

35

289

1225

1221,3

7

23,5

104

552,25

10816

2444

8

17,4

42

302,76

1764

730,8

9

18

67

324

3481

1062

10

20

78

400

5329

1460

11

19,5

67

380,25

4489

1306,5

12

19

78

361

4489

1482

13

22

69

484

4701

1518

14

18,7

69

349

4701

1290,3

15

19

57

301

3249

1083

16

18

74

324

5476

1332

293,3

968

5452

64002

18290

 

 








b.      panjang malai dengan jumlah gabah

 

NO

X

Y

X

Y

XY

1

16,6

7

275,5

49

116,2

2

15,7

6

246,49

36

94,2

3

14,4

7

207,30

49

100,8

4

17,7

7

313,29

49

123,9

5

16,8

8

282,24

64

134,4

6

17

7

289

49

119

7

23,5

8

552,25

64

188

8

17,4

7

302,76

49

121,8

9

18

7

324

49

126

10

20

8

400

64

160

11

19,5

9

380,25

81

175,5

12

19

7

361

49

133

13

22

6

484

36

132

14

18,7

11

349

121

216,7

15

19

6

301

36

114

16

18

8

324

64

144

 

293,3

73,53

5452

909

2199,5

 






 

PEMBAHASAN

Pengukuran tentang tingkat asosiasi atau korelasi antar variabel X dan variabel Y.  Tingkat asosiasi sedemikian itutergantung pada variasoi atau inter relasi yang bersifat stimultan dari variabel X dan Y. Variasi demikian itu merupakan vaariasi oabiyan ( joint variabel) dari X dan Ydan pengukurannya merupaakan persoalan korelasi. (Dajan,1972)

Pengukuran korelasi sampel diperoleh dengan jalan menjumlahkan hasil perkalian X , Y bagi semua nilai –nilai observasi dan merata-rata lainnya dengan pembagian bila X dan Y masing-masing dinyatakan dalam unit deviasi standarnya maka akan diperoleh pengukuran  korelasi yang bebas daari unit asal. Pengukuran sedemikian dapat dirumuskan sebagai.



Rumus ini acapkali dinamakan koefisien korelasi pearson atau dalam bahasa asing dinamakan product moment co-efficient of correkation pedefinisian sampai dengan

Pengertian asosiasi ( korelasi) antara dua variabel  bisa dihubungkan dengan pengertian kebebasan stokastik, akan tetapi ada persyaratan . Relasi-relasi itubmengandung keterbatasan. Kalau dua variabel sdi distribusikan kalau dua variabel didisttribusikan secara bebas stokastik satu semalam maka bisa dibuktikan bahwa ukuran asosiasi (korelasi) benilai 0. Tetapi kalau suatu ukuran asosiasi (korelasi) bernilai 0 , ini tidak berarti bahwa kedua variabel didistribusikan secara bebas stokastik satu sama lain.(Zanten,1980) Polllet dan Nasrullah,1994)

Dari diagram pancar hubungan X dan Y cenderung terbentuk linier dengan persamaan Y1 =Bo+Bxi+ei. (Supranto,1984)

Dengan hubungan grafik yang diduga mempunyai persamaan garis linier Y=bo + bix.

Ba dan bi masing-masing penduga tidak bias dari Bo dan Bi.

            Kegunaan koefisien korelasi

  1. Menentukan hubungan dengan besarnya hubungan antara 2 variabel
  2. Bisa digunakan untuk peramalan terhadap variabel lainnya
  3. Bisa digunakan sebagai penaksiran

Penghitungan koefisien korelasi. Data tidak berkelompok (ungrouped daata).

Product momen method (p) : untuk mengetahui hubungan antara variabelyang didasarkan pada pangkat devisiasinya. Produk yang dihasilkan dari perkalian antara momen X dan Y yaanga dirumuskan: P =

p =product moment

x = moment x

y = moment y

n = banyaknya kejadian

Karl pearson method

 

            Hasil yang kami peroleh pada praktikun kali ini adalah pada percobaaan pertama dengan menggunakan panjang malai dan jumlah cabang didapatkan Y1 = 6,494 Y2 = 8,678 dan korelasinya  r = 0,4229, korelasi rendah r , 0,5 maka korelasinya rendah artinya hubungan antara keduanya variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali . percobaan kedua  dengan jumlah cabang  dan jumlah gabah didapatkan Y1 = 53,37 , Y2 = 78,46 dan korelasi r = 0,334 artinya  korelasi rendah. Percobaan ketiga denga menggunakan panjang malai  dan jumlah gabah dihasilkan Y1 = 33,68 , Y2 = 98,21 dan korelasinya r =0,85. Artinya korelasi tinggi karena melebiihi batas 0,5.

 


KESIMPULAN

1.  Analisis regresi merupakan deskripsi hubungan antar variabel sehingga unttuk mengestimasi kecenderungan dimasa mendatang berdasarkan data masa lalu.

2.  analisis regresi linier berganda sebenarnya sama dengan analisis linier sederhana

3.  peercobaan pertama dengan jumlah cabanga dan jumlah gabah

            Y1 = 53,37, Y2 = 78,46 dan r = 0,334

4.  percobaan kedua dengan panjang malai dan jumlah cabang

            Y1 = 6,494, Y2 = 8,678 dan r = 0,4229

5 . pecobaan ketiga dengan panjang malai dengan jumlah gabah

            Y1 = 33.68 ,=Y2 = 98,21 dan r = 0,85

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

HASAN, M,Iqbal .1999. Pokok- Pokok Materi. Bumi Aksara : Jakarta.

Riduan .2003. Dasar-Dasar Statistika. Alfa Bheta: Bandung.

Sujana. 2005. Metode Statistika. Tarsito : Bandung.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship