-->

TANTANGAN MANAJER DI ERA GLOBALILASI

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat rahmat dan karuniannya tugas terstruktur/Individu yakni makalah tentang Bagaimana Tantangan Seorang Manajer Di Era Globalilasi dapat terwujud sesuai dengan rencana. Penyusunan makalah ini di buat berdasarkan atas tugas terstruktur yang Ibu berikan, sehubungan dengan nilai yang akan berpengaruh dari pada tugas terstruktur ini.

Sengaja mengangkat tema Bagaimana Tantangan Seorang Manajer Di Era Globalilasi dimana peran serta merta seorang manajer di era ini sungguh amat sangat berat dalam persaingan dan tingkat kekreatifitasan dalam mengambil sikap untuk lebih maju.

Menyangkut hal yang akan dibahas tentang Bagaimana Tantangan Seorang Manajer Di Era Globalilasi ialah mencangkup masalah ancaman Intensitas ancaman antar sebuah perusahaan, kekuatan posisi Pembeli dan Pemasok, Ancaman pelaku baru, Ancaman Produk Pengganti, dan lainya. 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tidak dapat dipungkiri dunia bisnis serta peran manajer dalam era global ini dihadapkan pada proses perubahan yang begitu cepat dan rumit. Untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal  pokok yang harus dimiliki perusahaan. Dalam konteks organisasi belajar, setiap individu organisasi bisnis harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada setiap tingkat apapun dalam perusahaannya. Dengan kata lain setiap pekerjaan harus mengandung unsur pembelajaran yang semakin aktif.

Sebagai manajer, dia bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian dengan menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan. Sikap manajer yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan manajer patut diubah. Manajer harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko besar dari suatu kesalahan kerja. Memang suatu ke berhasilan biasanya didasarkan pada kegagalan yang pernah dialaminya. Namun manajer harus mengevaluasi setiap kegagalan dan melakukan evaluasi diri.

1.2 Tujuan

Belajar untuk mengenal bagaimana seorang manajer berperan, apa saja yang dilakukan manajer dalam memimpin, dan upaya apa yang dapat dilakukan pada saat menghadapi masalah. Selain itu Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas Individu yang telah di berikan .


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Fungsi Manajer

Fungsi manajer adalah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai penyelia. Dalam hal ini manajer harus mendorong para karyawan untuk menciptakan gagasan baru, sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke karyawan lain. Selain itu hendaknya manajer mendorong karyawan untuk mengerti keseluruhan pekerjaan dan permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama mencapai tujuan perusahaan.

Mencoba merancang gambaran “ tantangan manajer pada era globalisasi” adalah sebuah topik yang kompleks. Akan lebih jelas lagi kalau coba dekati dari bagian ke bagian. Uraian ini akan dimulai dengan mengarahkan pandangah terhadap 4 hal utama yang menggambarkan peran dan fungsi manajer, yakni: Fungsi Eksternal Manajer, Fungsi Internal Manajer, Motivasi, dan Moril Manajer.

Dengan meninjau perubahan-perubahan yang terjadi pada keempat hal tersebut, akan dicoba dilihat implikasinya terhadap bidang manajerial. Dari sana baru akan diketengahkan antisipasi yang perlu dilakukan dan persiapan yang dibutuhkan. Gabungan seluruh pembahasan ini diharapkan akan memberikan gambaran kasar tentang apa dan bagaimana sosok manajer yang dibutuhkan di masa depan yang dekat ini.

Michael A. Hitt &  R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,13)  mengatakan, globalisasi adalah penyebaran inovasi ekonomi keseluruh dunia serta penyelesaian penyelesaian politis dan budaya yang menyertainya. Globalisasi mendorong intregasi international. Misalnya modal finansial dapat diperoleh dalam satu pasar nasional dan digunakan untuk membeli bahan baku ditempat lainnya. Peralatan produksi yang dibeli dari suatu negara yang kurang maju dapat digunakan untuk menghasilkan barang yang kemudian dijual dipasar dimana saja. Jadi globalisasi meningkatkan peluang yang tersedia bagi suatu perusahaan.

Meningkatnya saling ketergantungan antar negara industri, kebutuhan dari negara negara berkembang, disintegrasi pembatas aliran uang, informasi dan teknologi antarbatas negara memungkinkan globalisasi dan integrasi pasar internasional. Kondisi-kondisi ini mendorong  perusahan-perusahan global untuk memikirkan secara serius mengenai strategi yang harus diterapkan untuk mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Seringkali strategi tersebut memungkinkan perusahaan untuk lebih hemat, lebih fleksibel, dan lebih terfokus dalam menyediakan barang dan jasa yang efektif kepada bermacam macam konsumen di dunia. 

Disamping itu, dengan hadirnya teknologi informasi pada era globalisasi ini, maka  penyebaran informasi seakan tidak lagi terbendung oleh batasan waktu dan ruang bahkan teritorial negara. Dengan demikian menyebabkan wajah dunia tampak semakin sempit, karena berbagai suku, ras dan bangsa yang ada di dunia sudah menjadi  sebuah komunitas tunggal didalam Cyberspace.

Cyberspace bisa jadi identik dengan dunia nyata, Bangunan Cyberspace ini telah dirancang dengan pondasi Jaringan komputer  yang ber-topologi-kan sarang laba-laba dan dengan menggunakan kerangka sistem operasi terdistribusi serta struktur pengolahan data terdistribusi.

Dengan demikian, persoalan ataupun tantangan yang dihadapi oleh manajer ataupun manajemen di Indonesia semakin kompleks dan meningkat. Selain menghadapi masalah  kebinikaan yang tidak mudah untuk diselesaikan, seperti halnya keragaman suku, agama, ras, adat istiadat, pengetahuan dan sebagainya,  manajer ataupun manajemen Indonesia juga menghadapi masalah globalisasi. Menghadapi persaingan dengan perusahaan-perusahaan lokal yang semakin kompetitif, manajemen ataupun para manajer Indonesia juga dituntut untuk secara langsung berhadapan   dengan perusahaan global yang beroperasi di-Indonesia. Para produsen  baru yang seringkali  memiliki sumber daya yang jauh lebih besar dan kemauan yang kuat untuk memperoleh pangsa pasar, kini tidak hanya berasal dari lokal yang tentunya  bisa  mengancam penjualan dan laba yang dimiliki oleh perusahaan Indonesia. Disamping itu, fakor kekuatan tawar menawar dari para pembeli dan pemasok lokal ataupun global, juga merupakan salah satu ancaman yang tidak bisa diabaikan. Demikian pula halnya dengan munculnya produk-produk pengganti yang bisa datang dari mana saja. Kemudian dengan munculnya teknologi informasi yang menyebabkan lahirnya perusahaan-perusahaan digital, maka tingkat persaingan antar sesama perusahaan  menjadi semakin berat dan ketat .  Sementara itu, manajer ataupun manajemen  Indonesia juga dituntut untuk tetap mempertahankan ataupun bahkan meningkatkan pendapatan riil penduduknya.  

Dari berbagai pandangan yang berkembang dewasa ini, kita patut sepakat bahwa peranan manajer di masa depan akan sangat tergantung pada corak perusahaan atau organisasi di mana mereka bekerja. Dan corak perusahaan itu, pada gilirannya, akan amat ditentukan oleh bentuk serta tatanan masyarakat yang ada. Pertanyaan yang akan segera muncul adalah tidak saja tentang bagaimana masa depan sistem demokrasi Barat, akan tetapi juga dinamika seperti apa yang terjadi pada sistem sosialisme dan kapitalisme.

Bertolak dari sana, maka dalam menganalisa peranan manajer, seharusnya kita berangkat dari proposisi bahwa setiap masyarakat dibangun atas komponen-komponen yang beragam, dan setiap komponen itu memiliki nilai-nilai tertentu. Kombinasi dari komponen dan nilai-nilainya itu, dalam rangka pembahasan kita kali ini, ternyata melahirkan tiga kebutuhan pokok:

1. Kebutuhan untuk memperbaharui teori-teori tentang manusia

2. Kebutuhan akan teori organisasi perusahaan yang lebih canggih,

3. Kebutuhan akan teori kemasyarakatan yang lebih realistis.

TANTANGAN MANAJER DI ERA GLOBALILASI

Setiap tatanan sosial, tak pelak lagi, didukung oleh seperangkat sistem nilai yang melahirkan perilaku tertentu yang konsisten dari waktu ke waktu. Karena itu sebuah sistem sosial dan ekonomi yang disepakati bersama mutlak diperlukan oleh suatu masyarakat. Bertolak dari itu bisa dimajukan beberapa asumsi penting yang masih bisa diperdebatkan guna melihat corak masa depan:

ü  Kawasan Adantik akan tetap ditandai oleh sebuah sistem sosial yang tidak akan berubah secara mendasar. Sistem sosial tersebut cirinya adalah: individualistis, kompetitif, demokrasi parlementer, dan ekonomi pasar bebas.

ü  Basis kekuatan ekonomi tetap di tangan sektor swasta.

ü  Peranan pemerintah tidak akan meluas, namun, mungkin, akan lebih intensif.

2.2 Dampak Yang Akan Diahadapi

Asumsi-asumsi ini, pada dasarnya melahirkan tiga situasi yang masing-masing mempunyai dampak terhadap lapangan manajerial. Dimana memenagaruhi tingkah seorang manajer. Tiga situasi tersebut diantaranya :

1. Di masa depan perusahaan dan pemerintah akan semakin mendapat tekanan dari masyarakat. Implikasinya terhadap lapangan manajerial adalah:

ü  Tanggung jawab utama seorang manajer adalah bagaimana menanggapi tuntutan masyarakat, karena bagaimanapun juga tuntutan masyarakat itu bertolak dari basis yang sah.

ü  Pengambilan keputusan harus lebih didasarkan pada kriteria kemanfaatan (utility criteria) yang bisa dirasakan oleh berbagai kelompok kepentingan.

ü  Kerjasama antara dunia bisnis dan pemerin¬tah akan lebih selektif, dan diarahkan untuk kemakmuran bangsa.

ü  Kemampuan negosiasi menjadi faktor penting bagi manajer. Karena para manajer akan menghadapi negosiasi simultan: antara kalangan bisnis dengan pemerintah, serikat pekerja, kelompok kepentingan, masyarakat, kelompok profesi, dari sebagainya.

2. Struktur organisasi perusahaan akan lebih beragam, khususnya pada perusahaan yang bergerak di arena nasional dan intemasional. Sejalan dengan itu akan terjadi pula desentralisasi kekuasaan. Akan tetapi hal ini ternyata mendatangkan ketegangan-ketegangan di beberapa negara tertentu, yang disebabkan oleh faktor-faktor:

ü  Intervensi pemerintah yang semakin besar, adanya kecenderungan untuk meletakkan fungsi direktur dan eksekutif di satu tangan, yang melahirkan pola pengambilan keputusan yang terpusat, Kecenderungan ini, sudah barang tentu, bertentangan dengan tuntutan egaliter akan penyebaran pusat kekuasaan.

ü  Gelombang “merkantilisme baru” akan memaksa pemerintah untuk menjual produk-produknya, kendati produk itu sebenarnya tidak kompetitif di pasar. Hal ini akan menggerogoti kepercayaan masyarakat, baik terhadap pemerintah maupun sektor swasta.

ü  Kemungkinan munculnya serikat buruh internasional yang aspiratif, sehingga merangsang para pimpinan serikat pekerja untuk tampil lebih agresif terhadap manajemen. Sebaliknya, hal ini akan merangsang para manajer untuk menegakkan otoritasnya.

3. Akan muncul tuntutan kuat bahwa keberadaan sebuah perusahaan hendaknya tidak semata didasarkan pada maksimalisasi keuntungan, namun juga mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas. Dari sini akan muncul tema-tema menarik seperti:

ü  Bahwa konsep tanggung jawab sosial perusahaan akan lebih menekankan pada kesukarelaan sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan lingkungan. Bukan lagi karena desakan dari pemerintah atau lembaga-lembaga lainnya.

ü  Dibutuhkan kemampuan analisa yang lebih tinggi untuk bisa memberikan batasan pada pola hubungan antara bisnis dan masyarakat.

ü  Akan semakin jelas perbedaan antara kepemimpinan yang kreatif dengan manajemen yang rutin. Manajer pada perusahaan yang sedang tumbuh besar akan semakin di tun tut untuk memainkan peran kepemimpinan; dan bukan hanya memperhatikan tugas-tugas rutin manajerial semata.

Pekerjaan yang paling penting yang harus dihadapi manajer di masa depan. Dalam pemikiran saya, ada lima tantangan serius yang harus dihadapi manajer puncak. Yaitu :

1.         Harus memiliki kompetensi yang sempurna untuk mampu mengelola semua sumber daya berwujud yang di miliki perusahaan.

2.         Memiliki kualitas untuk memotivasi sumber daya manusia.

3.         Memiliki kualitas untuk membangun hubungan positif dengan stakeholders.

4.         Memiliki kualitas dan wawasan untuk menghadapi perubahan keinginan pasar.

5.         Memiliki kreatifitas, dan kualitas dalam memahami produk atau jasa.

Beberapa tahun terakhir ini, perubahan keinginan pasar yang begitu cepat, produk – produk yang semakin berusia singkat merupakan tonggak penunjuk dan batu peringatan bagi seorang manajer. Manajer masa depan haruslah seorang pemimpin yang telah belajar bersama waktu untuk mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab berdasarkan rencana yang baik dan seimbang dengan perubahan dahsyat yang sedang terjadi pada saat ini. Manajer masa depan juga berarti manajer hari ini yang seharusnya mulai membangun dirinya dan mengembangkan potensi dirinya untuk mengembangkan kualitas, karakter, perilaku, nilai positif, prinsip sukses, dan keberanian dalam menghadapi setiap tantangan dan perubahan.

Setiap perusahaan akan berusaha menyaingi perusahaan lain  yang menghasilkan produk pengganti. Dengan kemampuannya memuaskan kebutuhan yang tidak jauh berbeda dari konsumen, tetapi dengan karakteristik berbeda, harga produk pengganti dapat menjadi batas tertinggi dari harga yang akan ditetapkan suatu perusahaan. Dengan demikian, produk pengganti melakukan suatu fungsi atau layanan yang sama atau mirip. Secara umum ancaman produk pengganti adalah besar apabila sejumlah pelanggan menghadapi sedikit, bila ada, biaya peralihan dan apabila harga produk pengganti lebih rendah dan/atau mutu dan  kemampuan kinerjanya sama atau lebih besar dari produk yang ada. Untuk mengurangi daya tarik produk pengganti, perusahaan ditantang untuk membedakan penawaran mereka melalui dimensi-dimensi yang amat relevan bagi pelanggan (misalnya harga, mutu produk, pelayanan purna jual dan lokasi)

Manajer masa depan harus mengisi pikirannya dengan fakta, bahwa manusia adalah harta terbesar dan terpenting dari organisasi perusahaan. Sebagai pemimpin ia wajib menunjukan kekuatan manajerialnya dalam bentuk perilaku dan hubungan kerja bersama tim besarnya di perusahaan. Para manajer yang berwawasan luas dan berpengetahuan positif sudah lama membuang hierarki, dan banyak melibatkan pikiran positif, niat sukses bersama, dan kekuatan kualitas keterampilan dalam membangun struktur kerja yang lebih bersemangat dan produktif. Bangunan struktur kerja baru tersebut mengeluarkan sumber daya manusia dari dalam kotak hierarki lama dan menggerakkan mereka ke dalam sistem manajemen yang lebih efisien, disiplin, fleksible, produktif, berkualitas, berketerampilan tinggi, dan mencuatkan kreatifitas dalam semangat tanggung jawab sukses bersama.

2.3 Upaya Yang Bisa Dilakukan

Manajer masa depan sudah waktunya untuk mengembangkan kepemimpinan yang terpancar dan beragam membagi kepemimpinan pada sudut terjauh dari lingkar untuk mengungkap kekuatan tanggung jawab bersama. Pemimpin membangun sumber daya perusahaan yang meliputi manusia, organisasi, uang, modal, utang, dan pasar. Keragaman lingkup pekerjaan, para pelanggan, dan stakeholders yang terkait akan menyadari sendiri saat mereka melihat kekuatan dan kemampuan perusahaan dalam menjawab tantangan masa depan. Manajer masa depan pun haruslah mampu mempertahankan visi masa depan organisasi dan dengan setengah memaksa mengobarkan semangat yang dibutuhkan untuk membangun perusahaan. Manajer memobilasi orang – orang di sekitar misi organisasi, memantapkan suatu kekuatan dalam masa yang tidak menentu di masa depan. Koordinasi sekitar misi ini menggerakan suatu kekuatan yang ditransformasikan menjadi satu ke tempat kerja, dimana karyawan dan tim dapat menyatakan diri mereka sendiri dalam pekerjaan dan menemukan signifikasi melampaui tugas, saat mereka mengelola misi. Melalui suatu fokus yang tetap pada misi, manajer puncak seharusnya memberi kepada staf – stafnya yang tersebar dan beraneka ragam suatu kesadaran arah yang jelas dan peluang untuk menemukan makna dalam pekerjaan mereka.

Manajer seharusnya tahu bahwa mendengarkan pelanggan dan belajar apa yang ia beri nilai “sambil menggali di lapangan” akan merupakan komponen penting, bahkan lebih penting di masa depan ketimbang masa kini. Persaingan global dan lokal makin cepat, dan kebutuhan untuk memfokuskan pada apa yang dibutuhkan pelanggan akan makin kuat. Setiap orang akan mengamati manajer masa depan, sama seperti kita mengamati yang sekarang ini ada, untuk melihat apakah praktik bisnis dari organisasi sudah sejalan dengan prinsip yang dianut oleh manajer. Dalam semua interaksi, dari yang terkecil sampai yang terbesar, perilaku dari manajer yang baik akan menghargai keluhuran dan harga diri dari mereka yang membangun perusahaan.

Makna sosial terpenting dari manajer masa depan adalah cara mereka menghayati totalitas kepemimpinan, tidak sekedar memasukkan “organisasi saya” tetapi juga menjangkau ke luar dinding organisasi. Manajer yang baik menyadari arti penting mereka yang membangun perusahaan, nilai dari tempat kerja yang mengembangkan sumber daya manusia untuk berprestasi adalah penting untuk kelanjutan misi, serta perlunya suatu tim kerja yang sehat untuk tercapainya sukses perusahaan. Manajer yang bijaksana akan merangkul semua yang terlibat dalam lingkaran yang mengitari perusahaan, organisasi, orang, kepemimpinan, dan masyarakat. Tantangan yang berasal dari luar organisasi memerlukan banyak perhatian, komitmen, dan semangat sebagai tugas yang paling penting di dalam organisasi. Manajer masa depan akan membangun sumber daya manusia yang sehat dengan semangat yang sama dengan semangat saat mereka membangun perusahaan yang sehat, produktif, dengan menyadari bahwa organisasi dengan kinerja tinggi tidak dapat hidup jika perusahaan tersebut mengecewakan orang – orangnya dan hidup dalam suatu perusahaan tanpa sistem dan kepastian masa depan.

Pada saat ini kesetiaan karyawan kepada perusahaan semakin berkurang, dan kepercayaan perusahaan kepada karyawan juga semakin berkurang. Hal ini merupakan pesan yang jelas bagi manajer masa depan. Persaingan yang keras dalam dunia bisnis dan semakin materialistisnya manusia mengakibatkan hancur dan punahnya filosofi kesetiaan dan kerja sama abadi. Pengurangan tenaga kerja bukanlah solusi yang sehat, tetapi memompa semangat, etos kerja dalam memandu visi, prinsip, dan nilai perusahaan akan membangun kepercayaan, semangat, dan kreatifitas internal perusahaan. Manajer yang cerdas akan mampu meramalkan waktu yang menguntungkan, dan waktu untuk lebih waspada menghadapi tantangan. Manajer adalah seorang pemimpin yang memiliki kompetensi terbaik untuk memberi harapan dan motivasi bagi kehidupan semua sumber daya manusia yang ada di perusahaannya, serta mempunyai keberanian untuk mengambil sikap dan tindakan tepat mengenai semua isu, prinsip, visi, misi, operasional, kebijakan strategi perusahaan, dan mampu secara bijaksana mengendalikan semua potensi risiko yang bisa terjadi. Manajer masa depan sebaiknya bersikap lebih hati – hati dalam menghadapi berbagai spekulasi bisnis.


BAB III

KESIMPULAN

Peran seorang manajer dalam menangani sebagai seorang pemimpin ialah sangat penting dan sangat berketergantungan. Fungsi manajer itu sendiri ialah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai penyelia. Dalam hal ini manajer harus mendorong para karyawan untuk menciptakan gagasan baru, sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke karyawan lain. Selain itu hendaknya manajer mendorong karyawan untuk mengerti keseluruhan pekerjaan dan permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama mencapai tujuan perusahaan.

Hal yang akan dihadapi oleh para manajer ketika memimpin pun diantaranya Intensitas Persaingan Antar Perusahaan, dimana Dalam  kebanyakan industri, perusahaan bersaing secara aktif satu dengan lainnya untuk mencapai daya saing strategis dan laba yang tinggi. Pencapaian hal-hal tersebut  menuntut keberhasilan yang relatif terhadap para pesaing. Dengan demikian, persaingan yang terjadi antar perusahaan-perusahaan tersebut distimulasi pada saat satu atau lebih perusahaan merasakan tekanan persaingan atau apabila mereka mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan  posisi pasar mereka. Persaingan ini seringkali terjadi atas dasar harga, inovasi produk, dan tindakan lain untuk mencapai pembedaan  produk (seperti pelayanan, kampanye iklan yang unik, dan jaminan produk). Selanjutnya Ancaman Pelaku Baru karena Setiap perusahaan akan berusaha menyaingi perusahaan lain  yang menghasilkan produk pengganti. Dengan kemampuannya memuaskan kebutuhan yang tidak jauh berbeda dari konsumen, tetapi dengan karakteristik berbeda, harga produk pengganti dapat menjadi batas tertinggi dari harga yang akan ditetapkan suatu perusahaan. Dengan demikian, produk pengganti melakukan suatu fungsi atau layanan yang sama atau mirip. Secara umum ancaman produk pengganti adalah besar apabila sejumlah pelanggan menghadapi sedikit, bila ada, biaya peralihan dan apabila harga produk pengganti lebih rendah dan/atau mutu dan  kemampuan kinerjanya sama atau lebih besar dari produk yang ada. Untuk mengurangi daya tarik produk pengganti, perusahaan ditantang untuk membedakan penawaran mereka melalui dimensi-dimensi yang amat relevan bagi pelanggan (misalnya harga, mutu produk, pelayanan purna jual dan lokasi).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon, 2003. Politicy , New Zealand Press.

http://www. Tantangan Manajer Masa Depan _ rajapresentasi.com.html Majalah Eksekutif edisi November 1989


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship