-->

LAPORAN PRAKTUKUM STATISTIK - MENUKUR PEMUSATAN DAN PENYEBARAN DATA

 

LAPORAN PRAKTUKUM STATISTIK

ACARA III

MENUKUR PEMUSATAN DAN PENYEBARAN DATA

 

 

 

 


 

 

 

 

Disusun Oleh:

Nama                          :                                  

NIM                             :

Rombongan               :

Kelompok                  :

 

LABORATORIUM AGRONOMI DAN HORTIKULTURA

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

 


ACARA III : MENGUKUR PEMUSATAN DAN PENYEBARAN DATA

 

I. TUJUAN

1.    Memahami dan mengerti salah satu atribut dari populasi yang diamati berdasarkan statistik yang diperoleh dari data sampel.

2.    Menghitung nilai – nilai statistik ukuran pemusatan data.

3.    Menghitung nilai – nilai statistik ukuran penyebaran data.

 

II. BAHAN DAN ALAT

1.    Data sampel yang diperoleh dengan teknik sampling sederhana dan sistematik.

2.    Kalkulator

3.    Alat tulis ( kertas, bolpoint, kertas grafik, dan sebagainya ).

 

III. PROSEDUR KERJA

1.    Siapkan data sampel hasil sampling sederhana yang dicatat pada acara pertama.

2.    Siapkan data sampel hasil sistematik sampling pada acara pertama.

 


 

I.              ANALISIS DATA

 

a. Ukuran Pemusatan Data

 

 

 

 

 

 

 

b. Ukuran Penyebaran Data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

Ada beberapa indicator yang bias digunakan untuk menggambarkan variasi data yang disebut dengan ukuran pemusatan yaitu rata – rata (mean ), nilai tengah ( median ) dan nilai yang paling sering muncul ( modus ). Penggunaan ukuran ini dapat digunakan pada data tunggal atau pada data yang belum diolah dan pada data kelompok atau data yang sudah dalam tabel distribusi frekuensi.

·      Ukuran Pemusatan

1.    Nilai Rata-rata (mean)

Rata-rata adalah nilai yang mewakili sekelompok data dan merupakan pusat kesetimbangan data.

X rata-rata =

X1 = Nilai tengah oservasi pada kelas interval ke – i

F1 = Frekuensi pada kelas interval ke – i

2.    Median adalah angka data ang membagi sekumpulan data yang telah disusun secara urut dari yang terkecil ke yang terbesar menjadi 2 bagain yang sama. Untuk data kelompok:

Md = Lm +(  ). I

Md = Median data kelompok

Lm = Tepi bawah kelas median

F =Frekuensi komulatif “<” pada kelas sebelum kelas median.

Fm = frekuensi kelas median.

3.    Modus adalah nilai yang sering muncul dalam serangkaian data. Untuk data dikelompokkan modus ditentukan dengan menetapkan kelas modus yaitu kelas yang memiliki frekuensi besar.

Mo = Xo + ½ ()

Xo : Titik tengah modus

Fo : Frekuensi kelas modus.

F1 : Frekuensi kelas setelah kelas modus.

F-1 : Frekuensi kelas seelum kelas modus.

4.    Kuartil adalah nilai angka yang membagi sekumpulan data yang telah disusun secara urut dari angka yang terkecil  yang terbesar dan terbagi menjadi  again yang sama.

Ukuran pemusatan memberikan gambaran tentang kecerendungan suatu gejala data, dapat terwakilkan dari sekumpulan data yang terkecil sampai yang terbesar, dengan demikian ukuran pemusatan hakekatnya membagi data dalam rentang yang sama banyaknya, yang kurang dari nilai pemusatan akan bertanda negative dan yang lebih dari nilai pemusatan akan bertanda positifsehingga jika dijumlahkan akan nol. Adapaun seberapa jauh kedudukan data dari ukuran pemusatan, maka perlu ukuran lain yang disebut ukuran penyebaran. Semakin besar nilai penyebaran suatu data, maka akan menunjukkan heterogenitas atau variabilitas data.

·           Ukuran Penyebaran

1.    Range, dapat diartikan sebagai wilayah dari sekumpulan data, jika dirumuskan sebagai berikut. R = data teresar – data terkecil.

2.    Deviasi / Penympangan

Sesuatu dikatakan deviasi minimal ada dua nilai hasil pengukuran dan nilai patokan. Nilai patokan ini bisa didasarkan pada nilai parameter bisa juga dari nilai tendency central. Dalam hal ini yang dipakai adalah mean.

3.    Mean deviasi (MD)

Sebenmernya konsep mean yaitu seluruh data dibagi banyaknya data dengan konsep yang sama jika diberlakukan terhadap deviasi, maka jumlah seluruh deviasi dibagi banyknya deviasi.

4.    Variansi, mengingat konsep mean deviasi ada asumsi mutlak dimana tanda negatif dianggap positif, maka untuk menghilangkan tanda negatif harus dilakukan penguadratan, sehingga cara mencari variansi ada dua cara, yaitu:

a.    Menurunkan rumus deviasi secara aljabar.

b.    Mengkuadratkan hasil deviasi.

5.    Standar error (se)

Standart error merupakan ukuran tingkat persebaran yang digunakan pada data yang berasal dari hasil penelitian sensus atau populasi, hakekatnya ae varian yang distandarkan, sehingga rumusnya menjadi:

Se = G2 / n.

 


 

KESIMPULAN

1.    Mengukur pemusatan data dapat dicari dengan cara : mean, modus, median, dan kuartil.

2.    Untuk mengukur penyebaran data dapat diari dengan cara : rentang, simpangan, mean deviasi, standar error, koefisienan keragaman dan varians.

3.    Penggunaan ukuran pemusatan data dan penyebaran data dapat digunakan pada data tunggal dan data kelompok.

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Cochran, William G. 1991. Teknik Penarikan Sampel. Diterjemahkan oleh Rudiansyah Erwin R. Osman. UI Press : Jakarta.

Dajan,Anto .1986.Pengantar Metode Statistik . LP3ES : Jakarta.

Hadi, Sutrisno, M.A. 2001. Statistik. ANDI :Yogyakarta.

Suharyadi. 2004. Statistik untuk ekonomi dan keuangan modern. Salemba empat : Jakartaa.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship