-->

Agar Do'a Kita Tidak Hanya Sekedar Kata-Kata


Oleh: Alfi Syahar, M.A.
Setiap orang yang mengaku dirinya muslim, yang meyakini secara benar akan ke-Maha Besar-an Allah ‘Azza wa Jalla  dan mengakui secara sadar begitu lemah dan kecil dirinya di hadapan-Nya, maka ia tidak akan pernah meninggalkan acara ibadah yang satu ini. Satu amal ibadah yang begitu gampang kita lakukan, namun ia mempunyai nilai yang begitu besar di sisi Allah. Amal ibadah itu ialah berdo’a.
Do’a yang kita panjatkan kepada Allah, sejatinya merupakan pernyataan diri akan kelemahan dan kerendahan kita, sekaligus sebagai pernyataan akan penghambaan dan ketundukan diri kita kepada Allah. Begitu tingginya kedudukan do’a dalam kehidupan seorang muslim, sampai-sampai Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam menyampaikan bahwa do’a ibaratkan perisai.
Do’a merupakan ibadah, bahkan do’a termasuk ibadah yang utama. Dan ibadah yang kita lakukan sebenarnya hanya akan diterima ketika kita sanggup menunaikan syarat-syarat semoga ibadah kita diterima Allah. Ketika niat yang tulus murni kita tujukan hanya untuk Allah semata serta kita melakukannya sesuai dengan apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, maka sebenarnya kita telah menunaikan syarat-syarat diterimanya sebuah ibadah.
Begitu pula dengan do’a yang kita panjatkan. Permohonan do’a yang kita panjatkan, sudah semestinya kita tujukan hanya kepada Allah saja dan kita berdoa mirip berdoanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, maka insyaAllah do’a kita tidak akan pernah sia-sia. Mengingat begitu mulia dan pentingnya doa bagi seorang muslim, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, di antaranya:
1.    Senantiasa berdo’a kepada Allah baik ketika ditimpa tragedi alam maupun tidak. Allah berfirman:
وإذا مس الإنسانَ الضرُّ دعانا لجنبه أوقاعداً أو قائماً فلما كشفنا عنه ضُرُّه مرّ كأن لم يدعنا إلى ضُرٍّ مسهُّ
“Dan apabila insan ditimpa ancaman ia berdo’a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi sehabis kami hilangkan ancaman itu dari padanya ia (kembali) melalui (jalannya) yang sesat, seperti ia tidak pernah berdo’a kepada Kami untuk (menghilangkan) ancaman yang telah menimpanya. (QS. Yunus: 12)
2.    Tidak bermalas-malasan dalam berdo’a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
أعجِزُ الناس من عجز عن الدعاء وأبخلهم من بخل بالسلام
“Orang yang paling lemah ialah yang lemah (malas) untuk berdo’a dan orang yang paling kikir ialah yang kikir dalam bersalam.” (HR. Abu Ya’la, Thabrani, dan Ibnu Hibban, dengan sanad yang shahih)
3.    Tidak melampaui batas dalam berdo’a, mirip berdo’a dengan bunyi nyaring dan keras. Allah berfirman:
ادعوا ربكم تضرعاً وخُفية إنه لايحب المعتدين
“Berdo’alah  kepada Tuhanmu dengan rendah diri dan bunyi yang lembut , sebenarnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 55)
Termasuk dalam kategori melampaui batas dalam berdo’a, antara lain:
a.    Terlampaui mendetail (merinci) permohonan dalam berdo’a.  Diriwayatkan dari ‘Aisyah:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستحب الجوامعَ من الدعاء ويدعُ سِوى ذلك
“Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam biasa menentukan untuk berdo’a dengan do’a-do’a yang jami’ (umum) dan meninggalkan yang selain itu.” (HSR. Ahmad dan Abu Daud)
b.    Mendo’akan kecelakaan untuk diri sendiri, keluarga dan harta. Allah berfirman:
ويدع الإنسانُ باشرِّ دعاءه بالخير وكان الإنسانُ عجولاَ
“Dan insan (seringkali) berdo’a untuk kejahatan sebagaimana ia (biasanya) berdo’a untuk kebaikan. Dan memang insan bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al Isra’: 11)
Demikianlah Allah melarang hamba-hamba-Nya berdo’a untuk kejelekan bagi dirinya dan orang lain, sekalipun seorang bapak atau ibu yang mendo’akan kejelekan kepada anaknya sewaktu marah, sebab dikhawatirkan do’a tersebut bertepatan dengan waktu dimana ketika itu Allah mendapatkan dan mengabulkan do’a hamba-Nya. Sebagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
لاتدعوا على أنفسكم ولا تدعوا على أولادكم ، ولا تدعوا على أموالكم ، لا توافقوا من الله ساعةَ يسأل فيها عطاءً فيستجيب لكم
“Janganlah kau berdo’a untuk (kecelakaan) terhadap dirimu begitupun terhadap anak-anakmu dan terhadap harta bendamu, jangan hingga nanti do’amu itu bertepatan dengan ketika dimana Allah sedang memenuhi permohonan, sehingga do’a burukmu itu benar-benar terkabul.” (HR. Muslim)
c.    Menyatakan dalam berdo’a: “Kabulkanlah kalau Engkau menghendaki.” Disebutkan dalam hadits:
عن أنسٍ بن ملكٍ رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا دعا أحدَكم فليعزم المسألةَ ولا يقولنّ : أللهم إنْ شئت فأعطني فإنه لا مُستكرهُ له
“Dari Anas bin Malik , bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam kalau seorang diantara kalain berdo’a maka hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam memohonkannya. Dan janganlah ia berdo’a: “Ya Allah kalau Engkau menghendaki, anugeerahkanlah aku.” Karena sebenarnya tidak ada yang sanggup memaksa-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
d.    Berdo’a memohon terjadinya dosa ataupun terjadinya pemutusan silaturrahim. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
لايزال يُستجابُ للعبدِ مالم يدع بإثمٍ أو قطيعةِ رحمٍ مالم يستأجل
“Akan selalu do’a seorang hamba dikabulkan selam ia tidak berdo’a untuk sebuah dosa, atau (berdo’a) untuk memutuskan silaturrahim serta selama ia tidak meminta dikabulkan dengan segera.” (HR. Muslim)
4.    Tidak tergesa-gesa dalam mengharapkan terkabulnya do’a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
يُستجابُ لأحدِكم مالم يعجل يقول دعوتُ فلم يُستجب لي
“Akan selalu dikabulkan do’a seorang diantara kalian selama ia tidak meminta dikabulkan dengan segera, ia berkata: “Saya sudah berdo’a tetapi belum dikabulkan permohonanku.” (HR. Bukhari)
Umar bin Khattab  pernah berkata: “Saya tidak terlalu mementingkan terkabulnya do’a tetapi yang terpenting bagiku ialah do’a itu (adalah ibadah) sehingga apabila kepentinganku ialah do’a maka ijabahnya akan mengikuti.”
5.    Tidak meninggalkan do’a sebab lelah dan bosan. Allah berfirman memuji sifat-sifat malaikat-malaikat-Nya:
وله من في السماواتِ والأرضِ ومن عنده لا يستكبرون عن عبادته ولا يستحسرون . يُسبحون الليلَ والنهارَ لا يفتُرون
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang dilangit dan dibumi. Dan Malaikat-malaikat yang disisi-Nya mereka tiada mempunyai rasa besar kepala untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiya: 19-20)
6.    Tidak berdo’a dengan hati yang lalai. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
واعلموا أن الله لا يستجيبُ دُعاءً من قلب غافل لاه
“Dan ketahuilah! Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do’a yang tiba dari hati yang lalai dan lengah.” (HR. Tirmidzi dan Thabrani dari Abu Hurairah dan dihasankan oleh Syeikh Al Albani)
7.    Mengangkat kedua tangan dalam berdo’a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
إن اللهَ حيٌ كريمٌ يستحيي إذا رفع الرجلُ إليه يديه أن يرُدَهما صفراً خائبين
“Sesungguhnya Allah yang Maha hidup dan Maha pemurah merasa aib kalau seseorang mengangkat kedua  tangannya (berdo’a) kepada-Nya dikembalikan kosong tidak menerima apa-apa.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan dihasankan oleh Syeikh Al Albani)
8.    Senantiasa memulai do’a dengan kebanggaan kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد الله والثناء ثم يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعوا بماشاء
“Apabila seseorang diantara kalian berdo’a, maka hendaklah ia memulai dengan Alhamdulillah dan pujian-pujian kepada Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi dan kemudian ia berdo’a dengan apa yang ia kehendaki.” (HSR. Abu Daud)
Demikian beberapa hal yang patut diperhatikan dan diluruskan oleh setiap muslim ketika berdo’a. Tertolak atau terkabulnya sebuah do’a ialah hak prerogatif Allah. Maka selama kita mengikhlaskan do’a hanya kepada Allah semata dan sesuai dengan moral dan syarat-syarat yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, maka insyaAllah Allah akan mengabulkannya, dan Dia Maha Mendengar semua do’a kita. Wallahu’alam.
(Sumber bacaan: Tashhiihud Du’a, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid, hal. 57-70)

sumber: http://www.belajarislam.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship