-->

Inventarisasi Peralatan Dan Mesin Industri



INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI
PERCOBAAN I
INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI
(Praktikum Mesin dan Peralatan Industri)




INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI







Kelompok : 5
Ayu Nurmalasari                  B1315012
Jamilah                                   B1315028
Martini                                   B1315036






PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT
PELAIHARI
2015



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perkembangan zaman dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai dampak yang luar biasa terhadap kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang mempunyai potensi untuk berfikir akan selalu menyebarkan sesuatu hal biar menyebabkan kehidupannya menjadi lebih baik. Oleh alasannya itu, proses perubahan akan terus berjalan (Sukirno, 1999).
Penggunaan alat dan mesin sudah semenjak usang dipakai dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya alat dan mesin pertanian masih sederhana dan terbuat dari kerikil atau kayu kemudian berubah menjadi materi logam. Susunan alat ini mula-mula sederhana, kemudian hingga ditemukannya alat mesin pertanian yang komplek. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara eksklusif mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian (Santika, 2014).
Sebelum memulai melaksanakan acara praktikum di laboratorium, kita sebagai praktikan harus mengenal alat-alat laboratorium dan semua fungsi peralatan dasar yang biasa dipakai dalam laboratorium kimia. Pengenalan alat-alat yang akan dipergunakan dalam laboratorium sangat penting guna kelancaran percobaan yang dilaksanakan diantaranya ialah menghindari kecelakaan kerja dan gagalnya percobaan. Alat-alat laboratorium biasanya sanggup rusak atau  bahkan berbahaya kalau tidak sesuai dengan mekanisme pemakaian .Oleh alasannya itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta materi harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melaksanakan praktikum di laboratorium kimia.

1.2  Tujuan
Pengenalan alat-alat labolatorium pangan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Inventarisasi alat-alat labolatorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja dalam melaksanakan penelitian. Alat-alat labolatorium biasanya sanggup merusak atau bahkan berubah kalau penggunaanya tidak sesuai dengan prosedur. Untuk meminimalisir kesalahan mekanisme pemakaian alat, maka kita harus mengenal dan mengetahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar. Dalam sebuah praktikum pengenalan alat-alat labolatorium tidak hanya terbatas pada mekanisme percobaan penggunaanya tetapi juga dalam perawatan dan kebersihan alat-alat praktikum itu sendiri. Denagn alat-alat ang higienis dan terawatt juga merupakan hal penting dalam berjalannya sebuah praktikum sehingga akan diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat.
            Setiap praktikum harus mengenal dan memahami fungsi dan macam-macam alat serta kegunaan alat-alat itu sendiri untuk menghindari kecelakaan dan ancaman sehingga kesalahan mekanisme pemakaian sanggup diminimalisir. Hal ini penting biar pad percobaan di labolatorium tercipta keadaan yang kondusif dan baik, diperoleh data yang lebih akurat sehingga meningkatkan kualitas penelitian.









BAB III
METODE
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakasanakan pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2016 Pukul 09.00-11.00 WIB di Labolatorium Pangan Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan materi yang dipakai dalam praktikum ini antara lain alat tulis, mesin serta alat labolatorium pangan.
3.3 Prosedur kerja
1.      Diperhatikan alat dan mesin yang ada di labolatorium pangan.
2.      Dicatat apa saja nama, spesifikasi, brand serta jenisnya.
3.      Ditabulasikan dalam data tabel.








BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.2  Tabel peralatan dan mesin industri
No.
Nama
Spesifikasi
Merk

Jenis





Manual
Mekanis
Otomatis
1.
Oven listrik

Kirin


2.
Desikator

Nalgene


3.
Oven gas

Bima master


4.
Pembuat ice cream

Maksindo


5.
Mixer kecil
Voltase : 220 Vac – 50 Hz
Daya: 190 watt
Miyako


6.
Kompor

Rinnai


7.
Mixer besar
Voltase : 220 V2
Frequency : 50 Hz
Net weight : 42 kg
No. 0376
Power : 500 W
Ip no : 18 x 4
Capacity : 12 L
Produce date : 201405
Dimension : 540 x 380 x 60 mm



8.
Mesin susu kedelai
Splitter of soya milk and dregs. Diameter of grinding when 125 mm.
Efficiency 80 kg/Lt
Input power 1.1 Kw
Motor speed 2800 rpm
Voltage 220
Weight 35 kg
Hem number 2
Date of production 2011.4
FDM - 2125


9.
Cup sealer standar
Model : ET-08
Matrix


10.
Timbangan

Kitchen Scale


11.
Mesin gilingan mie

Seagull


12.
Peniris minyak

POLITALA


13.
Vacuum frying
Daya hidup 8 W
Daya potong 22 W
Tinggi total 30 W
Kapasitas 680 Ltr/Mnt
Suhu max : 35°C
Tegangan : 220 V
Frekuensi : 50 Hz
Daya masukan 1000 W
Rpm : 2850
Ukuran pipa 2x2
Ins lilitan kelas B
IP x 4
Interdab


14.
Impulse saeler
Type : F-100
Power : 150 W
 Type : F-200
Power : 300 W
Type : F-300
Power : 450 W
Type : F-400
Power : 600 W
Source : 1100 / 220 V 50/60 Hz
Royalux


15.
Blender
Daya : 200 Watt
Voltase : 220 Vac – 50 Hz
Miyako


16.
Panci

Jawa


17.
Neraca analitik
Electro balance
Model BL-H2
Model B2
Capacity : 9
Division : 9
Henher


18.
Kulkas

Toshiba


19.
Wajan

Jawa


20.
Dispenser

Kelly


21.
Cup sealer besar
Model ET-A9
Getra



4.2 Pembahasan
Dalam praktikum kita harus mengetahui alat dan mesin yang ada dalam labolatorium serta mengetahui fungsi, brand serta jenis dari setiap alat dan mesin yang ada. Hal ini bertujuan biar tidak ada kesalahan ketika memakai alat atau mesin. Berikut beberapa alat dan mesin yang ada di labolatorium pangan :
1.      Oven listrik ialah alat yang sanggup memasak makanan. Bermerk Kirin dengan jenis mesin otomatis alasannya tanpa derma tangan insan akan otomatis memasak makan yang ada di dalamnya.
2.      Desikator ialah kawasan menyimpan sampel yang harus bebas air, mengeringkan padatan, dan sanggup juga dipakai untuk melestarikan kelembaban-sensitif barang-barang menyerupai kertas kobalt klorida untuk penggunaan lain. Bermerk Nalgene dengan jenis mesin otomatis.
3.      Oven gas ialah alat yang sanggup memasak makanan. Bermerk Bima Master dengan jenis mesin mekanis. Dikatakan mekanis alasannya memerlukan derma tangan insan untuk menjalankan mesin tersebut.
4.      Pembuat ice cream ialah alat yang sanggup menciptakan ice cream. Bermerk Maksindo dengan jenis mesin mekanis.
5.      Mixer kecil berkhasiat untuk mengaduk gabungan camilan elok dan semacamnya. Bermerk Miyako dengan jenis mesin tergolong mekanis.
6.      Kompor ialah alat yang sanggup memanaskan atau memasak suatu materi makanan. Bermerk Rinnai dengan jenis mesin tergolong mekanis.
7.      Mixer besar ialah alat pengaduk gabungan camilan elok atau semacamnya. Bermerk Getra namun jenis mesin ini berbeda dengan mixer kecil, yaitu jenis otomatis alasannya tidak memerlukan derma tangan insan untuk mengaduknya.
8.      Mesin pembuat susu kedelai ialah mesin pemecah biji kedelai dengan mengambil sari dari kedelai. Bermerk FDM-2125 dengan jenis mesin otomatis.
9.      Cup sealer ialah mesin yang berfungsi untuk menutup gelas plastik dengan lid yang dipanaskan. Bermerk Matrix dengan jenis mesin mekanis.
10.  Timbangan ialah alat untuk menimbang atau untuk mengetahui massa suatu bahan. Bermerk Kitchen Scale dengan jenis manual, alasannya memerlukan derma tangan insan dan tanpa memerlukan anutan listrik untuk menjalankannya.
11.  Mesin penggiling mie ialah alat untuk menciptakan atau mencetak mie. Bermerk Seagull dengan jenis mesin tergolong mekanis.
12.  Peniris minyak ialah alat yang berfungsi sebagai peniris minyak. Bermerk POLITALA dengan jenis mesin tergolong mekanis.
13.  Vacuum frying ialah alat yang berfungsi sebagai penghisap kadar air dalam sayuran dan buah dengan kecepatan tinggi biar pori-pori daging buah-sayur tidak cepat menutup, sehingga kadar air dalam buah sanggup diserap dengan sempurna. Bermerk Interdab dengan jenis mesin tergolong otomatis.
14.  Impulse sealer ialah alat untuk penyegelan untuk kemasan. Bermerk Royalux dngan jenis alat tergolong mekanis.
15.  Blender ialah alat yang berfungsi sebagai penghalus dan pencampur suatu materi makanan. Bermerk Miyako dengan jenis mesin tergolong mekanis.
16.  Panci ialah alat yang berfungsi sebagai alat yang serbaguna, sanggup dipakai untuk mengukur, menanak nasi, memasak air dan lain sebagainya. Bermerk Jawa dengan jenis alat tergolong manual.
17.  Neraca analitik ialah alat untuk mengukur berat (terutama yang berukuran kecil) atau alat untuk menimbang suatu zat. Bermerk Henher dengan jenis alat tergolong mekanis.
18.  Kulkas ialah alat untuk menyimpan dan mengawetkan suatu bahan. Bermerk Toshiba dengan jenis mesin tergolong otomatis.
19.  Wajan ialah alat untuk memasak atau menggoreng suatu bahan. Bermerk Jawa dengan jenis alat tergolong manual.
20.  Dispenser ialah alat untuk menyimpan dan mengeluarkan air. Bermerk Kellly dengan jenis alat tergolong manual.
21.  Cup sealer besar ialah mesin yang berfungsi untuk menutup gelas plastik dengan lid yang dipanaskan. Bermerk Getra dengan jenis mesin tergolong mekanis.



















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas sanggup disimpulkan bahwa setiap alat dan mesin mempunyai fungsi yang berbeda. Di antara alat dan mesin yang telah diamati sanggup juga dibedakan cara penggunaanya mulai dari manual, mekanis hingga otomatis. Pengertian dari alat yang manual ialah alat yang tidak memerlukan energi listrik dan memerlukan derma tangan mausia untuk menjalankannya.  Sedangkan untuk alat yang mekanis ialah alat yang memakai energy listrik namun masih memerlukan derma tangan insan untuk menjalankannya. Dan terakhir alat yang otomatis bias disebut mesin alasannya tidak memrlukan tenaga insan untuk menjalankannya, hanya memerlukan tenaga listrik. Walaupun kebanyakannya memakai energi listrik namun setiap alat mempunyai prinsip kerja yang berbeda terutama dalam pengubahan energi itu sendiri.
5.2 Saran










DAFTAR PUSTAKA
Aben. 2014. https://www.arifinbp.com//search?q=alat-dan-mesin-prtanian-mekanisasi. Diakses tanggal 18 Februari 2015
AEL. 1976. Schort-und Mischanlagen im Landwirtschaftlichen Betried. Arbeitsgemeinschaft fur Electrizitatsanwendung in der Landwirtschaft e. V., Heft 7. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Brennan, J.G., J.R. Butlers, N.D. Cowell, dan A.E.V. Lilly. 1974. Food     Engineering Operations. Applied Science Publisher. Essex. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Henderson, S.M. dan R.L. Perry. 1982. Agricultural Process Engineering. The       AVI Publishing Company, Inc. Westport. Diakses tanggal 18 Februari 2015
McCabe, W.L. dan J.C. Smith. 1976. Unit Operations of Chemical Engineering.    McGraw Hill, Inc. Tokyo. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Mc Colly and J.W. Martin. 1955. Processing Agricultural Engineering. Mc Graw- Hill Book Co., New York. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Santika, Winda.  2014. https://www.arifinbp.com//search?q=alat-dan-mesin-prtanian-mekanisasi. Diakses tanggal 18 Februari 2015



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship