-->

Ilmu Tauhid

RESUME BUKU
Judul               :  Ilmu Tauhid
Pengarang       :  Drs. H.M. Yusran Asmuni
Penerbit           :  PT. Raja Grafindo Persada Jakarta
                                    (Cetakan Pertama, Maret 1993)

1. PENGERTIAN ILMU TAUHID, NAMA-NAMANYA YANG LAIN, MANFAAT, TUJUAN DAN SUMBERNYA
A. Pengertian Ilmu Tauhid
Perkataan tauhid berasal dari bahasa Arab yaitu wahhada,  yuwahhidu. Secara etimologis tauhid berarti keesaan. Maksudnya yaitu atikad atau keyakinan bahwa Allah SWT yakni Esa, Tunggal, Satu.
B.  Nama-nama Ilmu Tauhid
1)   Ilmu tauhid, lantaran pokok bahasanya dititikberatkan kepada keesaan Allah SWT.
2)   Ilmu kalam, lantaran pembahasannya mengenai eksistensi Tuhan dan hal-hal yang bekerjasama dengan-Nya dipakai argumentasi-argumentasi filosofis dengan memakai logika atau mantik.
3)   Ilmu ushuluddin, lantaran obyek bahasan utamanya yakni dasar-dasar agama yang merupakan problem esensial dalam aliran Islam.
C.  Manfaat, Tujuan  dan Sumber Ilmu Tauhid
Tauhid sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, yaitu bukan hanya sekedar menunjukkan ketentraman batin dan menyelamatkan insan dari kesesatan dan kemusyrikan, tetapi juga besar lengan berkuasa besar terhadap pembentukan sikap dan sikap keseharian seseorang. Tauhid tidak hanya berfungsi sebagai akidah, akan tetapi berfungsi pula sebagai falsafah hidup.
Kehadiran tauhid sebagai ilmu merupakan hasil pengkajian para ulama terhadap apa yang tersurat dan tersirat di dalam al-Qur’an dan hadis. Ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis itu mereka teliti secara intensif sehingga mereka berhasil merumuskannya menjadi suatu disiplin ilmu tersendiri. Tokoh yang dianggap pemula dalam penyusunan ilmu ini yakni Abu al-Hasan Ali al-Asy’ari (260-324 H/873-935 M ).

2. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN  ILMU TAUHID
A. Lahirnya Ilmu Tauhid
Munculnya ilmu tauhid disebabkan oleh 2 faktor yaitu,
1)   Faktor intern
a.     Al-Qur’an, disamping berisi problem ketauhidan, kenabian, dan lain-lain, berisi pula semacam apologi dan polemik, terutama terhadap agama-agama yang ada pada waktu itu.
b.   Pada periode pertama, problem keimanan tidak dipersoalkan secara mendalam.
c.    Masalah politik, terutama yang berkenaan dengan khalifah.
2)   Faktor  ekstern
a.    Pola pikir aliran agama lain yang dibawa oleh orang-orang tertentu.
b.   Sebagian umat islam ada yang mempelajari filsafat Yunani dan ilmu pengetahuan lainnya untuk kepentingan dakwah.

3. Tauhid Dalam AL-Qur’an dan Al-Hadis
Pada dasarnya inti pokok aliran al-Qur’an yakni tauhid. Nabi Muhammad SAW diutus Allah kepada umat insan yakni juga untuk mengajarkan ketauhidan tersebut. Karena itu, aliran tauhid yang terdapat di dalam al-Qur’an dipertegas dan diperjelas oleh Rasulullah SAW sebagaimana tercermin dalam hadis-hadisnya.
Sebagaimana dikatakan terdahulu, inti dari tauhid yakni keyakinan bahwa Allah SWT Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Penegasan Allah SWT dalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah SWT itu Maha Esa antara lain :
a.    Surat al-Ikhlas ayat 1-4
b.   Surat al-Zumarayat 4
c.    Surat al-Baqarah ayat 163
d.   Surat an-Nisa ayat 171
e.    Surat al-Maidah ayat 73
f.    Surat al-Anbiya ayat 22

4. Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Tauhid
Aspek pokok dalam ilmu tauhid yakni keyakinan akan eksistensi Allah Yang Mahasempurna, Mahakuasa, dan mempunyai sifat-sifat kesempurnaan lainnya. Keyakinan ini akan membawa seseorang kepada kepercayaan akan adanya malaikat, kitab-kitab Allah, rasul, takdir, kehidupan setelah mati dan melahirkan kesadaran akan kewajibannya kepada Sang Khalik (Pencipta). Adapun ruang lingkup pembahasan dalam ilmu tauhid yaitu:
a.    Hal-hal yang bekerjasama dengan Allah SWT (mabda), meliputi: takdir
b.   Hal-hal yang bekerjasama dengan utusan Allah (wasithah), meliputi: malaikat, rasul, kitab suci
c.    Hal-hal yang bekerjasama dengan hari yang akan dating (ma’ad), meliputi: surge dan neraka

5. Masalah-Masalah Yang Bertentangan Dengan Tauhid
Secara garis besar, masalah-masalah yang bertentangan dengan tauhid yakni kekafiran, kemusyrikan, kemurtadan dan kemunafikan.
a.    Kafir
Kafir yakni orang yang tidak percaya atau tidak beriman kepada Allah SWT, baik orang tersebut bertuhan selain Allah maupun tidak bertuhan sama sekali (atheis). Kekafiran bertentangan dengan tauhid lantaran tauhid yakni kepercayaan dan keimanan akan adanya Allah SWT.


b.   Musyrik
Musyrik yakni orang yang menyekutukan Allah. Pada dasarnya orang musyrik mempunyai kepercayaan akan adanya Allah, tetapi dicampurbaurkan dengan kepercayaan kepada yang lain, sehingga ia tidak sepenuhnya mempercayai keesaan dan kemahakuasaan Allah SWT. Kemusyrikan bertentangan dengan tauhid lantaran tauhid yakni keyakinan dan kemahaesaan Allah, sedangkan kemusyrikan tidak demikian.
c.    Murtad
Murtad yakni istilah yang dipakai untuk menyebut orang yang keluar dari Islam. Pada mulanya orang ibarat ini beriman kepada Allah dan ia seorang muslim, lalu ia meninggalkan keimanannya itu untuk selanjutnya beriman kepada yang lain atau tidak beriman sama sekali (atheis). Adapun bedanya dengan kafir yaitu, jikalau kafir memang semenjak awal tidak beriman kepada Allah, sedangkan murtad sebelumnya beriman dan lalu keluar dari iman itu.
d.   Munafik
Munafik yakni sebutan bagi orang yang secara lahiriah beragama Islam, tetapi jiwa atau batinnya tidak beriman. Secara lahir ia mengaku beriman kepada Allah, beragama Islam, bahkan dalam hal tertentu Nampak ibarat berbuat dan bertindak untuk kepentingan Islam tetapi hatinya tidak beriman.
Munafik tidak sama dengan murtad. Jika murtad sebelumnya beriman, lalu keluar dari iman itu secara jelas. Sedangkan munafik tidak, mengaku beriman tetapi bekerjsama tidak beriman.

6. Pertumbuhan dan Perkembangan Aliran-aliran dalam Ilmu Tauhid
A. Awal mula munculnya problem teologi dalam islam
Islam yakni agama samawi yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat insan di segala zaman dan tempat. Inti pokok ajarannya yakni tauhid (keesaan Allah).
Ilmu kalam sebagai ilmu yang bangkit sendiri belum dikenal pada masa Nabi Muhammad saw., maupun pada masa sahabat-sahabatnya. Akan tetapi gres dikenal pada masa berikutnya, setelah ilmu-ilmu keislaman yang lain satu persatu muncul dan setelah orang banyak membicarakan wacana kepercayaan mistik (metafisika). Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya ilmu kalam sanggup digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor-faktor yang tiba dari dalam Islam dan kaum Muslimin sendiri dan faktor-faktor dari luar mereka, lantaran adanya kebudayaan lain dan agama yang bukan Islam.
B.  Aliran-aliran dalam ilmu tauhid
Dalam ilmu tauhid terdapat beberapa aliran, seperti: khawarij, murji’ah, qadariah, jabariah, mu’tazilah, ahlussunah waljamaah, syi’ah, wahabiah dan salafiah.

7. Akal dan Wahyu
Kata kebijaksanaan berasal dari bahasa Arab, al-‘aql yang berarti paham, mengerti atau berpikir. Menurut Dr. Zaki Nazib Mahmud, kebijaksanaan yakni menghubungkan insiden dengan alasannya yakni tanggapan atau konklusinya. Sedangkan kata wahyu, berasal dari bahasa Arab juga yang artinya isyarat, ilham, suara, perkataan yang samar-samar, api, kecepatan, tuisan atau firman Allah.

Akal diberikan Allah kepada seluruh umat insan biar insan sanggup berpikir dan berhasil menemukan kebenaran. Pada umumnya kebijaksanaan banyak dipakai oleh kaum rasionalis dan para filosof. Sedangkan wahyu hanya diturunkan kepada para nabi dan rasul Allah, selanjutnya para nabi dan rasul itulah yang menyampaikannya kepada umat manusia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship