-->

Teknologi Pembelajaran Ii

Nama   :  Hendra Budi Gunawan
NIM    :  11670018
Prodi   :  Pendidikan Kimia
1.      a.  Buku ajar/buku teks yaitu buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan     buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu buat maksud-maksud dan tujuan instruksional, yang diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang harmonis dan gampang dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan akademi tinggi sehingga sanggup menunjang sesuatu agenda pengajaran.
Kriteria:
1)            Buku teks itu haruslah menarik minat, yaitu siswa yang menggunakannya.
2)Buku teks itu haruslah bisa memotivsi kepada siswa yang memakainya
3)Buku teks itu haruslah memuat ilustrasi yang menggoda para siswa yang memanfaatkannya .
4)Buku teks itu seyogyanyalah mempertimbangkan aspek linguistik, sehingga sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya
5)Buku teks itu isinya haruslah berafiliasi erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya;lebih baik lagi kalau  dapat menunjangnya dengan rencana, sehingga semuanya merupakan suatu kebulatan yang utuh dan terpadu
6)Buku teks itu haruslah sanggup menstimulasi, merangsang aktivitas-aktivitas eksklusif para siswa yang mempergunakannya
7)Buku teks itu haruslah dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang kurang jelas dan tidak biasa, supaya tidak sempat membingungkan para siswa yang memakainya.
8)Buku teks itu haruslah mempunyai sudut pandang atau point of view yang terang dan tegas, sehingga pada alhasil menjadi sudut pandang para pemakainya yang setia
9)Buku teks itu haruslah bisa memperlihatkan pemantapan, aksentuasi pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
10)Buku teks tersebut haruslah sanggup menghargai perbedaan-perbedaan eksklusif para siswa pemakainya.    
b.  Modul yaitu materi bimbing cetak yang dirancang untuk sanggup dipelajari secara berdikari oleh akseptor pembelajaran.
     Karakteristik modul:
1)   Self Instructional; yaitu melalui modul tersebut seseorang atau peserta belajar bisa membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain.
2)   Self Contained; yaitu seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh.
3)   Stand Alone (berdiri sendiri); yaitu modul yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus dipakai bersama-sama dengan media pembelajaran lain.
4)   Adaptive; modul hendaknya mempunyai daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.
5)   User Friendly; modul hendaknya erat dengan pemakainya.
c.  Handout yaitu materi tertulis yang siapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan akseptor didik.
Karakteristik:
1. Handout memuat kerangka materi yang mungkin berisikan pernyataan, definisi, konsep, rumus, dan sejenisnya.
2. Disajikan dalam bentuk pernyataan, daftar, dan diagram.
3. Penyajian informasi hendaknya diringkas, padat, dan gampang dipahami siswa.
d. LKPD/LKS yaitu panduan akseptor didik yang dipakai untuk melaksanakan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah.
Karakteristik:
1. Lomba Kompetensi Siswa mempunyai soal-soal yang harus dikerjakan siswa, dan kegiatan-kegitan menyerupai percobaan atau terjun ke lapangan yang harus siswa lakukan.
2. Merupakan materi bimbing cetak.
3. Materi yang disajikan merupakan rangkuman yang tidak terlalu luas pembahasannya tetapi sudah meliputi apa yang akan dikerjakan atau dilakukan oleh akseptor didik.
4. Memiliki komponen-komponen menyerupai kata pengantar, pendahuluan, daftar isi, dll.
e.  Ensiklopedia yaitu  sejumlah goresan pena yang berisi klarifikasi yang menyimpan informasi secara komprehensif dan cepat dipahami serta dimengerti
f.  Buku pengayaan yaitu buku yang memuat materi yang sanggup memperkaya dan meningkatkan penguasaan ipteks dan keterampilan; membentuk kepribadian akseptor didik, pendidik, pengelola pendidikan, dan masyarakat lainnya.
Karakteristik:
1) Memiliki kesesuaian dengan tujuan pendidikan;
(2) Menyesuaikan dengan perkembangan ilmu;
(3) Mengembangkan kemampuan bernalar.


2.      Edgar Dale, menciptakan jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat bencana nyata, dilanjutkan ke siswa sebagai pengamat terhadap bencana yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat bencana yang disajikan dengan simbul. Jenjang konkrit-abstrak ini ditunjukkan dengan denah dalam bentuk kerucut pengalaman (cone of experiment), menyerupai yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini:


                                                             konkret

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship