-->

USAHA KONVEKSI SARUNG CELANA

USAHA KONVEKSI SARUNG CELANA

USAHA KONVEKSI SARUNG CELANA

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Sarung merupakan salah satu pakaian bangsa Indonesia yang masih eksis hingga kini. Atribut produk segala jenis busana pada umumnya berhubungan dengan budaya dan adat istiadat komunitas pemakainya. Demikian pula dengan sarung, atributnya sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakat Indonesia. Di mancanegara, sarung juga banyak digunakan di negara-negara Asia, seperti Malaysia, Brunei, Kamboja, India, dan Pakistan, serta telah di perkenalkan kepada orang-orang di belahan Timur Tengah, sehingga industri sarung lebih menarik untuk dikelola dan diekspor. Sarung juga memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan, karena potensi bangsa Indonesia sebagai produsen dan konsumen sehingga dapat ikut mengembangkan perekonomian bangsa serta sarung bisa merupakan salah satu komoditas ekspor. Menurut Ujianto et al. (2004), pengguna sarung dapat dibedakan menjadi tiga kategori sebagai berikut:
  1. Pengguna yang menggunakan sarung sebagai pakaian sehari-hari, baik pada acara resmi ataupun pada kondisi santai,
  2. Pengguna sarung yang menggunakan sarung hanya sebagai pakaian santai saja,
  3. Pengguna sarung untuk pakaian insidentil.

Kain sarung dibuat dari bermacam-macam bahan, yaitu katun, poliester, atau sutera. Sarung umum digunakan oleh masyarakat Indonesia mulai dari kegiatan santai di rumah hingga acara resmi seperti acara adat, ibadah atau perkawinan. Penggunaan kain sarung secara resmi umumnya sebagai pelengkap dari baju adat daerah. Banyak motif kain sarung yang beredar, dimana yang paling umum adalah motif garis-garis. Motifnya kurang menarik berbentuk kotak-kotak atau perpaduan lurik horisontalvertikal, serat benangnya sedikit kasar. Oleh karena itu, perlu dibuat motif-motif yang modern dan menarik mengikuti perkembangan trend masyarakat. Berdasarkan paparan di atas, kami mahasiswa Universitas Negeri Jenderal Soedirman menawarkan ide untuk membuka peluang bisnis dengan membuat inovasi dalam pembuatan sarung yang sering digunakan oleh masyarakat, sehingga dapat memberikan keuntungan yang berkelanjutan juga memberi nilai estetika terhadap kain sarung tersebut serta memiliki daya saing yang tidak kalah dengan produk lain yang sejenis.

B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimana cara pembuatan Sarung Celana ?
  2. Bagaimana cara memperkenalkan Sarung Celana sebagai trend muslim masa kini ?
  3. Bagaimana peluang bisnis Sarung Celana di pasaran ?

C. TUJUAN
  1. Mengenalkan pada masyarakat tentang inovasi sarung celana sebagai trend  muslim masa kini.
  2. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang sarung celana sebagai trend muslim masa kini.
  3. Menumbuhkembangkan jiwa wirausaha mahasiswa.

D. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dengan adanya Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini diharapkan dapat diperoleh luaran sebagai berikut :
  1. Mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam meningkatkan nilai jual sarung.
  2. Memperoleh hasil yang besar dari produksi sarung celana.

E. KEGUNAAN
Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini diharapkan dapat memperoleh manfaat sebagai berikut :
  1. Wadah aplikasi peluang bisnis yang dapat diterapkan secara nyata.
  2. Sarung celana sebagai alternatif busana muslim masa kini.
  3. Membudayakan memakai busana muslim atau rapih. 

F. GAMBARAN RENCANA USAHA SARUNG CELANA

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah umat islam terbanyak di dunia dengan 33 provinsi, salah satu provinsi di Indonesia yaitu Jawa Tengah. Masyarakat di Jawa Tengah gemar menggunakan pakaian muslim dalam kesehariannya. Pakaian muslim yang digunakan dan menjadi ciri khas adalah sarung. Sarung banyak digunakan oleh umat muslim Indonesia dalam melakukan kegiatan ibadah atau memperingati hari raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Penggunaannya dari berbagai kalangan baik anak-anak, remaja, maupun orang tua tidak mengenal ras maupun golongan, sehingga untuk masyarakat Indonesia yang sebagian besar adalah umat Islam kebutuhan akan sarung akan terus ada dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha.

Jumlah umat Islam yang cukup banyak menyebabkan banyaknya penggunaan sarung sebagai salah satu pakaian ciri khas umat Muslim. Sarung dipakai dengan cara dibebatkan pada pinggang untuk menutup bagian bawah tubuh (pinggang ke bawah). Cara memakai sarung yang rumit membuat sebagian orang tidak mau memakai sarung. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kreasi yang membuat pemakaian sarung lebih mudah dan lebih kelihatan menarik jika digunakan. Sarung didesain lebih simple, lucu, unik, dan menambah daya tarik untuk pemakai sarung, tetapi tidak mengubah esensial sarung sebagai busana umat muslim Indonesia.

G. Deskripsi Usaha
Wirausaha Sarung celana ini tercipta berdasarkan permasalahan yang ada yaitu daya jual sarung rendah, cara pemakaian sarung yang rumit, dan kurangnya kreasi yang dibuat, sehingga wirausaha ini sangat potensial. Wirausaha  ini memciptakan produk yang memiliki inovasi baru dalam mengkreasikan pakaian muslim, khususnya sarung. Keunikan dari produk ini adalah modernisasi desain sarung, dari motif hingga bentuk yang menjadikan sarung lebih menarik dan mudah digunakan.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal tentu harus diimbangi oleh teknik pemasaran yang baik. Beberapa teknik pemasaran yang kami gunakan adalah :
  1. Memasang iklan di berbagai media.
  2. Membuat website yang berisi promosi produk kami dan profil perusahaan.
  3. Menawarkan langsung pada konsumen

Sumber daya yang dimiliki dalam pengembangan wirausaha Sarung celana berupa ide kreatif pembuatan Sarung celana, dan tenaga desain untuk meningkatkan kualitas produk yang dibuat. Untuk meningkatkan kinerja usaha maka sumber daya yang dimiliki harus dikelola dengan baik. Setiap personal memiliki bagian kerja sendiri dan struktur manajemen dapat dilihat pada Gambar 1 yaitu :
a. Leni Anggraeni, sebagai Manajer Utama. Memiliki tanggung jawab antara lain:
  • Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha
  • Mengarahkan dan memberi motivasi pada anggota
  • Menjalin hubungan kerja dengan mitra bisnis
  • Bertanggung jawab untuk mengembangkan usaha

b. Raden Muhammad Angga B. P., sebagai Kepala Marketing. Fauzi Faturakhman sebagai staff marketing. Memiliki tanggung jawab antara lain :
  • Bertanggung jawab terhadap kegiatan pemasaran
  • Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kondisi usaha, terutama mengenai Pemasaran
  • Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha

c. Annisaa Nur Jannah, sebagai Kepala Keuangan. Memiliki tanggung jawab antara lain :
  • Mengatur arus kas masuk dan keluar
  • Mengatur pemberian kompensasi kepada anggota
  • Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kondisi usaha, terutama mengenai keuangan

d. Rizka Nabilah, sebagai Kepala Pengembangan Produk. Memiliki tanggung jawab antara lain :
  • Membuat kreasi desain produk
  • Mengatur dan pengawasan kualitas produk
  • Memberikan pertimbangan berkaitan dengan pengembangan produk

Studi kelayakan usaha perlu dilakukan untuk mengetahui prospek usaha pembuatan produk Sarung celana sebagai berikut: 
Back to Content

Uji Kelayakan Analisis SWOT USAHA SARUNG CELANA

1. Strength 
Sarung merupakan pakaian ciri khas umat muslim yang banyak digemari. 
  • modernisasi desain sarung, dari motif hingga bentuk yang menjadikan sarung lebih menarik dan mudah digunakan. 
  • Bahan baku mudah diperoleh. 
  • Tersedianya ide kreatif dan tenaga desain untuk meningkatkan kualitas produk yang dibuat. 

2. Weakness 
  • Masyarakat belum banyak yang mengetahui tentang produk sarung celana. 

3. Opportunities 
  • Dukungan dari Universitas Jenderal Soedirman. 
  • Sarung merupakan pakaian ciri khas umat muslim yang banyak diminati. 
  • Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah umat muslim. 
  • Belum ada produk serupa di Jawa Tengah. 

4. Threath 
  • Masyarakat telah terbiasa dengan model sarung yang sudah ada. 

Back to Content

Analisa Keuangan Usaha Sarung Celana

Biaya Investasi 
Tabel 1. Biaya Investasi  
Dari perhitungan di atas menunjukkan bahwa, modal usaha akan terlunasi setelah 7 bulan.
Berdasarkan beberapa analisis usaha diatas, terlihat bahwa hasil analisis SWOT
menunjukan usaha produksi sarung celana sangat memiliki peluang berkembang dan
terus berlanjut, sehingga usaha ini sangat layak untuk dijalankan.

Back to Content
H. METODOLOGI PELAKSANAAN  
1. Waktu dan Tempat Program 
Program kewirausahaan ini akan dilaksanakan selama 1 bulan di Pasar Rakyat Pasar Wage Purwokerto. 

2. Bahan dan Alat Penelitian 
a. Bahan : 
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kain sarung, kain panel, benang jahit. 

b. Alat : 
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan sarung celana adalah mesin jahit, gunting, jarum jahit, penggaris atau meteran jahit. 

c. Prosedur Kerja 
c.1. Cara Pembuatan Sarung celana : 
  1. Membuat desain sarung celana dengan berbagai ukuran. 
  2. Kain diukur sesuai dengan kiteria seperti sarung celana anak-anak, remaja, dan dewasa. 
  3. Kain dipotong dengan menggunakan guting sesuai desain sarung celana. 
  4. Kain dijahit dengan menggunakan mesin jahit. 
  5. Kain sarung celana yang sudah jadi diberi motif panel atau kartun untuk anakanak sedangkan pada remaja dan dewasa tidak diberi motif panel atau kartun. 
  6. Kain sarung celana yang sudah jadi diperiksa dulu (uji mutu), apabila ada bagian tertentu yang belum terjahit.  
  7. Kain sarung celana yang lolos uji mutu akan dikemas dengan menarik. 
  8. Kain sarung celana siap untuk dipasarkan. 
3. Skema Pembuatan Sarung celana
USAHA KONVEKSI SARUNG CELANA
c.2. Cara membuat motif disarung celana pada anak-anak: 
  1. Kain sarung celana anak-anak yang sudah jadi. 
  2. Motif desain terbuat dari kain panel atau brodir. 
  3. Desain motif dibuat dibagian bawah sarung celana. 
  4. Desain motif dijahit dengan menggunakan mesin jahit. 
  5. Setelah jadi pemberian motif, diperiksa bagian jahitan, kalau ada bagian yang belum terjahit dijahit lagi. 
  6. kain sarung celana dikemas. 
  7. Kain sarung celana pada anak-anak siap dipasarkan. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship