-->

PROPOSAL USAHA MAKANAN / SIRUP JAMBE KAYA MANFAAT

PROPOSAL USAHA MAKANAN / SIRUP JAMBE KAYA MANFAAT 

PROPOSAL USAHA MAKANAN / SIRUP JAMBE KAYA MANFAAT

A. LATAR BELAKANG MASALAH 
Dewasa ini berbagai jenis penyakit yang diakibatkan gaya hidup yang kurang sehat seperti diare, cacingan haid yang kurang lancar (bagi wanita dewasa). Umumnya masyarakat mengonsumsi obat sintetik untuk penanggulangan. Biasa obat sintetik mahal dan biasanya mengakibatkan efek samping. Kesadaran masyarakat  sangat penting dalam memilih pangan yang tidak hanya memiliki cita rasa yang menarik, namun juga memiliki fungsi kesehatan terhadap tubuh. Hal ini menjadi perhatian dan memunculkan konsep pangan fungsional. 

Minuman fungsional merupakan suatu produk minuman yang secara alami ataupun telah mengalami proses yang mengandung lebih dari satu senyawa yang memiliki fungsi fisiologis dan bermanfaat untuk kesehatan. Salah satu keunggulan dari minuman ini adalah mengandung senyawa anti oksidan yang berperan dalam mempertahankan tubuh dari radikal bebas dan bersifat rendah kalori. 

Indonesia memiliki keanekaragaman yang melimpah, salah satunya Jambe (Areca catechu L.). Terdapat merata di seluruh Indonesia antara lain di Sumatera, Bali, Jawa, NTB, Maluku, dan Sulawesi. Di sekitar Purwokerto masih melimpah jumlahnya. A.catechu L. mengandung 0,3% - 0,6% alkoloid (arekolin) yang berfungsi sebagai obat cacing juga sebagai penenang. Biji buah Jambe berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen sitotoksik yang dikombinasikan untuk dikembangkan sebagai terapi untuk meningkatkan sensitivitas sel kanker. Selain itu, berpotensi anti kanker karena memiliki efek anti oksidan dan anti mutagenik. Fungsi lain dapat dimanfaatkan sebagai obat perut kembung akibbat gangguan pencernaan, rasa penuh di dada ,batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, serta memperkecil mata pada glaucoma. 

Sirup Jambe (A.catechu L.) merupakan suatu pengolahan jambe dalam bentuk minuman yang memiliki rasa dan aroma yang khas serta kesaamaan, produk bermanfaat bagi kesehatan. Nilai tambah usaha ini adalah belum banyak kompetiror yang memiliki pembuatan sirup ini bisa dilakukan kapanpun karena tanaman ini tidak tergantung pada musim. Selain itu, animo masyarakat akhirakhir ini sangat antusias terhadap produk minuman yang tidak saja enak diminum tetapi juga menyehatkan.   

B. PERUMUSAN MASALAH 
Rumusan masalah dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) ini adalah: 
  1. Bagaimana mengawali kegiatan wirausaha baru berbasis produk inovatif sirup jambe (A. catechu L.)  sebagai minuman yang menyegarkan dan menyehatkan berbasis home industri. 
  2. Bagaimana memasarkan produk sirup buah jambe (A. catechu L.)  agar menjadi Trademark khas buah tangan Kota Purwokerto.  
  3. Apakah hasil olahan buah jambe (A. catechu L.) berupa sirup jambe dapat dijadikan alternatif sebagai kegiatan wirausaha komoditas agroindustri yang mempunyai prospek yang cerah. 
C. TUJUAN 
Tujuan dari kegitan PKM-K ini adalah pembuatan produk inovatif sirup jambe (A. catechu L.)  yang dapat memberikan nilai tambah bagi buah jambe baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Memberikan pengalaman praktis mengelola usaha di bidang produk minuman sehat sehingga memiliki pengalaman managemen mulai dari proses awal sampai pemasaran produk. 

D. LUARAN YANG DIHARAPKAN 
Luaran yang diharapkan dari kegiatan PKM-K ini adalah produk inovatif sirup jambe (A. catechu L.)  yang dapat dijadikan minuman alternatif yang menyehatkan, rasa enak, segar, bernilai ekonomi dan dapat menjadi produk khas kota Purwokerto. 

E. KEGUNAAN 
Kegunaan dari PKM-K ini adalah: 
  1. Terwujudnya keterampilan berwirausaha bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata untuk mengurangi pengangguran dengan menyerap tenaga kerja melalui usaha pembuatan sirup jambe (A. catechu L.)   
  2. Terciptanya masyarakat yang sehat dengan mengkonsumsi minuman antioksidan dan antimutagenik. 
  3. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengaplikasikan kegiatan kuliah agar dapat diangkat kedalam kegiatan kewirausahaan sehingga mata kuliah dari jurusan Biologi dapat diterapkan dalam kewirausahaan, pengolahan pangan, dan ilmu gizi. 

F. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA SIRUP JAMBE

1. Ide Produk 
Dengan adanya bahan sirup jambe yang melimpah di sekitar Universitas Jenderal Soedirman menimnulkan ide untuk menciptakan sebuah produk minuman yang berasak dari buah jambe. Selain itu banyak minuman yang beredar mengandung zat pewarna dan pemanis buatan. Hal ini dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan manusia, karena produsen minuman untuk bersaing menarik konsumen dengan menawarkan basis minuman menyehatkan. Akan tetapi mereka masih menggunakan bahan- bahan sintetik untuk mempertinggi keuntungan semata. Oleh karena itu, sirup jambe dapat diharapkan menjadi produk alternatif yang menyehatkan karena  biji buah jambe mengandung 0,30,6% alkaloid, seperti Arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Kandungan lain pada sirup jambe adalah red tanin 15%, lemak 14%, kanji, resin, dan arekolin yang berfungsi sebagai obat cacing dan khasiat penenang. 

Pembuatan sirup jambe diorientasikan pada kelayakan usaha menjadi produk sirup jambe, apakah akan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tanpa mengabaikan faktor keamanan pangan dan sekaligus beberapa potensi pengembangan bisnis ini dijadikan kewirausahaan bagi masyarakat luas. Teknis pelaksanaan bahan baku dengan bahan penunjang terkait proporsi bahan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 

2. Rancangan Usaha 
Rancangan  usaha pembuatan sirup dengan bahan baku buah jambe (A. cathecu L.) mempunyai peluang usaha yang bagus untuk dikembangkan lebih jauh. Rancangan usaha pembuatan sirup ini meliputi beberapa hal yaitu : 
  
Kapasitas produksi : 
Sirup jambe (A. catechu L.) memiliki kapasitas produksi (1 bulan) sebagai berikut: dalam 1 minggu, dilakukan 1 kali produksi yang berlangsung selama 8 jam. Menggunakan bahan baku sebanyak 7 kg buah jambe (A. catechu L.) akan dihasilkan 35 liter sirup jambe. Sirup ini akan dikemas dalam botol ukuran 350 ml, sehingga dalam sekali produksi (1 minggu) dihasilkan 100 botol sirup jambe. Dalam satu bulan akan dihasilkan 400 (100 x 4) botol sirup jambe. Dengan harga Rp. 8.000/botol, maka omset perbulan adalah Rp3.200.000,- dengan keuntungan Rp. 559.750,-/bulan. 

Penetapan harga sirup berdasarkan pada akumulasi dari harga bahan-bahan pokok dan bahan penunjang serta biaya produksi atau berdasarkan pada break event point (BEP). Kegiatan promosi yang dapat dilakukan untuk mengenalkan produk sirup dengan bahan baku buah jambe (A. catechu L.) ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu : 

Promosi melalui media cetak (koran, brosur dan majalah) yaitu mengenalkan produk dengan menerbitkannya dalam media cetak sehingga dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya itu promosi juga dilakukan melalui media elektronik (radio dan internet) yaitu mengenalkan produk dengan menggunakan media elektronik kemudian promosi melalui seminar atau presentasi minuman sehat dilingkungan ibu-ibu PKK. Promosi dari mulut ke mulut, penekanan pada pendekatan perorangan khususnya di lingkungan UNSOED dan masyarakat sekitar. 

Lokasi Produksi dan Pemasaran 
Lokasi produksi dan pengembangan pembuatan sirup dengan bahan baku buah jambe (A. catechu L.) dipusatkan di Kota Purwokerto. Sedangkan untuk awal pemasarannya dilakukan di daerah Purwokerto dan kota-kota sekitarnya melalui stand atau outlet-outlet dalam ukuran yang terbatas dengan satu SPG pada masing-masing stand dan dipasarkan atau dititipkan di swalayan/toko, kemasan dilengkapi label informasi promosi. Analisis biaya terlampir dalam rancangan biaya. 

Prospek Keuntungan 

G. METODE PELAKSANAAN 

Tempat produksi sirup buah jambe (A. catechu L.) adalah di daerah Purwokerto, Jawa Tengah. Untuk merealisasikan usaha pembuatan sirup jambe ini, Kami bagi menjadi tahapan-tahapan  kerja sebagai berikut : 

1.Persiapan  
Dilakukan pembelian peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan program. Peralatan yang diperlukan diantaranya pisau, baskom, panci, kain blacu, kompor gas, blender, gelas ukur, botol kemasan dan tutupnya, alat press botol dan label produksi. Sementara itu, bahan yang digunakan diantaranya buah jambe (A. catechu L.) segar, gula, garam dapur, essens  dan kaporit sebagai pembersih botol 

2. Pengolahan 
Bahan yang diperlukan pada pengolahan sirup jambe  ini adalah buah jambe jenis A. catechu L.  Dengan bahan tambahan berupa gula sebagai pemanis dan pengawet. Metode pembuatan sirup jambe ini meliputi: 

a. Sortasi terhadap bahan baku  
Buah dipilih yang sudah matang dan kondisinya baik.   
b. Pencucian Buah 
Buah dicuci menggunakan air kran yang mengalir. 
c. Pelumatan Buah 
Pelumatan dapat dilakukan dengan menambahkan air, agar proses lebih mudah. Proses pelumatan sendiri dapat menggunakan blender. 
d. Penyaringan  
Penyaringan dilakukan agar ampas dengan sari buah jambe terpisah. Hal ini dapat menggunakan kain blacu atau sejenisnya yang mempunyai pori-pori kecil. 
e. Penambahan Gula dan Essens 
Dilakukan dengan penambahan gula sedikit demi sedikit dan diikuti dengan pengadukan, agar gula dapat terlarut secara sempurna. Setelah itu tambhkan essen untuk menambah citarasa. 
f. Pemasakan dan Sterilisasi Sari Buah 
Sari buah dimasak pada suhu konstan ± 80 ºC selama 15 menit. Hal ini bertujuan agar mikroba dapat terbunuh dan dapat menginaktifkan enzim dalam sari buah sehingga mendukung proses pengawetan yang lebih lama. Jangan memasak sari buah pada suhu tinggi dan waktu lama karena akan berdampak pada kerusakan kandungan gizi buah tersebut. 
g. Penyucian dan Sterilisasi Botol 
Dapat dilakukan dengan menggunakan kaporit dengan dosis 60 ppm dengan melarutkan ± 2 gr kaporit dalam 1 liter air. Sebelumnya botol perlu direndam selama 1 jam dan dibilas air panas. Hal ini bertujuan untuk membunuh mikroba yang ada dalam botol. 
h. Pasteurisasi 
Sirup dimasukkan ke botol, dan dilakukan dipasteurisasi. Pasteurisasi dimulai dengan merebus botol yang sudah berisi sirup ke panci yang berisi air bersuhu konstan ±800C dalam waktu 2 jam. Suhu yang digunakan pada proses ini tidak boleh terlalu tinggi karena dapat merusak kandungan vitamin pada sirup.  
i. Pengemasan 
Pengemasan dilakukan dengan diberi label khusus dimana didalam label berisi : 
nama, cara pemakaian, masa kadaluarsa, kandungan gizi, komposisi, tempat produksi, aturan dan anjuran pemakaian. 

H. JADWAL KEGIATAN  
Kegiatan ini akan berlangsung selama 5 (lima) bulan dengan perincian sebagai berikut : 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship