-->

PROPOSAL USAHA MAKANAN / MIE SUSU ANEKA SERAT GIZI

Kembali lagi di postingan serial Proposal Usaha Makanan di ABP blog. Hari ini karena lumayan sibuk, maka postingan langsung saja terkait topik yang sebenarnya cukup menarik dikupas bagaimana prospek bisnisnya. Usaha makanan yang berupa mie namun dikreasikan dengan susu dan serat gizi lainnya seperti buah dan sayur. Lest check out.

PROPOSAL USAHA MAKANAN / MIE SUSU ANEKA SERAT GIZI

PROPOSAL USAHA MAKANAN / MIE SUSU ANEKA SERAT GIZI

A. Latar Belakang Masalah 
Kebutuhan akan gizi seperti protein, serat, vitamin, karbohidrat dan mineral sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Ini dapat diperoleh ketika seseorang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Kebutuhan gizi setiap usia berbeda, pada usia anak-anak sampai dengan remaja sangat dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi sayuran dan buah karena berada pada masa pertumbuhan.  

Mie, seperti  yang kita tahu, terbuat dari campuran adonan tepung, telur, air dan beberapa bahan lainnya. Umumnya mie yang banyak beredar di masyarakat mayoritas mengandung bahan pengawet, dan dalam jangka panjang akan berdampak bagi kesehatan. Selain itu kandungan mie juga kebanyakkan hanya mengandung karbohidrat saja, tetapi untuk kandungan gizi sangat kurang. 

Hal ini semakin menyadarkan sebagian besar masyarakat tentang pentingnya hidup sehat sekalipun ketika kita memakan mie. Selain itu, adanya usaha pengembangan produk mie menjadi makanan yang lebih bergizi pun terus dilakukan. Salah satunya adalah Misu Bangjo atau mie susu yang berwarna abang kuning ijo. 

Mie ini berbahan dasar sama seperti pada umumnya. Hanya saja beraneka warna yang telah ditambahkan dari berbagai ekstrak sayuran berwarna serta susu sapi murni alami dan berkualitas, Produk  yang dicampur dengan susu sapi, wortel, bayam, dan buah naga ini kaya akan serat, vitamin, protein dan antioksidan dan juga berbagai nutrisi lainnya yang berguna bagi masyarakat.  

Mie ini berbentuk pipih panjang yang terbuat dari kombinasi antara tepung dan susu, berbentuk lurus dan bertekstur halus menyerupai mie spaghetti, tidak seperti mie kering instan atau mie telor yang banyak beredar. Produk ini kaya akan manfaat selain kandungan karbohidarat yang pastinya ada di dalam mie, mie ini juga mengandung berbagai kandungan gizi yamg merupakan keunggulan dari produk kami. Yaitu : 


1. Susu Sapi 
Kandungan susu sapi yang ada didalam mie antara lain setiap 100 gram susu terkandung panas sebesar 70.5 kilokalori, protein sebanyak 3.4 gram, lemak 3.7 gram, mengandung kalsium sebesar 125 miligram, sedangkan tubuh hanya membutuhkan serapan 98% – 100% saja. Terdapat kandungan vitamin B2 dan vitamin A, protein, berbagai macam asam amino dalam susu berperan penting bagi kekebalan tubuh. Maka dari itu susu sapi dijuluki “darah putih” yang menyokong kesehatan tubuh. 
2. Wortel 
Mie ini terbuat dari campuran ekstrak wortel. Setiap tahun di Indonesia diperkirakan lebih dari 60.000 anak Indonesia menderita gangguan penglihatan. Kondisi di Indonesia, khususnya anak-anak pra sekolah justru begitu mengkhawatirkan karena banyak anak yang kekurangan vitamin A sekitar 1,5 – 13,9 %. Oleh sebab itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat vitamin A setiap hari. Kandungan dari wortel yang lainnya diantaranya sumber makanan detoksifikasi yang mempunyai kemampuan untuk mengatur ketidakseimbangan dalam tubuh, kaya akan zat antioksidan beta karoten. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat zat yang bersifat karsinogen. Cara kerja antioksidan adalah menangkap radikal bebas sehingga zat karsinogoenik tidak bisa menempel bahkan merusak DNA. Dalam hal ini vitamin A, C, E dan D adalah memiliki sifat antioksidan
3. Buah Naga 
Mie ini terbuat dari ekstrak buah naga yang memiliki kandungan gizi terutama vitamin C, B1, B2 dan B3 tingkat tinggi, fosfor, serta kalsium dan protein yang membantu pembentukan jaringan. Buah dengan daging merah ini mengundang lycopene, sebuah zat yang berfungsi untuk membantu memerangi penyakit jantung dan kanker, serta menurunkan tekanan darah, serta mengandung serat yang cukup tinggi yang berguna membantu mengurangi lemak dan mengatur pencernaan. Karoten yang terkandung didalamnya dapat membantu kesehatan mata kita. 
4. Bayam 
Mie ini terbuat dari ekstrak sayuran hijau terutama bayam. Adapun khasiat dari bayam yaitu mampu memperbaiki sistem pencernaan, menurunkan risiko terserang kanker dan untuk mengobati asma, bisa memakai bayam duri Amaranthus spinosus.  Kandungan gizi bayam demikian banyak yaitu dalam 100 gram bayam terkandung tenaga sebesar 21,0 Kcal, air 92,9 gr, protein 2,1 gr, lemak 0,2 gr, karbohidrat 2,7 gr, serabut 0,7 gr, abu 1,4 gr, kalsium 90,0 mg, fosfor 29,0 mg, besi 3,8 mg, natrium 131,0 mg, kalium 385,0 mg, betakaroten 4080,0 ug, vitamin B1 0,08 mg, vitamin B2 0,15 mg, niacin 0,7 mg, dan vitamin C 76,7 mg. Karena kandunga n nutrisinya yang tinggi inilah, bayam sering disebut sebagai ‘King of Vegetables’ atau ‘Raja Sayuran’. Asam folat dan asam oksalat pada bayam berfungsi mengatasi berbagai masalah seperti menurunkan kolesterol, mengobati eksim, asma, mencegah sakit gusi, perawatan kulit muka, kulit kepala, dan rambut. 

Dengan mengkonsumsi minimal segelas setiap hari, maka kita akan mendapatkan banyak manfaat susu bagi tubuh, seperti: 
  • Kandungan potassiumnya dapat menggerakan dinding pembuluh darah sehingga mampu menjaganya agar tetap stabil. Sehingga Anda jauh dari penyakit darah tinggi serta penyakit jantung. 
  • Kandungan yodium, seng dan leticin-nya dapat meningkatkan secara drastis keefisiensian kerja otak besar. 
  • Zat besi, tembaga dan vitamin A dalam susu mempunyai fungsi terhadap kecantikan, yaitu dapat mempertahankan kulit agar tetap bersinar 
  • Kandungan tyrosine dalam susu dapat mendorong hormon kegembiraan dan membuat tidur seseorang menjadi lebih nyenyak. 
  • Kalsium susu dapat menambah kekuatan tulang, mencegah tulang menuyusut dan patah tulang. 
  • Kandungan magnesium dalam susu dapat membuat jantung dan sistem syaraf tahan terhadap kelelahan. 
  • Kandungan Seng pada susu sapi dapat menyembuhkan luka dengan cepat. 
  • Kandungan vitamin B2 di dalam susu sapi dapat meningkatkan ketajaman penglihatan. 
E. Perumusan masalah 
Banyak orang yang mulai banyak mengkonsumsi mie dan menjadikan mie sebagai salah satu makanan pokok saat ini. Dengan adanya kenyataan ini banyak produsen mie yang mulai berproduksi secara besar-besaran. Namun sayang, banyaknya produk mie di pasaran sekarang yang kurang mengandung gizi walaupun kandungan karbohidratnya sudah tercukupi sehingga untuk itu diperlukan adanya mie yang selain mengandung karbohidrat juga mengandung gizi yang tercukupi bagi yang mengonsumsinya. 

F. Tujuan 
  1. Memperoleh keuntungan dari hasil usaha. 
  2. Menjual mie baru yang terbuat dari berbagai ekstark sayuran yang banyak mengandung vitamin, mineral dan antioksidan dari berbagai sayuran warna. 
  3. Membuat variasi makanan yang beredar di masyarakat.
  4. Menciptakan usaha kecil dan menengah 
  5. Membuka lapangan pekerjaan. 
G. Luaran yang diharapkan 
Luaran yang diharapkan dari PKM-K ini adalah tersediannya produk mie yang bergizi tinggi, murah dan  memiliki rasa yang enak untuk dikonsumsi karena berasal dari berbagai campuran susu sapi dan sayuran yang diambil ekstraknya. Produk tersebut akan dipasarkan ke konsumen dengan sasaran masyarakat semua usia terutama bagai konsumen penyuka mie yang pada saat ini semakin meningkat. Produk mie diharapkan dapat disukai semua kalangan dan dapat menjadi pangan alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi dan antioksidan bagi masyarakat. 

H. Kegunaan 
  1. Sebagai sarana pengembangan jiwa kewirausahaan. 
  2. Memberikan kesempatan pada masyarakat agar dapat menikmati produk mie yang memiliki nilai gizi tinggi dan murah dan beraneka warna. 
  3. Menambah keanekaragaman produk pangan sehat. 
  4. Mengembangkan produk-produk pertanian. 
  5. Menambah keanekaragaman produk pangan sehat terutama produk mie. 

I. Gambaran Umum Rencana Usaha Mie Susu 

Mie merupakan makanan yang sedang digemari di jaman sekarang. Konsumsi mie di Indonesia memiliki pasar yang luas karena Indonesia adalah pengkonsumsian mie terbanyak nomor dua di dunia setelah China. Berbagai produk mie sekarang sudah banyak bermunculan, misalnya mie ayam, mie bakso, mie goreng serta berbagai makanan lainya yang terbuat dari bahan dasar mie. Berbagai makanan yang berbahan mie ini biasanya menggunakan mie yang kurang aman dan tidak mengandung gizi yang baik bagi para pengkonsumsinya. 

Melihat kenyataan tersebut tim kami membuat suatu produk mie yang memiliki rasa yang banyak digemari, kemasan  menarik, murah, beraneka warna dan memiliki kandungan gizi yang tinggi yang berasal dari susu sapi dan berbagai ekstrat sayuran. Kandungan gizi yang tinggi yang berasal dari susu sapi, sayuran dan beraneka warna serta dengan penawaran harga yang  sama dengan produk mie lainnya tersebut yang menjadi salah satu keunggulan produk mie kami nantinya. Kami menjual produk mie basah ini Rp 6000/porsi. Harga ini tentu sangat terjangkau oleh target konsumen kami karena harga ini sama dengan harga produk mie basah lainnya yang ada di pasaran namun demikian kandungan gizi yang terdapat dalam mie jauh lebih banyak dari pada kandungan mie yang ada di pasaran dan ini merupakan keunggulan produk kami. 

Tim memproduksi produk mie tersebut didekat salah satu rumah anggota tim yang berada di Desa Ledug RT02 RW 01 Banyumas. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat mengurangi biaya peralatan yang akan digunakan karena proses produksi berada didekat salah satu rumah anggota, kemudian tim berniat akan membuka Frenchise di daerah Universitas Jenderal Soedirman dengan sasaran utama kalangan mahasiswa dan masyarakat umum yang ada di daerah sekitar.  

Agar mendapatkan hasil yang maksimal tentu sebuah produk unggul harus diimbangi oleh teknik pemasaran yang baik. Beberapa teknik pemasaran yang kami gunakan adalah:
  1. Memasang papan iklan di jalan yang menjual produk kami. 
  2. Menggunakan layanan konsumen seperti website, email dan telepon 
  3. Menawarkan langsung pada konsumen dengan membuka franchise khusus menjual Misu Bangjo.  
Dalam rangka memenuhi permintaan konsumen nantinya, kami memberlakukan beberapa jenis layanan. Jenis layanan dimaksud adalah : 

1. Penjualan langsung 
Dalam hal ini, perusahaan melayani langsung pembeli di tempat perusahaan beroperasi baik dalam bentuk mie maupun dalam bentuk makanan jadi seperti mie ayam kuah, mie goreng dan bakso. 

2. Penitipan 
Menitipkan hasil produksi usaha di swalayan, mini market, dan super market serta pedagang-pedang kecil yang mempunyai warung. 
Untuk meningkatkan kinerja usaha maka sumber daya yang dimiliki harus dikelola dengan baik. Setiap personal memiliki bagian kerja sendiri dan struktur manajemen yaitu : 

Dwitara Endra, sebagai Manajer Utama dan Kepala Marketing. Memiliki tanggung jawab antara lain:
  • Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha o Mengarahkan dan memberi motivasi pada anggota
  • Menjalin hubungan kerja dengan mitra bisnis  o Bertanggung jawab untuk mengembangkan usaha o Bertanggung jawab terhadap kegiatan pemasaran 
  • Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kondisi usaha, terutama mengenai Pemasaran 
Vivi Zulfiyana, sebagai Kepala Keuangan. Memiliki tanggung jawab antara lain:
  • Mengatur arus kas masuk dan keluar
  • Mengatur pemberian kompensasi kepada anggota
  • Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kondisi usaha, terutama mengenai keuangan  
Fitria Nurjiati, sebagai Kepala penyedia bahan baku dan kepala produksi. Memiliki tanggung jawab antara lain:
  • Menjalin kerja sama dengan  penyedia bahan baku.
  • Penyediaan  bahan baku yang akan digunakan untuk proses produksi.
  • Keberlangsungan usaha dari segi produksi.
  • Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kondisi usaha, terutama mengenai produksi. 

Studi Kelayakan Bisnis Mie Susu

Studi kelayakan usaha perlu dilakukan untuk mengetahui prospek usaha produksi “Misu Bangjo” berbahan sayuran berwarna sebagai berikut: 

1) Modal usaha 
Tabel 1. Total modal usaha 
2) Biaya produksi per hari 
Studi kelayakan usaha perlu dilakukan untuk mengetahui prospek usaha produksi “Misu Bangjo”  berbahan ekstrak sayuran berwarna dengan susu sehat alami sebagai berikut: 
1. Biaya Produksi rata-rata 30 porsinya dengan rincian biaya habis pakai sebagai berikut: 
Biaya tetap (umur ekonomis 3 tahun) = Rp Rp1.540.900,00/ 3= Rp. 513.633,33
Biaya tetap dalam satu bulan = Rp 513.633,33/ 12 = Rp 42.802,78

3) Biaya produksi per bulan
Jumlah biaya= (Rp 103.855 + Rp 42.802,78) x 30 hari = Rp 4.399.733,4

4) Penerimaan per bulan
Jumlah penerimaan = 30 porsi x Rp 6.000 x 30 hari = Rp 5.400.000,00

5) Pendapatan per bulan
Pendapatan = Penerimaan per bulan – Biaya produksi per bulan
= Rp 5.400.000 – Rp 4.399.733,4
= Rp 1.000.266,6

BEP dalam satuan uang/ bulan

Nilai BEP dalam satuan uang sebesar & = 101.188,61 menunjukan bahwa perusahaan berada pada kondisi impas (nilai penjualan = total biaya) pada saat perusahaan menjual produk sebesar & Rp. 101.188,61. Target penjualan 30 porsi per harinya sebesar Rp 180.000 Sedangkan total biaya sebesar Rp 101.188,61. dengan demikian laba yang diperoleh adalah sebesar Rp 78.811,39

Berdasarkan perhitungan efisiensi rasio, diperoleh angka lebih dari 1.  Dengan demikian, usaha pembuatan “Misu Bangjo”  dengan ekstrak susu dan sayuran berwarna ini dapat dikatakan sangat efisien dalam pemanfaatan modal, sehingga diharapkan usaha tersebut dapat membawa keberlanjutan untuk usaha di masa yang akan datang. 
Uji kelayakan menggunakan analisis SWOT
Strength  
  • Mie ini banyak mengandung gizi karena berasal dari sayuran, selain itu mie ini memiliki warna yang beraneka ragam dan santan yang gurih, mie ini belum ada yang menjual dan harga yang murah yang sangat terjangkau bagi konsumen. 
  • Belum adanya penjual mie yang berasal dari campuran ekstrak sayuran berwarna dengan kuah santan yang lezat di daerah Purwokerto yang berupa “Misu Bangjo”. 
Weakness  
  • Kesedian bahan baku sayuran berwarna akan buah naga yang masih jarang di jumpai. 
Opportunity 
  • Dukungan dari Universitas Jenderal Soedirman. 
  • Banyaknya orang yang suka mengkonsumsi mie pada waktu sekarang. 
  • Tersedianya tempat untuk memproduksi mie. 
  • Semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang penting makanan yang sehat. 
Threath
  • Adanya saingan dari produsen lain yang mungkin akan muncul. 
J. Metode Pelaksanaan 
a) Pembelian alat dan bahan 
  1. Bahan baku “Misu Bangjo”  dibeli di pasar dan petani langsung. 
  2. Alat produksi dibeli di beberapa toko yang menyediakan. 
b) Proses produksi mie 
  1. Produksi dilakukan di salah satu rumah anggota tim. 
  2. Pembuatan ekstrak susu dan sayuran berwarna dilakukan dengan menggunakan blender.  
  3. Kuning telur dimasukkan dan bahan dasar mie yang akan dibuat ditambah dengan ekstrak sayuran berwarna serta susu sapi murni sedikit demi sedikit diuleni hingga kalis.  
  4. Bahan dasar  mie yang telah bercampur dengan ekstrak sayuran berwarna serta susu sapi murni  yaitu wortel, bayam dan buah naga yang diolah menjadi mie yang beraneka warna dengan digilas mengggunakan mesin penggilas dengan ketebalan sesuai selera lalukan hingga 5 kali sampai hasil gilasan bagus dan ditaburi dengan tepung agar tidak lengket kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. 
c) Proses produksi serta susu sapi murni kuah 
  1. Siapkan bahan yang akan digunakan. 
  2. Rebus air kaldu ayam hingga mendidih. 
  3. Tumis bawang putih dan jahe sampai harum. Tuang ke rebusan air kaldu. Masak sampai mendidih. 
  4. Masukkan garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai matang. 
  5. Hidangkan dengan taburan daun bawang, sayuran organic dan ayam secukupnya. 
  6. Tambahkan sambel, kecap dan saos disesuaikan dengan selera masingmasing. 
d) Pengemasan produk untuk mie 
  1. Produk dikemas dalam plastik kemasan setengah kg. 
  2. Produk untuk konsumsi langsung dapat menggunakan mangkok atau steroform. 
e) Sistem pemasaran 
  1. Produk yang telah siap dipasarkan diseleksi terlebih dahulu. Seleksi dilakukan dengan cara memilih produk berkualitas. 
  2. Promosi produk melalui kegiatan pameran, penyuluhan serta personal selling kepada para konsumen serta pembukaan outlet mie colour full noodles. 
f) Manajemen internal 
  1. Penyediaan bahan baku secara kontinyu. 
  2. Peningkatan control produk sebelum dipasarkan. 
  3. Melengkapi sarana produksi dan fasilitas penunjang. 
  4. Membuat struktur kepengurusan yang solid. 
  5. Meningkatkan motivasi kerja, dan rasa memiliki usaha yang dijalankan. 
g) Sustainability program 
  1. Menjalin hubungan dengan mitra usaha. 
  2. Memperluas jaringan pemasaran. 
  3. Peningkatan quality control produk untuk menjaga kualitas produk yang dipasarkan. 
  4. Memperluas jaringan pasokan bahan baku produksi. 
  5. Melakukan inovasi baru untuk memenuhi permintaan pasar. 
h) Performa indikator 
  1. Pendapatan usaha meningkat 25% per bulan 
  2. Jumlah produk berkualitas lebih dari 98% dari hasil produksi. 
L. Rancangan Biaya

a. Biaya Habis Pakai
Rincian biaya habis pakai untuk 30 porsi
Produksi per hari sebanyak 30 porsi per tiga warnanya. Target jumlah produksi “Misu Bangjo” sebanyak 900 porsi per bulannya. Biaya habis pakai target dalam 12 kali produksi adalah biaya produksi
Biaya produksi per hari
= Rp. 4.399.733 / 30 hari
= Rp. 146.657
Target biaya habis pakai 12 kali produksi =146.657,78 x 12 = Rp 1.759.893,36.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship