PROPOSAL USAHA MAKANAN / MENDOAN PURWOKERTO

Kembali lagi di blog saya, yang semoga saja bisa konsisten membagikan pengetahuan seputar kuliah dan bisnis tentunya. Sesi postingan kali ini masih seputar tema Proposal Usaha Makanan. Bagi yang ketinggalan dan ingin mengetahui proposal usaha manakan apa saja yang sudah dibahas dapat mengklik label Proposal Usaha Makanan.

Kali ini postingan yang dibahas adalah Mendoan Purwokerto. Bagi kalian yang tinggal di purwokerto, atau yang pernah tinggal disana, atau yang setidaknya pernah berkunjung di kota itu pastinya tau lah ya. Makanan ikonik satu ini menjadi hal yang wajib dicoba atau bahkan bisa menjadi inspirasi dalam kalian membuka sebuah usaha. Oke berikut proposalnya.

PROPOSAL USAHA MAKANAN / MENDOAN PURWOKERTO

PROPOSAL USAHA MAKANAN / MENDOAN PURWOKERTO

A. LATAR BELAKANG MASALAH 
Tempe adalah makanan yang kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Tempe terbuat dari fermentasi biji kedelai dan banyak dikonsumsi di Indonesia. Di negara kita Indonesia, produsen tempe telah menjamur dan memiliki konsumsi kedelai yang besar tingkat asia. Bukan hanya sebagai produsen, Indonesia juga menjadi konsumen mendoan yang besar. Tercatat setidaknya rata-rata konsumsi tempe per orang per tahun di Indonesia sekitar 6,45 kg.

Salah satu varian dari jenis tempe adalah mendoan. Tempe mendoan yang merupakan makanan khas banyumas umumnya dibuat dengan digoreng menggunakan tepung, namun yang menjadi ciri khas adalah tekstur gorengan yang lembek tidak keras seperti teme goreng tepung biasa. Kata mendoan berasal dari kata mendo yang artinya setengah matang, lemes, atau lembek (diambil dari bahasa Banyumasan). Maka dari itu mendoan berarti masakan yang digoreng dengan minyak panas yang banyak dengan cepat sehingga masakan tidak matang benar. 

Tempe mendoan juga dapat ditemui di kota-kota besar Jawa Tengah, bahkan hingga ke Jakarta. Di kota-kota lain di Jawa Tengah seperti Semarang, mendoan lebih merujuk ke tempe goreng tepung atau di daerah lain disebut tempe kemul, dimana tempe tersebut berbentuk irisan tipis. Bagi orang jawa tengah yang berasal dari daerah sekitar Jogja dan Solo seringkali timbul sebuah kerancuan akan hal ini. Mendoan Banyumas berbeda dengan mendoan dari beberapa kota di wilayah Jawa Tengah, lebih terasa basah minyaknya. Mendoan khas Banyumas lebih nikmat apabila di sajikan dalam keadaan hangat disajikan dengan cabe rawit atau sambal kecap. 

Meskipun telah menjadi primadona, penampilan mendoan dapat dikatakan biasa saja dan dari segi rasa juga tidak memiliki cita rasa yang berbeda. Mendoan hanya menawarkan rasa gurih dari bumbu campuran bawang putih, garam dan ketumbar yang ditumbuk. Hal ini bisa dijadikan sebagai peluang usaha dengan membuat tampilan yang berbeda dari  mendoan dengan menambahkan variasi rasa yang beraneka macam. Mendoan yang biasanya hanya digoreng saja kali ini dibuat grilled mendoan yaitu mendoan bakar dengan variasai rasa seperti pedas manis, pedas asin, jagung bakar, barbeque, dan keju. Inovasi ini dapat menambah nilai fisik dan rasa mendoan karena terciptanya nuansa baru sehingga dapat menjadi daya tarik yang lebih dari mendoan yang tak semata-mata hanya tradisi kuliner lokal tetapi juga salah satu bagian dari fenomena arus komunikasi budaya yang makin meluas. 

Perkembangan Banyumas beberapa tahun ini cukup pesat, sehingga muncul pusat-pusat bisnis baru yang menawarkan kuliner dengan berbagai konsep. Konsep grilled mendoan ini memiliki peluang usaha yang tinggi karena belum ada yang menawarkan mendoan bakar yang beraneka rasa sehingga prospek keberhasilan usaha sangat menjanjikan. Selain itu, harga yang terjangkau menjadikan mendoan relatif mudah dikonsumsi oleh berbagai tingkat sosial-ekonomi khususnya mahasiswa dan berpotensi mendapatkan pembeli dalam jumlah besar. 

B. PERUMUSAN MASALAH 
Pengolahan mendoan biasanya hanya sebatas digoreng. Namun, sebenarnya dapat diinovasikan menjadi mendoan yang tak sebatas berhenti pada proses penggorengan. Rasa mendoan yang biasanya gurih dan disajikan dengan cabe rawit kini dipadukan dengan berbagai cita rasa seperti pedas manis, pedas asin, jagung bakar, barbeque dan keju. Masih sedikitnya inovasi pengolahan mendoan memungkinkan peluang besar untuk mendapatkan pembeli yang banyak. 

C. TUJUAN 
Tujuan usaha mendoan purwokerto yang hendak dicapai adalah:
  1. Memberikan inovasi terhadap makanan asli daerah dengan cita rasa modern. 
  2. Memberikan pengetahuan terhadap masyarakat bahwa mendoan dapat disajikan dengan berbagai macam rasa untuk mengurangi kejenuhan dalam rasa. 
  3. Mengetahui prospek usaha mendoan bakar ini di lingkungan kampus dan diusahakan juga untuk daerah Banyumas. 
  4. Memanfaatkan makanan khas Banyumas yaitu mendoan menjadi makanan yang bernilai ekonomis tinggi. 
D. LUARAN YANG DIHARAPKAN 
Luaran yang diharapkan dalam program ini adalah : 
  1. Terciptanya peluang usaha yang bergerak dibidang kuliner yang memuculkan makanan – makanan yang telah berinovasi. 
  2. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam rangka pengembangan makanan yang biasa dapat menjadi makanan yang bernilai ekonomis tinggi. 
E. KEGUNAAN PROGRAM 
Adapun kegunaan program yang dimaksud adalah : 
  1. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha. 
  2. Upaya dalam peningkatan kreativitas terutama bidang ilmu dan teknologi pangan.  
  3. Memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat. 
  4. Meningkatkan ketertarikan masyarakat lokal dan non lokal terhadap mendoan. 
  5. Menghasilkan inovasi baru dari hal yang sudah ada sebelumnya. 
  6. Meningkatkan pengetahuan terhadap mendoan. 

F. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 

1. Prospek Pengolahan Mendoan Bakar Sebagai Inovasi Kuliner Khas Banyumas 
Mendoan bakar merupakan suatu produk olahan dari inovasi pemanfaatan tempe mendoan. Mendoan bakar dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan karena untuk memperoleh atau membuatnya juga mudah, harga untuk mendapatkan bahannya juga murah. Mendoan bakar memiliki peluang usaha yang cukup tinggi terutama di daerah Banyumas dan sekitarnya. Hal tersebut karena beberapa alasan diantaranya : 
  • Belum pernah ada usaha yang memproduksi mendoan bakar sebagai inovasi pengolahan mendoan di Banyumas. 
  • Bahan baku mudah diperoleh sehingga ketersediannya cukup terpenuhi. 
  • Proses produksi tidak membutuhkan biaya besar, mudah, dan praktis. 
  • Proses produksi tidak membutuhkan keahlian khusus. 
  • Dalam hal konsumen, didukung oleh semua kalangan umur dan sosial di daerah Banyumas dan sekitarnya yang menggemari makanan ringan sebagai camilan. 
Untuk itu, dengan adanya gagasan memproduksi mendoan bakar ini diharapkan dapat menambah jenis keanekaragaman hasil olahan tempe mendoan dan dapat dijadikan suatu peluang usaha yang baru khususnya bagi mahasiswa. 

2. Keunggulan Mendoan Bakar 
  • Bahan baku relatif murah dan mudah didapat dari petani lokal. 
  • Mendoan bakar memiliki varian rasa yang banyak sehingga meningkatkan cita rasa yang berbeda. 
3. Keterkaitan dengan Produk Lain Termasuk Perolehan Bahan Baku 
Perolehan bahan mendoan bakar sangat mudah didapat. Karena banyak pengrajin tempe lokal memproduksi tempe mendoan yaitu dari daerah Pliken Banyumas. Hal tersebut berdasarkan lokasinya dekat dengan tempat produksi / tempat usaha, harganya pun relatif murah, sehingga ketersediaan bahan baku yang memadai dapat menjamin kelangsungan usaha pembuatan mendoan bakar. 

4. Peluang Usaha 
Mendoan bakar mempunyai prospek usaha yang menjamin, karena di Banyumas belum pernah ada yang mencoba mengembangkan mendoan bakar. Oleh karena itu, peluang pasarnya masih cukup tinggi. 

5. Media Promosi yang Digunakan 
Beberapa alternatif yang dapat diaplikasikan dalam promosi adalah berupa selebaran, dan banner. Selain itu media online seperti IG dan FB bisa menjadi pendukung dalam pengenalan produk mendoan purwokerto. 

6. Strategi Pemasaran yang Akan Diterapkan 
Strategi pemasaran yang digunakan dalam usaha mendoan bakar : 
  • Kebijakan Produk: Usaha ini bergerak dalam bidang produksi dan distribusi. Jenis produk ini berupa mendoan bakar. 
  • Kebijakan Harga: Harga yang diberikan kepada konsumen yaitu sebesar Rp. 2.000,00 per bungkusnya. 
  • Kebijakan Promosi: Untuk meningkatkan hasil penjualan mendoan bakar perlu dilakukan promosi. Bentuk promosi ini di antaranya yaitu pemasangan banner dan pembagian brosur.
  • Kebijakan Distribusi: Distribusi hasil produksi kepada para konsumen dilakukan personal selling. 
7. Rencana Produksi Selama 1 Bulan 
Rencana produksi mendoan bakar adalah sebagai berikut :
a. 1 hari  : 60 bungkus 
b. 1 bulan : 30 hari x 60 bungkus = 1800 bungkus 

8. Analisa Pendapatan dan Keuangan 
a. Produksi 1 hari =  60 bungkus 
b. Produksi 1 bulan = 60 bungkus x 30 hari = 1800 bungkus 
c. Harga mendoan bakar yang ditawarkan = Rp. 2.000 per bungkus 
d. Hasil penjualan 1 bulan 
   1800 bungkus x Rp. 2.000 = Rp. 3.600.000
e. Total biaya bahan baku 1 bulan = Rp. 2.085.000 
f. Keuntungan tiap 1 bulan 
Rp. 3.600.000,00 – Rp. 2.085.000,00   = Rp. 1.515.000 

G. METODE PELAKSANAAN PROGRAM 

Pelaksanaan program usaha mendoan bakar ini terdiri atas 2 proses yakni pembuatan mendoan dan pembuatan mendoan bakar. Proses pembuatan mendoan terdiri dari dua tahap yaitu persiapan alat dan bahan dan pembuatan mendoan. Sedangkan pembuatan mendoan bakar terdiri dari 4 tahap yakni persiapan alat dan bahan, pembuatan mendoan bakar, pengemasan, dan pemasaran. 

1. Proses Pembuatan Mendoan 
a. Persiapan alat dan bahan 
Sebelum membuat adonan mendoan, langkah awal yang akan kita lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan. Hal itu dilakukan agar dapat memperlancar proses pembuatan mendoan bakar. Adapun tahap persiapan alat dan bahan meliputi: a. Persiapan alat 
  • Pisau  : 2 buah 
  • Telenan  : 2 buah 
  • Baskom  : 3 buah 
  • Wajan  : 1 buah 
  • Soled            : 2 buah 
  • Sorok  : 2 buah 
  • Ciri&mutu    : 1 buah 
  • Kompor  : 1 buah 
  • Toples bumbu  : 6 buah 
  • Piring : 5 buah 
b. Persiapan Bahan Baku Mendoan 
  • Tempe mendoan  : 25 bungkus 
  • Tepung terigu       : 1 kg 
  • Tepung beras  : 0,5 kg 
  • Bawang putih  : 10 biji 
  • Garam  : 1 sendok makan 
  • Ketumbar              : 1 sendok makan 
  • Daun bawang  : 2 ons 
  • Air matang  : secukupnya 
  • Minyak goreng : 1 liter 
c. Pembuatan Mendoan  
  1. Bawang putih, ketumbar, dan garam diuleg sampai halus. 
  2. Daun bawang diris kecil-kecil 
  3. Tepung terigu, tepung mawar dicampur ke dalam baskom, kemudian bumbu yang sudah dihaluskan, irisan daun bawang, dan air dimasukkan ke campuran tepung tepung. 
  4. Campuran bahan tersebut diaduk rata dengan tangan hingga menjadi adonan mendoan yang kental mendekati encer. 
  5. Tempe mendoan dimasukkan ke adonan tepung. 
  6. Tempe medoan yang sudah berlumuran adonan tepung kemudian di goreng hingga setengah matang. 
  7. Mendoan yang sudah jadi ditiriskan. 
2. Proses Pembuatan Mendoan Bakar 
1) Persiapan alat dan Bahan 
a. Persiapan alat 
  • Teflon                    : 1 buah
  • Kuas                      : 2 buah 
  • Penjepit makanan : 2 buah 
  • Mika : 50 buah 
  • Kipas : 2 buah 
b. Persiapan Bahan Mendoan Bakar  
  • Mendoan : 50 buah 
  • Margarin : 1 bungkus 
  • Bumbu rasa  : 1 bungkus 
2) Proses Pembuatan Mendoan Bakar 
  • Mendoan setengah matang dioleskan bumbu bakar. 
  • Mendoan tersebut kemudian dibakar hingga harum dan matang berwarna kecoklatan. 
3) Pengemasan Mendoan Bakar 
  • Mendoan bakar yang telah matang ditiriskan. 
  • Mendoan bakar tersebut kemudian dibungkus menggunakan mika plastik 
  • Mendoan bakar pun siap dipasarkan. 
4) Pemasaran 
Setelah memasarakan mendoan bakar kepada masyarakat/konsumen sasaran. Harga mendoan bakar per bungkus dijual dengan harga Rp.2.000,00 pemasaran dilakukan melalui personal selling. Selain itu untuk konsumen yang menginginkan pemesanan mendoan bakar dalam jumlah yang besar bisa langsung menghubungi tempat produksi yang telah tercantum dalam banner dan brosur yang telah disebarkan. 

Mendoan bakar yang kita tawarkan ini memiliki rasa yang kita sesuaikan dengan selera konsumen. Maka dari itu mendoan bakar ini mempunyai nilai khas tersendiri karena di daerah Banyumas belum pernah ada yang mencoba mendoan bakar ini di pasaran. 

Gambar 1. Alur Distribusi dari Produsen ke Konsumen


JADWAL KEGIATAN

PROPOSAL USAHA MAKANAN / MENDOAN PURWOKERTO
3. Biaya Perjalanan
Pra Kegiatan Rp. 200.000
Pelaksanaan Kegiatan Rp. 300.000
Pasca Kegiatan Rp. 200.000

4. Biaya Lain-lain
1) Pemasaran
Pembuatan banner Rp. 400.000
Pembuatan brosur Rp. 300.000
2) Pembuatan Laporan
Sewa Komputer Rp. 150.000
Kertas A4 1 pack Rp. 43.500
Tinta Printer Rp. 75.000
Penggandaan Rp. 30.000
Pengarsipan Rp 30.000

Jumlah biaya lain-lain Rp. 1.028.500



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship