-->

PROPOSAL USAHA KERUPUK BUAH NANAS YANG KAYA AKAN VITAMIN DAN MINERAL

PROPOSAL USAHA KERUPUK BUAH NANAS YANG KAYA AKAN VITAMIN DAN MINERAL

PROPOSAL USAHA KERUPUK BUAH NANAS YANG KAYA AKAN VITAMIN DAN MINERAL
A. JUDUL 
Program ini berjudul “Pineapple Crispy: Kerupuk Buah Nanas Sumber Vitamin dan Mineral”. 

B. LATAR BELAKANG MASALAH 
Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi besar untuk dapat menghasilkan aneka macam buah. Terbukti pada tahun 2007, Indonesia memproduksi buah nasional sebanyak 15,84 juta ton dari luas area tanaman sebesar 727.640 ha. Produksi buah mangga nasional sebesar 1,82 juta ton, buah jeruk sebesar 2,63 juta ton, buah markisa sebesar 0,11 juta ton, sedangkan  produksi buah nanas nasional sebesar 2,24 juta ton (Ditjen Agrokim Depperin, 2007). Sebagian besar produksi buah di Indonesia disumbangkan oleh buah lokal. 

Buah merupakan sumber vitamin, mineral dan serat yang sering dikonsumsi manusia untuk kesehatan tubuh. Banyak manfaat yang diperoleh dari buah, beberapa di antaranya yaitu sebagai antioksidan, pencegah penyakit kanker, jantung dan memperlancar saluran pencernaan. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2004, 60,44% masyarakat Indonesia kurang mengkonsumsi sayur dan buah, ratarata hanya mengkonsumsi satu porsi setiap hari, padahal menurut organisasi pangan dunia (FAO) idealnya dibutuhkan tiga porsi buah setiap hari agar manfaat buah bisa optimal. Hal ini dikarenakan kepedulian masyarakat di Indonesia dalam mengkonsumsi buah ternyata masih rendah. Sebagai salah satu negara penghasil buah terbesar di dunia, konsumsi buah di Indonesia masih kalah dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Adapun untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan diversifikasi pangan sehingga dapat meningkatkan konsumsi buah di Indonesia. 

Di Indonesia, upaya dalam melaksanakan diversifikasi pangan telah dilakukan, yaitu dengan mengubah buah segar manjadi produk-produk olahan buah yang lebih diterima masyarakat. Produk-produk olahan tersebut di antaranya: selai buah, manisan buah, minuman sari buah, keripik buah dan olahan buah lainnya. Alternatif lain dari olahan buah tersebut salah satunya yaitu kerupuk buah. Kerupuk termasuk kategori makanan kudapan yang bertekstur kering, porous, dan ringan, dimana biasa terbuat dari bahan dengan kandungan pati yang tinggi. Tingkat konsumsi kerupuk relatif di Indonesia tergolong tinggi. Hal ini karena makanan olahan ini banyak digemari oleh masyarakat luas baik penduduk miskin, menengah bahkan kalangan pendapatan tinggi. Di sisi lain kerupuk juga tergolong mudah cara pembuatannya, beragam warna dan rasa, disukai oleh segala lapisan usia dan suku bangsa di Indonesia namun selama ini produk kerupuk hanya digunakan sebagai makanan kudapan yang bersifat hiburan saja dan nyaris tanpa memperhatikan nilai maupun mutu gizinya. Dengan adanya penambahan buah nanas sebagai tambahan dalam produk kerupuk, diharapkan produk ini akan  lebih disukai sehingga konsumsi buah meningkat serta kebutuhan vitamin dan serat bagi masyarakat tercukupi jika dikonsumsi secara teratur. Hasil penelitian pendahuluan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 30 panelis menyukai kerupuk yang disuplementasi dengan nanas sebesar 30% dari total adonan. Produk yang inovatif dan memiliki nilai fungsional bagi kesehatan ini sangat potensial untuk dikembangkan dan dipasarkan melalui kegiatan kewirausahaan. Dalam usaha ini, kami memberikan brand  kerupuk buak nanas yaitu “Pineapple crispy”. 

C. PERUMUSAN MASALAH 
Permasalahan yang perlu dipecahkan dalam program ini adalah bagaimana caranya mengembangkan produk olahan buah sebagai produk baru, yang memiliki nilai guna dan memberikan nilai ekonomis dengan brand image sebagai pangan fungsional yang baik untuk kesehatan serta mengetahui strategi pemasaran untuk mendistribusikan usaha ”Pineapple crispy” untuk memperoleh konsumen tetap yang makin meningkat dari waktu ke waktu. Indikator-indikator keberhasilan usaha perlu ditetapkan untuk meyakinkan bahwa produk yang akan dibuat benarbenar dapat memberikan keuntungan dan dapat dikembangkan untuk dipasarkan secara berkelanjutan. 

D. TUJUAN 

  1. Mengembangkan produk olahan buah nanas menjadi kerupuk buah yang sehat dan bergizi serta memperkenalkan produk secara luas. 
  2. Mendapatkan modal usaha dan memperoleh keuntungan finansial dari usaha ”Pineapple crispy””. 
  3. Menumbuhkembangkan jiwa wirausaha, pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa sebagai agent of change melalui pengelolaan kegiatan kewirausahaan mandiri yang efektif, efisien, menguntungkan dan berkelanjutan. 
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN 

  1. Produk ”Pineapple crispy” sebagai pangan fungsional sumber vitamin dan mineral yang dibuat dari bahan-bahan alami dan memiliki penampilan menarik; enak, disukai, dan aman untuk dikonsumsi; laku dijual dan memiliki pangsa pasar yang luas; serta menguntungkan secara finansial. 
  2. Produk terdaftar di dinas kesehatan dan memiliki legalitas usaha yang diakui dan bersertifikat P-IRT. 
F. KEGUNAAN 

  1. Pengembangan dan pemasaran ”Pineapple crispy” diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konsumen di Purwokerto karena mereka dapat membeli dan mengkonsumsi pangan kudapan yang murah, disukai, bergizi dan aman. 
  2. Meningkatkan kepekaan kreativitas mahasiswa dalam membaca peluang usaha untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk usaha yang menjadi sumber pendapatan mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. 

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 

Produk yang kami tawarkan dalam usaha ini adalah kerupuk buah dengan bahan baku yang digunakan adalah nanas. Alasan digunakannya buah nanas dalam pembuatan kerupuk ini yaitu nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh kerena memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan lengkap. Dengan teknik pengolahan yang baik menjadi kerupuk, produk olahan nanas akan sangat lebih disukai dan cocok bagi masyarakat. 

Selain buah nanas, bahan yang ditambahkan pada pembuatan kerupuk buah ini adalah tapioka dan mocaf yang tersedia di toko kue atau pasar di sekitar Kota Purwokerto. mocaf digunakan pada pembuatan kerupuk buah sebagai pengganti dari tepung terigu yang harganya semakin mahal. Penggunaan mocaf merupakan alternatif untuk mengurangi penggunaan tepung terigu yang diimpor dari luar negeri karena ketersediaan bahan baku di Indonesia untuk membuat tepung terigu sangat terbatas sehingga mahal sedangkan mocaf harganya relatif murah. Bahan baku pembuatan mocaf yaitu ubi kayu yang merupakan salah satu tanaman pangan yang secara tradisional sudah lama dikembangkan di Indonesia dan memiliki potensi yang cukup besar. 

Tim memproduksi produk ”Pineapple crispy” tersebut di salah satu rumah anggota tim yang berada di Desa Pabuaran, Purwokerto Utara. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat mengurangi biaya seperti sewa tempat. Daerah pemasaran usaha kami yaitu di Purwokerto. Purwokerto adalah daerah dataran tinggi yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Banyumas. Purwokerto memiliki peluang untuk mengembangkan usaha terutama dari sektor industri rumahan masih terbuka, karena tempat untuk pendistribusian produk sangat banyak yaitu 15 pasar tradisional, pasar swalayan, dan ratusan toko/ruko sehingga mempermudah akses penjualan produk. Usaha industri rumahan di Purwokerto terutama untuk produk barang olahan makanan seperti pembuatan mendoan, getuk goreng dan jenang karet sudah ada, sementara pembuatan kerupuk buah belum ada yang mengembangkan. Peluang pasar dari kerupuk buah ini sangat prospektif karena tingkat konsumsi kerupuk relatif tinggi, makanan olahan ini banyak digemari oleh masyarakat luas. Menurut data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (2010), penduduk wilayah perkotaan lebih banyak mengkonsumsi kerupuk dibanding penduduk wilayah pedesaan. Dengan kata lain pengeluaran untuk konsumsi kerupuk wilayah perkotaan lebih besar dibanding pengeluaran konsumsi kerupuk penduduk wilayah pedesaan. Di wilayah perkotaan, konsumsi kerupuk lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Hal ini tak lepas dikarenakan kepadatan penduduk di kota yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk pedesaan. Bisa ditarik kesimpulan sederhana bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi pula konsumsi kerupuk tiap bulannya. 

Terget konsumen utama produk kami adalah keluarga, karena sangat cocok digunakan untuk pelengkap lauk dalam menu makanan yang dikonsumsi seharhari. Kalangan pelajar terutama anak-anak SD merupakan target konsumen kedua dari produk usaha yang kami tawarkan, di mana terdapat sekitar 112 SD di Purwokerto memberikan peluang besar untuk memasarkan kerupuk buah karena ketersediaan snack yang aman dan bergizi di lingkungan sekolah masih kurang. Selain itu, kerupuk buah juga dipasarkan kepada mahasiswa, masyarakat di sekitar kampus dan minimarket yang ada di wilayah Purwokerto sehingga ruang untuk memasarkan produk kerupuk buah semakin luas. Hal tersebut memberikan peluang yang besar dalam mengembangkan usaha pembuatan kerupuk buah ini. 

Teknik pemasaran

merupakan salah satu cara yang efektif untuk  meningkatkan tingkat penjualan produk. Teknik pemasaran yang kami gunakan diantaranya: 

  1. Memasang papan iklan di toko-toko swalayan dan sekolah yang menjual produk kami. 
  2. Menggunakan layanan konsumen seperti website, email dan telepon 
  3. Menawarkan langsung pada konsumen. 
Pemberlakukan beberapa jenis layanan yang akan kami laksanakan yaitu: 

  1. Penjualan langsung: Dalam hal ini, perusahaan melayani langsung pembeli di tempat perusahaan beroperasi. 
  2. Penitipan: Menitipkan hasil produksi usaha di sekolah, swalayan, mini market, dan super market. 

Studi kelayakan usaha

Studi kelayakan usaha perlu dilakukan untuk mengetahui prospek usaha produksi “Pineapple crispy” sebagai berikut: 

H. METODE PELAKSANAAN 
1. Tahap Persiapan 
Tahap persiapan merupakan kegiatan awal dari pelaksana program yang meliputi kegiatan sebagai berikut : 

a. Persiapan Alat dan Bahan Baku 
Semua alat dan bahan baku yang dibutuhkan dalam progam disiapkan. Alat yang digunakan meliputi pisau, blender, baskom, panci, wajan, sealer, nampan, kompor, timbangan dan plastik kemasan. Bahan baku yang digunakan meliputi buah nanas, tapioka, mocaf, gula pasir, garam, pewarna dan esens makanan. b. Penyusunan Formula Produk 
Produk dibuat dari bahan-bahan yang terdiri dari 3,5 kg Tapioka; 3,5 kg tepung mokap; 3 kg buah nanas; 1,5 kg gula pasir; 400 gr garam; essen nanas, pewarna kuning, dan air secukupnya.  

2. Tahap pelaksanaan 
Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan lapang yang dilaksanakan oleh pelaksana program yang meliputi kegiatan sebagai berikut : 
a. Sosialisasi produk kerupuk buah nanas “Pineapple crispy”  kepada Pasar. 
Kegiatan sosialisasi produk kerupuk buah nanas “Pineapple crispy”  di Kota Purwokerto adalah sebagai berikut : 

  • Insertion (flier/brosur) yang dipublikasikan melalui media lokal dan penggunaan jejaring sosial (internet). 
  • Penawaran secara langsung kepada anak-anak sekolah dasar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kota Purwokerto, tempat wisata dan pusat makanan khas di Kota Purwokerto.  
b. Proses produksi kerupuk buah nanas “Pineapple crispy” . 
Produk kerupuk buah nanas dibuat dengan cara blender gula pasir, garam dan buah nanas hingga halus, memasukkan campuran tersebut pada adonan tapioka dan tepung mokap hingga merata; adonan tersebut di kukus hingga matang (lebih kurang 2 jam), dinginkan (lebih kurang 24 jam), dipotong tipis (kira-kira 2 mm), dikeringkan (lebih kurang 4 jam panas matahari), kemudian di goreng dan selanjutnya dikemas menggunakan plastik polipropilen. Prosedur pembuatan kerupuk buah nanas secara lengkap disajikan pada Gambar 1.
c. Pemilihan kemasan dan kapasitas produksi tiap kemasan 
Pengemasan menggunakan wadah plastik dengan berat bersih 50 gram dan dikemas dengan menggunakan manual heat sealer. Pada pengemasan ini kami cantumkan merek. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk kami. Kemasan disajikan pada Gambar 2. 
Produksi dilaksanakan setiap minggu dalam sebulan dengan kapasitas 10,5 kg tiap minggu. Artinya dalam satu bulan dihasilkan produk sebanyak 800 bungkus dengan berat 50 gram/bungkus. 

d. Menetapkan metode pemasaran kerupuk buah nanas “Pineapple crispy” 
Metode pemasaran produk kerupuk buah nanas “Pineapple crispy” memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 
Kegiatan pemasaran dilakukan dengan menjual produk secara langsung ke sekolah-sekolah dasar, mahasiswa, masyarakat umum yang ada di KotaPurwokerto sebagai konsumen.

e. Penetapan Indikator-Indikator Keberhasilan Jangka Pendek (IKJP)
Tabel 4. Indikator Keberhasilan Jangka Pendek
3. Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi meliputi kegiatan pengawasan terhadap jalannya usaha mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan, supaya berjalan lebih baik serta
mengetahui kendala yang dihadapi serta rekomendasi solusi.

4. Tahap Pelaporan
Tahap pelaporan berupa penyusunan laporan pelaksanaan program disertai dengan beberapa evaluasi dan rekomendasi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship