-->

PROPOSAL USAHA GETUK PISANG CEMILAN KAYA GIZI

PROPOSAL USAHA GETUK PISANG CEMILAN KAYA GIZI

PROPOSAL USAHA GETUK PISANG CEMILAN KAYA GIZI

A. JUDUL BISNIS
Judul usulan  ini adalah “ BATHUK (BANANA GETHUK) SEBAGAI SALAH 
SATU ALTERNATIF CEMILAN KAYA GIZI ” 

B. LATAR BELAKANG MASALAH 
Peluang usaha di bidang makanan ringan masih terbuka lebar, dilihat dari konsumsi masyarakat terhadap makanan ringan yang tinggi. Makanan ringan atau cemilan telah menjadi makanan yang wajib ada dirumah. Banyak jenis cemilan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Mulai dari snack sehat hingga yang mengandung banyak perasa buatan bahkan pewarna sintesis yang tidak baik untuk kesehatan kita. Sebenarnya banyak jenis cemilan lain yang sehat bagi tubuh kita, seperti gethuk, jenang dan aneka keripik. Cemilan tradisional  ini tentu lebih menyehatkan dibanding dengan cemilan yang mengandung zat-zat berbahaya. 

Selama ini masyarakat menjual  pisang terbatas sebagai buah rumahan sehingga harga jualnya rendah. Selain itu, produk olahan pisang yang ada cenderung menimbulkan kejenuhan masyarakat dikarenakan kurangnya inovasi dalam kualitas rasa dari produk olahan yang ada selama ini. Untuk itu diperlukannya produk alternatif agar dapat memenuhi permintaan masyarakat. Banyaknya usaha kecil dan menengah di Kabupaten Banyumasyang memproduksi makanan ringan atau cemilan berupa gethuk telah menginspirasi kami untuk membuat varian baru. Bila di masyarakat telah dikenal gethuk terbuat dari singkong, maka kami berinovasi untuk menghasilkan varian baru dari gethuk dengan nama BATHUK (BANANA GETHUK). Cemilan ini merupakan salah satu alternatif cemilan yang enak dan berbeda dengan yang lain namun tetap memperhatikan aspek kesehatannya.  

Cemilan ini akan kami kemas semenarik mungkin agar mampu menarik minat masyarakat untuk mencobanya dan akhirnya menjadikan BATHUK (BANANA GETHUK) sebagai cemilan di rumah mereka. Produk kami merupakan cemilan yang unik serta sehat jika dibanding cemilan lainnya yang ada. Selain daripada itu, penyajian produk dan kemasan yang kami gunakan menarik dan juga higienis.  

Faktor diatas lah yang membuat kami yakin mampu memberikan produk sehat yang dinanti oleh masyarakat. Selain itu usaha ini juga dapat meningkatkan nilai dari produk pisang yang dapat memicu terciptanya lapangan kerja yang baru. 

C. RUMUSAN MASALAH 
  1. Bagaimana pengolahan pisang menjadi BATHUK (BANANA GETHUK) sehingga meningkatkan nilai ekonomis pisang? 
  2. Bagaimana strategi pemasaran yang digunakan untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk BATHUK (BANANA GETHUK) sebagai produk baru? 
D. TUJUAN 
  1. Meningkatkan nilai ekonomis pisang dengan menciptakan cemilan baru, yaitu BATHUK (BANANA GETHUK). 
  2. Mengetahui dan melaksanakan metode pelaksanaan produksi cemilan BATHUK (BANANA GETHUK). 
  3. Mengetahui dan menerapkan strategi pemasaran yang akan digunakan untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk baru kepada masyarakat. 
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN 
Dihasilkanya produk olahan pisang yang kreatif dan inovatif. Dengan usaha ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis pisang dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pecinta cemilan. BATHUK (BANANA GETHUK) ini akan dihadirkan dengan digoreng dan original. Konsumen yang pertama dibidik adalah mahasiswa. Kami optimis dengan keunggulan usaha kami ini, karena kami menawarkan produk yang unik dan harga yang lebih terjangkau oleh mahasiswa. 

F. KEGUNAAN 
Manfaat yang ingin kita dapatkan dari usaha ini adalah membangun jiwa wirausaha dan pengalaman berwirausaha. Kami mengharapkan usaha kami ini mampu mendatangkan nilai ekonomis yang lebih bagi barang yang selama ini nilai jualnya rendah. Selain itu, usaha kami ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan inovasi dibidang kuliner bagi masyarakat. 

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 

Pisang adalah tumbuhan yang  menyukai iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun seperti Indonesia, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif. Hanya sedikit yang dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur, namun biasanya hanya ditanam berkelompok di pekarangan, tepi-tepi lahan tanaman lain, serta tepi sungai.  

Cemilan adalah makanan yang wajib ada di setiap rumah sebagai teman menonton televisi, bersantai dan sebagainya. Cemilan sangat disukai oleh masyarakat berbagai usia baik anak-anak maupun dewasa.Terutama Banana Gethuk ini merupakan salah satu cemilan yang sehat dan aman dikonsumsi oleh semua usia.Bahan baku yang sehat dan pengolahannya yang higienis menjadikan Banana Gethuk layak dikonsumsi. Melalui inovasi Banana Gethuk ini diharapkan akan meningkatkan konsumsi cemilan yang sehat  oleh masyarakat.  

H. METODE PELAKSANAAN 

Bahan baku yang mudah dicari dari produk ini membuat kita tidak membutuhkan alokasi dana yang terlalu besar untuk memperoleh bahan baku. Selain itu harga bahan baku yang tidak terlalu mahal dapt memudahkan kami memaksimalkan keuntungan. Bahan baku yang kita dapat akan dipusatkan disalah satu rumah dari anggota kelompok kami untuk melalui proses produksi. Dalam proses produksi ini kami dibantu oleh dua orang karyawan. Alternatif ini kami ambil karena proses pengupasan, perebusan hingga penumbukan gethuk memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu, kami juga dapat lebih fokus pada proses promosi dan pemasaran produk.  
  Langkah yang kami tempuh dalam pengelolaan produksi adalah: 
1. Desain produk 
Untuk kemasan produk, kami memilih untuk menggunakan beberapa kemasan yaitu plastik, cup dan besek. Kami memilih kemasan tersebut dengan pertimbangan kehigienisan, tampilan penyajian yang menarik dan lebih praktis. 
2. Penentuan lokasi usaha 
Lokasi usaha yang kami pilih adalah dekat lingkungan kampus dan pemukiman kos mahasiswa karena akan lebih mudah di akses oleh konsumen yang kami tuju. 
3. Pengawasan kualitas 
Untuk proses pengawasan dilakukan terhadap bahan baku, proses dan produk jadi. Pengawasan terhadap bahan baku dilakukan dengan menjaga kesegaran bahan baku yang digunakan untuk pembuatan BATHUK (BANANA GETHUK), yaitu dengan cara membeli langsung ke warga atau pasar tradisional dan memastikan bahan baku tersebut segar dan kualitasnya bagus. Pengawasan proses akan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan tempat dan alat produksi serta pengawasan terhadap proses produksi itu sendiri. Pengawasan produk jadi dilakukan dengan quality control pada rasa dan bentuk produk. Selain itu juga akan adanya pengawasan untuk memastikan tidak digunakannya bahan-bahan adiktif.  

  Analisis SWOT dari usaha kami sebagai berikut: 
Strength (kekuatan) 
  1. Bahan baku mudah diperoleh 
  2. Produk yang ditawarkan unik dan beranekaragam 
  3. Proses pembuatan cukup mudah
• Weakness (kelemahan) 
  1. Kurangnya kemampuan manajerial 
Opportunities (peluang) 
  1. Masyarakat di lingkungan sekitar cenderung konsumtif 
  2. Daya beli masyarakat relatif tinggi 
  3. Belum banyak pesaing 
Threat (hambatan) 
  1. Standarisasi mutu 
  2. Perubahan selera masyarakat 
  3. Kemungkinan pesaing skala besar 

Analisis peluang pasar 

1). Kandungan gizi dalam pisang 
Buah pisang merupakan buah yang memiliki gizi yang lengkap dan baik, diantaranya sebagai sumber energi yang tinggi dibandingkan buah lainnya. Pisang juga kaya akan mineral kalium, fosfor, magnesium, besi, serta kalsium. Dari segi kandungan vitamin, Pisang terdapat vitamin C, B kompleks, B6, dan senyawa serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter yang mendukung kinerja fungsi otak. Karbohidrat yang terkandung pada pisang mampu menjadi sumber energi sedikit yang tahan lama. Dari sini kita dapat menemui banyak atlet seringkali mengonsumsi pisang sebagai pengganti energi mereka. 

2). Gaya hidup masyarakat 
Makanan ringan seringkali menjadi makanan wajib di setiap rumah sehingga BATHUK (BANANA GETHUK) bisa menjadi alternatif makanan ringan keluarga. 

a. Penentuan daerah pemasaran 
Pemasaran produk BATHUK (BANANA GETHUK) akan dimulai dari lingkungan pasar tradisional di Purwokerto, dengan pertimbangan konsumen yang heterogen dan cakupan wilayah yang cukup luas. Seterusnya kami akan memasarkan di toko oleh-oleh. Apalagi Purwokerto adalah salah satu kota pelajar, dimana terdapat banyak universitas yang pastinya banyak mahasiswa dari luar kota. 

b. Strategi produksi 
Dalam memenuhi bahan baku, kami tidak akan terlalu kesulitan karena melimpahnya nahan baku. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari bahan baku itu sendiri. Dalam proses produksi kami akan mempekerjakan karyawan yang ahli dalam pembuatan BATHUK (BANANA GETHUK) ini. Kualitas produksi juga akan didukung dengan kebersihan tempat dan alat yang digunakan, juga pengendalian kualitas dalam prosesnya sendiri. 

c. Strategi pemasaran 
Strategi yang akan kami lakukan dalam promosi dan pemasaran yaitu promosi yang menarik namun tetap sesuai realita, seperti menyebarkan pamflet, promosi dari mulut ke mulut, dan memanfaatkan jejaring sosial. Kami juga akan mengemas produk dengan bentuk dan warna yang unik, begitu juga dengan kemasan produk 

d. Metode pelaksanaan produksi 
Persiapan bahan baku 
Adalah rangkaian kegiatan mulai dari pembelian bahan baku berupa pisang yang baik dan segar. Bahan baku didapat dari masyarakat pemilik pisang  secara langsung. Tahapan selanjutnya bahan baku kemudian dilakukan sortasi mana bahan baku yang kurang baik, misalnya cacat, dan busuk dan sebagainya. 

Pengolahan 
Tahapan ini merupakan  kegiatan mulai dari proses pengupasan bahan baku, pencucian, hingga bahan baku siap untuk dilakukan pengolahan. 

Pembuatan BATHUK (BANANA GETHUK) 
Proses pembuatan gethuk pisang adalah sebagai berikut: 
1) Pisang dikukus hingga matang 
2) Haluskan selagi panas 
3) Campur dengan gula dan haluskan hingga kalis 
4) Parut Kelapa setengah tua yang telah lalu campur dengan garam. 
5) Potong atau cetak getuk pisang (untuk varian BATHUK original), goreng setelah dicetak (untuk varian BATHUK goreng) dan taburi dengan kelapa parut, keju dan coklat. 

Pengemasan 
Upaya perencanaan pengemasan berfungsi untuk memilih teknologi produk yang sesuai dan kaitannya dengan daya simpan produk yang dihasilkan. Pengemasan akan dilakukan dengan menggunakan plastik, cup dan besek, dengan pertimbangan kehigienisan, kepraktisan dan tampilan yang menarik. 
Promosi dan Pemasaran               
Setelah tahapan selesai dilaksanakan, maka akan dilakukan promosi dan pemasaran yang terdiri dari beberapa cara yaitu: dijual langsung kepada konsumen dan toko sistem distribusi. 
Kelayakan Usaha 
Dalam 1 periode produksi akan menghasilkan 50 kg BATHUK siap jual. Produk akan dikemas dengan netto 100 gram, sehingga akan diperoleh 500 bungkus. Harga untuk satu kemasan Rp 5.000 sehingga akan diperoleh pendapatan Rp 2.500.000. Modal awal yang dikeluarkan Rp 6.506.000. jadi BEP akan terjadi pada saat 3 kali produksi atau 1,5 bulan. 





DOWNLOAD FILE PROPOSAL (DISINI)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship