-->

PROPOSAL WIRAUSAHA KRIPIK PISANG

PROPOSAL WIRAUSAHA KRIPIK PISANG




PROPOSAL WIRAUSAHA KRIPIK PISANG




“PISS CHIP”


Oleh:
Ma’fud Amirudin        (A1C012005)
Arifin Budi Purnomo   (A1C012025)
Riski Nur Khaq            (A1C113033)






UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO



FORMAT LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL
LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL

1.
Judul Usaha
:
“PISS CHIP”
2.
Ketua Pelaksana



a.   Nama lengkap
:
Ma’fud Amirudin

b.   NIM
:
A1C012005

c.   Semester
:
6

d.   Jurusan/Prodi
:
Sosek. Pertanian / Agribisnis

e.   Fakultas
:
Pertanian

f.    Alamat kos
:
-

g.   Alamat asal
:
Jatisaba RT 09 RW 04

h.   No. Telepon
:
085647697976
3.
Pembimbing



a.   Nama lengkap
:
Ir. G.H. Sumartono, MS, Msi

b.   NIP
:
195903121984101001

c.   Pangkat/Gol.
:
Pembina Utama Muda / IV C

d.   Jabatan
:
Lektor Kepala

e.   Jurusan/Prodi
:
Agroteknologi

f.    Fakultas
:
Pertanian

g.   No. Telepon
:
(0281) 635591
4.
Jumlah Anggota
:
3
5.
Rencana Biaya



a.    PMW
:
Rp 3.306.800

b.   Sumber Swadaya
:
Rp 250.000

c.    Total
:
Rp 3.056.800
6.
Jangka Waktu Pelaksanaan
:
3 bulan
7.
Lokasi Usaha
:
Karang Wangkal





Purwokerto,  Mei 2015
Menyetujui
Dosen Pembimbing                                                      Ketua Tim


(Ir. G.H. Sumartono, M.S., M.Si.)                                (Mafud Amirudin)
NIP. 19590312 198410 1 001                                     NIM. A1C012005



BAB I. PENDAHULUAN

A.      Judul
Piss Chip
B.       Analisis Situasi
Pisang merupakan salah satu komoditas pertanian yang melimpah di berbagai daerah di Indonesia. Potensi dan keberadaan yang melimpah ini menjadikan buah pisang bisa dikatakan menjadi konsumsi yang tidak bisa lepas dari keseharian masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya yang enak serta harga yang murah, kandungan gizi pada buah pisang juga bervariasi dan diyakini sebagai tambahan serat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi pada pisang adalah sebagai berikut: kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 miligram (mg), serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, Vitamin B 0,08 mg, Vitamin C 3 mg dan air 72 gram. Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya.
Akhir-akhir ini konsumsi pisang bukan hanya dalam bentuk buah segar saja. Sudah banyak olahan pisang mulai dari pisang goreng, pisang coklat, molen, selai kripik dan lain sebagainya. Maraknya berbagai olahan pisang tak lepas dari meningkatkan minat konsumen akan buah pisang itu tersendiri. Salah satu olahan yang cukup banyak digemari oleh konsumen pisang adalah dalam bentuk kripik pisang. Kripik pisang yang renyah serta memiliki rasa dan kandungan gizi bagi kesehatan sangat menarik untuk dijadikan makanan cemilan sehari-hari bagi konsumen.
Purwokerto merupakan salah satu kota di daerah Banyumas dengan tingkat perkembangan ekonomi yang cukup tinggi. Kondisi ini didukung dengan banyaknya masyarakat pendatang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang berdatangan mulai dari para pebisnis, warga pindah dan domisili, para pejabat, hingga kalangan mahasiswa. Berbagai kalangan dan ras masyarakat tersebut telah bercampur baur dalam sistem kemasyarakatan yang sangat beragam kebutuhan dan keinginannya. Selain itu mayoritas dari penduduk kota ini dikenal sebagai masyarakat yang memiki daya beli relatif tinggi serta gaya hidup yang cukup konsumtif. Melihat dari beragamnya komponen dan kondisi masyarakat yang berbaur tersebut menjadikan sebuah target pasar potensial dalam dunia bisnis. Tak heran telah menjamur berbagai jenis bisnis di Purwokerto mulai dari bisnis properti, konveksi, layanan jasa, kuliner hingga makanan kecil (makanan ringan).
 Sejumlah survei yang dilakukan dibeberapa toko makanan, minimarket dan sejenisnya disekitar kampus Unsoed Purwokerto telah banyak dijual makanan-makanan ringan yang beragam. Salah satu yang banyak ditemui adalah makanan dalam bentuk keripik yakni yang cukup polpuler dikalangan masyarakat luas adalah keripik singkong. Beberapa terdapat keripik talas, ubi, bisono, pisang dan sebagainya. Kripik-kripik tersebut mayoritas hanya dijajakan dalam variasi rasa yang biasa saja seperti pedas dan manis. Masing sangat minim adanya inovasi rasa lain seperti rasa coklat, vanila, rasa buah-buahan, atau yang lainnya. Selain itu, hal yang membuat tidak menariknya konsumen untuk membeli adalah kemasan keripik yang sangat biasa saja. Kemasan yang digunakan hanya sebatas plastik bening yang ditempel merk brand tertentu. Kemasan seperti ini sangat umum digunakan oleh berbagai olahan kripik dimana menjadikan konsumen jenuh dan enggan untuk membelinya.
Melihat berbagai kondisi dan keadaan yang ada, menjadikan sebuah latar belakang tim PMW kami untuk membuat inovasi produk kripik pisang “Piss Chips” biasa menjadi kripik unik penuh rasa dengan tetap mengandung nilai gizi. Rasa yang bervariasi (original, hot, vanilla, coklat) diikuti dengan kemasan yang unik menjadikan sebuah inovasi kripik pisang kami bisa menarik konsumen kripik pada umumnya. Dengan adanya inovasi ini sekaligus menjadikan keunggulan tersendiri dalam menghadapi kompetitor lain yang serupa.
C.      Perumusan Masalah
Perumusan masalah dari rencana bisnis (business plan) ini adalah:
1.      Menciptakan suatu produk inovasi di bidang makanan ringan atau kripik yang mampu menarik minat konsumen
2.      Membangun usaha agroindustri pengolahan pisang dengan menghasilkan produk inovatif yang digemari banyak konsumen.
3.      Menigkatkan pendapatan seta kesejahteraan dengan melibatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada menjadi peluang bisnis.
Permasalahan yang akan dihadapi dalam pengelolaan usaha ini adalah:
1.      Kesulitan dalam menentukan inovasi rasa yang unik serta sesuai dengan selera konsumen yang bervariasi.
2.      Kemungkinan permasalahan produksi yang masih dalam skali kecil serta kesinambungan produksi dari waktu ke waktu karena dalam hal ini usaha kami menjalin kersajama dengan mitra masyarakat binaan.
3.      Kesulitan dalam merumuskan kemasan (packaging) yang unik serta menarik yang mampu mengajak konsumen untuk membeli.
Solusi tindakan untuk mengatasi permasalahan:
1.      Merumuskan inovasi rasa yang unik berdasarkan tindakan sampling yang dilakukan. Selain itu untuk menjaga kualitas produk kami melibatkan dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Unsoed untuk memberi masukan dan saran.
2.      Melakukan pembinaan dan kerjasama lanjut dengan home industry yang bergerak di bidang produksi keripik pisang dengan prinsip saling menguntungkan.
3.      Melibatkan organisasi “KESANKU” dari Teknik Pertanian Unsoed untuk turut membantu merumuskan kemasan (packaging) yang unik serta menarik yang mampu mengajak konsumen untuk membeli.
D.      Tujuan
Tujuan dari usaha ini adalah :
1.      Terlatihnya jiwa kepemimpinan, manajemen, serta penerapan fungsi organisasi melalui kegiatan usaha inovatif di bidang makanan ringan.
2.      Peningkatan kemampuan menangkap peluang bisnis, meningkatkan skill berwirausaha demi tercapainya kemandirian finasial.
3.      Membuka lapangan kerja bagi masyarakat melalui program pemberdayaan serta pembinaan melalui bentuk kerjasama dalam berwirausaha.
4.      Berkontribusi dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dengan adanya unit-unit usaha UMKM dengan memanfaatkan potensi dan peluang yang tersedia.
E.       Luaran
Luaran yang diharapkan dari adanya usaha ini adalah adanya inovasi cemilan unik keripik pisang dengan variasi rasa yang beragam namun tetap mengedepankan kandungan gizi dalam makanan. Sehingga dengan adanya inovasi ini kebutuhan akan cemilan serta gizi konsumen dapat terpenuhi.
F.       Kegunaan
Usaha keripik pisang “Piss Chip ini memiliki kegunaan antara lain:
1.    Ekonomi:
Adanya usaha inovasi produk makanan ringan keripik pisang ini akan memberi manfaat ekonomi karena memanfaatkan potensi buah pisang dengan menambah nilai jual (added value). Peningkatan nilai dan harga inilah yang menjadi sumber tambahan penghasilan, serta bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum.
2.    Sosial:
Secara aspek sosial usaha kami memberi manfaat kegunaan bagi masyarakat karena usaha inovasi kripik ini menjalin kersama sama dengan Ibu – ibu desa Gunung Lurah dalam memproduksi kripik pisang tanpa tambahan rasa yang nantinya akan diinovasi rasa serta kemasannya. Secara tidak langsung usaha kami memberi kontribusi dalam tambahan penghasilan bagi masyarakat agroindustri yang bermitra dengan kami.
3.    Kesehatan:
Kegunaan kesehatan dalam produk keripik pisang usaha kami ini adalah cemilan keripik pisang penuh variasi rasa dan kandungan gizi yang tetap terjaga.
4.    Pendidikan :
Wirausaha di berbasis inovasi produk lokal atau keunggulan yang dimiliki masyarakat Indonesia akan memberikan inspirasi, wawasan, motivasi dan edukasi kepada masyarakat umum sekitar dalam mengembangkan batik. Selain itu dapat menjadikan proses pembelajaran anggota tim baik pada manajemen, keterampilan, organisasi, dalam berwirausaha.
5.    IPTEK :
Usaha keripik pisang “Piss Chip” ini memanfaatkan gagasan inovasi rasa dan kemasan keripik yang berbeda serta mengembangkan strategi marketing yang inovatif dan kreatif. Sisi teknologi dalam promosi tidak hanya melalui media jejaring sosial pada umumnya melainkan dengan membuka katalog produk, toko online, serta stand lapak dalam berbagai pameran produk. Keunggulan teknologi juga kami terapkan pada kemasan dengan sentuhan kreasi seni unik.

BAB II. PROFIL USAHA

A.           Identitas Usaha

Nama usaha                 : Piss Chips
Jenis usaha                   : Pertanian (Agroindustri)
Produk                        : Inovasi Kripik Pisang Aneka Rasa
Tempat usaha              : Karangwangkal, Purwokerto Utara
Waktu berdiri              : 2015
Kapasistas produksi    : 70 kg / minggu
Jumlah tenaga kerja     : 3
Pemasaran                   : Target pasar utama adalah adalah minimarket, toko snack / makanan, toko oleh - oleh, serta berbagai kalangan konsumen mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, dewasa maupun kalangan orang tua.

 

Gambar 1. Logo Piss Chip

B.                 Identitas Pengusaha
a.       Nama ketua                       : Mafud Amirudin
Fakultas/angkatan             : Pertanian / 2012
NIM                                  : A1C012005
Prodi                                 : Agribisnis
No. HP                              : 085647697976
Pengalaman usaha             : - Usaha konveksi
                                                        - Distribusi sosis
b.      Nama anggota                   : Arifin Budi Purnomo
Fakultas/angkatan             : Pertanian / 2012
NIM                                  : A1C012025
Prodi                                 : Agribisnis
No. HP                              : 08975040033
Pengalaman usaha             : - Distributor makanan khas
                                                        - Usaha konveksi
c.       Nama aggota                     : Riski Nur Khaq
Fakultas/angkatan             : Pertanian / 2013
NIM                                  : A1C012005
Prodi                                 : Agribisnis
No. HP                              : 085712387811
Pengalaman usaha             : - Jualan bawang merah
                                                        - Jual Hp
                                                        - Jual Pulsa

C.    Struktur Organisasi Usaha



                       
D.    Susunan Personalia dan Tugas Kerja
Tabel 1. Susunan Personalisa dan Tugas Kerja Tim PMW
         Posisi
Deskripsi tugas
Kompetensi
Ma’fud Amirudin sebagai pimpinan usaha merangkap manajer administrasi & keuangan
1.   Bertanggungjawab terhadap kegiatan usaha yang dilakukan

2.   komunikasi secara internal maupun eksternal dengan pihak-pihak terkait

3.   Mengelola keuangan usaha secara transparan dan accountable

4.   Membuat laporan keuangan bulanan
1.      Mampu mengkoordinasikan segala sumber daya yang ada

2.      Berpengalaman dalam bidang bisnis

3.      Mampu mengoperasikan komputer (min. microsoft word & excel,corel draw), memahami Perencanaan dan evaluasi agribisnis peternakan serta  sistim produksi dan pengembangan peternakan

Riski Nur Khaq
Sebagai manajer pengemasan
1.    Bertanggungjawab terhadap penyediaan bahan baku pengemasan (kripik pisang) sampai kelancaran proses packing (penambahan rasa) dan produk siap dipasarkan.

2.    Menentukan desain kemasan
Memahami teknik dan prinsip pembuatan kemasan kripik pisang yang baik dengan berbagai bahan bentuk dan jenis kemasan serta bagaimana melakukan pengemasan produk melalui kerjasama Kesanku TEP Unsoed.
Arifin Budi P
sebagai manajer pemasaran
1.   Menentukan sistem dan segmentasi pasar, kemasan, produk, dan riset pasar serta mampu menangani segala keluhan pelanggan
2.   Membangun dan mengembangkan pasar
Berpengalaman mengidentifikasi potensi segmentasi pasar dan pemasaran, mengenal daerah Banyumas dan sekitarnya, mengetahui ilmu sosial dan psikologi

BAB III. ANALISIS KELAYAKAN USAHA

A.           Aspek Pasar dan Pemasaran
1.      Wilayah Pemasaran
Wilayah pemasaran merupakan tempat yang menjadi tujuan atau sasaran dalam melakukan pemasaran suatu produk dari produsen ke konsumen. Dalam hal ini pemasaran produk inovasi kripik pisang lebih menitik beratkan pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi bagus untuk serapan konsumen cemilan kripik ini. Diantara lain adalah daerah Purwokerto dan sekitarnya. Tak dipungkiri bahwa di Purwokerto dan daerah sekitarnya adalah daerah destinasi para anak muda untuk merantau baik keperluan menuntut ilmu atau yang lainnya di kota Satria ini. Selanjutnya manakala permintaan akan produk ”Piss Chips” di wilayah Purwokerto dan daerah sekitarnya dinilai sudah terpenuhi maka ekspansi pemasaran adalah meluas ke berbagai kota lainya. Sasaran wilayah yang kami tuju adalah wilayah ataupun kota-kota besar seperti Semarang, Yogjakarta, Jakarta, Bandung, Solo, Malang dan lainnya. Pertimbangan tersebut dikarenakan permintaan cemilan khususnya kripik di kota-kota besar cenderung tinggi dan selalu mengalami peningkatan setiap waktunya.

2.      Segmentasi Pasar
Cemilan keripik merupakan cemilan untuk berbagai kalangan masyarakat mulai dari tua, muda, orang biasa hingga orang terpandang dan sebagainya. Melihat kondisi tersebut, menjadikan potensi tersendiri bagi produk kripik pisang “Piss Chips” sebagai produk inovasi yang unik serta penuh dengan gizi. Kecenderungan konsumen akhir-akhir ini bukan hanya memperhatikan segi rasa, namun juga mulai mempertimbangan sisi kandungan gizi untuk kesehatan. Hadirnya produk inovasi kripik “Piss Chips” mengarah segmentasi pasar kalangan luas. Segmentasi pasar menitik beratkan kepada konsumen yang sudah mulai berfikir akan pentingnya kualitas produk makanan khususnya cemilan kripik. Sasaran pasar adalah pasar konsumen di minimarket, toko-toko retailer, serta toko oleh-oleh yang mana pasar tersebutlah yang menjadi peluang masuknya produk berkualitas dan bercitarasa.
3.      Pesaing
Dunia usaha khususnya dibidang makanan ringan atau usaha pada umumnya tentu tidaklah lepas adari adanya sebuah persaingan. Kebanyakan produk saingan adalah mereka para produsen yang memproduksi cemilan sejenis lainya seperti kripik singkong, kripik bisono, kripik talas dan kripik daun bayam dan banyak lainnya. Dari sisi spesifikasi produk kripik pisang dengan aneka rasa dikatakan masih jarang di kalangan produsen kripik. Kebanyakan keripik pisang yang dibuat adalah hanya dalam varian rasa manis dan gurih saja, tidak ada variasi lain seperti vanila, pedas dan sebagainya. Selain itu mayoritas atau bahkan hampir semua produk keripik termasuk keripik pisang dalam memasarkannya hanya dalam kemasan yang biasa-biasa saja. Kemasan plastik putih yang dilabeli dengan kertas kecil didalamnya. Kondisi ini menjadikan produk kurang menarik konsumen. Permasalahan tersebut menjadi peluang untuk menghadapi pesaing yang sudah lebih dulu terjun dalam usaha makanan keripik.

4.      Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran merupakan bentuk ataupun cara melalukan pengenalan, pemasaran suatu produk dari produsen hingga ke tangan konsumen. Strategi pemaran memegang peran penting suatu produk dapat diterima atau tidak oleh konsumen. Produk inovatif kripik pisang “Piss Chips” dalam menjalankan stretegi pemasaranya adalah pada tahapan awal dengan menggunakan konsep pemasaran melalui jejaring sosial atau internet. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk inovasi kripik pisang “Piss Chips” adalah sebagai berikut:
a.       Melalui media sosial (facebook, twitter, blogspot, bbm, instagram, line, dan whatsapp)
Stretegi pemasaran online tidak dapat dipungkiri menjadi hal yang penting dalam pemasaran suatu produk di era modern ini. Mayoritas masyarakat yang tidak lepas dari internet menjadikan pemasaran online sangat berkembang pesat.


b.      Pembuatan iklan melalui poster serta banner
Pemasaran cara ini sedianya kami lakukan manakala membuka suatu stan penjualan seperti ketika adanya bazar dan stan jualan di komplek Mafaza ataupun Gor Satria. Konsep sering keterlihatan oleh calon konsumen akan menjadikan brand “Piss Chip” mudah dikenal oleh masyarakat luas. Sedangkan untuk poster atau leaflet kecil sebagai bentuk pengenalan pada wilayah kampus-kampus saja.
c.       Promosi melalui tokoh-tokoh terkenal di wilayah kampus dan masyarakat
Satu terobosan yang kami gagas dalam memasarkan “Piss Chip” adalah pemasaran melalui tokoh ataupun figur terkenal di kalangan kampus, dosen, tokoh masyarakat di Purwokerto dan sekitarnya. Kami mencoba untuk mengenalkan produk “Piss Chip” kepada orang-orang tersebut untuk setidaknya membeli sebagai bentuk dukungan bagi para mahasiswa. Keyakinan untuk bisa terbeli dan meminta kesempatan untuk memberi saran masukan menjadi target utama pemasaran metode ini. Selain itu foto bersama produk “Piss Chip” (apabila berkenan) akan kami jadikan bukti bahwa orang-orang hebat telah percaya pada produk kami. Hal ini yang menjadi pemicu konsumen lainya untuk membeli produk “Piss Chip” juga.
B.     Aspek Teknik dan Teknologi
1.    Sumber bahan baku:
Keripik pisang pilihan yang diperoleh dari desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
2.    Peralatan pengemasan        :
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengemasan, antara lain            :
a.       Hand Sealer
b.      Kemasan Plastik
3.    Proses Pengemasan
Proses Pengemasan terdiri dari                                                                  
a.       Persiapan kemasan dari berbagai ukuran.
b.      Timbang keripik pisang sesuai ukuran yang telah ditentukan pada masing – masing kemasan.
c.       Masukan keripik pisang dalam kemasan ukuran 15 x 25 cm dan berat 200 gram kemudian pres dengan mesin handsealer.
d.      Kemasan yang sudah terisi keripik pisang di atur tata letak dalam kardus yang akan di pasarkan ke minimarket, toko-toko retailer, serta toko oleh-oleh sekitar Purwokerto.

Skema Proses Pengemasan




Bagan 1. Proses Produksi (pengemasan dan pemasaran) “PISS CHIP”

C.           Aspek Manajemen Usaha Pengelola

Jumlah pengelola usaha “Piss Chip” berjumlah 3 orang. Sistem kerja di pengolahan “Piss Chip” hampir seperti organisasi. Sejumlah tiga orang pengelola tersebut dibagi menjadi satu orang ketua yang merangkap sebagai manajer administrasi dan keuangan, satu orang sebagai manajer Pengemasan, satu orang sebagai manajer pemasaran.

Pembagian Kerja
Sistem pembagian kerja yang kami lakukan mengacu pada UU. No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 77 ayat (2) point a. 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan empat puluh jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu sebagai acuan kerja untuk anggota tim di usahakeripik pisang “Piss Chip”.  Sistem pembagian kerja yang telah ditetapkan bersifat fleksibel dengan tetap menerapkan managemen waktu yang baik. Hal ini dilakukan karena ketiga konseptor masih berstatus mahasiswa dimana masing-masing mempunyai kesibukan kagiatan akademik yang berbeda.

Sistem Gaji (upah)
Usaha Piss Chip”, karena mengawali sistem usaha yang masih baru dengan keterbatasan financial, kami akan menggunakan sistem bagi hasil untuk tiap anggota tim setiap seminggu sekali.

D.           Aspek Keuangan (Finansial)

Keripik pisang yang diperoleh berasal dari desa gunung dengan bekerjasama dengan ibu ibu yang memproduksi keripik tersebut. Ibu ibu di desa gunung lurah akan membuat keripik pisang, sedangkan kami akan bekerja pada bidang kemasan keripik pisang.
1.             Modal dan Sumber Modal
·      Modal yang dibutuhkan       : Rp. 3.306.800
·      Sumber Modal                     
Modal Swadaya                    : Rp. 250.000
Modal PMW                         : Rp. 3.056.800
·      Aset Perusahaan                   : -

2. Investasi
Biaya Sarana
Tabel 2. Biaya Sarana (Fix Cost)
No
Spesifikasi
Jumlah satuan
Harga (Rp)
Jumlah Harga
1
Hand Sealer (PCS300A)
1 buah
Rp. 400.000
Rp. 400.000
2
Timbangan Digital
1 buah
Rp. 250.000
Rp. 250.000
Total Biaya Sarana
Rp. 650.000

Biaya Variabel Per Minggu
Tabel 3. Biaya Variabel per Minggu
No
Spesifikasi
Qty
Satuan
Harga
Jumlah Harga
1
Keripik Pisang
70
Kg
Rp 20.000
Rp 1.400.000
2
Bumbu Aneka Rasa





Vanilla
2
Pcs
Rp 28.500
Rp 57.000

Coklat
2
Pcs
Rp 27.500
Rp 55.000

Pedas
2
Pcs
Rp 26.400
Rp 52.800

Original (bawang)
2
Pcs
Rp  7.000
Rp 14.000
3
Kemasan ukuran 15 x 25 cm
1000
Pcs
Rp 1.000
Rp 1.000.000
4
Transport
6
Liter
Rp 8.000
Rp 48.000
5
Promosi (Pamflet)
30
Lembar
Rp 1.000
Rp 30.000
Total biaya variable
Rp 2.656.800
ü Total biaya investasi
Total biaya sarana + total biaya variabel = Rp. 3.306.800

ü Penyusutan Biaya Tetap per Minggu (umur ekonomis 5 tahun)
Penyusutan sarana 0,41 % x Rp 650.000 = Rp. 2800

ü  Biaya Variable
Biaya penggunaan kemasan per minggu                = Rp. 1.000 x 350 buah
                                                                               = Rp. 350.000
Total biaya variabel yang digunakan per minggu   = 2.006.800

ü Total biaya produksi
Total biaya variabel + biaya tetap
Rp. 2.006.800 + Rp. 2800 = Rp. 2.009.600
ü Pendapatan
1 minggu                            =  350 buah @isi 200 gram
Penerimaan per Minggu     = Rp 6500 x 350 buah = Rp 2.275.000
1 bulan                                = 1400 buah
Penerimaan per Bulan        = Rp 7.300 x 1400 buah = Rp 9.100.000
ü Analisis biaya manfaat
·      Keuntungan:
@Per Minggu
   = Pendapatan – Total Biaya Produksi
   = Rp 2.275.000 – Rp 2.009.600 = Rp 265.400
@ Per Bulan
   = 4 minggu x Rp 265.400 = Rp 1.061.600
·      Jangka waktu pengembalian modal:
= (biaya investasi / keuntungan)
= (Rp. 3.306.800 / Rp. 1.061.600)
= 3,1 bulan. Dalam waktu 3,1 bulan modal usaha sudah dapat kembali.
·      Analisis R/C dan BEP
-       R/C   = total pendapatan / total biaya produksi
= Rp 9.100.000/ Rp 2.009.600
= 4,5
Usaha “Piss Chip” layak di usahakan dan menguntungkan karena setiap penanaman modal setiap Rp. 1 akan memperoleh hasil sebesar Rp 4,5.
BEP ( Rupiah )
-       BEP = biaya tetap : (1 – (biaya variabel / pendapatan))
= Rp 162.500 : (1 – (Rp 2.006.800/ Rp9.100.000))
= Rp 208,600
Usaha “Piss Chip” tidak akan rugi dan tidak akan untung jika pendapatan diperoleh sebesar Rp. 208,600
BEP ( dalam jumlah )
-          BEP = Biaya tetap : ((Price – Biaya variabel/@))
-          BEP = Rp 650.000 : (6500 – (2006800/350))
-          BEP = Rp 650.000 : 766
-          BEP = 849 Buah
Usaha “Piss Chip” tidak akan rugi dan tidak akan untung jika produk yang di produksi sebanyak 849 buah


BAB IV. KEBERLANJUTAN USAHA


A.     Sistem pengelolaan Usaha
Usaha “Piss Chip” merupakan usaha yang bekerjasama dengan ibu – ibu yang berada di desa gunung lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Usaha ini merupakan usaha yang memberdayakan tenaga ibu – ibu di desa gunung lurah. Ketika usaha dapat berjalan dengan lancar maka usaha akan dikembangkan dengan memberdayakan ibu – ibu desa lain yang bisa membuat keripik pisang tetapi hanya untuk dikonsumsi.
Proses selanjutnya kami akan membuat pabrik pembuatan keripik pisang sendiri dengan tenaga kerja ibu – ibu yang bisa membuat keripik pisang. Hal tersebut merupakan kesempatan kami untuk membantu ibu – ibu di desa gunung Lurah dan m membuka lapangan kerja bagi ibu – ibu di desa –desa sekitar kabupaten Banyumas. Rencana ke depan kami harap dapat bekerjasama dengan rumah produksi keripik pisang di sekitar Purwokerto yang sudah memproduksi keripik pisang. Kerja sama tersebut berupa pemakaian Band kami dan kami akan berupaya dalam pemasaran keripik pisang tersebut.
Sistem pemasaran produk “PISS CHIP”



B.     Badan Usaha
Badan usaha pembuatan keripik pisang “PISS CHIP” saat ini masih berbentuk home industri yang dikerjakan oleh ibu – ibu rumah tangga di desa Gunung lurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Hal ini karena keterbatasan sistem pemasaran yang ada di desa terebut, dimana keripik pisang yang dibuat oleh  ibu – ibu  hanya untuk di konsumsi. Rencana kedepannya manakala usaha dapat berjalan dengan lancar dan mengalami peningkatan omset hingga besar, maka akan dibangun sebuah  pabrik pembuatan keripik pisang guna mengembangkan usaha yang ada.


BAB V. JADWAL KEGIATAN
Tabel 4. Jadwal Kegiatan PMW




BAB VI. RANCANGAN BIAYA

A.      Bahan Habis Pakai
Tabel 5. Biaya Bahan Habis pakai
No
Spesifikasi
Jumlah Satuan
Harga/Satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Keripik Pisang
70
Rp 20.000 /Kg
Rp 1.400.000
2
Bumbu Aneka Rasa



Vanilla
2
Rp 28.500 /Pcs
Rp 57.000
Coklat
2
Rp 27.500/Pcs
Rp 55.000
Pedas
2
Rp 26.400/Pcs
Rp 52.800
Original (bawang)
2
Rp 7000/Pcs
Rp 14.000
3
Kemasan ukuran 15 x 25 cm
1000
Pcs
Rp 1.000.000
Total Biaya Variabel
Rp 2.578.800

B.       Peralatan Penunjang
Biaya peralatan penunjang dalam usaha pemasaran keripik pisang “PISS CHIP” :
Tabel 6. Biaya Peralatan Penunjang
No
Spesifikasi
Jumlah
Harga/satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Hand Sealer (PCS 300A)
1 buah
Rp. 400.000
Rp. 400.000
2
Timbangan Digital
1 buah
Rp. 250.000
Rp. 250.000
Total Biaya Variabel
Rp 650.000

C.      Lain - lain
Tabel 7. Biaya lain - lain
No
Spesifikasi
Jumlah satuan
Harga/satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Transport
6
Rp 8.000/liter
Rp 48.000
2
Promosi (Pamflet)
30
Rp 1.000/lembar
Rp 30.000
Total Biaya Perjalanan
Rp 78.000




Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship