-->

CONTOH PROPOSAL PKM PENGABDIAN MASYARAKAT / PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN CLEAN ENERGY LIMBAH PLASTIK DI KAMPUNG DAYAK, PURWOKERTO SELATAN





USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN CLEAN ENERGY LIMBAH PLASTIK DI KAMPUNG DAYAK, PURWOKERTO SELATAN

BIDANG KEGIATAN
PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
                                                                                                                     


Diusulkan oleh:
Ginanjar Eko Saputro             A1H012055    (2012)
Agita Rakhmawati                  A1H012037    (2012)
Arifin Budi Purnomo              A1C012025    (2012)
Rahmat Yulianto                     A1H013047    (2013)
Budi Dharmala Saputra          H1E013032     (2013)




UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO








RINGKASAN

Kampung  Sri  Rahayu  (Kampung  Dayak)  merupakan  perkampungan  yang  terpinggirkan  dan mayoritas   masyarakatnya  penyandang  permasalahan  sosial, diantaranya  PSK,  waria, pengamen, pengangguran, pengemis dan anak jalanan. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat pendidikan,  ekonomi  dan  budaya  yang  kurang  mendukung. Seringkali kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat Kampung Sri Rahayu hanya mencari sampah di sekitar lingkunganya yang kumuh, lalu menjualnya ke tukang rongsok untuk mendapat sedikit penghasilan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Melihat keadaan sekarang mengenai bahan bakar minyak (BBM) yang sangat langka dan mahal dankasus sampah, khusunya sampah plastik yang menjadi masalah yang tidak terselesaikan. Justru sampah platik mampu menggantikan bahan bakar minyak (BBM) fosil dengan cara mendestilasi sampah tersebut dengan metode pirolisis. Metode pembakaran pirolisis adalah pembakaran limbah plastik dengan cara dibakar tanpa O2 dan dilakukan pada suhu tinggi yaitu antara 8000C hingga 10000C dimana teknik ini mampu menghasilkan gas pembakaran yang berguna dan aman bagi lingkungan. Langkah tersebut merupakan salah satu langkah konsepan dengan cara memanfaatan energi alternatif yaitu Clean Energy. Clean Energy adalah teknologi yang menghasilkan gas rumah kaca dalam level yang sangat rendah atau mendekati nol jika dibandingkan dengan teknologi lainPenerapan dan pengembangan Clean Energy ini memiliki beberapa program yang akan dilakukan sehingga masyarakat akan lebih mengenal energi alternatif dengan pemanfaatan limbah plastik yang sampai sekarang belum terpecahkan. Diharapkan setelah program ini dijalankan, kegiatan masyarakat di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak) mampu menjadi yang mandiri dan kreatif dalam pemanfaatlan limbah menjadi energi alternatif.

Kata Kunci: Clean Energy, Limbah plastik, Kampung Dayak



BAB 1. PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Bahan bakar minyak merupakan salah satu komponen kebutuhan yang penting bagi masyarakat serta memegang peranan vital dalam aktivitas perekonomian. Saat ini kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat seluruh dunia dan khususnya penduduk Indonesia selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Berbagai informasi secara aproksimat menyebutkan bahwa pada tahun 2013 produksi bahan bakar di Indonesia 649.000 barel/hari, sedangkan kebutuhan akan bahan bakar minyak 1,25 juta barel/hari. Melihat datadiatas dapat disimpulkan bahwa warga Indonesia mengalami defisit terhadap ketersediaan bahan bakar minyak.


Selama ini sumber energi yang banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat berasal dari bahan bakar fosil, baik dari batu bara atau pun minyak bumi. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki tiga ancaman serius, yaitu : (1) menipisnya cadangan minyak bumi (bila tanpa temuan sumur baru), (2). Kenaikan/ kestabilan harga akibat lajupermintaan yang lebih besar dari produksi minyak, (3). Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil (Yuli Setyo Indartono. 2005)
Aktivitas pemakaian kendaraan bermotor oleh masyarakat dirasakan semakin meningkat. Hal tersebut dapat menimbulkan pencemaran udara yang berasal dari knalpot dan mesin kendaraan tersebut. Bahan buangan dari kendaraan bermotor dikenal sebagai sumber utama bahan-bahan polutan dan seperti yang telah diketahui bahwa jumlah tersebut akan semakin menipis jika terus dieksploitasi untuk kebutuhan manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu solusi untuk mengatasi masalah dalam penggunaan energi yang berlebih khususnya bahan bakar minyak.
Sejak  ditemukan  pertama  kali  pada tahun  1907,  penggunaan  plastik  dan  barang barang  berbahan  dasar  plastik  semakin meningkat.  Peningkatan  penggunaan  plastik ini  merupakan  konsekuensi  dari berkembangnya  teknologi,  industri  dan  juga jumlah  populasi  penduduk.  Di  Indonesia, kebutuhan  plastik  terus  meningkat  hingga mengalami  kenaikan  rata-rata  200  ton  per tahun.  Tahun  2002,  tercatat  1,9  juta  ton,  di tahun  2003  naik  menjadi  2,1  juta  ton, selanjutnya tahun 2004 naik lagi menjadi 2,3 juta ton per tahun. Di tahun 2010, 2,4 juta ton, dan  pada  tahun  2011,  sudah  meningkat menjadi 2,6 juta ton.  Akibat dari peningkatan penggunaan plastik ini adalah bertambah pula sampah  plastik.  Berdasarkan  asumsi Kementerian  Lingkungan  Hidup  (KLH), setiap hari penduduk Indonesia menghasilkan 0,8  kg  sampah   per  orang  atau  secara  total sebanyak  189  ribu  ton  sampah/hari.  Dari jumlah  tersebut   15%  berupa  sampah  plastik atau  sejumlah  28,4  ribu  ton  sampah plastik/hari, Padahal setelah barang tersebut tidak digunakan lagi justru menimbulkan masalah bagi lingkungan karena barang-barang berbahan plastik tidak dapat menyerap air, membusuk, berkarat, dan pada akhirnya tidak dapat diuraikan/didegradasi dalam tanah(Fahlevi dalam Untoro, 2012).
Jumlah perkiraan sampah plastik dari tahun ke tahun di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 2. Data konsumsi bahan bakar masyarakat.




Clean Energy adalah teknologi yang menghasilkan gas rumah kaca dalam level yang sangat rendah atau mendekati nol jika dibandingkan dengan teknologi lain. Energi bersih juga tidak memiliki dampak negatif ke masyarakat dan lingkungan selama masa pakainya. Penerapan konsep cleantech merupakan salah satu jalan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Konsep ini bertujuan untuk mengefisienkan tingkat penggunaan energi, mulai dari sistemeksplorasi sumber energi, proses pengkonversian sumber tersebut menjadi energi hingga terbentuknya energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat
Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Karangklesem, Purwokerto Selatan merupakan perkampungan terpinggirkan di daerah Purwokerto karena berbagai permasalahan sosial seperti pengemis dan pemulung. Keseharian yang masyarakat lakukan seringkali hanya mencari sampah disekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan pengetahuan akan  energi alaternatif.
Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak Musafa (praktisi pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak), dalam program pembuatan minyak dari plastik ini akan menggunakan alat bantu yakni destilator sederhana, dimana sudah diaplikasikan sebelumnya secara mikro, namun kendala dari alat tersebut adalah terbilang cukup sederhana, sehingga upaya pengembangan dan pengenalan lebih lanjut menjadi salah satu solusi untuk memajukan kampung tersebut, khusunya dalam pemanfaatan energi terbarukan.
Destilator sederhana meruapakan alat yang akan merubah limbah plastik menjadi bahan cairan yang menggunakan sistem pembakaran pirolisis yang mana limbah plastik dibakar tanpa O2 dan dilakukan pada suhu tinggi yaitu antara 8000C hingga 10000c. dimana teknik ini mampu menghasilkan gas pembakaran yang berguna dan aman bagi lingkungan.




Maka dari itu dengan melihat kondisi umum dari lingkungan Desa Sri Rahayu dengan di teerapkan dan pengembangan Clean Energy ini, masyarakat Sri Rahayu (Kampung Dayak) mampu peduli terterhadap lingkungan yang sudah tidak sehat saat sekarang, dan juga mampu mencari alternatif lain untuk mengurangi eksploitasi terhadap bahan bakar minyak yang berasal dari fosil denga potensi yang sudah dimiliki oleh desa Sri Rahayu.

A.      Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimana upaya pengenalan energi alternatif bagi masyarakat Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Purwokerto Selatan?
2.      Bagaimana cara memanfaatkan sampah plastik menjadi energi alternatif?
3.      Bagaimana upaya penerapan dan pengembangan clean energydi Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Purwokerto Selatan?
B.       Tujuan Program
Tujuan utama yang ingin dicapai melalui penyusunan karya tulis ini adalah:
1.      Mengenalkan energi alternatif bagi masyarakat Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Purwokerto Selatan.
2.      Memanfaatkan sampah plastik menjadi energi alternatif.
3.      Menerapkan dan mengembangkan clean energy di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Purwokerto Selatan.
C.      Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diambil dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi Akademisi
Memberikan informasi baru mengenai energi alternatif yang dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka dan memberikan pengarahan menjadi individu yang madiri.
2.      Bagi Masyarakat
Memberikan pengetahuan dan penerapan secara langsung pembuatan energi alternatif berbahan dasar plastik.
3.      Bagi Pemerintah
Memberikan informasi dan solusi cara penanggulangan sampah plastik khususnya di Kabupaten Banyumas.
4.      BagiLingkungan
Membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit terurai dalam tanah.

D.      Luaran Yang Diharapkan
Adapun harapan besar dari program ini agar masyarakat Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak) dapat mengembangkan kemandirian dalam pengolahan energi alternatif  dari sampah plastik.

E.       Kegunaan Program
1.      Pelatihandanpengenalanmengenaienergi alternatifsebagai pusat studi dan informasi bagi masyarakat di Kampung Sri Rahayu, Karangklesem, Purwokerto Selatan.
2.      Menumbuhkan karakter pribadi mandiri bagi masyarakat di Kampung Sri Rahayu.
3.      Menumbuhkan rasa peduli lingkungan di sekitar Kampung Sri Rahayu.
4.      Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kampung Sri Rahayu guna mengurangi tingkat pengangguran.

BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
                                                                              
Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas merupakan sebuah kampung terpinggrikan di Kota Purwokerto. Mayoritas masyarakat Kampung Sri Rahayu adalah penyandang masalah kesejahteraan sosial, lingkungannya kumuh, ekonomi lemah, serta tingkat pendidikan yang rendah. Mayoritas masyarakatnya berprofesi kurang layak, kurang terhormat, dan sebagian berprofesi di luar norma susila dan agama. Secara fisik lingkungan kampung ini terlihat kumuh, kurang teratur, kondisi MCK yang tidak layak, serta kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Secara sosial dan ekonomi masyarakatnya berada di garis perekonomian lemah dan tergolong masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti pengamen, pemulung, anak jalanan, pengemis, PSK, waria, dan pengangguran. Data masalah kesejahteraan sosial di Banyumas dapat dilihat dalam tabel 3.

Tabel 3. Perkembangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kabupaten
  Banyumas Tahun 2006-2009.
No
Jenis Masalah Kesejahteraan
Sosial

Tahun

2006
2007
2008
2009
1
Anak Jalanan 
368
347
144
369
2
Gelandangan dan pengemis 
204
398
442
454
3
Fakir Miskin 
247.535
95.123
106.445
115.597
4
Anak Terlantar 
2.238
2.350
2.450
1.762
5
Yatim/Piatu 
414
532
-
545
Sumber : Kabupaten Banyumas Dalam Angka Tahun 2009 (SIPD Kabupaten Banyumas Tahun, 2010)


Masyarakat di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak) sebagian besar berprofesi mengikuti jejak orang tuanya secara turun temurun. Sejak kecil masyarakat di sana sudah diajarkan orang tuanya untuk mencari uang sebagai anak jalanan dengan caramemulung, mengemis ataupun mengamen.  Seringkali kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat Kampung Sri Rahayu hanya mencari sampah disekitar lingkunganya yang kumuh, lalu menjualnya ke tukang rongsok untuk mendapat sedikit penghasilan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang menjadikan masyarakat kampung Sri Rahayu kurang bisa memperoleh kesejahteraan yang layak. Padahal seharusnya sampah yang biasa dikumpulkannya bisa dijadikan sebagai energi alternatif dengan cara mendestilasi sampah plastik. Akan tetapi kondisi minimnya pengetahuan dan pendidikan dari masyarakat kampung ini menyebabkan kasyarakat di Kampung Sri Rahayu belum memahami konsep energi alternatif dari pemanfaatan limbah plastik. Kondisi ini menunjukkan potensi yang baik dari Kampung Sri Rahayu untuk didirikan sebuah komunitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk mengubah dan membuka mindset (pola pikir) masyarakat untuk bersama-sama belajar pengetahuan akan energi alternatif.




Gambar 3. Alat destilator milik Bapak Musafa (praktisi pemanfaat limbah plastik)
Hasil wawancara bersama Bapak Musafa (satu-satunya praktisi pemanfaat sampah plastik) dalam program pembuatan minyak dari plastik ini akan menggunakan alat bantu destilator sederhana. Teknologi yang dibuat secara sederhana ini sudah mulai diaplikasikan sebelumnya namun hanya dalam lingkup mikro. Namun kendala yang ditemui dari alat tersebut adalah kurang optimalnya fungsi alat karena hanya berbahan alat seadanya. Dari permasalahan tersebut maka timbul upaya pengembangan lebih lanjut menjadi alat destilasi skala sedang dan jangka panjang sebagai salah satu solusi untuk memajukan perkampungan tersebut khususnya dalam pemanfaatan energi terbarukan.
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Sumantri (2000), dalam pengembangan program pelatihan, agar pelatihan dapat bermanfaat dan mendatangkan keuntungan diperlukan tahapan atau langkah-langkah yang sistematik. Adapunlangkah yang akandilakukan:


1. Koordinasi dengan Mitra
Dalam langkah awal untuk melakukan Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian masyarakat ini, kita memulaimya dengan melakukan koordinasi dengan mitra yang akan bekerjasama untuk melaksanakan program ini. Dalam hal ini mitra yang kami maksud adalah Bapak Musafa selaku praktisi yang mengembangkan teknologi pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar di desa Sri Rahayu. Koordinasi ini bertujuan untuk membangun langkah-langkah apa saja kedepannya untuk kita lakukan dalam pengembangan teknologi tersebut kepada masyarakat setempat.

2. Persiapan Peralatan
Dalam melaksanakan kegiatan ini tentunya segala peralatan harus disiapkan dengan sebaik-baiknya agar dalam pelaksanaannya tidak ada halangan apapun. Adapun alat-alat yang harus disiapkan secara umum meliputi peralatan inti, bahan baku teknologi ini (dalam hal ini adalah plastik), serta peralatan
pendukung lainnya.

3. Pembuatan Alat.
Pembuatan alat ini ditujukan untuk warga kampung Sri Rahayu dengan tujuan agar masyarakat dapat dengan mandiri menghasilkan minyak dengan hasil yang lebih optimal dan keuntungan yang diperoleh juga semakin besar. Alat yang diadakan ini berupa destilator sederhana yang digunakan untuk merubah limbah plastik menjadi bahan bakar.

4. Uji Kerja
Setelah alat selesai dibuat, sebelum dipublikasikan tentunya kita harus menguji kinerja dari alat tersebut dan juga bahan bakar yang dihasilkannya pun harus turut diujikan. Adapun bagian-bagian dari tahap uji alat ini adalah

a. Uji Emisi
Uji emisi adalah menguji hasil gas buang yang dihasilkan bahan bakar dari proses ini agar kita mengetahui kadar gas apa saja yang terkandung di dalamnya.
b. Uji Residu
Uji residu adalah menguji endapan apa saja yang dihasilkan dari sisa proses pembuatan bahan bakar dari plastik tersebut.
c. Uji Efektifitas
Uji efektifitas disini dimaksudkan untuk menguji apakah bahan bakar yang dihasilkan lebih efektif dari bahan bakar fosil yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari

5. Sosialisasi
Setelah dilakukan uji alat dan telah didapatkan hasilnya, maka selanjutnya kami akan langsung mensosialisasikan hasil kerja kami, yaitu sebagai berikut:

a. Sosialisasi Alat
Sosialisasi ini dilakukan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat tentang alat yang digunakan dalam pembuatan minyak dari limbah plastik. Dalam kegiatan ini akan dijelaskan mengenai deskripsi dan fungsi dari setiap bagian alat tersebut, sehingga masyarakat dapat memahami dan menggunakan alat tersebut secara mandiri.
b. Sosialisasi Clean Energy
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang energi yang ramah lingkungan. Hal tersebut akan dijelaskan berdasarkan konsep clean energy, dengan harapan masyarakat akan lebih memahami tentang energi alternatif.
c. Sosialisasi Komunitas Sampah
Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan menjelaskan kepada masyarakat tentang manajemen pengolahan sampah. Hal-hal yang akan dikaji berupa masalah sampah dan cara menyelesaikannya, dan juga mengenai manfaat yang diperoleh apabila masyarakat dapat mengatasi masalah sampah terutama sampah plastik.

6. Evaluasi Program
Evaluasi program diadakan setiap program selesai dilaksanakan. Hal ini untuk menilai keberhasilan program dan perbaikan program selanjutnya. Rapat diadakan setiap program akan dilaksanakan. Adapun pembimbing yang membimbing/memberikan masukan program ada dari dosen pendamping dan Pak Musafa sebagai praktisi pendamping.

7. Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan job desk management dan data/hasil yang dilaporkan harus sesuai dengan pelaksanaan. Laporan kegiatan ini dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan yang akan dinilai dari dosen pembimbing dan Pak Musafa serta persiapan untuk pembuatan laporan akhir PKM-M.


BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

A.  Biaya Pengabdian
            Biaya yang dibutuhkan dalam pengabdian meliputi:
No
Jenis Pengeluaran
Biaya
1
Peralatan penunjang (15-25%).
Rp 6.074.000,-
2
Bahan habis pakai (20-35%).
Rp 1.672.000,-
3
Perjalanan (15-25%).
Rp    750.000,-
4
Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan dan lainnya (15%).
Rp 1.495.000,-
Jumlah
Rp 9.991.000,-
B.  Jadwal Pengabdian
Jadwal program pengabdian ini dilaksanakan dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
No
Kegiatan
Minggu
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
 Persiapan

1.
Koordinasi dengan mitra
















2.
Persiapan Alat dan Bahan
















Pelaksanaan

1.
Pembuatan Alat
















2.
Uji Kerja Alat
















3.
Sosialisasi Energi Alterntif
















4.
Sosialisasi Alat
















5.
Sosialisasi DME
















6.
Sosialisasi Komunitas Sampah
















Monitoring Dan Evaluasi

1.
Evaluasi Kegiatan
















2.
Pengawasan pelaksanaan
















Penyusunan Laporan

1.
Analisis Data
















2.
Menyusun draft laporan
















3.
Perbaikan Laporan 1
















4.
Penggandaan Laporan Akhir
















5.
Pengiriman Laporan



















DAFTAR PUSTAKA

Ali, Munawar, dan Aprian Ramadhan P. Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Minyak Menggunakan Proses Pirolisis, Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1.
Daryoso,  K.,  Wahyuni,  S.  dan Saputro, S.H., 2012,  Uji  Aktivitas  Katalis  NiMo/Zeolit  pada  Reaksi  HidrorengkahFraksi  Sampah  Plastik  (Polietilen), Indonesian  Journal  of  Chemical Science  1  (1),  Universitas  Negeri Semarang.

Ditjen MIGAS. 2010. Data konsumsi bahan bakar masyarakat: Jakarta.

Ermawati, Rahyani. 2011. Konversi limbah Plastik Sebagai Sumber Energi Alternatif (Converting Of Plastik Waste As A Source Of Energy Alternative). Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Peindustrian. Jurnal Riset Industri Vol. V, No. 3, Hal. 257-263.
Kadir. (2012). Kajian Pemanfaatan Sampah Plastik Sebagai Sumber Bahan Bakar Cair. Fakultas Teknik Universitas Haluoleo: Kendari.
Sahwan,  F.L.,  Martono,  D.H.,  Wahyono,  S., Wisoyodharmo,  L.A.,  2005,  Sistem Pengolahan  Limbah  Plastik  di Indonesia,  Jurnal  Teknik  Lingkungan BPPT 6 (1), halaman 311 – 318
Santoso, Joko. 2010. Uji Sifat Minyak Pirolisis dan Uji Peformasi Kompor Berbahan Bakar Minyak Pirolisis Dari Sampah Plastik. Fakultas Teknik universitas Sebelas Maret: Surakarta.
Sumantri, S. 2003.  Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Fakultas Psikologi Unpad: Bandung.
Surono, U, B. 2013. Berbagai Metode Konversi SampahplastikMenjadi Bahan Bakar Minyak. Fakultas Teknik Mesin Universitas Janabadra: Yogyakarta

Yuli Setyo Indartono, 2005, Krisis Energi di Indonesia : Mengapa dan Harus Bagaimana,Inovasi online vol. 5/XVII/September 2014. http://io.ppi-jepang.org/article.php?id=104


Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1.        Peralatan Penunjang
No
Material
Justifikasi Pemakaian
Kuantitas
Harga Satuan
Keterangan
1
Plat Stainless Steel
Kegiatan pembuatan Alat
3 Lembar
Rp 750.000,-
Rp 2.250.000,-
2
Pipa Stainless 2 inch
Kegiatan pembuatan Alat
12 Meter
Rp 50.000
Rp 600.000,-
3
Drum Bekas
Kegiatan pembuatan Alat
2 Buah
Rp 75.000,-
Rp150.000,-
4
Stop Kran Tembaga
Kegiatan pembuatan Alat
2 Buah
Rp 80.000,-
Rp 160.000,-
5
Pipa 5 inch
Kegiatan pembuatan Alat
3 Meter
Rp 75.000,-
Rp 225.000,-
SUB TOTAL
Rp 3.385.000,-

2.        Bahan Habis Pakai
No
Material
Justifikasi Pemakaian
Kuantitas
Harga Satuan (Rp)
Keterangan
1
Sampah Plastik
Bahan Baku
200 Kg
Rp 3.000,-
Rp 600.000,-
2
Kayu
Bahan Baku
3 m3
Rp 125.000,-
Rp 375.000,-
3
Semen
Kegiatan pembuatan Alat
2 Sak
Rp 70.000,-
Rp 140.000,-
4
Batu bata
Kegiatan pembuatan Alat
200 Buah
Rp 1.000,-
Rp 200.000,-
5
Oxygen
Kegiatan pembuatan Alat
1 Tabung
Rp 100.000,-
Rp 100.000,-
6
Acetilen
Kegiatan pembuatan Alat
1 Tabung
Rp 305.000,-
Rp 305.000,-
7
Besi Beton 13 mm
Kegiatan pembuatan Alat
1 staff
Rp 150.000,-
Rp 150.000,-
8
Jasa Rol Plat
Kegiatan pembuatan Alat
1 kali
Rp 300.000,-
Rp 300.000,-
9
Note Book
Alat Tulis
50 Buah
Rp 15.000,-
Rp. 750.000,-
10
Pulpen
Alat Tulis
50 Buah
Rp 2.000,-
Rp 100.000,-
11
Fotokopi Materi
Bahan materi
100 Bundel
Rp 5.000,-
Rp. 500.000,-
12
Spidol
Alat Tulis
6 Buah
Rp 10.000,-
Rp 60.000,-
13
Infocus
Sosialisasi
8 jam
Rp 30.000,-
Rp 240.000,-
SUB TOTAL
Rp 3.820.000,-

3.        Perjalanan
No
Material
Justifikasi Pemakaian
Kuantitas
Harga Satuan (Rp)
Keterangan
1
Perjalan Ke Lokasi
Untuk semua Kegiatan
20 kali
Rp 20.000,-
Rp 600.000,-
2
Perjalanan Di Purwokerto
Pembelian Alat dan Bahan
20 kali
Rp 20.000,-
Rp 600.000,-
3
Perjalanan Barang ke Lokasi
Mengantar Barang Ke Lokasi
3 kali
Rp 50.000,-
Rp 150.000,-
SUB TOTAL
Rp 1.350.000,-

4.        Lain-lain
No
Material
Justifikasi Pemakaian
Kuantitas
Harga Satuan (Rp)
Keterangan
1
Administrasi
Pengurusan Proposal
5 Kali
Rp 70.000,-
Rp 350.000,-
2
Publikasi
Publikasi Kegiatan
1 Kali
Rp 400.000,-
Rp 400.000,-
3
Seminar
Seminar Kegiatan
1 Kali
Rp 225.000,-
Rp 225.000,-
4
Laporan
Laporan Monev
2 kali
Rp 250.000,-
Rp 500.000,-
5
Dokumentasi
Dokumnetasi Kegiatan
20 kali
Rp. 10.000,-
Rp. 200.000,-
SUB TOTAL
Rp. 1.495.000,-
TOTAL
Rp 9.991.000,-


Lampiran 2. Susunan organisasi tim penyusun dan pembagian tugas
No
Nama / NIM
Program Studi
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu
Jam/minggu
Uraian Tugas
1
Ginanjar Eko Saputro
A1H012055
Teknik Pertanian
Teknologi Pertanian
±5 jam/minggu
Ketua kegiatan, mengkoordinasi setiap kegiatan pengabdian masyarakat. Bertanggung jawab atas setiap kegiatan pengabdian, dan pelaksanaan acara pengabdian.
2
Agita Rakhmawati
A1H012037
Teknik Pertanian
Teknologi Pertanian
±5 jam/minggu
Sekretaris dan Bendahara Kegiatan, bertanggungjawab mencatat seluruh aktivitas pengabdian pada Buku Catatan Harian Pengabdian (BCHP), catatan keuangan serta surat menyurat, dan pembukuan lainnya
3
Arifin Budi Purnomo
A1C012025
Agribisnis
Pertanian
±5 jam/minggu
Hubungan Masyarakat, bertanggung jawab dalam membentuk relasi internal maupun eksternal dalam kegiatan pengabdian
4
Budi Dharmala Saputra
H1E013032
Fisika
MIPA
±5 jam/minggu
Publikasi Dokumentasi dan bertanggung jawab  atas setiap publikasi pengabdian (monev internal, eksternal, seminar dan lain-lain), mengabadikan setiap perkembangan pengabdian.
5
Rahmat Yulianto
A1H013047
Teknik Pertanian
Teknologi Pertanian
±5 jam/minggu
Perlengkapanbertanggung jawab  atasMenyediakan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pengabdian

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship