-->

CONTOH PROPOSAL PKM JUARA PIMNAS (1 MEDALI PERUNGGU PRESENTASI + 1 MEDALI PERUNGGU POSTER)


CONTOH PROPOSAL PKM JUARA PIMNAS (1 MEDALI PERUNGGU PRESENTASI + 1 MEDALI PERUNGGU POSTER)


USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


KIDS PRENEUR (KP), SOLUSI PENDIDIKAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI DAN KREATIF UNTUK ANAK JALANAN DIKAMPUNG SRI RAHAYU (KAMPUNG DAYAK), KARANGKLESEM, PURWOKERTO SELATAN

BIDANG KEGIATAN:
PKM-M


Diusulkan oleh:
                     Arifin Budi Purnomo    A1C012025    (2012)
                     Yuli Astuti                    A1M012019   (2012)
                     Fitriyatun Amiyah        A1M012045   (2012)
                     Muhammad I. S            G1F013042    (2013)
                     Abdul Charis                A1C010088    (2010)

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013




Abstrak :

Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak merupakan perkampungan yang terpinggirkan dan mayoritas  masyarakatnya penyandang permasalahan sosial, diantanya PSK, waria, pengamen, pengangguran, pengemis dan anak jalanan. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat pendidikan, ekonomi dan budaya yang kurang mendukung. Kampung Dayak juga dikenal dengan sebutan perkampungan bagi anak jalanan. Hal ini dikarenakan banyaknya anak-anak yang memiliki profesi sebagai anak jalanan, pengamen dan pengemis. Jumlah anak halanan di perkampungan ini sebaganyak 200 anak dan hanya 20 persen saja yang bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar sampai lulus SD, sebagian mengalami putus sekolah atau drop out sehingga tidak sampai lulus SD, dan sisanya lagi tidak bersekolah sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan anak jalanan di kampung ini masih sangat rendah. Faktor utama yang menjadi penyebab terhambatnya proses pendidikan anak jalanan ini adalah kurangnya dukungan dan motivasi dari orang tua mereka serta kurang berjalannya program-program pemerintah setempat. Orang tua beranggapan pendidikan itu tidak penting dan yang terpenting adalah mencari uang dengan jalan mengamen atau meminta-minta. Kondisi seperti ini menjadikan mental anak jalanan semakin bersifat materialistik yang bergantung pada belas kasih orang lain. Dampak yang akan didapatkan pada anak-anak tersebut adalah tidak bisa hidup mandiri dan memiliki mental pengemis yang hanya mengandalkan belas kasih dari orang lain. Oleh karena itu diperlukan adanya upaya pendidikan untuk mengatasi krisis bagi anak-anak tersebut agar anak-anak bisa tumbuh mandiri, kreatif dan tidak tergantung kepada orang lain. Salah satu upaya metode pendidikan yang bisa ditempuh untuk mengatasi permasalahan pendidikan bagi anak jalanan tersebut adalah Kids Preneur (KD) upaya untuk membentuk jiwa mandiri dan kreatif pada anak-anak khusunya anak jalanan di Kampung Dayak. Adapun program dari KD  terdiri dari Kids Prenuer Leadership yang bertujuan untuk menumbuhkan dan menanamkan jiwa mandiri dan kreatif pada anak-anak. Kids Preneur Education bertujuan untuk memberikan edukasi berupa hardskiil terhadap anak-anak agar memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik. Kids Preneur Innovation bertujuan untuk memberikan pelatihan berupa softskiil supaya anak-anak dapat berpikir  kreatif terhadap kondisi lingkungan sekitar dan yang terakhir Kids Preneur Community yakni membentuk sebuah wadah bagi anak-anak di Kampung Sri Rahayu agar tetap bisa dimonitori dan memberikan wadah bagi anak-anak dan masyarakat untuk belajar berwirausaha. Metode pendidikan kids preneur sangat penting dan dibutuhkan bagi di Kampung Dayak anak-anak agar bisa tumbuh lebih mandiri, kreatif dan aktif. Adapun bagi masyarakat agar bisa mewujudkan budaya mandiri dan membuka mindset akan pentingnya pendidikan dan keterampilan.

Kata Kunci : Kids Preneur, Anak Jalanan, Kampung Dayak

BAB I. PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
     Menurut UUD Pasal 9 ayat (1) UU No. 23  tahun  2002  tentang  perlindungan  anak  menyebutkan;  “Setiap  anak  berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan  tingkat  kecerdasannya  sesuai  dengan  minat  dan  bakatnya”. Anak jalanan di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Karangklesem, Purwokerto Selatan memiliki permasalahan sosial yang sangat kompleks dan tingkat pendidikan mereka masih rendah. Anak-anak ini sebagian besar berprofesi mengikuti jejak orang tuanya secara turun temurun. Sejak kecil anak-anak ini sudah diajarkan orang tuanya untuk mencari uang sebagai anak jalanan dengan cara menjadi pengamen maupun pengemis. Padahal seharusnya usia anak-anak adalah masa-masa untuk mendapatkan pendidikan dasar, bermain, bersenang-senang, dan bersuka ria. Faktor utama yang menjadi penyebab terhambatnya proses pendidikan anak jalanan ini adalah kurangnya dukungan dan motivasi dari orang tua mereka. Orang tua beranggapan pendidikan itu tidak penting dan yang terpenting adalah mencari uang dengan jalan mengamen atau meminta-minta. Hal membentuk karakter anak menjadi pemalas, putus asa, sulit berpikir, minta-minta, nakal dan sebagainya.
Tabel 1. Perkembangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Banyumas Tahun 2006-2009
No
Jenis Masalah Kesejahteraan Sosial
Tahun
2006
2007
2008
2009
1
Anak Jalanan
368
347
144
369
2
Gelandangan dan pengemis
204
398
442
454
3
Fakir Miskin
247.535
95.123
106.445
115.597
4
Balita Terlantar
1.185
1.215
987
844
5
Anak Terlantar
2.238
2.350
2.450
1.762
6
Yatim/Piatu
414
532
-
545
7
Jumlah Pekerja Sosial (PSK)
313
350
266
316
8
Jumlah Penderita HIV/AIDS
63/24
60/27
70/19
102/33

Sumber : Kabupaten Banyumas Dalam Angka Tahun 2009 (SIPD Kabupaten Banyumas Tahun, 2010).
                  Anak jalanan di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Karangklesem, Purwokerto Selatan memiliki permasalahan sosial yang sangat kompleks dan tingkat pendidikan mereka masih rendah. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Musyafa (Pembina Yayasan Sri Rahayu), anak jalanan di Kampung Sri Rahayu berjumlah sekitar 200 anak yang berusia 2 tahun sampai 17 tahun. Jumlah ini berubah-ubah dan cenderung mengalami peningkatan karena adanya anak jalanan yang merupakan pendatang dari kota maupun daerah lain. Anak jalanan di kampung ini terbagi atas dua macam, yaitu anak jalanan yang turun di jalan (pengamen) dan anak jalan yang tidak turun ke jalan (masih bisa bersekolah). Anak jalanan yang turun ke jalan (pengamen) jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak turun ke jalan. Dari jumlah 200 anak jalanan yang ada, hanya 20 persen saja (20 anak) yang bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar sampai lulus SD, 60 anak mengalami putus sekolah atau drop out sehingga tidak sampai lulus SD, dan sisanya adalah tidak bersekolah sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan anak jalanan masih sangat rendah. Faktor utama yang menjadi penyebab terhambatnya proses pendidikan anak jalanan ini adalah kurangnya dukungan dan motivasi dari orang tua mereka. Orang tua beranggapan pendidikan itu tidak penting dan yang terpenting adalah mencari uang dengan jalan mengamen atau meminta-minta. Pak Musyafa menambahkan bahwa orang tua mereka hanya berperan sebagai orang tua biologis (yang melahirkan anaknya) saja, akan tetapi orang tua tersebut secara psikis atau kejiwaan tidak merasa memiliki dan membina anak mereka.
Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk dapat merubah dan membuka mindset orang tua dan anak-anak akan pentingnya pendidikan untuk kehidupan mereka. Kids Preneur (KP) merupakan solusi upaya pendidikan berbasis kewirausaan bagi anak-anak jalanan di Kampung Sri Rahayu untuk menumbuhkan karakter pribadi yang lebih mandiri, kreatif, tanggungn jawab dan pintar. Kids Preneur suatu metode pendidikan in formal bagi anak jalanan untuk dapat merubah pola sikap dan fikiran mereka. Dalam peneratapan metode KP ini ada empat program unggulan yang akan di lakukan yang tujuannya agar anak-anak bisa merasakan pentingnya pendidikan untuk kehidupan pribadinya. Selain itu dalam metode KP ini ingin menumbuhkan jiwa sosial, kreatif dan mandiri pada anak sehingga mereka bisa hidup tidak hanya dengan mengharapkan belas kasih dari orang lain.

B.   Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Bagaimana cara untuk mengatasi pendidikan anak jalanan di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Karangklesem, Purwokerto Selatan?
2.      Bagaimana cara menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi anak jalanan yang efektif dan menyenangkan?
3.      Bagaimana konsep “Kids Preneur” dapat diterapkan sebagai pendidikan alternatif  pengembangan karakter mandiri dan kreatif bagi anak jalanan?
C.  Tujuan Program
Tujuan utama yang ingin dicapai melalui penyusunan karya tulis ini adalah membetuk karakter pribadi anak-anak menjadi pribadi mandiri dan kreatif sebagai bekal dimasa depan. Adapun tujuan lainnya adalah :
1.   Meningkatkan taraf pengetahuan dan keterampilanpada anak jalanan di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak) dan memberikan solusi alternatifnya.
2.   Meningkatkan jiwa peduli lingkungan dan kreatif bagi anak jalanan di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak).
3.   Menumbuhkan jiwa mandiri dan kreatif bagi anak-anak jalanan di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak)
D.  Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diambil dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi Anak Jalanan
Memberikan keterampilan dan informasi baru yang dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka dan memberikan pengarahan menjadi hidup yang mandiri dan kreatif.
2.      Bagi Orang Tua
Meningkatkan kepedulian akan pentinya dukungan, kepedulian orang tua bagi anak-anak untuk bisa bersekolah dan mendapatkan tambahahan keterampilan.
3.      Bagi Masyarakat
Membangun budaya hidup sehat, kreatif dan mandiri agar selama hidupnya tidak  tergantung terhadap belas kasih orang lain.
4.      Bagi Pemerintan
Memberikan informasi dan solusi cara penganggulanagn anak jalanan khususnya di Kampung Sri Rahayu.

E.  Luaran yang Diharapkan
            Adapun harapan besar dari program kids preneur ini agar anak-anak di Kampung Sri Rahayu memiliki karakter yang mandiri dan kreatif, agar tidak bergantung terhadap orang lain dan tumbuhnya motivasi untuk belajar baik di sekolah formal atau non formal agar memiliki masa depan yang lebih baik.

F. Kegunanan Program
1.         Kids Preneur sebagai pusat studi dan inforamsi bagi anak-anak jalanan di Kampung Sri Rahyau
2.         Menumbuhkan karakter pribadi mandiri dan kreatif bagi anak jalanan di Kampung Sri Rahayu
3.         Menumbuhkan rasa peduli lingkungan di sekitar Kampung Sri Rahayu
4.         Menumbuhkan motivas terhadap anak jalanan untuk tetap belajar
5.         Mengurangi mental pengemis/bergantung kepada orang lain
6.    Mengembangkan Ponpes Tombok Ati sebagai sarana edukasi dan religius bagi anak jalanan di Kampung Sri Rahayu



BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak), Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas merupakan sebuah kampung dengan mayoritas masyarakatnya adalah penyandang masalah kesejahteraan sosial yang sangat kompleks, lingkungannya kumuh, ekonomi lemah, dan tingkat pendidikan yang sangat minim sehingga berakibat pada moralitas yang sangat rendah. Mayoritas masyarakatnya berprofesi kurang layak, kurang terhormat, dan sebagian berprofesi di luar norma susila dan agama. Secara fisik lingkungan kampung ini terlihat kumuh dan kurang teratur, kondisi MCK yang kurang layak, serta kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Secara sosial dan ekonomi masyarakatnya berada di garis perekonomian lemah dan tergolong masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti pengamen, anak jalanan, pengemis, PSK, waria, dan pengangguran.
Anak-anak di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak) sebagian besar berprofesi mengikuti jejak orang tuanya secara turun temurun. Sejak kecil anak-anak ini sudah diajarkan orang tuanya untuk mencari uang sebagai anak jalanan dengan cara menjadi pengamen maupun pengemis. Padahal seharusnya usia anak-anak adalah masa-masa untuk mendapatkan pendidikan dasar, bermain, bersenang-senang, dan bersuka ria. Akan tetapi orang tua mereka menganggap pendidikan itu tidak begitu penting, karena dianggap pendidikan itu hanya akan menghabiskan uang semata sedangkan mencari uang itulah yang lebih penting. Kondisi seperti ini menjadikan mental anak jalanan semakin bersifat materialistik, yang bergantung pada orang lain. Kurangnya dukungan dan motivasi dari orang tua bagi anaknya merupakan faktor utama terhambatnya pendidikan bagi anak jalanan. Selain itu dipengaruhi juga oleh lingkungan tempat tinggal, teman, dan kondisi masyarakat sekitarnya. Mahalnya biaya pendidikan juga menjadi penghambat bagi anak jalanan untuk bersekolah, karena kondisi ekonomi mereka yang kurang mencukupi.
Permasalahan anak jalanan di kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak) sangat kompleks. Identifikasi masalah dari permasalahan tersebut meliputi: kurangnya pendidikan bagi anak jalanan, kurangnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan, serta kurangnya dukungan dan perhatian dari masyarakat sekitar tentang pendidikan. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk mengatasi krisis pendidikan bagi anak-anak jalanan tersebut. Salah satu upaya yang bisa ditempuh untuk mengatasi permasalahan pendidikan bagi anak jalanan tersebut adalah membentuk sebuah wadah pendidikan nonformal berupa bimbel (bimbingan belajar) secara khusus. Selama ini konsep bimbel yang banyak berkembang dan dilaksanakan oleh lembaga-lembaga atau instansi terkait biayanya cukup mahal dan pastinya tidak bisa dijangkau oleh kalangan ekonomi lemah.Selain itu faktor lain yang menjadi penyebab rendahnya tingkat pendidikan anak jalanan di Kampung Sri Rahayu (Kampung Dayak) adalah karena faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, masyarakat sekitar dan lingkungan tempat tinggal mereka. Pengaruh teman sebaya terutama teman yang sering turun ke jalan (pengamen) sangat mempengaruhi hidupnya karena diajak untuk ikut menikmati dunia pengamen saja dengan alasan bisa menghasilkan uang. Sekali ikut ajakan teman untuk turun ke jalan untuk mengamen maka secara psikologis anak tersebut akan ketagihan untuk terus tetap mengamen. Pengaruh masyarakat sekitar adalah kondisi masyarakat yang bermacam-macam status sosial rendah seperti PSK, waria, gelandangan, dan pengangguran lainnya.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

            Menurut Battistich (2008) tujuan pendidikan karakter adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. Begitu tumbuh dengan karakter yang baik, anak-anak akan tumbuh dengan kapasitas dan komitmennya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik, melakukan segalanya dengan benar, dan cenderung memiliki tujuan hidup. Kids preneur adalah salah satu sekolah informal yang memiliki sistem pembelajaran pendidika karakter anak. Dalam metode pembelajaran KP didominasi pola sikap daripada pola fikir siswa terhadap suatu permasahan yang dihadapi oleh siswa. Sehingga siswa akan cenderung berpikir untuk dapat menyelesaikan permasalahn tersebut. Materi yang didapat oleh siswa akan langsung bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya sehingga siswa bisa langsung mempraktikan dilapangan. Adapun program khusus dari metode belajar KP ada empat yakni :

A.    Skema program Kids Preneurselama empat bulan :



Gamba 1. Skema program Kids Prenuer


1.                  Kids Preneur Leadership
       Pada program memiliki tujuan untuk menumbuhkan dan membentuk jiwa tanggung jawab dan mandiri pada siswa, sehingga siswa bisa tumbuh sebagai pemimpin. Program ini berisi materi motivasi, tanggung jawab dan games edukasi yang dapat menumbuhkan karakter asli anak-anak. Sehingga pengajar dapat mengetahui karakter pribadi setiap anak dan akan lebih mudah untuk dibimbing agar bisa menumbuhkan karakter mandiri pada anak.
2.                  Kids Prenenur Educative
       Pada program kedua ini peserta akan diberikan materi tentang pelajaran seperti halnya sekolah formal. Akan tetapi dalam program ini cara penyampaian yang akan diberikan kepada siswa berbeda seperti halnya sekolah formal. Dalam proses pembelajaran porgram ini anak-anak akan lebih santai, nyaman dan berpikir. Materi yang akan disampaikan tidak banyak, tidak menghafal akan tetapi langsung apilkatif kehidupan mereka. Perlu media alat untuk dapat merangsang daya fikir mereka sehingga dapat membentuk pola fikir mereka.
3.                  Kids Prenenur Innovation
       Pada program ini anak-anak akan dipelajari bagaimana cara memanfaatkan sesuatau barang yang tidak berguna menjadi barang yang berguna misalnya botol bekas bisa dijadikan vas bunga, mobil-mobilan, kerajinan tangan dan sebagainya. Setelah diberikan dua program makan ilmu yang akan didapatkan si akan bisa langsung diaplikasi dalam program ini, sehingga menjadikan karakter si anak lebih kreatif dan mandiri dalam menyelesaikan suatu masalah.
4.                  Kids Preneur Community
Program terakhir dari KP ini yakni akan dibentuknya suatu wadah/perkumpulan bagi alumni KP sehingga peserta didik bisa tetap dimonitori pengajar. Tujuan dari program ini yakni agar program KPC bisa ditindak lanjuti dan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempet, khususnya di Kampung Sri Rahayau. Sehingga ilmu yang diberkan tidak cepat hilang dan anak-anak kembali ke masa lalunya. Adapun pengajar utama dari KP ini yakni mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman. Menurut hasil kuisioner yang kami bagikan secara randow kepada elemen masyarakat di Kampung Sri Rahayu tentang perlu program Kids Prenenur. Membutuktikan bahwa dari 10 responden yang kami berikan secara acak khsusunya bagi anak-anak di Kampung Sri Rahayu setuju akan perlunya prigram Kids Prenuer bagi meraka untuk memberikan solusi alternatif pendidikan non formal bagi anak-anak khsusunya anak jalanan. Teknik yang kami akan laksakan sudah terlampir didalam lampiran. Setelah empat hari tersebut selesai makan akan dilanjutkan dengan sekolah non-formal selama empat bulan. Jadwal susunan acara terlampir dilampiran.

B.     Teknik yang dipakai dalam program Kids Preneur :



Gambar 2. Teknik prgram Kids Preneur

Keterangan teknik pelaksanaan :
1.        Persiapan Program
Dalam persiapan pelaksaan Kids Preneur menegemen harus sudah mempersiapkan kebutuhan dan perlengkapan yang akan digunakan untuk pelaksanaan program diantaranya :

A.    Survei Lokasi :
Survei tempat untuk kegiatan, sasaran peserta, survei ke Pondok Tombo Ati, memberikan informasi kepada warga di Kampung Sri Rahayu, ijin ke RT, RW dan Kepala Desa di Kampung Sri Rahayu.
B.     Perlengkapan :
Bahan-bahan yang sudah terlapir harus disiapkan sebelum hari pelaksaan. Setiap akan melaksanakan program harus ada rapat dan evaluasi diakhir kegiatan setiap program. Agar setiap kegiatan yang dilaksakan semakain mengalami perbaikan dan peningkatan.
2.                  Pelaksanaan Program
Dalam pelaksaan program Kids Preneur terdiri dari empat program unggulan yang telah dijelaskan diatas. Adapun program Kids Preneur Community akan dilanjutkan dengan program bimbingan setiap minggu. Managemen akan mengisi acara rutin setiap akhir pekan agar anak-anak bisa di monitoring dan ilmu yang didapatkan bisa langsung diaplikasikan. Untuk kelanjutan program Kids Preneur Community sudah terlampir dilampiran.
3.                  Evaluasi Program
Evaluasi program diadakan setiap program selesai dilaksanakan. Hal ini untuk menilai keberhasilan program dan perbaikan program selanjutnya. Rapat diadakan setiap program akan dilaksanakan. Adapun pembimbing yang membimbing/memberikan masukan program ada dari dosen pendamping dan pak Mustofa (pemilik Ponpes Tombo Ati).
4.                  Laporan kegiatan
Laporan kegiatan dilaksakan sesuai dengan job desk managemen dan data/hasil yang dilaporkan harus sesuai dengan pelaksanaan. Laporan kegiatan ini dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan yang akan dinilai dari dosen pembimbing dan pak Mustofa serta persiapan untuk pembuatan laporan akhir PKM-M.


BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
Biaya Pengabdian
            Biaya yang dibutuhkan dalam pengabdian ini meliputi :
No
Jenis Pengeluaran
Biaya (Rp)
1
Peralatan penunjang
Rp.  2.305.000
2
Bahan habis pakai
Rp.  4.124.500
3
Perjalanan
Rp.  1.900.000
4
Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan, sewa laboratorium, dan dokumentasi
Rp.  1.675.000
Jumlah
Rp.  10.004.500
Keterangan: justifikasi anggaran dana terlampir.

  4.2.    Rundown Acara Pengabdian
            Rundown Program Kids Prenenur 2013 untuk 4 bulan kedepan

Bulan Ke-
Kegiatan
Minggu Ke-1
Minggu Ke-2
Minggu Ke-3
Minggu Ke-4
Pendidikan
Kreatifitas
Kerohanian
Pembentukan Karakter
Bulan Ke-1
Membaca
Pembuatan Mading
Kajian
Team Work
Bulan Ke-2
Berhitung
Membuat vas bunga+bunga
Belajar Sholat
Nonton bareng
Bulan Ke-3
Menulis
Membuat Kaligrafi
Belajar Mengaji
Games edukatif
Bulan Ke-4
Menggambar
Menghias Makanan
Hafalan Surat Pendek
Outbond Ringan

4.3.   Jadwal Pengabdian
Jadwal program pengabdian ini dilaksanakan dengan rincian kegiatan sebagai berikut

N
O
Kegiatan
Waktu Pelaksanaan (Bulan Ke-)
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Pendidikan :

















Membaca
















Berhitung

















Menulis

















Menggambar
















 2
Kreatifitas :

















Pembuatan Mading
















Membuat vas bunga+bunga

















Membuat kaligrafi

















Menghias Makanan
















 3
Kerohanian :

















Kajian
















Belajar Sholat

















Belajar Mengaji

















Hafalan Surat Pendek
















 4
Pembentukan Karakter :

















Team Work
















Nonton Bareng

















Games Edukatif

















Outbond Ringan



















DAFTAR PUSTAKA
Battistich, V. 2007. Character Education, Prevention, and Positive Youth Development. Illinois: University of Missouri, St. Louis..
Muttaqien, Imam  dari  judul  Basics  of  Qualitative  Research:  Grounded
Miles, M.B. & Huberman, A. M. 2007. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang
Strauss, A. & Corbin, J. (2009). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah dan Teknik-teknik  Teoritisasi  Data.  Terjemahan  oleh  Muhammad  Shodiq  dan Theory Procedures and Techniques. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 
Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Camellia, F. 1999. Fungsi Keluarga Bagi Anak Jalanan di Perkotaan: Studi Kasus Anak-Anak Jalanan di Sekolah Binaan YNDN, Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Skripsi. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian IPB, Bogor (Tidak dipublikasikan)
Farrid, M. 1997. Pekerja Anak, Upaya Implementasi Konvensi Hak Anak di Indonesia dan Konvensi ILO (No. 138). Akatiga, Bandung
Suhartini, T. dan Panjaitan, N.K. 2009. Strategi Bertahan Hidup Anak Jalanan: Kasus Anak Jalanan di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sodality, Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia. IPB, Bogor. 3 (2): 215-230
Thamrin, T. 1996. Dehumanisasi Anak Jalanan: “Berbagai Pengalaman Pemberdayaan”. Akatiga, Bandung.



 Lampiran 1. Justifikasi anggran biaya


Lampiran 2
SUSUNAN ORGANISASI TIM PENELITI DAN PEMBAGIAN TUGAS
NO
NAMA / NIM
PROGRAM STUDI
BIDANG ILMU
ALOKASI WAKTU
URAIAN TUGAS
JAM /MINGGU
1
Arifin Budi Purnomo
Agribisnis
Sosial Ekonomi Pertanian
±5 jam / minggu
Ketua Kegiatan, mengkoordinasi setiap kegiatan pengabdian masyarakat. Bertanggung jawab atas setiap kegiatan pengabdian, dan pelaksanaan acara pengabdian.
2
Yuli Astuti
Ilmu dan Teknologi Pangan
Teknologi Pertanian
±5 jam / minggu
Sekretaris dan Bendahara kegiatan Kegiatan,
bertanggung jawab mencatat seluruh aktifitas pengabdian pada Buku Catatan Harian Pengabdian (BCHP), catatan keuangan serta surat menyurat, dan pembukuan lainnya.
3
Fitriyatun Amiyah
Ilmu dan Teknologi Pangan
Teknologi Pertanian
±5 jam / minggu
Sie Acara,
bertanggung jawab membuat jadwal acara, mengkoordinir teknis acara, serta mengisi dan memimpin segala jenis jalannya acara .



4
Abdul Charis
Agribisnis
Sosial Ekonomi Pertanian
±5 jam / minggu
Hubungan masyarakat,
bertanggung jawab dalam membentuk relasi internal maupun eksternal dalam kegiatan pengabdian.
5
Muhammad Imaduddin Siddiq
Farmasi
FKIK
5 jam / minggu
Publikasi, Dokumentasi, dan Perlengkapan
bertanggung jawab atas setiap publikasi pengabdian (monev internal, eksternal, seminar dan lain-lain), mengabadikan setiap perkembangan pengabdian. Menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pengapdian



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship