-->

CONTOH PROPOSAL PMW (PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA) / Inovasi Kemeja Batik untuk Para Arjuna Masa Kini


PROPOSAL
PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA








ARDJOENA BATIK:
Inovasi Kemeja Batik untuk Para Arjuna Masa Kini



Oleh:
Arifin Budi Purnomo              (A1C012025)
Mugi Mustakim                       (A1C013030)
Ahmad Ihlas Nurkarim            (C0A014036)








UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2015








LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL

1.
Judul Usaha
:
ARDJOENA BATIK: Inovasi Kemeja Batik untuk Para Arjuna Masa Kini
2.
Ketua Pelaksana



a.   Nama lengkap
:
Arifin Budi Purnomo

b.   NIM
:
A1C012025

c.   Semester
:
6

d.   Jurusan/Prodi
:
Sosek. Pertanian/Agribisnis

e.   Fakultas
:
Pertanian

f.    Alamat kos
:
Asrama Pesantren Mahasiswa Mafaza, Jl. H. Madrani, Kel. Grendeng, Purwokerto Utara

g.   Alamat asal
:
Gesingan, Bukalan, Sukoharjo, Jawa Tengah

h.   No. Telepon
:
08975040033
3.
Pembimbing



a.   Nama lengkap
:
Ir. Bambang Sumanto, M.Sc.

b.   NIP
:
19590307 198601 1 001

c.   Pangkat/Gol.
:
III C

d.   Jabatan
:
Lektor

e.   Jurusan/Prodi
:
Sosek. Pertanian / Agribisnis

f.    Fakultas
:
Pertanian

g.   No. Telepon
:
081542957807
4.
Jumlah Anggota
:
2
5.
Rencana Biaya



a.    PMW
:
Rp. 7.394.300,-

b.   Sumber Lain
:
-

c.    Total
:
Rp. 7.394.300,-
6.
Jangka Waktu Pelaksanaan
:
3 bulan
7.
Lokasi Usaha
:
Jl. H. Madrani, Kel. Grendeng, Purwokerto


Menyetujui,

Purwokerto,  Mei 2015
Dosen Pembimbing




Ir. Bambang Sumanto, M.Sc.
NIP. 19590307 198601 1 001

Ketua Tim




Arifin Budi Purnomo
NIM. A1C012025

Menyetujui
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan
dan Alumni Fakultas Pertanian





Dr. Ir. Siswantoro, M.P.
NIP. 19600401 198702 1 001







 


FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA PMW TAHUN 2015
1.
Nama Usaha
:
ARDJOENA BATIK: Inovasi Kemeja Batik untuk Para Arjuna Masa Kini.
2.
Bidang Usaha
:
Industri Konveksi
3.
Alamat Usaha
:
Jl. H. Madrani, Kel. Grendeng, Purwokerto Utara
4.
Nama/NIM/PS/ Fak.  dan No. HP Ketua Kelompok
:
Arifin Budi Purnomo / A1C012025 / Pertanian             08975040033
5.
Nama/NIM/PS/Fak.  dan HP Anggota Kelompok
:
a.    Mugi Mustakim / A1C013030 / Pertanian 087804445933


:
b.    Ahmad Ihlas Nurkarim / C0A014036 / Ekonomi  089640065929
Dengan ini menyatakan diri untuk mengikuti program PMW Tahun 2015

Purwokerto,  Mei 2015
Yang membuat pernyataan
Nama terang                                                                            Tanda Tangan
1.    Arifin Budi Purnomo                                                         …………………
2.    Mugi Mustakim                                                                  …………………
3.    Ahmad Ihlas Nurkarim                                                      …………………




BAB I. PENDAHULUAN
A.      Judul
ARDJOENA BATIK: Inovasi Kemeja Batik untuk Para Arjuna Masa Kini.
B.       Analisis Situasi
Batik merupakan warisan budaya nasional asli bangsa Indonesia yang banyak dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat bahkan hingga ke manca negara. Kini, batik sudah diakui secara internasional sebagai warisan budaya Indonesia (UNESCO 2011). Selain sebagai karya kreatif yang sudah berkembang sejak jaman dahulu, batik kini mulai berkembang sebagai hasil seni budaya yang menjadi sumber kehidupan perekonomian masyarakat di berbagai daerah. Perkembangan batik dari waktu ke waktu semakin merambah pada berbagai sektor usaha industri. Saat ini batik bukan hanya pada sektor industri, tetapi sudah merambah di sektor konveksi.
Kebutuhan akan sandang merupakan kebutuhan primer setiap orang yang harus dipenuhi. Apabila dilihat dari tahun ke tahun, permintaan dari produk sandang senantiasa mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan selain karena bertambahnya jumlah penduduk juga diikuti oleh berkembangnya minat serta selera konsumen dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak dipungkiri akhir-akhir ini mulai banyak berkembang industri-industri yang menyediakan produk sandang dengan berbagai variasi model, bentuk dan warna yang variatif.
Purwokerto merupakan salah satu kota di daerah Banyumas dengan tingkat perkembangan ekonomi yang cukup tinggi. Kondisi ini didukung dengan banyaknya masyarakat pendatang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang berdatangan mulai dari para pebisnis, warga pindah dan domisili, para pejabat, hingga kalangan mahasiswa. Berbagai kalangan dan ras masyarakat tersebut telah bercampur baur dalam sistem kemasyarakatan yang sangat beragam kebutuhan dan keinginannya. Selain itu mayoritas dari penduduk kota ini dikenal sebagai masyarakat yang memiki daya beli relatif tinggi serta gaya hidup yang cukup konsumtif. Melihat dari beragamnya komponen dan kondisi masyarakat yang berbaur tersebut menjadikan sebuah target pasar potensial dalam dunia bisnis.
Bisnis konveksi khususnya di bidang sandang atau pakaian mulai banyak berdiri di kota Purwokerto. Tak dipungkiri telah banyak toko-toko pakaian, ruko, serta mall berdiri di berbagai sudut kota dengan beragam warna, corak, serta ciri khas yang berbeda. Mulai dari toko pakaian yang mengangkat tema islami, toko pakaian muslimah, toko pakaian bergaya barat hingga gaya korea telah mewabah di kota Satria. Bila dilihat perkembangannya, tren yang muncul senantiasa mengalami perkembangan pada tiap tahunnya. Namun satu hal yang kurang atau bahkan belum menjadi tren terutama dikalangan mayoritas pemuda adalah tren mengenakan batik pada pakaiannya. Masih belum banyak pemuda pada zaman sekarang yang bangga mengenakan kemeja atau pakaian batik sebagai bentuk upaya melestarikan budaya bangsa.
Salah satu hal yang menjadi penyebab kurang tertariknya generasi muda untuk mengenakan batik adalah kesan bahwa pakaian batik hanya digunakan untuk acara-acara tertentu saja. Selain itu, corak dan model pakaian batik yang ada saat ini cenderung biasa saja serta belum terdapat banyak inovasi menjadi pakaian batik yang lebih menarik, modern serta elegan dengan kombinasi kain-kain lainya. Disisi lain kelemahan kemeja batik yang ada adalah kemeja batik dengan bahan kain katun. Bahan kain katun ini dikenal sebagai bahan yang halus, namun sangat mudah kusut serta luntur warnanya manakala selesai dicuci. Kondisi ini semakin menyebabkan kurang minatnya konsumen membeli batik.

Berbagai permasalahan diatas menjadi peluang tersendiri untuk memunculkan inovasi kemeja batik kombinasi dengan model kemeja masa kini serta inovasi batik dengan jenis kain yang tidak mudah kusut maupun luntur saat dicuci. Selain hemat waktu dan tenaga, adanya inonasi “ARDJOENA BATIK” ini juga mendukung gerakan hemat energi karena tidak perlu menyetrika baju batik karena tidak kusut selepas dicuci. Adanya inovasi usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” diharapkan mampu menjadi solusi serta memunculkan tren baru di dunia bisnis konveksi. Kondisi pasar yang menuntut mobilitas tinggi dalam aktivitas sangat cocok bilamana menggunakan “ARDJOENA BATIK”. Batik modern, elegan, praktis, ekonomis serta ramah lingkungan dengan tetap mengusung tema melestarikan budaya bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.


C.      Perumusan Masalah
Perumusan masalah dari proposal rencana bisnis (business plan) ini adalah:
1.      Menciptakan suatu produk inovasi di bidang konveksi batik (elegan dan praktis) untuk kalangan muda dan masyarakat masa kini.
2.      Membangun usaha konveksi kemeja batik dengan menghasilkan produk yang berkualitas namun harga yang terjangkau.
3.      Menyiptakan tren khususnya kalangan muda dan masyarakat masa kini untuk kembali mencintai batik dikehidupan sehari-hari.
Permasalahan yang akan dihadapi dalam pengelolaan usaha ini adalah:
1.      Kesulitan dalam menentukan model inovasi kemeja batik yang benar-benar ditunggu dan disukai oleh konsumen
2.      Kemungkinan permasalahan produksi yang masih dalam skali kecil serta kesinambungan produksi dari waktu ke waktu
3.      Kesulitan bersaing dengan industri konveksi lain yang lebih berpengalaman dan memiliki pelanggan setia.
Solusi tindakan untuk mengatasi permasalahan:
1.      Merumuskan inovasi model yang didasarkan atas survei minat konsumen khususnya konsumen yang berjiwa muda.
2.      Mencoba untuk menjalin jaringan kerjasama konveksi untuk memperbesar skala usaha.
3.      Menghadapi persaingan dengan menggunakan keunggulan produk “ARDJOENA BATIK” serta cara promosi yang tidak digunakan oleh kompetitor. Selain itu kemasan inovatif yang belum ada sebelumnya menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan dengan kompetitor.
D.      Tujuan
Tujuan dari usaha ini adalah :
1.    Terlatihnya jiwa kepemimpinan, manajemen, serta penerapan fungsi organisasi melalui kegiatan usaha inovatif di bidang bisnis konveksi batik.
2.    Peningkatan kemampuan menangkap peluang bisnis, meningkatkan skill berwirausaha demi tercapainya kemandirian finasial.
3.    Membuka lapangan kerja bagi masyarakat melalui program pemberdayaan serta pembinaan melalui bentuk kerjasama dalam berwirausaha.
4.    Berkontribusi dalam meningkatkan melestarikan budaya bangsa, meningkatkan pendapatan daerah, serta taraf ekonomi masyarakat dengan adanya unit-unit usaha UMKM dengan memanfaatkan potensi dan peluang yang tersedia.
E.       Luaran
Luaran yang diharapkan dari adanya usaha inovasi kemeja batik ini adalah terciptanya sebuah produk dan tren dalam masyarakat khususnya jiwa muda dalam menggunakan produk batik dalam kegiatan sehari-harinya. Sehingga produk kemaja batik hasil inovasi ini dapat lestari di berbagai kalangan masyarakat secara luas.
F.       Kegunaan
Berbagai kegunaan dari adanya usaha inovasi kemeja batik ini antara lain:
1.    Ekonomi :
Usaha konveksi ini meningkatkan nilai ekonomi suatu barang yakni dari yang semula hanya kain batik yang dijual secara kiloan (harga murah) menjadi kemeja batik yang dilakukan inovasi seperti kombinasi warna dan corak dengan kain lainya. Dengan adanya itu, hasil kemeja batik ini dijual dengan harga yang lebih mahal dari sebelumnya. Peningkatan nilai dan harga inilah yang menjadi sumber tambahan penghasilan, serta bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang bekerjasama bersama kami.
2.    Sosial :
Salah satu upaya kami untuk mengurangi masalah pengangguran dengan mempekerjakan orang yang membutuhkan pekerja. Usaha konveksi kami adalah usaha memberdayakan warga dengan cara bekerjasama menghasilkan inovasi kemeja batik. Kami melakukan kerjasama dengan ibu-ibu penjahit di daerah Sukoharjo (Solo) untuk memproduksi kemeja batik yang modelnya berdasarkan gagasan kami. Dari sisi ini usaha konveksi kami memberi dampak sosial yang bagus yakni dengan adanya penambahan penghasilan masyarakat setidaknya bagi para ibu-ibu penjahit yang melakukan kerjasama.
3.      Pendidikan :
Wirausaha di berbasis inovasi produk lokal atau keunggulan yang dimiliki masyarakat Indonesia akan memberikan inspirasi, wawasan, motivasi dan edukasi kepada masyarakat umum sekitar dalam mengembangkan batik. Selain itu dapat menjadikan proses pembelajaran anggota tim baik pada manajemen, keterampilan, organisasi, dalam berwirausaha.
4.    IPTEK :
Usaha konveksi ini memanfaatkan gagasan dalam inovasi kemeja batik yang simple, elegan, praktis, ekonomis serta ramah lingkungan. Simple dan elegan dari desainya, praktis karena tidak perlu disetrika, ekonomis dengan harga terjangkau serta ramah lingkungan karena hemat listrik dengan tidak menyetrika. Selain itu sisi teknologi adalah dengan mengembangkan strategi marketing yang inovatif dan kreatif. Promosi tidak hanya melalui media jejaring sosial pada umumnya melainkan dengan membuka katalog produk, toko online, serta stan lapak dalam berbagai pameran produk. Keunggulan teknologi juga kami terapkan pada kemasan dengan sentuhan kreasi seni unik.






BAB II. PROFIL USAHA
A.    Identitas Usaha
Nama usaha                 : ARDJOENA BATIK:
   Inovasi Kemeja Batik untuk Para Arjuna Masa Kini
Jenis usaha                   : Konveksi
Produk                        : Kemeja Batik
Tempat usaha              : Jl. H. Madrani, Kel. Grendeng, Purwokerto Utara
Waktu berdiri              : April 2015
Kapasitas produksi      : 100 pieces / bulan
Jumlah tenaga kerja     : 3
Pemasaran                   : Target pasar utama usaha ini adalah masyarakat umum yang memiliki jiwa muda, kalangan mahasiswa, kalangan kampus serta komunitas masyarakat. Pemasaran menggunakan media katalog online serta mencoba melakukan penawaran pada publik figur di daerah Purwokerto sebagai bentuk promosi dan produk.

B.     Identitas Pengusaha
a.       Nama ketua                       : Arifin Budi Purnomo
Fakultas/angkatan             : Pertanian / 2012
Pengalaman usaha             : - Distributor makanan khas
                                                        - Usaha konveksi
b.       Nama anggota                   : Mugi Mustakim
Fakultas/angkatan             : Pertanian / 2013
Pengalaman usaha             : - Sales marketing perusahaan swasta

c.       Nama aggota                     : Ahmad Ihlas Nurkarim
Fakultas/angkatan             : Ekonomi / 2014 (D3)
Pengalaman usaha             : - Jualan Jamur
                                                        - Jualan Jajanan Kampus



C.    Struktur Organisasi Usaha



                       
D.    Susunan Personalia dan Tugas Kerja
Tabel. 1. Susunan Personalia dan Tugas Kerja Konveksi “ARDJOENA BATIK”
         Posisi
Deskripsi Tugas Kerja
Kompetensi
Arifin Budi Purnomo
sebagai pimpinan usaha serta merangkap manajer produksi
1.     Bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan usaha yang dijalankan
2.     Menjalankan komunikasi  internal maupun eksternal dengan pihak-pihak kerjasama
3.     Bertanggungjawab terhadap proses produksi, penentuan model/jenis produk, hingga pengemasan produk.
4.     Menentukan standar mutu produk dan inovasi pengembangan kedepan.
1.      Mampu mengkoordinasikan segala sumber daya yang ada baik anggota, karyawan maupun pihak kerjasama.
2.      Memiliki kemampuan komunikasi, serta strategi negosiasi kerjasama dengan baik
3.      Berpengalaman dalam bidang bisnis dan pengembangan suatu produk khususnya dibidang konveksi.
4.      Memiliki kemampuan melakukan inovasi produk dengan tetap menjaga kualitas standar mutu produk.

Mugi Mustakim
Sebagai manajer pemasaran
1.     Menentukan sistem dan segmentasi pasar, kemasan, produk, dan riset pasar serta mampu menangani segala keluhan pelanggan
2.     Membangun dan mengembangkan pasar
1.      Berpengalaman mengidentifikasi potensi segmentasi pasar dan pemasaran serta merumuskan strategi menghadapinya.
2.      Mengenal daerah sasaran pasar, serta mengetahui ilmu sosial dan psikologi konsumen.
Ahmad Ihlas Nurkarim
sebagai manajer keuangan dan administrasi
1.      Mengelola keuangan usaha secara transparan dan accountable.
2.      Membuat laporan keuangan harian dan bulanan.
3.      Mengurus beberapa keperluan yang berkaitan dengan administrasi usaha.
1.      Mampu mengoperasikan komputer (min. microsoft word & excel, serta corel draw)
2.      Memahami perencanaan dan evaluasi agribisnis keuangan suatu usaha/bisnis dengan menampilkan bukti-bukti pelaporan.


BAB III. ANALISIS KELAYAKAN USAHA
A.      Aspek Pasar dan Pemasaran
1.      Wilayah Pemasaran
Wilayah pemasaran merupakan tempat yang menjadi tujuan atau sasaran dalam melakukan penyampaian suatu produk dari produsen ke konsumen. Dalam hal ini pemasaran produk “ARDJOENA BATIK” lebih menitik beratkan pada wilayah pemasaran disekitar Purwokerto untuk penjualan langsung serta melalui media sosial. Beberapa alternatif pemasaran “ARDJOENA BATIK” adalah sebagai berikut:
a.       Wilayah pemasaran online
Pemasaran produk “ARDJOENA BATIK” melalui media online dengan menggunakan media sosial seperti facebook, blogspot, blackberry masenger (BBM) serta katalog pada toko online. Media sosial ini dikhususkan sebagai media promosi karena keunggulan, kemudahan dan potensi yang ditawarkan. Seperti kebanyakan konsumen menggunakan facebook, BBM dikehidupan sehari-hari, serta katalog toko online dalam melihat suatu produk. Ketiga media sosial itu nanti akan saling disinkronisasikan mengenai detail produk yang kami posting di blogspot.
b.      Wilayah pemasaran langsung
Pemasaran langsung menjadi metode yang juga kami pilih dalam mengenalkan produk “ARDJOENA BATIK”. Salah satu peluang yang akan kami manfaatkan adalah dengan membuka lapak kecil disekitar Jl. Muria (komplek Mafaza) dalam memasarkan produk. Sasaran konsumen kami adalah para jama’ah masjid ataupun jama’ah kajian yang hampir setiap hari selalu mengadakan kegiatan di tempat tersebut. Hal ini menjadi keuntungan sendiri karena ketiga anggota tim PMW adalah juga santri dan dekat dengan para jama’ah masjid. Alternatif lain yang dapat dicoba untuk memasarkan produk kami adalah dengan membuka stan / lapak di komplek Gor Satria pada hari minggu karena banyak konsumen yang berdatangan.


c.       Wilayah pemasaran melalui mitra
Pemasaran melalui mitra menjadi salah satu potensi yang akan kami sasar. Beberapa canel dan link yang dekat dengan kami adalah: toko baju muslim Zahwa (Jl. Muria), toko oleh-oleh khas Ovis 3 (Depan Pom Bensin Ovis), Amanah minimarket (Jl. H. Madrani), serta Fun Market (Sumpiuh). Pemasaran melalui mitra ini bukan menjadi pilihan utama karena kami ingin memberikan kesan elegan dan prestis pada keaslian produk “ARDJOENA BATIK” dengan tidak serta merta menitipkan barang di tempat lain.
2.      Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar produk “ARDJOENA BATIK” adalah kalangan umum yang memiliki jiwa muda dengan menunjukkan pada sikap penampilannya mengenakan batik. “ARDJOENA BATIK” ingin memberikan kesan pada konsumen bahwa produk kami adalah produk yang unik, elegan, dan berkualitas. Dengan sisi ini diharapkan konsumen loyal dan setia untuk membeli produk-produk kami. Maka dari itu salah satu segmen pasar adalah mereka kalangan masyarakat menengah, mahasiswa ataupun akademisi dan birokrasi Universitas jenderal Soedirman. Selain itu pelajar dan masyarakat umum yang berada di kota Purwokerto juga menjadi sasaran pasar yang potensial. Karena pemasaran juga dilakukan melalui internet, maka tidak menutup kemungkinan adanya pelanggan dari  luar kota Purwokerto dan dari berbagai kalangan masyarakat.
3.      Pesaing
Dunia usaha khususnya dibidang makanan ringan atau usaha pada umumnya tentu tidaklah lepas adari adanya sebuah persaingan. Pesaing bisnis dari produk “ARDJOENA BATIK” kami di wilayah Purwokerto bisa dibilang belum ada. Kebanyakan toko atau butik yang menjual batik hanya sebatas kemeja batik biasa dan sangat jarang yang melakukan inovasi kombinasi model lainya. Walaupun sudah ada beberapa seperti toko batik ternama yang telah memiliki kios tetap di Purwokerto, usaha kami tetap optimis bersaing dengan mereka karena keunggulan dan keunikan yang akan ditampilkan. Keunggulan dan keunikan dari “ARDJOENA BATIK diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Kemeja “ARDJOENA BATIK” menggunakan bahan batik jenis tissue. Jenis kain ini memiliki keunggulan diantarannya memiliki warna yang kuat dan terkesan mewah.
b.      Kemeja “ARDJOENA BATIK” tidak mudah luntur saat dilakukan pencucian karena menggunakan jenis kain tissue. Berbeda dengan kebanyakan kemaja batik pada umumnya yang hanya menggunakan bahan kain katun dimana kain ini mudah luntur saat dicuci. Keunggulan ini menjadikan “ARDJOENA BATIK” awet dan tahan lama.
c.       Kemeja “ARDJOENA BATIK” tidak mudah kusut setelah dilakukan pencucian karena menggunakan jenis kain batik tissue. Keunggulan ini sangat jarang ditemui pada kemeja batik pada umumnya yang hanya menggunakan kain jenis kain katun. Kain katun adalah kain yang mudah kusut dan harus disetrika setelah dicuci. Karena keunggulan tidak mudah kusut ini, kemeja “ARDJOENA BATIK” tidak perlu disetrika setelah dicuci. Hal ini akan menghemat waktu dan tenaga konsumen. Lebih lagi konsumennya adalah para mahasiswa ataupun kalangan masyarakat yang sibuk tapi tetap ingin berpenampilan elegan. Selain hebat waktu dan tenaga, dengan tidak perlu disetrika lagi akan mendukung gerakan hemat energi, serta gerakan tanpa setrika yang akhir-akhir ini mulai digalakkan.
d.      Produk “ARDJOENA BATIK” menggunakan sistem pemasaran serta cara promosi inovatif yang belum diterapkan oleh toko-toko batik pada umumnya. Seperti dengan menerapkan aturan tidak adanya minimal order, garansi penuh bila produk luntur, diskon bagi kartu member dan lainnya yang akan dijelaskan pada bab selanjutnya.
4.      Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran merupakan bentuk ataupun cara melalukan pengenalan, pemasaran suatu produk dari produsen hingga ke tangan konsumen. Strategi pemasaran memegang peran penting suatu produk dapat diterima atau tidak oleh konsumen. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengenalkan (promosi) sekaligus memasarkan produk inovasi “ARDJOENA BATIK” adalah sebagai berikut:
a.       Melalui media sosial (facebook, blogspot, bbm, instagram, toko online, dll)
Stretegi pemasaran online tidak dapat dipungkiri menjadi hal yang penting dalam pemasaran suatu produk di era modern ini. Mayoritas masyarakat yang tidak lepas dari internet menjadikan pemasaran online sangat berkembang pesat. Pemasaran online ini akan menghemat tenaga, waktu dan biaya serta menyasar konsumen yang tepat.
b.      Pembuatan iklan melalui poster serta banner
Pemasaran cara ini sedianya kami lakukan manakala membuka suatu stan penjualan seperti ketika adanya bazar dan stan jualan di komplek Mafaza ataupun Gor Satria. Konsep sering keterlihatan oleh calon konsumen akan menjadikan brand “ARDJOENA BATIK” mudah dikenal oleh masyarakat luas. Sedangkan untuk poster atau leaflet kecil sebagai bentuk pengenalan pada wilayah kampus-kampus saja.
c.       Promosi melalui kartu member.
Hal yang menjadi unik dalam konsepan pemasaran usaha kami “ARDJOENA BATIK” adalah dengan menerapkan konsep kartu member. Kartu ini dapat diperoleh dengan mendaftar sebagai anggota “ARDJOENA BATIK” dengan membayar Rp. 50.000 saja namun akan memperoleh keringanan diskon 5% dari harga dan diskon 10% apabila ikut menjualkan produk, serta berlaku seumur hidup.
d.      Aturan tidak adanya minimal order
Hal ini akan menjadikan keunggulan dalam pemasaran karena seringkali konsumen hanya ingin membeli beberapa saja. Aturan dengan tidak adanya minimal order akan memberi kesempatan konsumen mencoba kualitas produk kami dengan ketentuan biaya transfer luar kota akan ditanggung pembeli.
e.       Garansi bila kemeja “ARDJOENA BATIK” luntur ketika dicuci
Sebuah terobosan dalam memasarkan produk konveksi melalui pemberian garansi dalam waktu 2 minggu produk “ARDJOENA BATIK” mengalami luntur saat dicuci. Garansi ini masuk dalam garansi produk yakni nantinya konsumen akan diganti dengan motif atau model kemeja lain tanpa dikenakan biaya tambahan dengan syarat menyerahkan bukti nyata.
f.       Promosi melalui tokoh-tokoh terkenal di wilayah kampus dan masyarakat
Satu terobosan yang kami gagas dalam memasarkan “ARJOENA BATIK” adalah pemasaran melalui tokoh ataupun figur terkenal di kalangan kampus, dosen, tokoh masyarakat di Purwokerto dan sekitarnya. Kami mencoba untuk mengenalkan produk “ARDJOENA BATIK” kepada orang-orang tersebut untuk setidaknya membeli sebagai bentuk dukungan bagi para mahasiswa. Keyakinan untuk bisa terbeli dan meminta kesempatan untuk memberi saran masukan menjadi target utama pemasaran metode ini. Selain itu foto bersama produk “ARDJOENA BATIK” (apabila berkenan) akan kami jadikan bukti bahwa orang-orang hebat telah percaya pada produk kami. Hal ini yang menjadi pemicu konsumen lainya untuk membeli produk “ARDJOENA BATIK” juga.

B.       Aspek Teknik dan Teknologi
1.    Sumber Bahan Baku:
Usaha konveksi batik ini menggunakan bahan baku batik serta kombinasi kain biasa yang berasal dari Solo dan sekitarnya. Bahan baku yang kami gunakan adalah kain-kain jenis sunwash dan jenis tissue. Hal ini dikarenakan beberapa keunggulan seperti tidak luntur manakala dicuci (berbeda dengan kebanyakan batik pada umumnya yang luntur) serta keunggulan tidak mudah kusut setelah dicuci keringkan. Hal inilah yang ditunggu-tunggu oleh para konsumen apalagi generasi muda mahasiswa.
Keunggulan lain dari pemilihan bahan baku usaha “ARDJOENA BATIK” adalah dengan melakukan belanja kain pada toko-toko yang biasa menjual kain berdasarkan kiloan bukan berdasar ukutan meteran. Kelebihan ekonomi dari bahan yang kami beli adalah harga yang relatif lebih murah dengan kualitas bahan yang sama pada toko-toko lainnya. Sehingga hal ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi usaha kami selain memanfaatkan kain batik kiloan.
2.    Peralatan Produksi:
Peralatan yang dibutuhkan untuk produksi konveksi batik ini yang utama adalah: mesin jahit, mesin obras, mesin pembuat lubang kancing serta peralatan pendukung lainya seperti gunting, jarum, meteran, cukit, setrika dan sebagainya. Untuk mesin-mesin utama kami bekerjasama dengan konveksi mitra yang telah memiliki beberapa mesin konveksi dan untuk mesin-mesin yang belum ada kami mencoba untuk membeli dalam bentuk barang setengah pakai (second).
3.    Proses Produksi
Proses produksi usaha konveksi kami berbasis produksi rumahan dengan menjalin kerjasama para penjahit di daerah Sukoharjo. Konsep kerjasama usaha kami adalah dengan memberdayakan ibu-ibu penjahit di desa yang biasanya telah memiliki pengalaman di dunia konveksi namun seringkali terkendala peluang pasar serta dana permodalan. Melihat potensi yang dimiliki menjadikan peluang tersendiri dalam mendirikan home industry kecil-kecilan di bidang konveksi kemeja batik. Proses produksi secara penuh kami percayakan pada home industry, namun masalah model, motif serta desain baju batik berdasarkan gagasan dan kreativitas desain tim usaha kami.
Skema Proses Produksi Kemeja “ARDJOENA BATIK”



Bagan 1. Proses Produksi Koneksi Kemeja Batik Inovatif

Proses produksi terdiri dari pembelian bahan batik di toko kain kiloan, selanjutnya pembuatan model atau desain baju diiringi pemotongan. Pada tahapan ini tim kamilah yang menentukan motif batik mana yang dibeli serta desain baju batik seperti apa yang akan dibuat. Untuk satu buag kemeja batik inovasi dengan kain biasa hanya memerlukan kombinasi antar 0,75m2 kain batik dan 1,25m2 kain biasa. Walaupun dalam mebeli kain tetap melakukan pengukuran, namun pembayaran menggunakan sistem kiloan, sehingga harga akan jauh lebih murah. Keunggulan dari proses produksi selain dari kain yang murah juga memanfaatkan kain kiloan sisa dari pabrik-pabrik besar.
Selanjutnya tahap pengobrasan, penjaitan serta pemasangan kain dan penyetrikaan kami percayakan pada pihak kerjasama. Pada tahapan pengemasan, kami membuat kemasan sendiri dengan desain yang lebih unik. Bukan hanya sekedar kemasan plastik namun kemasan dalam kardus inovatif. Tahapan ini menjadi hal yang cukup penting akan suatu produk yang kami hasilkan.


Gambar 1. Contoh Kemeja Batik Inovasi dengan Kain Biasa

4.    Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” yang dirintis oleh tim kami dengan menjalin mitra melalui pemberdayaan ibu-ibu penjahit di Sukoharjo adalah kapasitas 100 baju per bulan. Kapasitas ini masih tergolong kecil karena masih dalam tahap awal pengembangan usaha. Kesanggupan dan kemampuan dari 2 penjahit binaan adalah memproduksi 4 kemeja batik tiap harinya selama 25 hari kerja dalam 1 bulan. Kondisi ini juga berdasarkan pertimbangan dari tim PMW untuk tidak terlalu membebankan binaan dalam menjalankan mitra usaha karena kebanyakan dari mereka adalah juga seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak ataupun keperluan keluarga. Prinsip pemberdayaan dan kemitraan dengan tidak memberikan tekanan akan memicu loyalitas seseorang.
5.    Pengawasan Mutu
Sistem pengawasan mutu secara umum pada usaha konveksi tidak begitu ketat sepertihalnya produk-produk makanan atau minuman. Untuk usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” sistem pengawasan mutu adalah dengan melakukan penerapan SOP (standar operational procedur) saat pemilihan bahan baku produk (kain). Selain itu penjaminan mutu juga dilakukan peyortiran manakala ada produk gagal atau cacat sebelum dilakukannya pemasaran produk ke konsumen. Beberapa produk yang tidak layak jual akan dipakai sendiri oleh para anggota tim PMW sebagai bentuk dukungan pada usaha yang dijalankan.

C.      Aspek Manajemen Usaha
1.    Pengelola (Tenaga Kerja)
Pengelola usaha konveksi kami secara umum adalah tim usaha “ARDJOENA BATIK” yang dibentuk dari adanya Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Pada waktu sebelumnya usaha konveksi sebenarnya sudah berjalan dan berproduksi namun tidak terfokuskan pada inovasi baju batik. Salah seorang dari anggota tim telah memulai lebih awal memproduksi beberapa kemeja batik dan juga usaha konveksi baju lainnya. Namun setelah adanya program PMW timbulah kesepakatan bersama oleh 3 orang untuk melanjutkan sekaligus melakukan revolusi usaha konveksi baju. Munculah gagasan untuk fokus dalam inovasi batik dan diberi nama “ARDJOENA BATIK”. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam 1 tim PMW inilah yang nantinya bertugas mengelola usaha konveksi baju batik. Sedangkan untuk produksi baju batik tim kami menjalin kerjasama melalui pemberdayaan masyarakat khususnya ibu-ibu di daerah Sukoharjo (Solo). Saat ini kami telah menjalin kerjasama dengan setidaknya 2 orang penjahit yang sudah berpengalaman. Sejumlah tiga orang pengelola tersebut dibagi menjadi satu orang ketua yang merangkap sebagai manajer produksi, satu orang sebagai manajer pemasaran, serta satu orang sebagai manajer administrasi dan keuangan.
2.    Sistem Pembagian Kerja
Sistem pembagian kerja pada usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” ini didasarkan pada susunan organisasi kerja yang telah dirumuskan. Satu orang sebagai ketua sekaligus merangkap sebagai manajer produksi. Orang inilah yang bertanggungjawab akan semua kegiatan usaha dan bertugas sebagai koordinator produksi yang bekerjasama dengan pihak luar. Selain itu tugas yang dilakukan juga berkaitan dengan penentuan model atau jenis produk batik yang akan diproduksi. Untuk anggota kedua adalah orang yang bertugas sebagai marketing dimana bergerak dalam pemasaran suatu produk dan berbagai bentuk promosi dalam pengenalan suatu produk. Selanjutnya untuk anggota ketiga yakni yang yang bertugas sebagai penanggungjawab keuangan serta administrasi suatu produk dalam menjalankan bisnisnya.
3.    Sistem Gaji (Upah)
Usaha konveksi kami menerapkan sistem gaji (upah) bagi hasil pada anggota tim. Sistem bagi hasil ini dilakukan dengan cari membagi keuntungan bersih dari setiap penjualan bulanan yang telah dipotong sebagian keuntungannya untuk tambahan kas usaha serta keperluan amal. Pembagian kerja ini tidaklah serta merta dibagi sama rata pada setiap anggota, akan tetapi didasarkan atas job description dari usaha yang telah dilakukan. Presentase yang dipakai dalam sistem ini adalah pimpinan usaha (30%), manajer pemasaran (25%), manajer keuangan dan administrasi (25%), penambahan modal atau kas (27,5%) serta zakat amal (2,5%). Sedangkan untuk sistem gaji pada bagian produksi (pihak kerjasama), kami menerapkan sistem borongan atau menggaji berdasarkan jumlah quantitas produk kemeja yang diproduksi oleh para penjahit kerjasama. Gaji ini termasuk pada biaya produksi yang dikeluarkan.




D.      Aspek Keuangan (Finansial)
Aspek keuangan konveksi ARDJOENA BATIK sebagai berikut:
1.      Modal dan Sumber Modal
-        Modal yang dibutuhkan   : Rp. 7.394.300,-
-        Sumber Modal PMW       : Rp. 7.394.300,-
-        Aset Perusahaan               : -
2.      Biaya Investasi
Total Biaya Investasi
= Total Biaya Tetap + Total Biaya Variabel
= Rp. 1.743.300,- + Rp. 5.651.000,-
= Rp. 7.394.300,-
3.      Biaya Produksi (Operasional)
Tabel 2. Biaya Variabel (Variabel Cost)
No
Spesifikasi
Jumlah Satuan
Harga/Satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Kain Batik
0,75 m2 x 100 baju
  11.000 / 0,75 m2
1.100.000
2
Kain Biasa
1,25 m2 x 100 baju
  28.000 / 1,25 m2
2.800.000
3
Kancing Baju
6 biji x 100 baju
       250 / biji
   150.000
4
Benang Biasa
2 rol x 15
    1.800 / rol
     54.000
5
Benang Obras
3 rol x 2
  24.000 / rol
   144.000
6
Kain Kerah
0,04 m2 x 100 baju
    1.000 / 0,04 m2
   100.000
7
Plisket Liquid
2 botol
    5.000 / botol
     10.000
8
Brand merk
100 biji
       500 / biji
     50.000
9
Kapur
1 box
    3.000 / box
       3.000
10
Tenaga Kerja
2 orang x 100 baju
    4.000 / baju
   800.000
11
Pengemasan
1 x 100 baju
    2.000 / baju
   200.000
12
Pengiriman
1 x 15 kg
240.000 / 15 kg  
   240.000
Total Biaya Variabel
5.651.000
Keterangan:
  1. Kain yang digunakan adalah kain jenis tissue atau sanwash.
  2. Pembelian kain menggunakan sistem kiloan namun tetap melakukan pengukuran demi kesesuaian dengan apa yang dibutuhkan.
  3. Data diatas adalah data primer hasil wawancaran dengan mitra kerjasama (penjahit binaan) yang kebetulan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu anggota tim PMW sehingga dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.


Tabel 3. Biaya Tetap (Fix Cost)
No
Spesifikasi
Jumlah Satuan
Harga / Satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Mesin Jahit (second)
1 buah
1.700.000
1.700.000
2
Gunting
2 buah
     15.000
     30.000
3
Jarum Jahit
1 set
       5.000
       5.000
4
Jarum Tangan
1 set
       4.000
       4.000
5
Meteran
1 buah
       1.700
       1.700
6
Buku Catatan
1 buah
       2.600
       2.600
Total Biaya Tetap
1.743.300
Keterangan:
  1. Data diatas adalah data primer hasil wawancaran dengan mitra kerjasama (penjahit binaan) yang kebetulan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu anggota tim PMW sehingga dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

4.      Analisis Pendapatan per Bulan
-          Penerimaan (Harga Jual Kemeja “ARDJOENA BATIK” @ Rp. 80.000,-)
= Quantity x Price
= 100 kemeja x Rp. 80.000,-
= Rp. 8.000.000,-
-          Penyusutan Biaya Tetap per Bulan (umur ekonomis 5 tahun)
= 1,7 % x Rp. 1.743.300
= Rp. 29.631,-
= Rp. 30.000,- (dibulatkan)
-          Total Biaya Produksi
= Rp. 5.651.000,- + Rp. 30.000,-
= Rp. 5.681.000,-
5.      Perhitungan Laba (Keuntungan / Bulan)
-          Keuntungan
= Penerimaan – Total Biaya Produksi
= Rp. 8.000.000,- – Rp. 5.681.000,-
= Rp. 2.319.000,-


-          Analisis R/C
= Total Penerimaan / Total Biaya Produksi
= Rp. 8.000.000,- / Rp. 5.681.000,
= 1,40
Perhitungan diatas menunjukkan bahwa usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” memiliki nilai R/C lebih besar dari 1. Artinya setiap pengeluaran modal Rp. 1 akan memperoleh hasil sebesar Rp. 1,4 sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak di usahakan dan menguntungkan.
-          Analisis BEP (dalam rupiah)
= 1.743.300 / 0,3
= Rp. 5.811.000,-

Perhitungan diatas menunjukkan bahwa usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” akan mengalami titik impas (tidak akan rugi dan tidak akan untung) jika produksi mengeluarkan Rp. 5.811.000,-

-          Analisis BEP (dalam jumlah)
= 74,2 atau 74 baju

Perhitungan diatas menunjukkan bahwa usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” akan mengalami titik impas (tidak akan rugi dan tidak akan untung) jika produksi 74 baju batik.



BAB IV. KEBERLANJUTAN USAHA
A.    Sistem Pengelolaan Usaha
Sistem pengelolaan usaha konveksi kami secara umum adalah tim usaha “ARDJOENA BATIK” yang dibentuk dari adanya Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Pada awalnya usaha konveksi ini sebenarnya sudah berjalan dan berproduksi sendiri oleh seorang anggota tim, dan dikelolanya sendiri. Namun setelah adanya program PMW timbulah kesepakatan bersama oleh 3 orang untuk melanjutkan sekaligus melakukan revolusi usaha konveksi baju batik. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam 1 tim PMW inilah yang nantinya bertugas mengelola usaha konveksi. Sejumlah tiga orang pengelola tersebut dibagi menjadi satu orang ketua yang merangkap sebagai manajer produksi, satu orang sebagai manajer pemasaran, serta satu orang sebagai manajer administrasi dan keuangan. Manajer produksi yang merangkap sebagai pimpinan usaha bertugas mengelola dan bertanggungjawab dari usaha konveksi ini. Selain itu kendali koordinasi dalam menjalankan tujuan usaha dipimpin oleh pimpinan usaha. Sedangkan bagian pemasaran bertugas mengelola kepentingan promosi dan pemasaran. Dan untuk bagian administrasi keuangan bertugas mengelola segala yang berurusan dengan keadministrasian dan keuangan. Namun sistem ini tidaklah kaku dalam pelaksanaanya, alias tetap fleksibel karena usaha masih baru dan dirintis bersama.

B.     Badan Usaha
Badan usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” saat ini masih berbentuk konveksi skala kecil dengan menjalin kerjasama salah satu home industry saja. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumberdaya baik ekonomi maupun sumberdaya manusia. Akan tetapi rencana kedepanya manakala usaha dapat berjalan dengan lancar dan mengalami peningkatan omset hingga besar, maka akan dibangun sebuah garment yang berbadan usaha Perusahaan Comanditer (CV) atau Perseroan Terbatas (PT) guna mengembangkan usaha yang ada.  Manakala badan usaha telah berubah, produk pun juga harus berkembang menjadi berbagai inovasi baru seperti membuat inovasi batik pada jaket, celana, aksesoris atau sebagainya. Akan tetapi ciri khas utama yang tetap diusung adalah konsep inovasi batik.


BAB V. JADWAL KEGIATAN
Tabel 4. Tabel Jadwal Kegiatan Pelaksanaan PMW





BAB VI. RANCANGAN BIAYA
A.    Bahan Habis Pakai
Konveksi “ARDJOENA BATIK” memerlukan biaya bahan habis pakai:
Tabel 5. Biaya Bahan Habis Pakai
No
Spesifikasi
Jumlah Satuan
Harga/Satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Kain Batik
0,75 m2 x 100 baju
  11.000 / 0,75 m2
1.100.000
2
Kain Biasa
1,25 m2 x 100 baju
  28.000 / 1,25 m2
2.800.000
3
Kancing Baju
6 biji x 100 baju
       250 / biji
   150.000
4
Benang Biasa
2 rol x 15
    1.800 / rol
     54.000
5
Benang Obras
3 rol x 2
  24.000 / rol
   144.000
6
Kain Kerah
0,04 m2 x 100 baju
    1.000 / 0,04 m2
   100.000
7
Plisket Liquid
2 botol
    5.000 / botol
     10.000
8
Brand merk
100 biji
       500 / biji
     50.000
9
Kapur
1 box
    3.000 / box
       3.000
10
Pengemasan
1 x 100 baju
    2.000 / baju
   200.000
Total Biaya Variabel
4.611.000

B.     Peralatan Penunjang
Biaya peralatan penunjang dalam usaha konveksi “ARDJOENA BATIK” :
Tabel 6. Biaya Peralatan Penunjang
No
Spesifikasi
Jumlah Satuan
Harga / Satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Mesin Jahit (second)
1 buah
1.700.000
1.700.000
2
Gunting
2 buah
     15.000
     30.000
3
Jarum Jahit
1 set
       5.000
       5.000
4
Jarum Tangan
1 set
       4.000
       4.000
5
Meteran
1 buah
       1.700
       1.700
6
Buku Catatan
1 buah
       2.600
       2.600
Total Biaya
1.743.300

C.    Perjalanan dll
Biaya perjalanan dan tenaga kerja (penjahit mitra):
Tabel 7. Biaya Perjalanan dan Tenaga Kerja
No
Spesifikasi
Jumlah Satuan
Harga / Satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Perjalanan
1 x 15 kg
240.000 / 15 kg  
   240.000
2
Tenaga Kerja
2 orang x 100 baju
    4.000 / baju
   800.000
Total Biaya
1.040.000



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship