-->

PROPOSAL PENELITIAN PARTISIPASI PENGRAJIN GULA KELAPA KRISTAL DALAM KEANGGOTAAN KOPERASI NIRA SATRIA BANYUMAS

USUL PENELITIAN
PARTISIPASI PENGRAJIN GULA KELAPA KRISTAL DALAM KEANGGOTAAN KOPERASI NIRA SATRIA BANYUMAS






Oleh:
Arifin Budi Purnomo
NIM A1C012025



Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Melaksanakan Penelitian
 pada Pendidikan Strata Satu Fakultas Pertanian
Universitas Jenderal Soedirman







KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2015



USULAN PENELITIAN
PARTISIPASI PENGRAJIN GULA KELAPA KRISTAL DALAM KEANGGOTAAN KOPERASI NIRA SATRIA BANYUMAS






Oleh:
Arifin Budi Purnomo
NIM A1C012025




Diterima dan disetujui
Tanggal:






Pembimbing I,
Ir. SH. Suseno, S.U.
NIP. 19521213 198003 1 001


Pembimbing II,
Ir. Sundari, M.P.
NIP. 19521216 198203 2 001




                                           Mengetahui:
                                           Wakil Dekan Bidang Akademik,
                                           Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M. P.
                                           NIP 19601108 198601 1 001




PRAKATA


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan usulan penelitian yang berjudul “Partisipasi Pengrajin Gula Kelapa Kristal Dalam Keanggotaan Koperasi Nira Satria Banyumas” dapat terselesaikan.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1.             Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.S. selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.
2.             Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, MP. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.
3.             Ir. SH. Suseno, S.U. selaku Dosen Pembimbing I.
4.             Ir. Sundari, M.P. selaku Dosen Pembimbing II.
5.             Bapak dan ibu tercinta serta keluarga yang selalu memberikan doa dan dorongan selama dalam penyusunan usulan penelitian ini.
6.             Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan usulan penelitian ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan usulan penelitian ini masih jauh dari sempurna, namun demikian penulis berharap semoga usulan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.
                                                                                                         
                                                                                    Purwokerto,  Oktober 2015
                                                                                                     Penulis






I.     PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perekonomian Indonesia disusun berdasarkan falsafah dan ideologi Negara, yaitu Pancasila. Konsep perekonomian tersebut mengacu pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan khususnya Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan”. Didalam penjelasannya dicantumkan bahwa badan usaha yang sesuai dengan Pasal 33 tersebut adalah koperasi. Hal ini menempatkan koperasi sebagai soko guru dalam perekonomian nasional yang diharapkan mampu memumbuh kembangkan potensi ekonomi rakyat atas dasar azas kekeluargaan dalam usaha bersama.
Dewasa ini kehidupan koperasi telah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia karena hidup berkoperasi berarti hidup bersama berdasarkan azas kekeluargan dalam membangun perekonomian. Saat ini pemerintah telah mencanangkan misi untuk memajukan kegiatan ekonomi melalui koperasi sesuai dengan apa yang dikehendaki Undang–Undang Dasar 1945. Dalam pelaksanaanya pemerintah akan membangun koperasi hingga mempunyai kemampuan untuk dapat dipergunakan sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional.
Hendar (2010) mendefinikan bahwa koperasi merupakan organisasi otonom dari orang-orang yang berhimpun secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial dan budaya secara bersama-sama melalui kegiatan usaha yang dimiliki dan dikendalikan secara demokratis. Di Indonesia koperasi menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi yang berperan dalam pengembangan berbagai sektor termasuk didalamnya sektor pertanian.
Ketaren (2007) menyebutkan bahwa peranan koperasi terhadap perekonomian Indonesia meliputi: peningkatan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan, pemahaman terhadap azas dan tata kerja koperasi, meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraan, meningkatkan pemerataan keadilan dan meningkatkan kesempatan kerja. Peranan koperasi tersebut diperkirakan akan semakin penting terutama dalam kaitannya untuk menjadi wahana pengembangan ekonomi rakyat yang memegang peranan strategis dalam pelaksanaan Pasal 33 ayat 1. Hal ini tidak lain dikarenakan posisi lembaga koperasi yang secara umum lebih mampu menjalin hubungan bersama antar individu dalam pengembangan usahanya terutama di bidang pertanian yang secara umum masih menjadi mayoritas mata pencaharian penduduk Indonesia.
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah potensial di bidang pertanian khususnya sebagai sentra wilayah pengolahan hasil pertanian atau disebut dengan agroindustri. Agroindustri yang terkenal produknya sebagai produk unggulan wilayah Banyumas adalah produk gula kelapa. Jenis gula kelapa yang dikenal oleh masyarakat yaitu gula kelapa cetak dan gula kelapa kristal. Gula kelapa cetak merupakan hasil olahan nira tanaman familia palmae yang umumnya dicetak dalam bentuk tabung dan cakram. Gula ini banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masak karena memiliki aroma dan rasa yang khas karamel palma. Gula kelapa memiliki warna, aroma, dan rasa yang khas sehingga jika beberapa produk makanan tertentu menggunakan gula lainnya maka karakteristik produk tersebut akan hilang (Santoso, 1993).
Berdasarkan data perkembangan komoditas agroindustri pengolahan pangan Kabupaten Banyumas tahun 2009–2013 teridentifikasi bahwa agroindustri gula kelapa menempati posisi pertama dari jenis agroindustri pengolahan pangan yang lainya. Kondisi ini semakin ini semakin memperkuat pernyataan bahwa gula kelapa merupakan produk unggulan Kabupaten Banyumas yang harus dikembangkan.
Tabel 1. Perkembangan Komoditas Agroindustri Pengolahan Pangan Kabupaten Banyumas Tahun 2009 – 2013
No
Komoditas

Produksi

Jumlah Unit usaha
Satuan
2009
2012
Perkem
bangan
Estimasi
2016
2009
2012
Perkem
bangan
1
Gula Kelapa
ton/th
49.167
63.102
positif
81.329
29.000
31.182
positif
2
Tepung Tapioka
ton/th
12.000
17.496
positif
25.472
90
110
positif
3
Getuk Goreng
ton/th
2.100
3.055
positif
4.455
34
69
positif
4
Tahu
ton/th
10.378
12.304
positif
14.667
814
821
positif
5
Susu
ton/th
600
1.855
positif
3.122
1
1
tetap
6
Kerupuk
ton/th
298
421
positif
602
97
152
positif
7
Klanting
ton/th
191
384
positif
642
196
271
positif
8
Tempe
ton/th
14.137
23.890
positif
37.629
2.116
3.861
positif
9
Indust. Makanan
ton/th
4.246
7.466
positif
11.086
211
794
positif
10
Bandeng Presto
ton/th
   4.191       6.391 
positif
8.851 
73
102
positif
Sumber: Pemda Banyumas 2013 dalam Ahmad dan Priyono 2013             
Sejalan dengan kemajuan zaman dan teknologi, pola konsumsi masyarakat akan sebuah produk pangan mengalami perubahan kearah produk yang mengutamakan kemananan pangan. Dewasa ini pola konsumsi gula di masyarakat mulai bergeser kearah konsumsi gula kelapa kristal dari yang awalnya mengonsumsi gula rafinasi atau gula tebu. Gula kelapa kristal atau juga disebut gula semut merupakan hasil olahan nira tanaman familia palmae yang berbentuk serbuk. Perbedaan antara gula semut dengan gula merah yaitu dalam pembuatan gula semut tidak dilakukan pencetakan melainkan digesek sehingga akan berbentuk serbuk atau kristal (LIPI dalam Kusumo, 2005). Salah satu keunggulan dari gula kelapa kristal ini dari segi kesehatan adalah gula kelapa kristal memiliki kandungan glycemic index yang lebih rendah daripada gula rafinasi sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Sejauh ini permintaan konsumen akan gula kelapa kristal Banyumas senantiasa mengalami peningkatan baik pasar lokal maupun pasar ekspor hingga ke beberapa negara. Menurut Pragita (2010), negara yang memiliki permintaan akan gula kelapa kristal ini antara lain seperti; Singapura, Jepang, Hongkong, USA dan Jerman. Berdasarkan survei pasar, permintaan gula kelapa kristal untuk ekspor sangat besar yakni sekitar 400 ton/tahun. Namun dari total permintaan yang besar tersebut produsen baru dapat memenuhi sekitar 50% dari total permintaan.
Perjalanan pengembangan agroindustri gula kelapa kristal di Banyumas secara umum tidak bisa lepas dari peranan sebuah kelembagaan sosial salah yakni koperasi. Kelembagaan koperasi yang sejauh ini konsisten mengembangan produk unggulan Banyumas yakni gula kelapa kristal adalah Koperasi Nira Satria yang terletak di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Koperasi Nira Satria merupakan satu-satunya koperasi yang mewadahi khususnya produsen gula kelapa kristal di Kabupaten Banyumas. Koperasi Nira Satria terbentuk sesuai dengan keputusan Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 240/BH/XIV.2/2011, pada keputusan tersebut mengesahkan akta Koperasi Serba Usaha “Nira Satria” yang sebelumnya beralamat di RT.001, RW.004 Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Dengan disahkannya Akta Pendirian Koperasi tersebut maka secara legalitas hukum, koperasi Nira Satria sudah sah.
Mengingat permintaan ekspor gula kelapa kristal Banyumas yang besar untuk pasar luar negeri, peran Koperasi Nira Satria dalam pengembangan produk unggulan Banyumas ini sangatlah strategis. Sampai saat ini kegiatan koperasi terfokus pada pembinaan petani gula untuk memproduksi gula kelapa kristal berkualitas ekspor. Selain pembinaan pada produksi, peran koperasi juga memegang sektor pemasaran gula kelapa kristal yang saat ini semakin meningkat tiap tahunnya. Keberhasilan dalam pembinaan pengrajin gula kelapa dari waktu ke waktu ini tidak lepas dari keikutsertaan serta partisipasi anggota koperasi itu sendiri. Keaktifan sertaa karakteristik anggota koperasi sangat menentukan kemajuan koperasi Nira Satria kedepannya dalam memajukan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan komoditas lokal. Dari berbagai uraian diatas dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan yang ingin diselesaikan sebagai berikut:
1.        Bagaimana partisipasi pengrajin gula kelapa kristal dalam keanggotaan Koperasi Nira Satria Banyumas?
2.        Faktor-faktor apa yang mempengaruhi partisipasi pengrajin gula kelapa kristal dalam keanggotaan di Koperasi Nira Satria Banyumas?


B.     Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Mengetahui tingkat partisipasi pengrajin gula kelapa kristal dalam keanggotaan Koperasi Nira Satria Banyumas
2.      Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pengrajin gula kelapa kristal dalam keanggotaan di Koperasi Nira Satria Banyumas

C.    Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.      Sebagai sumbangan pemikiran untuk pengembangan agroindustri gula kelapa kristal melalui pembinaan kelembagaan koperasi di wilayah Banyumas dalam upaya menciptakan produk berkualtas dan diterima dipasar ekspor.
2.      Sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menentukan kebijakan sosial khususnya bidang kelembagaan koperasi dalam rangka pengembangan agroindustri gula kelapa kristal di Kabupaten Banyumas.




II.     KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

A.    Kerangka Pemikiran

Gula kelapa kristal atau juga disebut sebagai gula semut merupakan hasil olahan nira tanaman familia palmae yang berbentuk serbuk. Perbedaan antara gula semut dengan gula merah yaitu dalam pembuatan gula semut tidak dilakukan pencetakan melainkan digesek sehingga akan berbentuk serbuk atau kristal (LIPI dalam Kusumo, 2005). Produk gula kelapa kristal mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan gula kelapa cetak, yaitu: lebih higienis dan bebas bahan kimia, mudah larut karena berbentuk kristal, daya simpan yang lebih lama, bentuknya lebih menarik, pengemasan dan pengangkutan lebih mudah, rasa dan aromanya lebih khas, mudah difortifikasi / diperkaya dengan bahan lain seperti Yodium, Vitamin A atau Mineral (Mustaufik dan Haryanti, 2006).
Sejalan dengan kemajuan zaman dan teknologi, pola konsumsi masyarakat akan sebuah produk pangan mengalami perubahan kearah produk yang mengutamakan kemananan pangan. Dewasa ini pola konsumsi gula di masyarakat mulai bergeser kearah konsumsi gula kelapa kristal dari yang awalnya mengonsumsi gula rafinasi atau gula tebu. Kabupaten Banyumas sebagai sentra gula kelapa memerlukan upaya diversifikasi produk gula kelapa yang awalnya cetak menjadi bentuk kristal dalam rangka menembus permintaan pasar ekspor.
Pragita (2010) menyebutkan bahwa negara yang memiliki permintaan akan gula kelapa kristal Banyumas antara lain adalah; Singapura, Jepang, Hongkong, USA dan Jerman. Berdasarkan survei pasar, permintaan gula kelapa kristal untuk ekspor sangat besar yakni sekitar 400 ton/tahun. Namun dari total permintaan yang besar tersebut produsen baru dapat memenuhi sekitar 50% saja.
Pengembangan diversifikasi produk gula kelapa kristal Banyumas tidaklah lepas dari adanya Koperasi Nira Satria Banyumas. Koperasi ini semenjak didirikan pada tahun 2011 secara konsisten dan berkomitmen fokus pada penerapan diversifikasi produk gula kelapa kristal jepada pengrajin gula kelapa cetak. Komitmen ini berjalan dari waktu ke waktu berkat adanya komitmen partisipasi anggota Koperasi Nira Satria itu sendiri. Para pengrajin gula anggota koperasi yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kebijakan yang diarahkan koperasi menjadi faktor penting dalam perkembangan kedepannya. Partisipasi anggota memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan dan mengembangkan koperasi, karena anggota merupakan pemilik, pengelola sekaligus sebagai pengguna barang dan jasa yang dihasilkan oleh oleh koperasi.
Partisipasi dimaknai sebagai keikutsertaan anggota dalam kegiatan-kegiatan tertentu, baik dalam kondisi yang menyenangkan maupun dalam kondisi yang tidak menyenangkan (Hendar, 2010). Menurut Revrisond Baswir (2010), usaha koperasi sangat tergantung pada partisipasi para anggotanya, karena koperasi adalah milik bersama para anggota dan usahanya ditujukan terutama untuk memenuhi kepentingan anggota-anggota koperasi tersebut.
Dipandang dari kedudukan anggota dalam koperasi, partisipasi pada koperasi dapat berupa partisipasi kontributif dan dapat pula partisipasi insentif. Kedua partisipasi ini timbul karena adanya peran ganda anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan. Partisipasi kontributif anggota dalam kedudukannya sebagai pemilik adalah: 1) Para anggota memberikan kontribusinya terhadap pembentukan dan pertumbuhan perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusi keuangan (simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela); dan 2) Mengambil bagian dalam penetapan tujuan, pembuatan keputusan dan proses pengawasan terhadap jalannya perusahaan koperasi. Sedangkan partisipasi insentif anggota dalam kedudukannya sebagai pelanggan adalah ketika para anggota memanfaatkan berbagai potensi pelayanan yang disediakan oleh koperasi dalam menunjang kepentingannya (Hendar, 2010).
Indikator yang sesuai untuk menentukan tingkat partisipasi adalah indikator berdasarkan dimensi partisipasi yang dipandang dari kedudukan anggota dalam koperasi, yaitu anggota sebagai pemilik dan pelanggan koperasi. Partisipasi dalam dimensi tersebut adalah partisipasi kontributif dan insentif seperti yang dijelaskan sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan, indikator yang dianggap sesuai dalam penelitian ini adalah:
1)      Partisipasi kontributif anggota terhadap pembentukan dan pertumbuhan perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusi keuangan (simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela; jumlah dan frekuensi simpanan / penyertaan modal);
2)      Partisipasi kontributif anggota dalam penetapan tujuan, pembuatan keputusan dan proses pengawasan terhadap jalannya perusahaan koperasi (dalam menyampaikan kritik, tata cara penyampaian kritik, ikut serta melakukan pengawasan jalannya organisasi dan usaha);
3)      Partisipasi insentif anggota dalam pemanfaatan pelayanan (dalam berbagai jenis unit usaha koperasi, jumlah dan frekuensi transaksi belanja, intensitas pemanfaatan layanan pinajaman anggota, frekuensi penjualan barang kepada koperasi).
Panji Anoraga (2003), menjelaskan bahwa ciri-ciri anggota yang memiliki tingkat partisipasi yang baik adalah meliputi :
1)      Melunasi simpanan pokok
Yaitu sejumlah nilai uang tertentu yang wajib dibayarkan anggota untuk  enyerahkan kepada koperasi pada waktu masuk menjadi anggota.
2)      Melunasi simpanan wajib
Yaitu simpanan yang sudah ditentukan jumlahnya dan wajib disimpan anggota pada waktu tertentu.
3)      Simpana sukarela
Yaitu simpanan yang dilakukan secara sukarela baik jumlahnya maupun jangka waktunya.
4)      Kegiatan membeli, menjual dan menyimpan pada koperasi
Yaitu setia melakukan transaksi di koperasi tersebut, dengan menyimpan, meminjam, dan mengembalikan kredit tepat pada waktunya dan lain-lain sesuai jenis dan usaha koperasinya.
5)      Keaktifan dalam koperasi
Yaitu komunikasi untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam koperasi, mempertemukan pendapat-pendapat yang bertentangan antara dua pihak yang terjadi dalam koperasi.
6)      Pengetahuan dalam koperasi
Yaitu memperhatikan, mendukung serta mengontrol koperasi maka mereka
akan mengetahui seluk beluk koperasi tersebut seperti tentang pelaksanaan
rapat anggota, tentang pemilihan pengurus, kemajuan koperasi dan programprogram yang dijalankan koperasi.
7)      Motivasi menjadi anggota koperasi
Yaitu motivasi menjadi anggota merupakan bentuk peran serta. Jika sewaktu menjadi anggota koperasi adalah atas kemauan sendiri, maka mereka akan aktif mendukung koperasi berkarya dan memberikan jasa pada koperasi.
Berbagai penjelasan diatas secara garis besar menjelaskan bahwa partisipasi anggota koperasi dapat digolongkan menjadi dua yakni partisipasi kontributif dan partisipasi intensif dimana dapat diukur dengan menggunakan skala likert. Selain itu juga terdapat faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap partisipasi pengrajin dalam keanggotaan koperasi. Faktor tersebut terdiri dari; Simpanan pokok, Simpanan wajib, SHU, Rapat koperasi, Tingkat pendidikan, Jumlah tanggungan keluarga, dan Jarak rumah dengan koperasi yang kesemuanya dapat dianalisis dengan analisis regresi berganda.
Berbagai uraian yang telah dijelaskan diatas dapat ditarik garis besar dalam kerangka penelitian yang menjelaskan bagaimana tingkat partisipasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi di keanggotaan Koperasi Nira Satria Banyumas. Secara singkat kerangka pemikiran penelitian ditunjukkan pada Gambar 1 berikut.




B.     Hipotesis
Hipotesis dari penelitian ini adalah diduga bahwa Simpanan pokok, Simpanan wajib, SHU, Rapat koperasi, Tingkat pendidikan, Jumlah tanggungan keluarga, dan Jarak rumah dengan koperasi berpengaruh terhadap tingkat partisipasi pengrajin menggunakan dalam keanggotaannya di kegiatan Koperasi Nira Satria Banyumas.



III.   METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode survei. Nazir (2011) menyebutkan bahwa metode survei merupakan kegiatan penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada dalam mencari keterangan yang jelas secara faktual dari suatu kelompok atau suatu daerah tertentu. Survei dilakukan dengan mengumpulkan data, mengadakan wawancara atau tanya jawab terhadap daftar kuisioner yang telah dibuat kepada sejumlah pengrajin responden terpilih dari suatu populasi.

A.    Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas khususnya pengrajin gula kelapa kristal anggota Koperasi Nira Satria yang dipilih secara purposive berdasarkan survei pendahuluan sebelumnya. Pelaksanaan penelitian ini direncanakan selama kurang lebih lima bulan dan dimulai setelah usulan penelitian ini disetujui.

B.     Sasaran Penelitian
Sasaran penelitian adalah para pengrajin gula kelapa kristal anggota koperasi Nira Satria Banyumas yang telah tergabung dalam keanggotaan koperasi selama minimal 1 tahun dan setidaknya telah mengikuti kegiatan atau program yang dilaksanakan oleh Koperasi Nira Satria Banyumas.

C.    Rancangan Pengambilan Sampel
Rancangan pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Two Stage Sampling atau pengambilan sampel secara dua tahap. Tahap pertama yang digunakan adalah dengan mengunakan metode sampel bloking atau sering disebut dengan Cluster Sampling. Cluster Sampling merupakan metode yang digunakan untuk pengambilan sampel yang berupa kelompok dari berbagai kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari beberapa unit yang lebih kecil (Sugiarto dkk, 2003).
Selanjutnya dari kelompok terpilih pada tahap Cluster Sampling tersebut akan diambil beberapa sampel pengrajin yang dilakukan secara Simple Random Sampling (sampel acak sederhana). Banyaknya sampel ditentukan menggunakan rumus yang dikemukakan Sugiarto (2003) yaitu


Keterangan :
n = ukuran sampel
N = total banyaknya unit sampling dalam populasi
D = kesalahan maksimum yang masih dapat diterima
Z = variable normal
S2 = standar deviasi sampel



D.    Metode Pengambilan Data dan Jenis Data
1.            Jenis Data
a.    Data primer, merupakan data yang yang belum diolah sebelumnya dan diambil secara langsung dari lokasi penelitian. Dalam penelitian ini penulis mendapat data primer dengan melakukan wawancara kepada pengrajin gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
b.    Data sekunder, merupakan data yang diperoleh dari sumber tidak langsung terlibat, seperti: dokumen data yang berasal dari pengurus koperasi, lembaga, instansi atau dinas terkait serta pustaka yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian.
2.             Metode Pengambilan Data
a.    Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan responden. Dalam hal ini penulis mengadakan tanya jawab berdasarkan kuisioner untuk meperoleh keterangan-keterangan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
b.    Observasi
Teknik ini dilakukan dengan mengadakan peninjauan langsung ke lapangan di dengan maksud untuk mengetahui kegiatan anggota dalam partisipasinya terhadap program yang diberikan oleh Koperasi Nira Satria Banyumas.
c.       Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan pengumpulan data dengan mempelajari hasil-hasil penelitian, literatur, internet serta sumber lain yang relevan dengan penelitian.

E.     Variabel Penelitian dan Pengukuran
Variabel dan pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.      Partisipasi pengrajin merupakan bentuk keikutsertaan anggota dalam kegiatan koperasi, baik dalam kondisi yang menyenangkan maupun dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Partisipasi anggota dapat digolongkan menjadi:
a.       Partisipasi kontributif anggota terhadap pembentukan dan pertumbuhan perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusi keuangan.
b.      Partisipasi kontributif anggota dalam penetapan tujuan, pembuatan keputusan dan proses pengawasan terhadap jalannya perusahaan koperasi
c.       Partisipasi insentif anggota dalam pemanfaatan pelayanan
Ketiga penggolongan partisipasi diatas dapat diukur dengan menggunakan skala Likerts.
2.      Faktor-Faktor yang mempengaruhi partisipasi pengrajin dalam keanggotaan koperasi meliputi:
a.       Simpanan pokok, merupakan sejumlah uang yang wajib dibayarkan anggota kepada koperasi pada waktu seseorang masuk menjadi anggota koperasi dan besarnya sama untuk setiap anggota. Variabel ini dinyatakan dalam rupiah.
b.      Simpanan wajib, merupakan simpanan yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada kurun waktu tertentu secara periodik. Variabel ini dinyatakan dalam rupiah.
c.       SHU merupakan besarnya Sisa Hasil Usaha yang dijalankan oleh koperasi dalam kurun waktu tertentu. Besarnya SHU dinyatakan dalam rupiah.
d.      Rapat koperasi, merupakan seberapa banyak rapat yang diikuti oleh anggota koperasi dalam rangka menyampaikan aspirasi, kritik, saran untuk perkembangan koperasi. Variabel ini dinyatakan dalam angka (seberapa kali anggota berpartisipasi di rapat koperasi dalam satu tahun.
e.       Tingkat pendidikan, merupakan lamanya pendidikan formal yang pernah dijalani oleh pengrajin gula kelapa kristal, dinyatakan dalam tahun.
f.       Jumlah tanggungan keluarga, jumlah anggota keluarga pengrajin yang menjadi tanggungan pengrajin, dinyatakan dalam orang.
g.      Jarak rumah dengan koperasi, adalah seberapa jauh jarak rumah anggota koperasi dengan kantor koperasi. Variabel ini dinyatakan dalam kilometer.

F.     Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode analisi deskriptif dengan bantuan alat pengukuran Likerts dan analisis regresi. Menurut Suryabrata (2004), tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.


1.      Uji Validitas
Uji validitas adalah suatau ukuran yang menunjukan serta menggambarkan kecermatan dan ketepatan suatu instrument pertanyaan melaksanakan fungsinya. Suatu instrument dikatakan valid bila dapat mengukur sesuai yang diinginkan. Dengan kata lain, mampu memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti (Simamora, 2004).  Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika tes tersebut menjalankan fungsi ukurannya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya tes tersebut.  Sebaliknya, suatu tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan dikatakan sebagai tes memiliki validitas rendah.  Suatu tes yang validitasnya tinggi, selain dapat menjalankan ukurannya dengan tepat juga memiliki kecermatan tinggi.
2.      Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah tingkat keandalan kuisioner.  Kuisioner yang reliable adalah kuisioner yang apabila dicobakan secara berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama (Simamora, 2004).  Ide pokok dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil ukur dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil relatif yang sama, jika aspek yang diukur  dalam diri subjek memang belum berubah.
3.      Metode Likert’s Summated Rating (LSR)
Metode ini digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi anggota koperasi dengan menyatakan seberapa tinggi tingkat parsisipasi baik partisipasi kontributif maupun partisipasi insentif. Kategori penilaian tingkat partisipasi yaitu sangat tinggi (ST), Tinggi (T), sedang (S), rendah (R), sangat rendah (SR).  Penentuan tingkat partisipasi dapat dilihat dari rata-rata jumlah skor pada seluruh indikator yang dicapai sebagai berikut :

4.      Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan nilai variabel terikat (dependent variabel) dengan beberapa variabel bebas (independent variabel). Regresi ini digunakan apabila semua nilai variabel bebas diketahui. Fungsi persamaan yang digunakan adalah (Supranto, 2009).


Keterangan:
Y     = Partisipasi anggota koperasi
X1    = Simpanan pokok (Rp)
X2    = Simpanan wajib (Rp)
X3    = SHU (Rp)
X4    = Rapat koperasi (kali pertemuan)
X5    = Tingkat pendidikan (th)
X6    = Julah tanggungan keluarga (Rp)
X7    = Jarak rumah dengan koperasi (m)
e       = Error

5.      Uji Statistik R2
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan suatu model dalam menerangkan variasi variable terikat. Nilai R2 adalah antara nol dan satu. Nilai (R2) yang kecil (nol) berarti kemampuan satu variable dalam menjelaskan variable dependen amat terbatas. Nilai satu berarti variable-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variable dependen. Selanjutnya untuk mengukur berapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variasi variabel terikat mengunakan koefisien determinasi. Sumodiningrat (2002) menjelaskan bahwa untuk mencari besarnya nilai koefisien determinasi adalah sebagai berikut:
 

G.    Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Penelitian direncanakan dilaksanakan selama kurang lebih lima bulan. Kegiatan awal hingga kegiatan terakhir selama proses penelitian tersebut tercantum dalam Tabel 3.
Tabel 3. Jadwal Pelaksanaan Penelitian
No
Rencana  kegiatan
Bulan ke-
I
II
III
IV
V
1
Persiapan penelitian
***




2
Pengurusan ijin penelitian
***




3
Pembuatan Usul Penelitian
***




4
Pengumpulan data

***



5
Tabulasi data

***
***


6
Analisis data


***
***

7
Penyusunan hasil penelitian



***
***



DAFTAR PUSTAKA

Ahmad dan Priyono 2013. Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Melalui Penguatan Agroindustri Di Kabupaten Banyumas. Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman: Purwokerto
Anoraga, Pandji dan Ninik Widiayanti. 2003. Dinamika Koperasi cetakan keempat. Jakarta : PT. Bina Adiaksara dan PT. Rineka Cipta.
Baswir, Revrisond. (2010). Koperasi Indonesia. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Hendar. (2010). Manajemen Perusahaan Koperasi. Jakarta: Erlangga.
Ketaren N. 2007. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Koperasi Credit Union dalam pemberdayaan masyarakat (studi kasus: Koperasi Credit Union Partisipasi Sukamakmur Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang). Jurnal Harmoni Sosial Volume 1(3): 138 – 146.
Kusumo, A.  2005. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adopsi Inovasi Pembuatan Gula Semut Di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Purwokerto: Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.
Mustaufik dan P. Haryanti. 2006. Evaluasi Mutu Gula Kelapa Kristal yang Dibuat dari Bahan Baku Nira dan Gula Kelapa Cetak. Laporan Penelitian. Peneliti Muda Dikti Jakarta. Purwokerto: Jurusan Teknologi Pertanian Unsoed. (tidak dipublikasikan).
Nazir, M. 2011. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Pragita, T.E. 2010. Evaluasi Keragaman dan Penyimpangan Mutu Gula Kelapa Kristal (Gula Semut) Di Kawasan Home Industri Gula Kelapa Kabupaten Banyumas. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. (Tidak dipublikasikan).
Santoso, H. B. 2003. Teknologi Tepat Guna Pembuatan Gula Kelapa. Yogyakarta: Kanisius.
Sugiarto, dkk. 2003. Teknik Sampling. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sumodiningrat, G. 2001. Responsi Pemerintah Terhadap Kesenjangan Ekonomi. Jakarta: Per Pod.
Supranto, J. 2009. Statistik Teori Dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.
Suryabrata, S. 2004. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa.
Simamora, H. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Ketiga. Jakarta: STIE YKPN
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 1

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship