-->

Agronomi Silabus

BAB I 
PENDAHULUAN

·       Jumlah penduduk bertambah
·       Peningkatan kebutuhan hidup
·       Peningkatan status sosial budaya
·       Diversifikasi dan perbaikan mutu produk pertanian
à  Perlu kenaikan produksi pertanian
à  Perlu ragam dan mutu hasil yang lebih baik

Usaha yang dapat dilakukan :
·       Pengelolaan tanaman
·       Pengelolaan lingkungan hidup tanaman
à  Intensifikasi
à  Ekstensifikasi
à  Diversifikasi
à  Rehabilitasi

Masalah :
·       Daya dukung lingkungan terbatas
·       Eksploitasi berlebihan
à  Kerusakan lingkungan
à  Daya dukung menurun
v  Kegagalan usaha pertanian (kekeringan, banjir, erosi, longsor, dll).
Agar produksi pertanian maksimal dan berkelanjutan perlu pengelolaan secara bijak dengan penerapan ilmu dan teknologi tepat guna.
Arti dan Tujuan

Agronomi              Agros dan Nomos




·       Fisik
-      tekstur
-      struktur
-      porositas
·       Kimia
-      Komplek jerapan (KPK)
-      pH
-      Buffer
Suhu rendah           tumbuh lambat
Suhu tinggi     merusak protoplasma, respirasi meningkatbinatang makan tanaman menyebabkan populasi tanaman turun (makanan sedikit)          binatang banyak yang mati, sehingga tercapai kondisi yang seimbangada enzim yang tepat           untuk biosintesis







A







B







C
50 cm
2
4
5
6
7
8






A
Lapisan A1, B1 dan A2 disingkirkan, lapisan C1 diaduk





B





C
1
2
3
4
5






A
B2 ke B1
A3 ke A1
C2 diolah, dst.





B





C
1
2
3
4
5


I


II


I.       Selama istirahat terjadi granulasi di atas dan oksidasi di dalam lubang
II.          Bibit di tanam
III.       Setelah tumbuh lubang ditutup bertahap
IV.      Lubang tanam menjadi guludan
 






















III


IV























Keuntungan:
Kerugian:
·        Waktu cepat
·        Struktur lebih baik
·        Kedalaman dapat diatur
·        Terjadi pemadatan tanah
·        Perlu tenaga terlatih
·        Tidak dapat digunakan pada kondisi lahan berbukit dan berteras



Panjang (p), tinggi (t), lebar (l) dan saluran drainase (s), tergantung  kondisi lahan jenis tanaman
 
Lama dan derasnya hujan                 perlindungan tanah terhadap curah hujanVolume dan kecepatan aliran permukaan      

A  =  R x  K x L x S x C x P
 
No
Nama
< Lereng
Lebar
Tinggi
1.
Dasar lebar (broad base)
12-15 %
± 8 m
≤ 1 m
2.
Dasar sempit (narrow base)
15-20 %
± 6 m
± 1 m
3.
Teras bangku
> 20 %
< 5 m
> 1 m
4.
Teras individu
> 30 %
< 3 m
> 1 m


Agros    =  Lapangan produksi (tanaman dan lingkungan)
Nomos =  Manage / mengelola
v  Ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman dan lingkungannya untuk mendapatkan produksi secara maksimal dan berkelanjutan.
Ada 3 faktor yang perlu diperhatikan:
1.   Jenis tanaman (Variety)
2.   Lingkungan Tanaman (Environment)
3.   Teknik budidaya (Culture technic)
Secara matematik Produksi suatu tanaman dirumuskan sebagai berikut:
Y  =  f  (V, E, C)
bila E  =  soil, climate, energi, tool, biotik
            maka Y  =  f  (V, S, Cl, En, T, B, C)

Faktor tersebut saling berhubungan dan saling pengaruh membentuk suatu sistem

Tujuan = Mendapatkan produksi tanaman secara maksimal dan berkesinambungan

Budidaya tanaman            Industri dengan faktor produksi tanaman dan lingkungan

Anorganik            Organik


Aspek dan Ruang Lingkup
Terdapat 3 aspek pokok yang harus diperhatikan :
1.   Pemulian tanaman
2.   Ekologi tanaman
3.   Fisiologi tanaman
Ketiganya secara langsung mempengaruhi proses produksi tanaman
Ruang lingkup meliputi berbagai disiplin ilmu:
a.  Ilmu yang mempelajari tanaman dan lingkungan
Botani, fisiologi tanaman, ekologi tanaman, iklim, HPT
b.  Perubahan lingkungan
Pengelolaan tanah, ilmu pemupukan, proteksi
c.  Perbaikan potensi
Pemuliaan, teknologi benih, perbanyakan tanaman

Konsep dasar produksi tanaman
                Merupakan kerangka pemikiran yang mendasar tentang pelaksanaan proses produksi tanaman yang dilandasi ilmu dan teknologi


BAB II
FAKTOR LINGKUNGAN

Tanah
·       Jenis dan sifat beragam
·       Sangat dipengaruhi banyak faktor
Tanah =  f  (Bi, I, O, T, W)
      Bi   =  Bahan induk
      I     =  Iklim
      O   =  Organisme/ biotik            Komposisi tanah
      T    =  Topografi
      W   =  Waktu

Sifat tanah
Peranan dalam budidaya
a.   sebagai tempat tumbuh
b.  sebagai hara bagi tanaman
c.  sebagai air tanah
d.  sebagai udara untuk respirasi akar

Iklim
Cahaya
·       Kualitas cahaya (panjang gelombang)
·       Lama penyinaran
·       Intensitas
Manfaat
·       Langsung
-      sebagai energi utama dalam fotosintesis
-      menghambat pertumbuhan vertikal
-      merangsang pertumbuhan generatip
·       Tak langsung
-      Suhu
-      Kelembaban
-      Perkembangan hama dan penyakit
Suhu (efek altitude)
Peranannya antara lain:
·       Perkecambahan
·      
·      
Kelembaban/ hujan/ air
v  Berkaitan dengan air, suhu, cahaya
·       fungsi internal
-      penyusun tubuh tanaman
-      sebagai reagent
-      sebagai pelarut
-      sebagai pengangkut
-      pengatur suhu tanaman
-      mengatur turgor
·       fungsi eksternal
-      membantu penyerbukan
-      membantu penyebaran tanaman
-      mempengaruhi morfologi tanaman
-      mempengaruhi pengolahan tanah

Biotik/ Hayati
·       Mikroorganisme; dapat membantu dekomposisi bahan organik dan menggunakan hasilnya sebagai bahan makanannya.
·       Cacing; memperbaiki kondisi tanah yaitu aerasi, draenasi.
·       Serangga dapat membantu penyerbukan, predator dari parasit tanaman (hama), dan pengaruh negatif dari serangga menggunakan tanaman sebagai bahan makanan
·       Gulma; sebagai pesaing tanaman
·       Manusia; menguntungkan yaitu dapat memperbaiki kondisi fisik lingkungan tanaman, faktor biologis, pengendalian hama dan penyakit atau bahkan memusnahkan
Binatang sebagai faktor biotis
Dapat berpengaruh positif terhadap tanaman
Sehingga dalam ekosistem, faktor biotis dapat menentukan penciptaan tanaman tetapi juga dapat dipengaruhi oleh tanaman
-      bila populasi tanaman mencapai klimaks (kondisi tinggi) akan memacu perkembangan binatang sebab makanannya banyak.
-     


BAB III 
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


Pertumbuhan:
Yaitu suatu proses yang menunjukkan adanya penambahan bobot kering dan ukuran yang tidak dapat balik. Penambahan bobot kering, jumlah dan ukuran bertambah

Perkembangan:
Merupakan proses diferensiasi, perubahan ke tingkat yang lebih tinggi menyangkut spesialisasi dan organisasi susunan anatomi serta fungsi fisiologi. Seperti bentuk dan fungsi.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh :
·       Kondisi sel atau jaringan meristem
·       Hasil asimilasi
·       Hormon
·       Lingkungan
Pertumbuhan    karena serangkaian proses fisiologi yaitu:
·       Fotosintesis
·       Respirasi
·       Absorbsi dan transportasi
Fase Pertumbuhan
·       Fase Vegetatif
Pembentukan dan perkembangan akar, batang, dan daun melalui 4 proses yaitu:
1.  pembesaran dan pembelahan sel
2.  diferensiasi dan pembentukan sel
3.  pembentukan organ baru
4.  pematangan jaringan dan pembentukan cadangan makanan
Proses tersebut dapat terjadi bila :
·       tersedia karbohidrat
·       tersedia air
·       aktivitas hormon
·       lingkungan yang baik/ sesuai
·       Fase Reproduktif
Pembentukan dan perkembangan: kuncup bunga, bunga, buah, biji, pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan makanan. Proses yang terjadi meliputi:
-      Inisiasi bunga/ flower initiation
-      Primordia bunga/ flower primordia
-      Pembentukan kuncup/  flower bud formation
-      Perkembangan bunga/ flower development
-      Pematangan bunga/ flower maturity
-      Penyerbukan/ pollination
-      Pembuahan/ fertilization
-      Perkembangan buah dan biji/ fruit and seed development
-      Pematangan buah dan biji/ fruit and seed maturity
-      Penuaan/ senescence
Fase reproduktif berjalan baik bila:
1.  tersedia hasil asimilasi yang banyak
2. 
3.  tersedia air
4.  lingkungan yang menguntungkan


BAB  IV
PENYIAPAN LAHAN DAN TANAH

Latar Belakang
Dalam budidaya tanaman langkah pertama yang dilakukan adalah :
·       memilih lahan yang tepat untuk jenis tanaman yang akan diusahakan, atau
·       memilih jenis tanaman yang tepat untuk diusahakan pada lahan yang ada
Penentuan lahan atau jenis tanaman yang tepat harus dipertimbangkan berbagai faktor, antara lain:
·       teknis agronomi dan ekologi
·       sosial ekonomis
bila tidak akan dihadapi resiko kegagalan dan menimbulkan dampak negatif baik terhadap SDA atau lingkungan hidup, oleh karena itu tujuan pemilihan tersebut untuk memberikan:
-      hasil yang tinggi dan mutu yang baik
-      menguntungkan dan berkesinambungan

Prinsip Dasar
·       Agar tanaman hasil tinggi, kondisi lingkungan  harus sesuai syarat ekologi tanaman.
·       Bila lahan kurang sesuai, maka perlu tindakan budidaya (biaya mahal).
·       Untuk menunjang teknik budidaya yang tinggi, biaya lebih mahal lagi (seperti jaringan irigasi, pestisida dll).
Penyiapan untuk budidaya tanaman, meliputi beberapa kegiatan antara lain:
a.  Pembuatan pagar keliling, yaitu untuk mengamankan pertanaman, bangunan dan sarana produksi dari berbagai gangguan dari luar. Bahan dapat berupa :
-      Pagar hidup
-      Pagar mati
b.  Pembuatan jaringan jalan kebun, berguna untuk memperlancar mobilitas pekerjaan, pengawasan, sarana produksi, dan peralatan serta pengangkutan hasil kebun.
c.  Pembuatan jaringan irigasi dan drainase,
Irigasi        = untuk menyediakan air bagi tanaman yaitu pada saat air hujan tidak cukup
Draenase  =  untuk menghilangkan genangan air di atas lahan dengan cara membuang kelebihan air keluar lahan
d.  Pembuatan sarana pengendali erosi atau sarana konservasi, untuk mencegah atau mengurangi kehilangan tanah karena erosi.
e.  Penanaman tanaman pelindung atau penegak, yaitu untuk melindungi dari matahari, angin, atau curah hujan. Penegak untuk membantu tegaknya tanaman.

Penyiapan Tanah
Meliputi: 
·       Pengolahan tanah
·       Pembuatan guludan dan bedengan
·       Pemberian pupuk dasar
·       Pengapuran
·       Sanitasi

Pengolahan tanah
Pemecahan massa tanah lapisan atas menjadi bongkahan/ butiran tanpa banyak merubah posisi tanah
Terdapat 3 tahap, yaitu:
·       Pemecahan masa tanah
·       Penggemburan
·       Penataan
Untuk lahan sawah hasil akhir adalah lumpur
Pengolahan tanah mempunyai 4 fungsi, antara lain:
·       Memperbaiki struktur dan konsistensi tanah
·       Memberantas gulma
·       Membersihkan tanah dari sisa tanaman
·       Meratakan permukaan tanah
Tujuan
Pengolahan tanah bertujuan untuk menciptakan media tumbuh yang baik bagi tanaman, yaitu :
·       Menjamin pertumbuhan akar dan umbi yang baik
·       Menjamin penyerapan hara dan air yang lancar
·       Memperbaiki aerasi dan drainase
·       Menjamin pertumbuhan dan perkembangan anakan
Prinsip dasar
·       Dengan alat tertentu masa tanah dipecah menjadi bentuk gumpal atau sampai dengan butiran (terjadi perubahan fisik, struktur tanah).
·       Perubahan struktur akan memperbaiki porositas dan konsistensi (aerasi dan drainase).
·       Meningkatkan oksidasi, dekomposisi bahan organik
·       Meningkatkan kepekaan erosi.
Teknik pengolahan tanah ditentukan oleh :
·       Alat pengolah
·       Sifat dan kondisi tanah
·       Jenis tanaman
·       Pengairan, kelembaban tanah
·       Kondisi lingkungan
Pengolahan dengan tenaga manusia
Dengan alat cangkul
a.  sistem buruhan/ glebagan
1.  tanah dibalik ke satu arah, istirahat 1 minggu, lalu dibalik ke arah berlawanan, istirahat 5 hari dan diaduk atau diratakan sambil membersihkan gulma. Biasa dilakukan pada tanah berat seperti tanah sawah.
2.  tanah dibalik satu arah, istirahat 1 minggu, lalu dibalik dan diratakan.
3.  seperti cara di atas (1 dan 2), hanya dilakukan pada akhir musim kering, dibiarkan sampai dengan turun hujan (terjadi granulasi), lalu digemburkan.
4.  tanah dibalik langsung diaduk dan diratakan.
b.  sistem parit
dilakukan dengan menggali dan menutup parit, ada 2 macam:

b.1 sistem parit tradisional
menggali parit sedalam 30-50 cm dan lebar ± 40 cm, rumput dimasukkan parit bersamaan tanah atas dan ditimbun tanah lapisan bawah. Biasa dilakukan di wilayah pegunungan atau tanah ringan.
b.2 sistem parit perkebunan
tanah dibagi menjadi 3 lapisan (A, B, C) masing-masing sedalam 15 cm.
vvvvvVVVvvvVvvvvVvvvvvvvvvvVVvvvvvvvVvvvvvvv



Lapisan tanah tidak berubah,  Bn ke Bn-1; An+1 ke An-1, C diolah dan seterusnya.

c.  Sistem Reinoso
Yaitu pengolahan tanah dilakukan dengan menggali parit-parit dengan ukuran tertentu, dibiarkan 2-4 minggu, jarak antar parit sama dengan jarak antar barisan tanaman. Biasa digunakan pada perkebunan tebu, rumput, rami.





Pengolahan dengan tenaga hewan
Di Indonesia : kerbau dan sapi
Di Eropa  : kuda dan sapi
Kerbau : kuat tetapi tidak tahan panas, di sawah (06.30 s.d 10.30 wib).
Sapi/ kuda : tidak begitu kuat, lebih tahan terhadap terik matahari (07.00-12.00 wib). Pada lahan kering/ sawah dengan tekstur ringan, lapisan olah dangkal < 20 cm.
Alat pengolah : bajak, garu

Pengolahan dengan tenaga mesin
Terdapat 2 macam :      -  traktor tangan
                                        -  traktor sedang/ besar
Alat pengolah tanah :
·        Bajak singkal/ mold board
·        Bajak piringan/ disc
·        Bajak paku/ brujul/ chisel
·        Deep plough
·        Rotary tiller
·        Tister/ pembuat gulud
·        Garu/ harrow
Pengolahan tanah menggunakan traktor 145 ha/hari, sedangkan dengan hand traktor 0,5 ha/ hari.
Teknik pengolahan bervariasi tergantung dari:
·        Jenis tanah
·        Sifat dan kondisi tanah
·        Lingkungan

Terdapat 8 teknik pengolahan tanah yang dikenal pada umumnya, antara lain:
·        Pembajakan dan penggaruan secara konvensional
·        Listing
Membuat guludan untuk ditanami yang dapat didahului dengan pembajakan/ penggaruan atau tidak
·        Ridge planting
Membajak sambil membuat guludan dan langsung ditanami
·        Till planting
Hanya membersihkan tanah dari rumput
·        Strip tillage
Hanya mengolah pada jalur yang akan ditanami
·        Chisel tillage
Pengolahan tanah dengan chisel
·        Plow plant
Sama dengan Ridge plant tetapi penanaman pada alurnya
·        Wheel track plant
Seperti Plow plant tetapi penanaman dan pembajakan tidak serentak

Pengolahan Tanah Konservasi
Merupakan pengolahan tanah yang disertai upaya pengawetan tanah (khususnya upaya pencegahan erosi). Macamnya antara lain:
·       No tillage
·       Minimum tillage
·       Strip tillage
·       Spot tillage
·       Contour tillage
·       Pengolahan disertai dengan penutupan permukaan tanah
Dampak negatif pengolahan tanah:
-         Meningkatkan kepekaan tanah terhadap erosi, karena pengolahan tanah mengubah konsistensi tanah
-         Menimbulkan kepadatan tanah
-         Mempercepat penguraian humus
Syarat pengolahan tanah yang baik:
-         Intensitas minimum, bila perlu dengan TOT
-         Kadar air tanah ± kapasitas lapang
-         Usahakan tidak memakai alat berat
-         Pada tanah miring pengolahan ll dengan garis tinggi
-         Pengolahan tanah sebelum musim hujan lebat
-         Saat pengolahan, air irigasi dihentikan
Pembuatan Guludan dan Bedengan
·       Guludan adalah bagian lahan yang tanahnya lebih tinggi dari sebelahnya dengan permukaan cembung, ukuran (lebar dan tinggi) disesuaikan dengan jenis dan jarak tanaman.
 

p

               l                                           t
·       Bedengan adalah bagian lahan yang tanahnya dibuat lebih tinggi dari sebelahnya dengan permukaan rata.
  s
 

   p
                                           
      l                         t


Adapun peran atau fungsi dari guludan dan bedengan yaitu untuk menghindarkan genangan sehingga dapat:
·       Mencegah pemadatan tanah
·       Mencegah tanaman kotor
·       Memperbaiki aerasi
·       Memudahkan pemeliharaan tanaman
·       Mencegah penularan penyakit tanaman
Dapat untuk saluran irigasi atau draenase
Tanaman  =  rumput, bawang, talas, dll.

Pemberian Pupuk Dasar
Pupuk dasar adalah pupuk yang diberikan bersamaan atau segera setelah pengolahan tanah.
Jenisnya antara lain pupuk kandang, pupuk hijau, kompos dan SP-36.
Cara pemberian :
·       Masukan lubang tanam dan ditutup tanah
·       Masukan tanah bersamaan dgn pembuatan guludan
Jumlah : tergantung jenis pupuk, sifat dan kondisi tanah dan jenis tanaman.
Pengapuran : untuk meningkatkan pH pada tanah masam (gambut, PMK).
Bentuk kapur :
·       Gamping (CaCO3)
·       Kapur tohor (CaO)
·       Dolomit (CaMg(CO3)2).
Pupuk dasar diberikan bersamaan pada saat pengolahan tanah, bila CaO maka perlu ditambah air.
Jumlah kapur tergantung pH tanah, jika pH 4,6 s.d 7 perlu diberikan, ± 3,4 t/ ha dolomit atau ± 3 t/ ha CaCO3 tergantung CCE (Cal Carbon Eq)
CaCO3 = 100, CaO = 179, Ca(OH)2 = 136 dan dolomit = 109

Sanitasi Tanah
merupakan usaha membersihkan tanah dari bibit penyakit dan hama
Caranya:
·       Bersihkan tanah dari sisa tanaman dan bahan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, seperti plastik, dll.
·       Mematikan bibit penyakit atau hama, seperti dengan menggunakan pestisida atau uap panas.
·       Menanam tanaman pelindung
Pembuatan lubang tanam untuk tanaman tahunan, tahapannya meliputi:
·       Penentuan jarak tanam
·       Pembuatan lubang
·       Dibiarkan terbuka
·       Penanaman
·       Penutupan dengan tanah

3.6  Usaha Pengawetan Tanah
3.6.1  Latar belakang dan permasalahan
Lahan alam                     dibuka                         lahan
pertanian                digunakan (?)                     kemunduran
dan kerusakan              produktivitas turun               tandus
Bentuk kerusakan antara lain:
·       Berkurangnya lapisan tanah akibat erosi
·       Berkurangnya kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air hujan
·       Berkurangnya kandungan hara tanah
·       Penurunan kandungan humus
·       Pencemaran tanah oleh bahan kimia
·       Peningkatan organisme yang merugikan dalam tanah
·       Penurunan pH tanah
·       Pemadatan tanah

Agar produktivitas dan kesuburan tidak menurun perlu usaha untuk mempertahankan yaitu dengan pengawetan tanah.
Permasalahan yang terjadi:
·       Bagaimana erosi terjadi?
·       Faktor apa yang mempengaruhi besarnya erosi?
·       Usaha-usaha apa yang dapat mengendalikan erosi?

3.6.2 Tujuan
untuk mempertahankan kondisi tanah dan daya guna lahan (untuk usaha pertanian, khususnya budidaya tanaman) dengan berbagai usaha dan kegiatan agar solum dan atau kesuburan tanah tetap.
3.6.2    Prinsip Dasar
yaitu didasarkan pada pemikiran bahwa erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
·      
·      
Ketahanan tanah terhadap erosi
·       Ada tidaknya usaha konservasi
Dilihat dari faktor yang mempengaruhi maka dibuat suatu formula “Persamaan umum kehilangan tanah (PUKT) atau USLE” oleh Wishmeier dan Smith (1978)
 



A      =      jumlah tanah yang hilang(toh/ ha)
R      =      indeks erosivitas hujan
K      =      faktor erodibilitas tanah
L      =      panjang lereng
S      =      kemiringan/ slope
C      =      faktor tanaman
P      =      faktor pengelolaan
Berdasarkan faktor tersebut diajukan 4 prinsip pengendalian erosi yaitu:
1.      melindungi tanah dari curahan air hujan
2.      mengurangi volume dan kecepatan Run off
3.      meningkatkan volume air yang diserap tanah
4.      meningkatkan ketahanan tanah terhadap erosi
Teknik pengendalian erosi ada 4 cara:
1.      Cara mekanis
a.      Pembuatan tanggul (ridge)
-         Untuk menahan aliran permukaan
-         Tanggul diperkuat dengan tanaman pagar, seperti Leucena glauca
-         Dibelakang tanggul dibuat saluran buntu
b.      Pembuatan teras
Untuk mengurangi aliran permukaan dan meningkatkan infiltrasi.
Macam-macam teras:

c.      Saluran air
Untuk menghambat run off, macamnya:
-         Countour
-         Slow water chanel
-         Draenage chanel
-         Checkdam
2.      Menggunakan vegetasi
Vegetasi yang ditanam atau tumbuh dapat berguna untuk:
-               Melindungi tanah dari curahan air hujan
-               Menghambat run off
-               Meningkatkan infiltrasi
-               Meningkatkan daya simpan air
Jenis vegetasi dapat dikelompokkan antara lain:
-               Pohon-pohonan (tall cover); albesia, erythrima, leucena.
-               Tanaman pagar (medium cover); L. glauca, flemingia, glyricedea, crotalaria.
-               Tanaman penutup tanah; pureria, calopogonium, centrosoma.
-               Rumput; r. gajah, r. setaria.
-               Vegetasi liar; hutan, alang-alang.
3.      Cara crop management
-               Pemilihan jenis tanaman dan pola tanam, disesuaikan lingkungan dan tumpangsari
-               Pengaturan jarak tanam dan saat tanam
-               Pengaturan tata letak tanaman
4.      Dengan land and soil management
-               Perbaikan tata guna lahan
-               Perbaikan pengolahan tanah
-               Pemberian mulsa
-               Perbaikan sistem draenase
-               Pemakaian bahan kimia (soil conditioner).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship