-->

LAPORAN PKL MANAJEMEN PRODUKSI BUAH NAGA (Hylocereus spp.) DI UD. SABILA FARM, PAKEM, SLEMAN YOGYAKARTA

I.             PENDAHULUAN

A.    LATARBELAKANG
Buah naga (Hyolocerous spp.) awalnya hanya dikenal sebagai tanaman hias di Taiwan, Vietnam dan Thailand (Hastuti, 2009). Setelah diketahui buahnya dapat dimakan, semakin banyak yang membudidayakan buah naga. Buah naga telah lama dikenal oleh orang Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah (Soelistyari et al., 2004).
Buah naga semakin diminati di beberapa kota besar di Indonesia. Jumlah permintaan untuk pasar lokal belum mampu dipenuhi oleh produksi di dalam negeri. Akibatnya, di beberapa supermarket di kota-kota besar di Indonesia dipenuhi buah naga impor (Kristanto, 2008). Menurut Badan Pusat Statistik impor buah meningkat Tahun 2009 sampai 2011. Impor buah naga pada Tahun 2012 sebesar 12,6 ribu ton dengan nilai US$ 10,7 juta (BPS, 2012). Negara pemasok buah naga ke Indonesia adalah Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.  Melihat peluang tersebut, para petani buah di Indonesia mulai mengembangkan budidaya buah naga
Seiring perkembangan waktu, budidaya buah naga semakin meluas di Indonesia (Kristanto, 2008). Perkebunan buah naga meluas dari Jawa Tengah, Yogyakarta, JawaTimur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan hingga ke Papua. Meluasnya penanaman buah naga disebabkan teknik budidaya buah mudah dilakukan dan iklim tropis Indonesia yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah naga. Yogyakarta merupakan sentra buah naga di Pulau Jawa, dimana terdapat beberapa perkebunan buah naga, seperti: 1) Kebun Agrowisata Kusumo Wanardi, Kulonprogo; 2) Ayodya, Ngaglik; dan 3) Sabila Farm, Pakem, Sleman.
 Sabila Farm berbeda dengan perkebunan buah naga yang lain. Harga buah naga di perusahaan ini cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga di pasaran, akan tetapi hal ini tidak mempengaruhi banyaknya konsumen di  Sabila Farm. Kualitas buah naga dari  Sabila Farm telah terbukti baik dari segi warna, ukuran dan tingkat kemanisan buah. Warna buah naga  Sabila Farm adalah magenta berkilat dengan sirip pendek, sedangkan warna buah naga umumnya adalah merah muda (Agrokita, 2010). Ukuran buah naga impor 0,4-0,8 kg sedangkan ukuran buah naga yang diproduksi oleh  Sabila Farm bisa mencapai 1,2 kg.
Manajemen produksi meliputi kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (Organizing), prngarahan (Directing), pengkoordinasian (Coordinating), dan pengawasan (Controlling). Harrison dan Sullivan (2000), mengemukakan bahwa kesuksesan perusahaan sangat dipengaruhi oleh usaha-usaha rutin perusahaan untuk memaksimumkan nilai-nilai dari modal intelektual perusahaan. Modal intelektual karyawan melalui pendekatan manajemen memberikan diversitas nilai-nilai organisasi yaang berbeda-beda seperti peningkatan keuntungan, akuisisi inovasi dari perusahaan lain, loyalitas konsumen, pengurangan biaya, dan perbaikan produktivitas. Menurut Pablos dalam Anatan (2012), Perkembangan lingkungan bisnis dalam millenium ini diindikasikan oleh adanya globalisasi bisnis dan kompetisi internasional, makin kritisnya tuntutan konsumen akan produk dengan kualitas tinggi, dan waktu tunggu yang pendek, ketatnya persaingan bisnis, peningkatan kapabilitas teknologi, maupun penurunan product life cycle. Oleh karenanya, manajemen prosuksi merupakan hal penting dalam menciptaakan produk buah naga berkualitas dan hasil yang kontinyu sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen.

B.     Tujuan
Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini yaitu:
1.      Mengenal secara langsung profil, kondisi, organisasi, dan kegiatan  perkebunan buah naga  Sabila Farm, di Desa Kertodadi, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
2.      Mengetahui manajemen produksi buah naga di  Sabila Farm, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengendalian. Produksi buah naga meliputi manajemen persiapan tanam, budidaya, dan panen buah naga putih (Hylocereus undatus) dan buah naga merah (Hylocereus costaricenses).
3.      Mengenali permasalahan yang dijumpai di lapangan tentang manajemen produksi buah naga merah dan putih.
C.    Sasaran
Sasaran yang dituju dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah perkebunan buah naga lokal  Sabila Farm,Yogyakarta.

D.    Manfaat
Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang akan dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1.      Manfaat bagi mahasiswa yaitu mendapat pengalaman kerja secara langsung yang bermanfaat mengenai berbagai kegiatan yang harus dipersiapkan dan dilakukan untuk menjadi pengusaha muda bidang pertanian khususnya perkebunan buah naga.
2.      Manfaat bagi perkebunan buah naga yaitu menambah relasi dan memberikan pengajaran kepada mahsiswa sebagai sumbangsih sosial bagi suatu badan usaha.



II.          TINJAUAN PUSTAKA

A.    Buah Naga (Hylocereus spp.)

1.      Sejarah, Morfologi, dan Klasifikasi Buah Naga
Menurut Hardjadinata (2010), buah naga termasuk tanaman kaktus atau famili Cacteceae (Subfamili Hylocerenea). Tanaman buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara. Buah ini termasuk genus Hylocereus yang terdiri dari beberapa spesies. Secara lengkap, klasifikasi buah naga disajikan sebagai berikut:
Divisi        : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi  : Angiospermae (biji tertutup)
Kelas        : Dicotyledonae (berkeping dua)
Subfamili : Hylocereanaea
Genus       : Hylocereus
Spesies      : - Hylocereus undatus (daging putih)
                  - Hylocereus polirhyzus (daging merah)
                  - Hylocereus costaricensis (daging super merah)
                  -Selenicereus megalanthus (kulit kuning daging putih)
Secara morfologi, tanaman buah naga termasuk tanaman tidak lengkap karena tidak memiliki daun. Morfologi buah naga terdiri dari akar, batang dan cabang, bunga, buah, serta biji. Berikut penjelasan morfologi buah naga menurut Kristanto (2008):

a.      Akar
Tanaman buah naga merupakan tanaman memanjat dan bersifat epifit. Tanaman buah naga memanjat tanaman lain untuk tumbuh pada habitat aslinya di Meksiko. Tanaman buah naga masih dapat tumbuh meski akar yang ada di dalam tanah dicabut. Tanaman buah naga memiliki akar aerial. Akar aerial (akar udara) tersebut mampu menyerap cadangan makanan dari udara (Kristanto, 2008)
Perakaran buah naga berbentuk serabut. Panjang akar berkisar antara 20-30 cm. Akar tanaman akan memanjang 50-60 cm menjelang musim produksi buah. Pemupukan dapat dilakukan sesuai sasaran dengan mengetahui daerah perakaran buah naga (Kristanto, 2008).
Buah naga mampu bertahan di daerah kering. Akar buah naga memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik pada kondisi defisit air. Akar tersebut tidak tahan terhadap genangan air. Akar akan membusuk jika tergenang air dalam waktu lama sehingga tanaman dapat mati (Kristanto, 2008).
b.      Batang dan cabang
Batang buah naga berwarna hijau. Batang berbentuk segitiga dan sekulen (banyak mengandung lendir). Pada batang dan cabang tanaman, tumbuh duri-duri yang pendek dan keras. Duri tersebut terletak pada tepi sudut batang maupun cabang dan terdiri dari 4-5 buah duri pada setiap titik tumbuh.
c.       Bunga
Sekilas, bunga mirip dengan kulit buah nanas. Bentuknya corong memanjang 30 cm. Kelopak bunga berwarna hijau. Kelopak bunga berwarna merah, pertanda bahwa bunga tidak akan menjadi buah. Selang beberapa hari akan telihat mahkota bunga yang berwarna putih di dalam kelopak bunga tersebut. Bunga akan mekar padasore hari dan akan mekar sempurna pada malam hari sekitar pukul 22.00 (night blooming cereus). Penyerbukan terjadi pada hari berikutnya. Hal tersebut menandakan awal dari pembuahan buah naga.
d.      Buah
Bentuk buah ada yang bulat dan bulat panjang. Umumnya buah berada di dekat ujung cabang atau pertengahan cabang. Buah bisa tumbuh lebih dari satu pada setiap cabang sehingga terkadang posisi buah saling berdekatan. Kulit buah berwarna merah menyala saat buah matang dengan sirip berwarna hijau, berukuran sekitar 2 cm.
Daging buah dihiasi dengan tebaran biji-biji kecil berwarna hitam pekat. Ketebalan kulit buah berkisar antara 1-4 mm. Rata-rata bobot buah umumnya berkisar antara 400-800 g/buah, tergantung jenis buah naga yang dibudidayakan.
e.       Biji
Biji buah naga berwarna hitam pekat dengan bentuk bulat kecil, pipih, dan keras. Biji buah naga hampir mirip dengan biji selasih. Setiap buah mengandung lebih dari 1.000 biji. Berbeda dengan buah berbiji lainnya, biji buah naga yang kecil itu dapat dimakan bersama dengan daging buahnya.
Biji dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif, cara tersebut jarang dilakukan karena memerlukan waktu yang cukup lama sampai tanaman berproduksi. Hasil buah dari biji pun belum tentu sesuai dengan yang diharapkan karena sifat keturunannya merupakan gabungan dari kedua induknya (Kristanto, 2008).
Buah naga dapat ditanam dimana saja, namun agar hasil yang didapat optimal maka lokasi yang tepat dipilih adalah di kebun. Buah naga dapat ditanam mulai dari daerah dataran rendah hingga dataran menengah dengan ketinggian 0-1.000 mdpl. Kadar kemanisan buah naga akan berkurang jika tanaman buah naga ditanam pada ketinggian >1.000 mdpl. Hal ini disebabkan karena kadar kemanisan ditentukan oleh suhu dan kelembapan. Oleh karena itu, tanaman buah naga sebaiknya ditanam di lokasi dengan suhu dan kelembaban yang tinggi (Hardjadinata, 2010).
Tanaman buah naga dapat tumbuh di segala tipe tanah, akan tetapi tanah yang subur, remah (gembur), drainase baik dan pH yang netral (6-7) merupakan kondisi tanah yang sangat cocok. Tanah yang memiliki drainase tidak baik menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit akar. Tanaman buah naga dapat tumbuh optimal pada daerah iklim tropis dengan sinar matahari penuh tanpa naungan. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman buah naga berkisar antara 26 -360C. Tanaman buah naga cocok ditanam pada daerah dengan curah hujan rendah 720 mm/tahun dengan bulan kering 6-8 bulan (Hardjadinata, 2010).
2.      Gizi Buah Naga
Buah naga selain dikonsumsi sebagai buah potong, ternyata sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Buah naga kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Buah naga terbukti mampu mengatasi penyakit wasir jika dikonsumsi rutin setelah makan (Trubus, 2012).

Tabel 1.  Kandungan gizi buah naga
Zat Gizi
Kandungan
Air (g)
82,5-83,0
Protein (g)
0,16-0,23
Lemak (g)
0,21-0,61
Serat / Dietary fiber (g)
0,7-0,9
Betakaroten (mg)
0,005-0,012
Kalsium (mg)
6,3-8,8
Fosfor (mg)
30,2-36,1
Besi (mg)
0,55-0,65
Vitamin B1 (mg)
0,28-0,30
Vitamin B2 (mg)
0,043-0,045
Vitamin C (mg)
8-9
Niasin (mg)
1,297-1,300
Sumber: Hardjadinata (2010).
Kandungan serat pada buah naga sangat baik, mencapai 0,7-0,9 g per 100 g. Serat dibutuhkan untuk melancarkan pencernaan didalam tubuh. Serat akan berfungsi mengikat asam empedu di dalam saluran pencernaan untuk dikeluarkan bersama dengan tinja. Semakin tinggi konsumsi serat, maka akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh (Kristanto, 2008).
Kandungan serat dalam buah naga sangat bermanfaat dalam sistem pencernaan. Serat pangan mampu memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses. Serat pangan mempunyai kemampuan mengikat zat-zat karsinogenik. Transit time menjadi lebih pendek menyebabkan waktu pengikatan zat karsinogenik berada dalam tubuh juga menjadi semakin pendek sehingga kesempatan membahayakan tubuh semakin kecil (Kristanto, 2008).

B.     Budi Daya Buah Naga
Menurut Hardjadinata (2010), budidaya buah naga meliputi pembibitan, persiapan lahan, penanaman dan pemeliharaan. Penjelasan dari proses budidaya tersebut adalah:
1.      Pembibitan
Keberhasilan budidaya buah naga diawali dengan menyiapkan bibit yang baik dan berkualitas tinggi. Bibit yang sehat, vigor, serta bebas hama penyakit merupakan ciri bibit berkualitas tinggi. Perbanyakan yang biasanya digunakan oleh petani buah naga adalah pembibitan secara vegetatif. Perbanyakan vegetatif yang digunakan dan terbukti berhasil pada tanaman buah naga adalah dengan stek batang dan cabang. Perbanyakan dengan stek memiliki tingkat keberhasilan bibit bertahan hidup lebih tinggi, pertumbuhannya lebih cepat, dan bibit yang dihasilkan berkualitas tinggi karena serupa dengan induknya (Hardjadinata, 2010).
Calon batang atau cabang yang akan dipilih untuk stek adalah batang atau cabang yang sudah pernah berbuah minimal 3-4 kali. Pemilihan cabang untuk stek yaitu batang tua yang sehat, berwarna hijau gelap kelabu dengan ukuran panjang ≥30 cm. Tunas dari bibit dengan ciri-ciri tersebut akan cepat keluar dan membesar. Bibit yang baik juga dicirikan dengan diameter batang yang besar. Stek bibit harus secepatnya ditaman. (Hardjadinata, 2010).
2.      Persiapan Tiang Panjatan
Tiang panjatan dapat menggunakan beton atau panjatan hidup. Tiang panjatan harus kuat dan bertahan selama beberapa tahun karena usia tanaman buah naga yang panjang. Tiang panjatan digunakan untuk menopang sebanyak empat tanaman yang berproduksi dengan produktivitas rata-rata 3 kg per tanaman. Alternatif lain selain menggunakan beton, dapat menggunakan panjatan hidup misalnya tanaman jaranan, angsana, jati dan clerecedae. Artinya, tiang panjatan berupa tanaman hidup harus memilkiki perakaran cukup dalam dan harus tahan pemangkasan berat karena buah naga harus terkena sinar matahari langsung agar bisa berproduksi secara optimal. Penggunaan tiang panjatan tanaman hidup lebih hemat biaya daripada tiang beton. Jarak tanam buah naga antara 2,5 x 2 m. Setiap 1Ha dibutuhkan sekitar 2.000 tiang penyangga (Hardjadinata, 2010).
3.      Persiapan Lahan
Setelah lokasi tanaman ditentukan dan tiang panjatan telah dibuat maka dilanjutkan dengan persiapan lahan. Persiapan lahan penanaman mencakup pembersihan lahan dari gulma/sampah-sampah dan pengelolaan lahan serta pembuatan jarak tanam dan lubang tanam (Hardjadinata, 2010).
4.      Penanaman
Setelah tanah dan tiang panjatan dibuat, bibit yang telah siap (berumur 3 bulan) harus segera ditanam di lahan/kebun. Penanaman bibit di lahan harus dilakukan dengan seksama. Posisi bibit dan kedalaman tanam harus diperhatikan. Kedalaman tanam sekitar  10-15 cm (Hardjadinata, 2010).
5.      Pemeliharaan
Pemeliharaan melalui pengairan, penyulaman, mengikat batang pada tiang, pemupukan tambahan, pemangkasan, seleksi bunga dan buah, dan sanitasi (Hardjadinata, 2010).

C.    Manajemen Produksi
Pada prinsipnya setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manusia untuk mencapai suatu tujuan tertentu selalu berupaya agar kegiatan tersebut dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Sehingga, kegiatan kerja perlu dilaksanakan secara sistematis dan terencana. Suatu kegiatan kerjasama dalam upaya mencapai tujuan tertentu termasuk kegiatan manajemen (Firdaus, 2008).
Menurut Manullang (1996), manajemen merupakan suatu seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumberdaya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Unsur-unsur yang terkandung dalam manajemen ini terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengendalian.
1.      Perencanaan
Menurut Terry (1986), perencanaan yaitu suatu tindakan memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasikan dan merumuskan aktivitas yang akan dilaksanakan yang dianggap perlu untuk menggapai hasil yang diinginkan.
Perencanaan produksi adalah penentuan perolehan dan persiapan segenap fasilitas yang diperlukan untuk prosuksi barang dikemudian hari, atau dengan kata lain, perencanaan produksi yang essensial merupakan kegiatan sebelum produksi. Pada saat membuat suatu rencana ada beberapa hal yang harus dilaksanakan, yaitu:
a.       Menetapkan tugas dan tujuan
b.      Mengobservasi dan menganalisis
c.       Meramalkan dan membuat rencana
Berdasarkan jangka waktunya, jenis-jenis perencanaan meliputi :
a)      Perencanaan jangka panjang
Perencanaan jangka panjang ini pada umumnya diasosiasikan sebagai perencanaan strategis, yaitu merupakan perencanaan yang mempunyai jangka waktu yang panjang, yang hanya terdiri dari garis-garis besar dari pencapaian tujuan perusahaan.
b)      Perencanaan jangka menengah
Perencanaan jangka menengah pada umumnya merupakan penjabaran dari perencanaan jangka panjang, yang akan menjembatani perencanaan jangka panjang dalam perusahaan yang bersangkutan dengan perencanaan jangka pendek di dalam perusahaan yang sama.
c)      Perencanaan jangka pendek
Perencanaan jangka pendek atau sering disebut sebagai perencanaan taktial akan merupakan perencanaan yang cukup terperinci, dijadikan sebagai pedoman untuk pelaksanaan kerja dalam perusahaan yang bersangkutan.
2.      Pengorganisasian
Mooney dalam Manullang (2001), menyatakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Pengorganisasian menjadi sangat penting di dalam sebuah perusahaan termasuk  Sabila Farm. Kerja sama yang baik akan mempengaruhi motivasi kerja dan juga produktivitas kerja para karyawan.
Sasaran langsung pengorganisasian produksi adalah pembentukan struktur organisasi formal untuk melaksanakan rencana yang telah ditetapkan. Fungsi organisasi adalah proses untuk membangun hubungan-hubungan diantara sumberdaya yang ada, sehingga strukturnya memberikan kemudahan dalam pencapaian sasaran. Organisasi formal perusahaan berbentuk badan usaha.
3.      Pengarahan
Di dalam suatu perusahaan, pengarahan ini sangat diperlukan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik. Tanpa adanya pengarahan yang baik, maka pelaksanaan kerja dalam suatu organisasi perusahaan akan mengikuti aspirasinya sendiri-sendiri. Pengarahan sangat penting untuk mendapatkan acuan yang sama dalam perkembangan perkebunan.
4.      Pengkoordinasian
Pelaksanaan kegiatan di dalam perusahaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya koordinasi antar bagian yang baik. Kegiatan-kegiatan dalam suatu perusahaan akan saling berkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga keberhasilan dari suatu kegiatan akan berpengaruh terhadap kegiatan yang lain.
5.      Pengendalian
Setiap kegiatan dalam sebuah perusahaan memerlukan adanya pengendalian. Pengendalian diartikan sebagai pengawasan, dan sekaligus dapat mengambil beberapa tindakan untuk melakukan perbaikan apabila terjadi penyimpangan dalam proses produksi. Pengawasan pada perkebunan buah meliputi pengawasan mutu produk buah yang dihasilkan, pengawasan hasil produksi dan pengawasan pasar.
III.       MATERI DAN METODE
A.    Tempat dan Waktu Praktik Kerja Lapangan
Praktik Kerja Lapangan ini dilaksanakan di perkebunan buah naga  Sabila Farm Dukuh Kertodadi, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakanselama 25 hari kerja pada Bulan Januari - Februari 2013.

B.     Materi Praktik Kerja Lapangan
Materi yang akan dikaji dalam Praktik Kerja Lapangan di  Sabila Farm Yogyakarta antara lain:
1.      Keadaan Umum Perusahaan
a.       Sejarah dan perkembangan perusahaan
b.      Letak dan kondisi geografis
c.       Struktur organisasi
d.      Ketenagakerjaan
2.       Manajemen Produksi
a.       Manajemen pengadaan bibit
b.      Manajemen produksi dan sarana penunjang produksi, meliputi: manajemen persiapan pembuakaan lahan lahan dan alat, pembuatan tiang panjatan, pemupukan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, pemangkasan, penyerbukan, dan manajemen panen buah naga serta manajemen distribusi.

C.    Metode Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dilaksankan dengan kegiatan meliputi:
1.        Partisipasi aktif dalam setiap kegiatan di  Sabila Farm Yogyakarta sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
2.      Melakukan survei terhadap manajemen produksi buah naga di  Sabila Farm, Yogyakarta.
3.      Melakukan wawancara kepada pemilik, karyawan dan petugas lain di  Sabila Farm, Yogyakarta.
Pengambilan data meliputi:
1)      Data primer diperoleh melalui:
a.       Praktik langsung di lapangan
b.       Wawancara dengan pemilik UD Sabila Farm, dan karyawan.
c.       Observasi terhadap kegiatan prosuksi dan hasil panen.
2)      Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen yang dimiliki oleh perusahaan, pustaka dan literatur maupun sumber-sumber lain yang mendukung. Data sekunder dari perusahaan berupa data penjualan buah naga, salinan SK menteri tentang varietas  buah naga Sabila, vedeo dan power point sebagai bahan presentasi perusahaan, struktur organisasi Sabila Farm, dan salinan hasil uji lab nutrisi buah naga. Data sekunder literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan majalah/blog.



IV.       GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A.       Sejarah Perkembangan Perusahaan
 Sabila Farm adalah perusahaan perkebunan hortikultura (buah) milik perorangan yang berbentuk UD (Usaha Dagang). Pemilik perusahaan yaitu Ir. M. Gunung Soetopo dan Ir. Elly Mulyati. Sabila Farm bediri tahun 2005 pada lahan desa yang disewa.  Sabila Farm memiliki tiga lahan perkebunan yaitu perkebunan di Desa Balong yang merupakan kebun pertama dengan luas 5 ha. Perkebunan kedua berada di Wonogiri, Kaliurang, dengan luas 2,5 ha. Perkebunan buah naga ketiga berada di Gunung Kidul dengan luas 1,7 ha. Luas totalnya 9,2 ha, lebih dari 7,2 ha di antaranya untuk kebun buah naga sedangkan 2 ha lainnya untuk kebun buah tropika.
 Sabila Farm mulai menanam tanaman tropika selain buah naga di sebagian lahannya pada tahun 2009. Tanaman buah tropika lain tersebut meliputi adalah tanaman buah delima, srikaya jumbo, jambu kristal, sirsak dan pepaya california. Tahun 2010  Sabila Farm melakukan perluasan penanaman buah naga di desa Wonogiri yang berjarak satu kilometer dari kebun di Desa Balong. Tahun 2012 Sabila Farm mulai menanam buah naga pada lahan marginal di Gunung Kidul seluas 1,7 ha. Bibit buah naga pada awal tanam diperoleh dari Pasuruan, Jawa Timur. Tanaman yang dibudidayakan pertama kali adalah buah naga putih (Hylocereus undatus), buah naga merah (Hylocereus polirhyzus) dan buah naga super red (Hylocereus costaricenses).
Ir. M. Gunung Soetopo berserta isterinya adalah lulusan IPB (Institut Pertanian Bogor) angkatan 18. Ir. M. Gunung Soetopo mengawali karirnya sebagai petani hortikultura dengan menanam melon, semangka, dan bunga potong di Depok, Jawa Barat. Ir. M. Gunung Soetopo mulai beralih membudidayakan buah naga setelah pergi haji dan mendapat petunjuk untuk menanam buah naga. Pembelajaran awal budidaya buah naga didapat dari kebun wisata Kusumo Wanardi, milik Romo, di Glagah, Kulon Progo. Setelah mengetahui prinsip-prinsip menanam buah naga, maka di tahun 2005, Ir. Gunung Soetopo dan Ir. Eli Mulyati mulai membuka perkebunan buah naga di Desa Balong, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Ir. M. Gunung Soetopo bertekat kebun buah naga menjadi pelabuhan terakhirnya. Pengalamannya menjadi direktur perusahaan benih hortikultura berteknologi tinggi dari Jepang dan bekerja dibidang pertanian selama lebih dari 26 tahun memberinya pengalaman dan ilmu pengetahuan.
Varietas buah naga  Sabila Farm mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian melalui SK menteri pertanian No. 2105/Kpts/SR.120/5/2010 untuk Varietas Sabila Merah dan SK No. 2103/Kpts/SR.120/5/2010 untuk Varietas Sabila Putih. Surat Keputusaan ditetapkan tanggal 26 Mei 2010. Kandungan nutrisi buah naga Sabila Merah dan Sabila Putih telah diuji di Laboratorium Uji Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada tanggal 26 Mei 2008. Hasil dari pengujian diantaranya adalah kandungan gula dari Sabila Putih yaitu 160brix dan Sabila Merah 150brix. Artinya, bahwa tingkat kemanisan buah cukup tinggi.

B.     Lokasi Perusahaan
Lokasi perkebunan pertama berada di Jl. Kaliurang Km 18,5 Pakem, Sleman, kebun kedua berada di Jl. Kaliurang Km 19,5, Pakem, Sleman dan kebun ketiga berada  di Gunung Kidul Yogyakarta. Ketinggian tempat kebun pertama adalah 500 mdpl. Suhu minimum perkebunan mencapai 190C. Jenis tanah di perkebunan  Sabila Farm adalah tanah cadas.
Letak  Sabila Farm di daerah dataran tinggi Kaliurang, dengan perbatasan-perbatasan sebagai berikut :
Sebelah Utara                         : Persawahan dan Gunung Merapi
Sebelah Selatan          : Pemakaman Desa Balong
Sebelah Barat             : Perumahan Warga
Sebelah Timur             : Resort dan Persawahan

C.    Visi dan Misi Perusahaan
Setiap perusahaan umumnya memiliki visi dan misi dalam mendirikan dan menjalankan kegiatan perusahaannya agar aktivitas dapat terencana dengan tepat dan memperoleh hasil sesuai dengan harapan. Visi dan misi  Sabila Farm, sebagai berikut :
1. Visi : Meningkatkan kuantitas dan kualitas komoditas buah – buahan.
2. Misi
-    Memperluas lahan penanaman buah naga dan buah lainnya
-    Meningkatkan teknologi budidaya dan pasca panen buah naga dan buah lainnya.
D.    Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan alat untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan, karena struktur organisasi menggambarkan tugas, tanggung jawab, pembagian kerja serta wewenang yang diberikan dan menggambarkan alur komunikasi antar bagian. Tujuan struktur organisasi adalah memudahkan manajemen dalam mengelola suatu perusahaan.
1.      Direktur Operasional
Direktur Operasional bertanggung jawab sebagai Direktur dan Pemilik Perusahaan  Sabila Farm, serta mempunyai kewenangan untuk meninjau dan memantau secara keseluruhan rencana operasional perkebunan dan rencana pengembangan perusahaan dan rencana pelaksanaan GAP (Good Agriculture Practice) pada  Sabila Farm. Direktur operasional  Sabila Farm, yaitu Ir. M. Gunung Soetopo dan Ir. Elly Mulyati berwewenang mengkoordinir setiap kegiatan yang dilaksanakan untuk perkembangan perusahaan. Kepala keuangan  Sabila Farm dipegang oleh Ir. Elly Mulyati. Selain sebagai kepala keuangan pusat perusahaan, Ir. Elly Mulyati juga sebagai kepala pemandu/mentoring tamu/pengunjung perkebunan. Kegiatan mentoring dibantu oleh karyawan harian, mahasiswa, dan kepala asrama. Ir. Elly Mulyati memiliki wewenang membentuk kepanitiaan setiap ada kegiatan di  Sabila Farm.
b.      Kepala Perkebunan
Kepala perkebunan mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi jalannya setiap kegiatan, membawahi seluruh bagian lain dan karyawan  Sabila Farm, mengendalikan semua catatan penjualan buah naga, memegang sementara keuangan hasil penjualan buah naga, memastikan hasil pekerjaan karyawan sesuai dengan arahan, mencatat pesanan buah naga, melaksanakan countroling produksi dan pemasaran, mengkoordinir kesiapan karyawan dalam menyiapkan pesanan buah naga (Hyolocerous spp.). Kepala perkebunan mempunyai wewenang menentukan kegiatan harian karyawan serta mengusulkan perbaikan fasilitas di  Sabila Farm. Kepala Perkebunan berwewenang memberikan sanksi kepada karyawan, mengarahkan mahasiswa, dan melakukan penggantian barang pesanan yang busuk sesuai dengan spesifikasi buah yang dipesan.
c.       Kepala Marketing Perkebunan
Kepala marketing perkebunan mempunyai tanggung jawab melaksanakan penjualan, pengawasan penjualan di areal perkebunan, menerima uang hasil penjualan di areal perkebunan, menimbang buah pada counter penjualan, menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar perkebunan, dan mempunyai wewenang menentukan harga buah naga grade rendah pada pembeli buah naga  (Hyolocerous spp.) di areal perkebunan  Sabila Farm. Kepala marketing perkebunan memiliki tanggung jawab ganda karena bertanggung jawab juga sebagai kepala asrama yang memiliki wewenang merawat fasilitas asrama  Sabila Farm dan mengkoordinir segala urusan mengenai penginapan dan kebutuhan konsumsi mahasiswa PKL dan magang/penelitian.
d.      Kepala Bagian/Kepala Karyawam
Kepala karyawan mempunyai tanggung jawab memimpin kinerja karyawan, memastikan semua target-target yang telah direncanakan sesuai dengan waktu, kualitas, pelaksanaan kerja sesuai dengan standar jam kerja karyawan, mengendalikan proses penyerbukan buah naga merah (Hylocereus costaricenses), serta mempunyai wewenang dalam mengatur proses SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) pada areal perkebunan  Sabila Farm. Perkebunan Sabila Farm melaksanakan sanitasi rutin saat musim panen buah. Kepala karyawan memiliki tanggung jawab mengkoordinasi karyawan lain dan bertanggung jawab terhadap penyelesaian tugas pemeliharaan tanaman buah naga, srikaya, dan jambu kristal. Kepala bagian karyawan memiliki hak menentukan selesainya suatu pekerjaan terhadap karyawan dibawahnya, mengarahkan dan mengevalusai hasil kerja karyawan. Tanggung jawab kepala karyawan adalah melaporkan hasil kerja kepada kepala perkebunan dan atau kepada pemilik peusahaan terkait pekerjaan yang berikan. Pelaporan dilaksanakan setiap hari kerja.
e.       Karyawan Harian
Karyawan harian memiliki tugas melaksanakan pemeliharaan tanaman buah naga, pemeliharaan dan kebersihan areal perkebunan, membuat drainase air, membuat terasering perkebunan, membuka lahan, pemupukan, penanaman tiang panjatan, penyambutan tamu/pengunjung perkebunan, penanaman buah naga, panen buah, grading buah naga dan buah srikaya, sortasi, Packaging dan penyelesaian tugas lain dari pemilik perusahaan.
f.       Petugas Kebersihan
Petugas kebersihan memiliki tanggung jawab membersihkan areal sekitar antara perkebunan dan perumahan warga. Petugas kebersihan terdiri dari satu orang yang berasal dari warga sekitar perkebunan  Sabila Farm. Petugas kebersihan memiliki tanggung jawab sebatas pada kebersihan areal luar perkebunan dari sampah daun-daun. Sedangkan, kebersihan areal perkebunan dibebankan pada karyawan harian dan kebersihan asrama berada pada tanggung jawab kepala asrama.
g.      Petugas Perbaikan Fasilitas Asrama
Petugas berwewenang memperbaiki kerusakan genteng, perbaikan fasilitas air, perbaikan dinding asrama, dan membangun fasilitas lain. Petugas perbaikan fasilitas asrama atau disebut tukang terdiri dari satu orang. Perbaikan fasilitas perusahaan dibantu oleh kepala perkebunan.
Adapun struktur organisasi Sabila Farm disajikan dalam Gambar1.




E.  Tenaga Kerja
Karyawan yang ada di  Sabila Farm terbagi menjadi dua yaitu karyawan harian dan karyawan tetap. Karyawan tetap terbagi lagi menjadi dua golongan, yaitu karyawan perkebunan dan karyawan rumah tangga. Karyawan tetap adalah mereka yang mendapakan upah dengan perhitungan bulanan, sedangkan karyawan harian mendapatkan upah dengan perhitungan hari kerja. Karyawan harian terbagi lagi menjadi dua golongan yaitu karyawan harian tetap dan karyawan harian kontrak. Jumlah seluruh karyawan  Sabila Farm hingga bulan Februari 2013 adalah 10 orang dan karyawan kontrak 2 orang. 
Karyawan tetap perkebunan dan karyawan tetap rumah tangga umumnya telah bekerja lebih dari 3 tahun. Karyawan tetap perkebunan terdiri dari 2 orang, yaitu Mulyono dan Maryati. Karyawan tetap harian perkebunan menduduki jabatan kepala perkebunan dan kepala asrama. Karyawan tersebut merupakan suami isteri dan telah bekerja dengan pemilik perusahaan sejak Tahun 2000. Karyawan tetap perkebunan diberi fasilitas tempat tinggal dan kendaraan (motor) untuk kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan. Jam kerja Kepala Perkebunan dan Kepala Asrama pukul 06.00 - 18.00 dan istirahat pada jam 12.00 – 13.00, kecuali Jum’at pada jam 11.30 – 13.00. Karyawan tetap rumah tangga terdiri dari 3 orang, yaitu Mul, Kati, dan Budi. Karyawan tetap rumah tangga menjabat sebagai petugas kebersihan rumah, pembantu rumah tangga, dan supir. Upah karyawan tetap rumah tangga dibayarkan satu bulan sekali sesuai kesepakatan dengan pemilik perusahaan.
Karyawan harian tetap terdiri dari 5 orang, yaitu Sofyan, Agus, Yono, Yanto dan Yani. Karyawan harian tetap menjabat sebagai karyawan harian pada struktur organisasi  Sabila Farm. Karyawan harian tetap menerima upah terhitung dari hari kerja dalam satu bulan. Hari kerja dalam satu bulan sejumlah 26 hari. Hari libur kerja adalah hari Sabtu. Sabila Farm memberikan upah harian karyawan harian tetap sebesar Rp. 33.000. Penetapan upah dihitung perhari dan dibayarkan perbulan. Menurut Sumaryanto dan Rusastra (2000), upaya memperbaiki tingkat upah dan kesejahteraan buruh bidang pertanian menghadapai permasalahan yang kompleks yiatu 1) permintaan tenaga kerja di sektor pertanian bersifat fluktuatif dan musiman, 2) penggunaan tenaga kerja per unit luasan usaha cenderung menurun karena berkembangnya industri, 3) adanya indikasi penurunan upah riil, daya beli dan kesejahteraan buruh, 4) sulitnya mengimplementasikan instrumen kebijakan karena posisi buruh yang bersifat dilematis, dan 5) strategi perbaikan tingkat upah melalui upaya tidak langsung seperti peningkatan kesempatan kerja non pertanian. Karyawan mulai masuk kerja pada pukul 07.30 – 16.00 dan istirahat pada jam 09.45-10.00, 11.30-13.00, 14.45-15.00. Sistem Shiff  tidak ada pada seluruh karyawan  Sabila Farm. Semua karyawan harian tetap bekerja selama 7 jam sehari (42 jam seminggu). Karyawan harian tetap perusahaan mendapatkan fasilitas tempat tinggal di perkebunan Wonogiri. Karyawan harian tetap tidak memiliki jaminan sosial tenaga kerja (JAMSOSTEK). Karyawan harian tetap adalah anak muda dengan latar belakang pendidikan cukup dan berasal dari daerah yang sama. Diantara kelima karyawan harian tetap memiliki hubungan emosional yang baik sehingga para karyawan dapat melaksanakan tugas dengan kerjasama yang baik dan meningkatkan kinerja kerja.
Karyawan harian kontrak terdiri dari 2 orang, yaitu petugas kebersihan perkebunan dan petugas perbaikan fasilitas (tukang). Kaaryawan harian kontrak menerima upah dengan nominal berdasarkan kesepakatan dengan pemilik perusahaan. Pembayaran upah karyawan harian kontrak dapat melalui kepala perkebunan. Petugaas kebersihan perkebunan adalah salah satu warga sekitar perkebunan bernama Dilla. Jam kerja petugas kebersihan perkebunan mulai pukul 06.00-08.00. Petugas perbaikan fasilitas (tukang) terdiri dari 1 orang yaitu bambang. Pembayaran upah tukang dibayarkan harian melalui kepala perkebunan.
Hak yang diberikan perusahaan kepada karyawan harian tetap adalah memperoleh upah, fasilitas tempat tinggal, dan libur kerja hari Sabtu. Hak karyawan harian terkait penyelesaian tugas adalah menerima pengarahan harian dari pemilik atau kepala perkebunan tentang tugas hari itu dan menentukan tindakan darurat terhadap kondisi tanaman buah naga. Hak karyawan kontrak adalah memperoleh upah, fasilitas alat kerja dan pengarahan kerja oleh pemilik perusahaan. Sarana prasarana  Sabila Farm berhak digunakan oleh seluruh karyawan. Sarana yang dimaksud adalah penginapan, dapur, kulkas, toilet, dan kendaraan. Hak karyawan kontrak diatur dalam UU No.13 Thn 2003 dan kepmen 100 thn 2004 - tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
F.     Kegiatan Utama Perusahaan
Kegiatan utama perusahaan adalah budidaya buah naga, srikaya, jambu kristal, dan sirsak. Kegiatan lain meliputi pengolahan buah naga, kunjungan tamu, penjualan di Pasar Tani, pencatatan pesanan, pemasaran buah naga, pameran dan pembelian bahan baku.
1.      Buah-Buah yang dihasilkan  Sabila Farm
 Sabila Farm dalam perkembangannya tidak hanya membudidayakan buah naga. Buah-buah tropika lain seperti srikaya jumbo, buah naga putih, buah naga merah dan jambu kristal. Srikaya jumbo ditanam disebagian lahan Sabila Farm sebelah selatan. Luas areal tanam srikaya jumbo adalah 800m2. Budidaya srikaya jumbo dimulai Tahun 2009. Bibit srikaya merupakan hasil persilangan dengan cara tempel. Harga buah srikaya jumbo UD. Sabila Fram adalah Rp. 30.000 – Rp.35.000. Harga bibit srikaya jumbo adalah Rp. 15.000 dengan umur bibit sekitar 2 bulan. Berat srikaya jumbo  Sabila Farm dapat mencapai 1,1 kg per buah.
2.      Penjualan di Pasar Tani
Pasar Tani diselenggarakan setiap hari Jum’at di di halaman Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta.  Selama 26 hari kerja di Sabila Farm, mahasiswa melakukan penjualan di Pasar Tani setiap pekan sebanyak 4 kali pukul 08.00 – 12.00. Penjualan  di Pasar tani merupakan salah satu strategi kegiatan pemasaran perusahaan. Kegiatan ini memiliki rantai pasar yaitu 1. Perusahaan – 2. Mahasiswa – 3. Konsumen. Mahasiswa sebagai penjual mendapatkan margin atas harga komoditas yang dijual sebesar 10-15%. Komoditas buah yang dijual adalah buah naga merah, buah naga putih dan srikaya jumbo.
3.      Mentoring Kunjungan Tamu  Sabila Farm
 Sabila Farm merupakan salah satu tempat wisata perkebunan buah tropika di Yogyakarta yang terkenal. Pengunjung berasal dari dalam kota Yogyakarta dan dari berbagai kota di Indonesia serta tidak jarang terdapat pengunjung dari luar negeri. Kunjungan tamu ke  Sabila Farm tidak dibebankan biaya (gratis). Jam kunjungan dibuka mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB. Pengunjung dapat langsung datang ke perkebunan untuk kunjungan pribadi dengan sedikit anggota. Pengunjung dengan membawa nama instansi harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemilik perusahaan.
Mentoring tamu dilaksanakan dengan dua cara, yakni mentoring dengan belajar langsung di kebun dan mentoring dengan sistem kelas. Pengunjung dapat memperoleh motivasi, wawasan dunia usaha manca negara, wawasan tentang pertanian dan hortikultura dan bagaimana membangun mindsett bahwa pertanian merupakan pekerjaan tidak menghasilkan dan kumuh, tapi pertanian merupakan sektor yang dapat memperbaiki hajat hidup orang banyak dan menguntungkan. Mentoring dipimpin oleh pemilik Sabila Farm apabila tidak sedang berkepentingan ke luar kota atau ke luar negeri.
Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai acara yang diselenggarakan di  Sabila Farm baik sebagai panitia, bagian EO (Event Organizer), atau sebagai pemateri. Mahasiswa Magang/PKL/Penelitian di  Sabila Farm diperlakukan seperti keluarga sendiri. Mahasiswa mendapatkan jadwal belajar dengan sistem diskusi pada malam hari pukul 19.00-21.00. Pemilik perusahaan mewajibkan mahasiswa terlibat langsung dalam seluruh kegiatan budidaya buah naga, seperti mencangkul, memanen, menanam, memupuk, packaging, pemasaran, penjualan, pengolahan, menanam tiang panjatan, dan sanitasi lahan. Pemilik berkeinginan agar mahasiswa yang datang tidak hanya tahu teori budidaya buah  naga dan pangsa pasar buah naga namun menjalani proses belajar dengan cara melaksanakan (ilmu tinemuning soko laku).


4.   Pengolahan Buah Naga
Buah naga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Kandungan vitamin C pada buah naga memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat daya tahan tubuh untuk memerangi infeksi. Buah naga mampu menurunkan darah tinggi dan mencegah diabetes (Airey, 2005). 
Buah naga diolah sebagai upaya peningkatan fungsional buah dan meningkatkan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Pengolahan buah naga di Sabila Farm dilaksanakan tidak secara kontinyu. Buah naga yang masih baik dari hasil panen raya diolah untuk meningkatkan nilai ekonomis buah. Pengolahan buah naga di  Sabila Farm terbagi menjadi empat produk, yaitu cup cake buah naga, dodol, moci, dan juz buah naga.
Pengolahan buah naga menjadi produk cake dilaksanakan  Sabila Farm untuk menyambut event besar, seperti acara lomba masak AKS AKK dan kunjungan instansi yang berlangsung lebih dari satu hari dengan kapasitas peserta lebih dari 50 orang. Selain produk tradisional seperti dodol, maka  Sabila Farm memiliki resep masakan modern yaitu cup cake buah naga merah. Buah naga merah menjadi pewarna alami dalam cake dan menambah nutrisi cake. Buah naga merah  Sabila Farm memiliki tingkat kemanisan lebih rendah dibandingkan varietas buah naga  putih. Namun, buah naga merah  Sabila Farm memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dari buah naga putih (Laboratorium Uji UGM, 2012).
Cup cake buah naga dijual dengan harga Rp. 5000 per buah. Hiasan cup cake buah naga  Sabila Farm menggunakan topping FONDEX, dan butter cream. Proses pemanggangan dalam oven dilaksanakan selama 30-40 menit dengan suhu 1700C. Cup cake buah naga tidak diproduksi setiap hari. Kapasitas produksi cup cake buah naga per produksi antara 20 – 40 cup cake.
5.      Pemasaran Buah Naga
Pemasaran buah naga Sabila Farm dilaksanakan dengan empat cara, yaitu pesanan langsung antar ke dalam kota Yogyakarta, pesanan ke luar kota Yogyakarta, penjualan di kebun dan pameran/penjualan pada event tertentu seperti pasar tani/wisuda. Pesanan buah dari luar kota melalui telepon ke pemilik perusaahaan/ telepon ke kepala perkebunan. Pesanan buah naga dari luar kota ke  Sabila Farm diterima oleh pemilik perusahaan melalui telepon, SMS atau BBM. Mahasiswa diserahi wewenang untuk mencatat dan menyampaikan pesanan kepada kepala perkebunan.
Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat. Tingkat produktivitas yang dicapai perusahaan merupakan indicator seberapa efisien perusahaan dalam mengkombinasikan sumber daya ekonomisnya saat ini. Usaha peningkatan produktivitas harus direncanakan secara baik dan sistematis sehingga berhasil apabila diaplikasikan kedalam suatu perusahaan. Tahap pengukuran, evaluasi, perencanaan dan perbaikan harus disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing perusahaan (Anis, et.al., 2007).
Produksi dan produktivitas  Sabila Farm meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan produksi sebesar 5-10 kg tiap batang tanaman pertahun. Produktivitas buah naga tahun ke-4 mencapai Peningkatan produksi buah naga  Sabila Farm tidak terlepas dari pemeliharaan dan pemberian nutrisi tanah yang dilaksanakan 4 bulan sekali. Nutisi tanah yang digunakan adalah fermentasi sari buah semangka selama 3 bulan. Buah naga hanya berproduksi antara bulan November – April setiap tahunnya.
 Sabila Farm memperhatikan kebutuhan konsumen tetap lebih dari konsumen bukan langganan. Strategi pemasaran  Sabila Farm sangat memperhatikan kepuasan konsumen. Menurut data sekunder produksi tercatat Tahun 2007 – Tahun 2012 sebesar 16.554; 14.942; 23.647; 7.354; dan 9.547. Penjualan Sabila Farm mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan kapasitas produksi. Penjualan terbagi menjadi tiga cara, yaitu penjualan di kebun, penjualan dalam Yogyakarta dan penjualan ke luar kota.
Gambar 2. Skema Grafik Penjualan 3 Kondisi  Sabila Farm.
Sumber : Data Sekunder  Sabila Farm (2013).


6.      Budidaya  Buah Naga
Buah naga  Sabila Farm telah memiliki SK menteri pertanian No. 2105/Kpts/SR.120/5/2010 dan SK no 2103/Kpts/SR120/5/2010. (SK terlampir). Buah naga merah selanjutnya disebut sebagai buah naga Sabila Merah dan buah naga putih disebut dengan Sabila Putih. Buah naga  Sabila Farm memiliki keunggulan tingkat kemanisan yang tinggi mencapai 160 briks. Kualitas buah  Sabila Farm tidak terlepas dari genetik bibit dan perilaku budidaya yang dilaksanakan. Produksi buah naga untuk menghasilkan buah yang berkualitas memerlukan pengaturan dari pengadaan bahan baku, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, penyerbukan, pembuahan dan panen.
a.       Pengadaan bahan baku
1)  Pembelian bibit buah naga
Penanaman awal yaitu pada kebun pertama memerlukan pembelian bibit buah naga. Bibit buah naga berasal dari perkebunan buah naga di daerah Pasuruan Jawa Timur. Awal tanam buah naga pada tahun 2005 sebanyak 2000 tiang atau setara dengan 8000 tanaman.
Gambar 3. Gudang bibit.
Sumber:  Sabila Farm (2013).
2) Pembibitan sendiri
Keberhasilan budidaya buah naga diawali dengan menyiapkan bibit yang baik. Perbanyakan yang dilakukan Sabila Farm adalah pembibitan secara vegetatif. Perbanyakan vegetatif yang digunakan dan terbukti berhasil pada tanaman buah naga adalah dengan stek sulur tanaman. Sulur yang dipilih untuk stek adalah sulur yang sudah tua atau sulur yang sudah pernah berbuah. Pembibitan biasanya dilakukan setelah pembuahan selesai. Alasannya adalah sulur telah selesai berbuah dan sulur yang tua yang berada dibagian dalam sebaiknya dipangkas agar beton penyagga tetap kuat menahan sulur-sulur baru buah naga.
Penanaman kedua dan seterusnya menggunakan bibit yang dibuat sendiri. Hasil pembibitan sendiri kemudian disimpan di gudang bibit. gudang bibit berada di kebun Wonogiri. Sejak tahun 2008 Sabila Farm mulai melakukan penjualan bibit kepada khalayak umum. Harga bibit Sabila Putih Rp. 10.000 / bibit dan Sabila Merah Rp. 15.000/ bibit. Pembibitan  dilakukan dengan cara memotong sulur yang telah dipilih. Ukuran pemotongan sulur 30 cm. Salah satu ujung bibit di tandai dengan cara diruncingkan. Tanda tersebut menunjukkan bahwa bagian tersebut adalah bagian bawah bibit. Bibit buah naga diletakkan dalam box kayu secara horisontal dan diangin-anginkan. Jumlah bibit stek dalam satu box adalah 103 bibit.
Waktu pembibitan dilaksanakan antara bulan Mei hingga bulan Oktober. Pembibitan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sulur bagian dalam dari tanaman buah naga. Pengurangan sulur diperlukan mengingat kemampuan tiang panjatan hanya mampu menahan 40 sulur. Apabila sulur buah tidak dikurangi, maka tiang panjatan dapat tumbang. Disamping itu, pengurangan sulur juga bermanfaat ekonomis yaitu penjualan bibit. Penjualan bibit buah naga memliki nilai tidak kalah bahkan lebih menguntungka dibanding penjualan buah naga.
b.      Persiapan lahan
Persiapan lahan pada perkebunan  Sabila Farm diantaranya:
1)      Pembuatan drainase air pada lahan
Pada prinsipnya, tanaman buah naga tidak menghendaki genangan air. Sehingga topografi lahan diatur agar air dapat mengalir keluar lahan. Pembuatan drainase dengan membuat lubang air dan membuat terasering pada lahan. Terdapat sungai kecil buatan pada lahan. Pembuatan drainase dilaksanakan oleh karyawan tetap harian. Lahan penanaman dibuat berundak dan dibagi dalam beberapa blok. Diantara blok tersebut di buat jalan selebar 3 meter.
2)      Pencangkulan tanah dan pembersihan lahan
Pencangkulan dilakukan sebelum tanam. Fungsi pencangkulan adalah menggemburkan tanah dan membersihkan lahan dari rumput. Pencangkulan lahan terutama dilaksanakan pada pembukaan awal lahan. Pencangkulan awal tidak hanya dilaksanakan oleh karyawan harian tetap namun perusahaan mempekerjakan karyawan kontrak.
Gambar 4. Persiapan Lahan  Sabila Farm.
Sumber:  Sabila Farm (2013).
3)      Pembuatan dan pemasangan tiang panjatan
Tiang beton dibuat dengan komposisi semen, air dan pasir. Perbandingan semen dan pasir adalah 1 banding 7. Panjang tiang panjatan adalah 2 – 2,5 m. Satu sak semen dapat menghasilkan 28 tiang beton ukuran 2 m. Biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 100.000 setiap tiang. Tiang panjatan selain menggunakan tiang beton dapat menggunakan tiang pohon jaranan. Harga tiang jaranan adalah Rp. 14.000 per batang. Biaya pengiriman satu kali kirim adalah Rp. 2.000.000. Pengiriman dalam satu truk biasanya terdapat 400 batang pohon jaranan. Pohon jaranan dipesan dari Jember Jawa Timur. Jadi, biaya setiap kali pesan adalah Rp.7.600.000 untuk 400 pohon jaranan.
c.       Penanaman buah naga
Pada prinsipnya, penanaman buah naga harus memperhatikan sifat-sifat pokok tanaman buah naga. Sifat tanaman buah naga yaitu: 1) Tanaman Epifit, 2) Tanaman hari panjang dan 3) Gravitasi. Tanaman buah naga memiliki akar aerial yang harus menempel pada tiang panjatan (epifit). Akar tersebut mampu menangkap cadangan makanan dari udara jadi meskipun akar serabut di dalam tanah dicabut, tanaman buah naga masih bisa hidup.Akar tanaman buah naga tidak akan berebut makanan dengan tanaman panjatannya (pohon jaranan). Alasannya perakaran pohon jaranann yaitu akar tunjang dan akar tanaman buah naga berbentuk akar serabut. Sehingga, areal serapan nutrisinya sendiri-sendiri.
Tanaman buah naga merupakan tanaman hari panjang. Artinya, adalah tanaman buah naga memerlukan penyinaran lebih dari 12 jam untuk menghasilkan bunga. Tanaman buah naga memiliki sifat gravitasi, maksudnya adalah tanaman buah naga baru akan mengeluarkan bunga ketika sulur tanaman menuju arah gravitasi bumi. Tanah yang akan ditanami dicangkul dengan ukuran 50 x 50 cm. Pada tengah areal yang dicangkul tersebut dilubangi sedalam 30 cm untuk menempatkan tiang panjatan. Jadi kedalaman tiang panjatan yang ditanam adalah 50 cm. Adapun kerangka penanaman disajikan pada Gambar 8.
Gambar 5. Standar Pemasangan Tiang Panjatan.
Sumber:  Sabila Farm (2013).
Komposisi media tanam yang di gunakan  Sabila Farm yaitu:
1.      Pupuk kandang : 10 – 20 Kg per lubang tanam
2.      Kapur Dolomit : 2 Kg
3.      Sekam bakar : 1 Kg
4.      Pupuk NPK : 50 gr.
            Fungsi Bahan media tanam diatas yaitu: Pupuk kandang sebagai bahan sumber mikroorganisme tanah. Kapur pertanian (Dolomit) sebagai bahan penetral keasaman tanah. Sekam bakar sebagai pengatur porositas tanah. Pupuk NPK senbagai starter pertumbuhan tunas tanaman buah naga. Jarak tanam saat pemasangan tiang boton atau tiang jaranan adalah 2,5 x 2,5 m. Awal penanaman buah naga, Sabila Farm masih menggunakan bibit dalam polibag. Namun, pada perkembangannya, bibit stek yang digunakan untuk menanam kebun di Wonogiri menggunakan bibit stek tanpa polibag. Pengaturan jarak tanam dimaksudkan agar memberikan ruang bagi sulur tanaman dan sulur tanaman mendapatkan penyinaran matahari secara merata. Pengaturan jarak tanam juga memberika ruang para pekerja melewati sela-sela tanaman.
d.      Pemeliharaan tanaman buah naga
Pemeliharaan tanaman buah naga  Sabila Farm meliputi:
1)      Pemupukan
Pemupukan dilaksanakan 4 bulan sekali. Pemupukan terakhir dilakukan tanggal 22 Februari 2013 menggunakan larutan fermentasi air buah semangka. Sebanyak 500 liter pupuk cair dapat digunakan untuk memupuk 200 tiang tanaman. Sehingga, dibutuhkan 10 bak pupuk isi 500 liter untuk memupuk seluruh tiang tanaman di Kebun Balong.
2)      Pembersihan lahan dari gulma (penyiangan)
Penyiangan dilaksanakan petani buah naga tidak secara teratur karena adanya rumput di sekitar lahan tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman buah naga (Wahid et.al., 2012). Penyiangan di  Sabila Farm dilaksanakan jika rumput sudah terlihat lebat. Penyiangan gulma dilakukan dengan cara mekanis dan kimiawi. Penyiangan secara mekanis dengan menggunakan cangkul dan mesin pemotong rumput. Pembersihan lahan dengan cara kimiawi jarang dilakukan di  Sabila Farm.
3)      Pengikatan sulur
Pengikatan sulur-sulur dengan tali dilakukan jika sulur tanaman telah cukup panjang. Pengikatan sulur dilakukan dengan menggunakan tali rafia dan tali tetap. Pengikatan sulur tanaman disertai dengan pembentukan sulur agar tumbuh keatas dan menjuntai dengan rapih. Pengikatan sulur dilakukan pada tanaman buah naga muda  yang masih belum terbentuk dan masih berumur 1-3 tahun. Pada tanaman buah naga yang sudah dewasa pengikatan sulur tidak perlu dilakukan karena sudah terbentuk.
4)      Pemangkasan tunas
Pemangkasan tunas-tunas baru yang berada dibawah dilkukan dengan tujuan agar pertumbuhan keatas sulur utama berjalan dengan maksimal. Jika tunas yang berada dibawah dibiarkan tumbuh atau dipelihara maka nutrisi akan menyebar dan ppertumbuhan tidak terfokus mengarah keatas. Sebaiknya pemagkasan tunas dilakukan secepatnya saat tunas masih muda agar pengaturannya lebih mudah.
5)      Sanitasi buah busuk
            Panen raya buah naga terjadi pada Bulan November sampai Bulan April. Ketika musim panen raya tiba, kelebihan produksi buah tidak bisa dihindarkan. Tidak semua buah naga yang matang dapat dipanen semua mengingat jumlah tenaga kerja yang terbatas. Sehingga, buah yang kematangan mengalami perekahan buah dipohon dan membusuk. Sedangkan jika buah naga dipanen sebelum waktunya maka rasa manis yang didapatkan tidak akan maksimal karena buah naga tergolong tanaman nonklimaterik. Merekahnya buah naga di pohon selain disebabkan kematangan, juga disebbakan oleh ekstrimnya suhu udara siang malam dan cuaca panas hujan. Buah naga yang busuk ditimbun dengan tanah di areal lahan penanaman sebagai pupuk dan sebagian dibuang di lubang khusus buah busuk yang berada di belakang asrama.
 
Gambar 6. Sanitasi Buah Busuk.
e.       Penyerbukan dan pembuahan buah naga
Bunga buah naga mekar malam hari. Bunga mulai mekar malam hari pukul  19.00 – 05.00.  Penyerbukan bunga buah naga merah di  Sabila Farm dilaksanakan pukul 21.00-24.00. Menurut Pada siang harinya, bunga buah naga mulai layu. Hari saat mulai layunya bunga buah naga merupakan awal pembuahan buah naga. Umur bunga buah naga dari kuncup hingga mekar adalah 20 hari. Sedangkan umur buah dari awal pembuahan sampai buah masak adalah 33 hari. Sehingga umur panen buah naga adalah 53 hari. Jumlah biji buah naga adalah sejumlah benang sari yang jatuh pada putik dan membuahi ovum.
Posisi putik bunga buah naga merah lebih tinggi dan menjauh dari benang sarinya. Sehingga bunga buah naga merah memerlukan perlakuan penyerbukan bantuan oleh manusia. Hal ini yang membentuk harga buah naga merah lebih tinggi dari harga buah naga putih. Penyerbukan buah naga merah menggunakan serbuk sari buah naga putih. Hal ini dilaksanakan agar didapat ukuran buah yang lebih besar dibanding dengan menyerbuk menggunakan serbuk sari buah naga merah. Menurut Sukaya (2009), ketiga spesies buah naga dapat disalingsilangkan baik silang sendiri atau antar spesies dengan kemampuan yang sama.  Kedua cara penyerbukan tersebut dapat menghasilkan buah, namun untuk menghasilkan buah yang lebih baik penyerbukan sebaiknya menggunakan serbuk sari dari spesies berbeda.
Buah naga merah banyak ditanam di kebun Wonogiri dan buah naga putih ditanam di kebun Balong. Pekerja yang akan menyerbuki bunga buah naga merah turun ke kebun Balong untuk mengambil serbuk sari bunga buah naga putih Pukul 20.00WIB. Penyerbukan bunga buah naga merah dilaksanakan di kbun buah naga merah di Wonogiri sekitar pukul 22.00 – 24.00.
Gambar 7. Bunga Layu.
Ukuran buah naga Sabila Farm adalah 0,4-1,2 Kg. Pasar dunia menghendaki ukuran buah naga 0,33 Kg per buah. Meskipun demikian, pasar buah lokal menghendaki ukuran buah naga yang besar. Rasa buah naga  Sabila Farm yang matang pohon lebih manis dibandingkan buah impor dari luar negeri. Tingkat kemanisan buah naga Sabila Farm Merah mencapai 150brix dan Sabila Putih mencapai 160brix.
f.       Panen buah naga
Kriteria buah siap panen :
a.       Umur buah 53 hari
b.      Kriteria fisiologis yaitu sulur pada pangkal buah membelah
c.       Warna buah berubah dari hijau ke merah mengkilap
d.      Bentuk buah membulat berisi dan jumbai memendek.
Panen buah naga dilakukan menggunakan gunting panen. Pemotongan sulur diusahakan tidak membentuk lancip. Agar saat buah di tumpuk tidak melukai buah yang ada dibawahnya. Hasil panen diletakkan pada keranjang buah. Pengangkutan dilaksanakan menggunakan sepeda motor boks jika hasil yang dipanen cukup banyak. Jika hasil panen sedikit maka cukup menggunakan angkong.
7.      Packaging Buah Naga
Buah naga dipanen menggunakan gunting pangkas dan diangkut menggunakan angkong. Angkong adalah alat angkut yang terbuat dari besi dan memiliki satu roda dibagian depan. Angkong biasa digunakan untuk mengangkut hasil panen buah.  Buah naga hasil panen dibawa ke rumah kebun. Setelah hasil panen diangkut ke rumah kebun, buah naga diletakkan diatas terpal dan disusun berbaris menurut grade. Terdapat 3 grad buah naga. Grade 1 yaitu buah mulus besar dan segar. Grade 2 yaitu buah mulus, sedang dan segar. Grade 3 yaitu buah merekah/lecet, sedang dan segar. Gradding buah naga dilakukan untuk memisahkan antara buah yang berukuran kecil, besar dan sedang. Buah naga yang busuk tidak dimasukkan dalam grade. Setelah proses gradding, buah naga yang bagus harus dipisahkan dari buah yang pecah. Proses pemilihan buah yang layak jual kemudian disebut dengan sortasi. Buah naga diberi label. Pelabelan dimaksudkan untuk memberikan identitas jika ada pelanggan yang kecewa dengan kualitas buah yang dikirimkan.
Buah naga di Packaging dengan kardus berukuran 28x 28 cm. Kapasitas tampung buah dalam satu kardus adalah 5 kg. Harga satu boks yaitu Rp. 100.000 ditambah ongkos kirim untuk pembelian kurang dari 10 boks dan bukan pelanggan. Harga untuk pelanggan yang membeli lebih dari 10 boks adalah Rp.90.000 tidak ditambah ongkos kirim.



V.                MANAJEMEN PRODUKSI BUAH NAGA (Hylocereus spp.) UD. SABILA FARM
A.    Fungsi-Fungsi Manajemen Produksi Buah Naga
Manajemen produksi pada prinsipnya adalah perencanaan, pengaturan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian produksi agar dapat menghasilkan suatu produk dengan nilai ekonomi tinggi. Manajemen merupakan kunci keberhasilan pencapaian tujuan suatu organisasi.  Tanpa manajemen yang efektif, suatu organisasi tidak akan mampu menjawab setiap tantangan yang timbul sebagai akibat dari perubahan teknologi, perubahan organisasi dan lingkungan dalam aspek kegiatan industri.  Menurut Manullang (1996), manajemen merupakan suatu seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumberdaya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
 Sabila Farm melaksanakan 5 (lima) macam fungsi manajemen dalam kegiatan produksi meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengkoordinasian (coordinating), dan pengendalian (controlling). 
1.      Perencanaan (planning)
Perencanaan yang dilakukan oleh  Sabila Farm meliputi persiapan bahan tanam dan alat serta sarana perkebunan  untuk mencapai tujuan dan sasaran sesuai Rencana Kerja Perusahaan yang telah ditetapkan, yaitu tercapainya efisiensi produksi. Dengan kata lain, indikator efisiensi produksi tercapai apabila presentase output buah naga yang dihasilkan per tiang panjatan mencapai 20 – 40 kg dalam satu musim panen. Dasar dari perencanaan kapasitas produksi buah naga mengacu pada perkembangan luas lahan perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor produksi, diantaranya adalah bahan baku (setek), pupuk kandang, tiang panjatan, luas lahan perkebunan dan tenaga kerja. Beberapa faktor tersebut perlu direncanakan karena berkaitan dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan perusahaan baik biaya tetap (fixed cost) maupun biaya variabel (variabel cost). Selanjutnya upaya perencanaan penyediaan sarana/fasilitas perkebunan dan alat-alat produksi merupakan hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan perusahaan. Adapun sarana dan alat-alat  Sabila Farm disajikan dalam Tabel 9.
Tabel 2. Sarana dan alat-alat
Alat transportasi
Alat Kebun
Sarana Eduksi
Budidaya
Panen Pasca Panen
1Tossa box
4 angkong
10 Gunting Pangkas
Ruang presentasi
1 Viar box
10 cangkul
3 Timbangan
Proyektor
2 motor
6 sabit
3 Keranjang plastik
Screen

15 kayu ukur bibit
2 Keranjang anyam
9 Kamar penginapan

15 Golok
3 Terpal
2 Asrama kebun


10 Kaos tangan panen
10 Meja panjang


2 Rafia
40 Kursi


2 Isolasi
1 Gudang stek


1 Stempel
1Gudang peralatan


5 Spidol
6 Kamar mandi
Sumber : Data Sekunder  Sabila Farm, 2013.
Lingkup perencanaan produksi Sabila Farm yang berkaitan dengan pemeliharaan (maintenance) mesin dan peralatan perusahaan meliputi dua jenis upaya pemeliharaan yaitu preventive maintenance dan breakdown maintenance.  Upaya preventive maintenance adalah pemeliharaan sarana dan peralatan dalam perusahaan dengan baik, terlebih pada masa panen dan banyak kunjungan tamu perusahaan agar pada saat fasilitas dan peralatan tersebut digunakan dapat menunjukkan kinerja yang baik. Upaya preventive maintenence biasanya dilakukan terhadap sarana dan peralatan yang relatif mudah diperbaiki dengan biaya pemulihan (recovery) yang relatif kecil.  Sebaliknya,  upaya breakdown maintenance dilakukan apabila terdapat masalah kerusakan alat dan sarana yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi atau umur alat dan sarana tersebut sudah tua, dan sebaiknya dilakukan upaya penggantian.  Oleh karena itu, dilihat dari besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan, maka upaya preventive maintenence sebenarnya lebih menguntungkan untuk mendukung operasional perusahaan dibandingkan breakdown maintenance. Pemeliharaan peralatan dan mesin juga dapat memperkecil resiko biaya produksi yang mungkin akan dikeluarkan perusahaan dibandingkan penggantian peralatan dan sarana yang rusak dan sudah tidak dapat digunakan.
Adapun perencanaan terkait produksi tanaman meliputi perencanaan pemangkasan sulur buah naga, pemupukan tanaman, sanitasi lahan, pembuatan bibit stek, penyiangan gulma, pembuatan drainase air,  penanaman di lahan baru, dan perencanaan ekspor buah naga. Pemangkasan sulur berfungsi merangsang munculnya kuncup bunga yang mempengaruhi produksi yang dihasilkan per luas lahan dan biaya minimal yang dikeluarkan untuk produksi budidaya buah naga. Selain pemangkasan sulur, agar tanaman buah naga lebih cepat berproduksi maka sulur harus diikat keatas. Pengikatan sulur keatas tiang panjatan dilaksanakan setiap pekan selama tahun pertama sampai ketiga penanaman.
Pemasaran buah naga selama ini telah mencapai berbagai kota di Indonesia.  Sabila Farm melayani pengiriman paket buah naga ke konsumen yang berada di wilayah Jakarta Selatan dengan cara bekerjasama dengan pool salah satu bis di daerah Lebak Bulus. Sehingga, konsumen yang berada di wilayah tersebut lebih dimudahkan dalam pembelian buah naga. Rencananya pemasaran buah naga  Sabila Farm akan menambah jaringan kerjasama di beberapa kota. Pemasaran buah naga ke Jawa Timur dan Jawa Barat dilakukan dengan paket menggunakan jasa HERONA, dan PT. KAI.  Pesanan buah naga secara pribadi dalam jumlah tidak terlalu besar dan rutin pada umumnya menggunakan cara pengiriman melalui TIKI/LTH. Konsumen dapat menentukan sendiri cara pemasaran yang dikehendakinya dengan pertimbangan kemudahan menurut kerterjangkauan konsumen. Perencanaan pemasaran buah naga tidak dapat lepas dari hasil/kapasitas produksi buah naga saat tertentu.
Rencana jangka panjang  Sabila Farm adalah buah naga merah dan putih mampu memasuki pasar internasioanal. Menurut Keegen (1996), Strategi perusahaan untuk memasuki pasar luar negeri melalui beberapa cara antara lain ekspor (export), lisensi (licensing), waralaba (franchising) usaha patungan (joint venture) kepemilikan. Perdagangan internasional merupakan suatu transaksi yang sederhana dan tidak lebih dari membeli dan menjual barang antara pengusaha-pengusaha yang bertempat negara-negara yang berbeda (Hutabarat, 1992). Penetrasi pasar luar negeri yang umum digunakan antara lain melalui strategi ekspor. Perusahaan dapat melakukan ekspor secara langsung pada negara tujuan (target market) atau dapat juga secara tidak langsung, dengan menggunakan perantara atau broker, sebagai perusahaan yang membantu para eksportir menembus pasar luar negeri (Markoni, 2012). Memasuki pasar luar negeri berarti memasuki pasar dimaana penjual dan pembelinya berasal dari berbagai negara. Pengiriman barang seringkali menimbulkan berbagai masalah yang kompleks kaarena beberapa perbedaan antar negara seperti perbedaan bahasa, kebudayaan, adat-istiadat, dan cara bisnis yang berbeda. Target pasar internasional utama yang dituju oleh  Sabila Farm adalah Jerman dan Amerika Serikat. Eksportir harus mampu mengatasi hambatan-hambatan di pasar luar negeri untuk mampu menembus pasar Jerman dan Amerika Serikat.  Hambatan untuk pasar Jerman antara lain adanya standar kualitas produk dan syarat-syarat administratif, mendapatkan pembeli, Tariff dan Non tariff, dan terbatasnya informasi pasar.
 Sabila Farm terus mengembangkan usahanya ke pasar mancanegara dengan tetap memperhatikan kebutuhan konsumen langganan di dalam negeri. Perusahaan peduli terhadap kebutuhan konsumen langganan tetap melebihi permintaan konsumen baru. Sehingga, rencana pemasaran terus disesuaikan dengan permintaan  mereka. Bila terjadi kelangkaan buah, maka kebutuhan konsumen langganan dan persiapan buah naga untuk suatu event akan lebih diperhatikan daripada permintaan konsumen pengunjung kebun. Hal ini dilakukan dengan tujuan menjaga kepercayaan dan kepuasan konsumen.
Perencanaan jangka panjang  Sabila Farm berkaitan dengan kegiatan produksi salah satunya dilakukan dengan kegiatan penyediaan bibit sendiri dan investasi perluasan lahan perkebunan. Dalam rangka meningkatkan efisiensi proses dalam pabrik, maka ketersediaan bibit sangat mempengaruhi produksi dan perluasan perusahaan. Penyediaan bibit dapat menjamin kontinuitas produksi buah. Perluasan perusahaan dapat meningkatkan kapasitas produksi buah naga  Sabila Farm dan mengantisipasi pengadaan buah naga dari perkebunan lain jika terjadi kekurangan stok buah naga. Perencanaan peningkatan produksi melalui pemasangan lampu. Perencanaan pemasangan lampu pijar untuk memberikan cahaya pada tanaman buah naga di luar musim panen telah dilaksanakan  Sabila Farm. Lampu pijar dinyalakan pukul 17.00 – 22.00.
Kegiatan investasi yang dilakukan oleh  Sabila Farm  pada tahun 2012 adalah membuka perkebunan di Gunung Kidul. Buah naga dapat tumbuh pada kondisi lahan marjinal dan tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak. Menurut majalah Hortiplus Investasi awal perusahaan  Sabila Farm sebesar tahun pertama Rp. 245.870.000, tahun kedua Rp. 53.570.000, dan tahun ketiga Rp. 53.570.000. Menurut penuturan pemilik  Sabila Farm, modal awal perusahaan sebesar Rp. 175.000.000 untuk kebun pertama. Sedangkan biaya invsetasi kebun kedua dan kebun ketig.tidak diketahui. Status lahan dari ketiga perkebunan  Sabila Farm adalah lahan sewa.
2.      Pengorganisasian (Organizing)
Mooney dalam Manullang (2001), menyatakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Sasaran langsung pengorganisasian produksi adalah pembentukan struktur organisasi formal untuk melaksanakan rencana yang telah ditetapkan. Pengorganisasian merupakan suatu upaya untuk menciptakan kerjasama yang baik dalam suatu lingkungan perusahaan termasuk didalamnya aspek motivasi kerja yang diperlukan dalam rangka meningkatkan produktivitas karyawan. Koesmono (2005), menjelaskan bahwa permasalahan yang ada disetiap perusahaan adalah bagaimana menciptakan sumberdaya manusia yang dapat menghasilkan kinerja yang optimal sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Produktivitas kerja merupakan tuntutan utama bagi perusahaan agar kelangsungan hidup atau operasionalnya dapat terjamin.  Sabila Farm menerapkan sistem reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) kepada karyawan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Bentuk reward yang diberikan dalam taraf minimal yaitu berupa sanjungan atas kinerja atau prestasi karyawan. Reward selain sanjungan adalah tasyakuran bersama. Jika karyawan diminta menjadi panitia acara kunjungan dan bekerja lembur maka biasanya karyawan dengan pemilik perusahaan bersama-sama melaksanakan tasyakuran setelah selesai acara. Tasyakuran umumnya berupa makan bersama dan evaluasi kinerja persiapan dan pelaksanaan acara. Sebaliknya apabila produktivitas menurun maka akan ada suatu tindakan punishment (hukuman) pada saat evaluasi kerja berupa teguran. Organisasi  Sabila Farm berbentuk Usaha Dagang (UD). Menurut Firdaus (2008),  Kelebihan bentuk usaha ini adalah:
a.       Pemilik memegang kendali penuh atas rencana, modal, kebijakan dan keputusan manajemen usahanya
b.      Manajemen bersifat fleksibel
c.       Pemilik menerima semua keuntungan yang diperoleh
d.      Biaya pengorganisasian, pembentukan dan pembubaran rendah
e.       Perusahaan perseorangan tidak membayar pajak penghasilan sebagai bisnis tersendiri.
Hubungan kerjasama yang baik antara pemilik dan seluruh karyawan  Sabila Farm diwujudkan dalam komunikasi yang baik, sehingga dapat menciptakan iklim yang kondusif. Komunikasi antara pemilik dan seluruh karyawan berjalan fleksibel melalui SMS (Short Massage Service) dan komunikasi langsung. Pemilik UD. Sabila Fram ke perkebunan hampir setiap hari untuk langsung mengorganisasikan kegiatan harian kepada kepala perkebunan. Pengorganisasian antar karyawan dilaksanakan dengan menempatkan karyawan harian tetap pada satu asrama di perkebunan Desa Wonogiri. Karyawan harian memiliki keeratan emosional yang tinggi karena berasal dari daerah yang sama dan diantara karyawan masih memiliki hubungan kekerabatan.
3.      Pengarahan (Directing)
 Sabila Farm memiliki struktur organisasi yang cukup jelas, sehingga pengarahan dilakukan secara teratur mulai dari pemilik, kepala perkebunan sampai ke karyawan tetap harian. Oleh karena itu, pemilik harus dapat dijadikan teladan bagi bawahan. Pengarahan juga dilaksanakan terhadap sarana dan fasilitas perusahaan meliputi cara-cara dan aturan dalam penggunaannya agar tidak terjadi pemborosan yang dapat menghambat perkembangan perusahaan. Pengarahan produksi berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan tentang budidaya oleh pemilik kepada kepala perkebunan dan karyawan harian. Pengarahan mengenai batasan hal yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan dalam proses perlakuan terhadap tanaman dan buah naga hasil panen.
4.      Pengkoordinasian (Coordinating)
 Sabila Farm mengupayakan pengkoordinasian seluruh elemen pabrik dalam rangka memperkecil risiko kegagalan pelaksanaan kegiatan produksi. Koordinasi yang dilakukan  Sabila Farm melalui pertemuan formal dan tidak formal dengan karyawan yang melibatkan setiap bagian. Kegiatan koordinasi ini diarahkan pada suatu gambaran kondisi perusahaan pada suatu saat tertentu, berkaitan dengan strategi dan sasaran program yang ditetapkan dan akan dijalankan di  Sabila Farm. Koordinasi formal dilaksanakan jika akan ada acara besar.  Sabila Farm mengusung konsep PAWITAN (Pasar Wisata Pertanian), sehingga sering dijadikan tempat wisata oleh berbagai instansi. Koordinasi karyawan terkait produksi buah untuk menyambut event tertentu biasanya langsung dilakukan oleh pemilik perusahaan.
5.      Pengendalian (Controlling)
Pengendalian produksi meliputi kegiatan pengendalian jumlah buah busuk dikebun, kondisi tiang panjatan tanaman di kebun, pengendalian hama penyakit tanaman, pengendalian kualitas buah naga yang dihasilkan, dan pengendalian kualitas buah yang akan dipanen melalui kriteria kematangan serta pengendalian buah yang akan dikirim ke konsumen. Pengendalian buah busuk dikebun dilaksanakan setiap hari dengan cara menghitung buah yang dibuang karena dan menimbunnya dengan tanah di areal perkebunan. Buha busuk yang ditimbun sekaligus sebagai tambahan bahan organik dalam tanah. Kegiatan penghitungan buah busuk dilaksanakan oleh karyawan harian tetap dan mahasiswa. Pengendalian hama penyakit tanaman langsung dilaksanakan oleh pemilik perusahaan. Informasi terkait tanaman yang terindikasi penyakit dilaporkan oleh karyawan atau mahasiswa penelitian. Buah naga merah yang terkena hama semut merah  diatasi dengan cairan detergen. Pengendalian produksi buah naga mencakup seleksi buah naga yang akan dipanen. Seleksi buah naga menggunakan kriteria umur panen.

B.           Alur Pembagian Tugas  Sabila Farm
Alur pembagian tugas di  Sabila Farm sebagai berikut:
1.      Fungsi pengadaan barang pesanan
Pesanan dari konsumen luar kota langsung diterima oleh pemilik Sabila Farm melalui jejaring sosial atau email dan pesan singkat atau telepon, kemudian pesanan disiapkan oleh kepala perkebunan dibantu dengan mandor, karyawan  dan mahasiswa. Kepala perkebunan bertanggung jawab terhadap kualitas buah yang dikirim dan dengan ketat melaksanakan kontrol kualitas buah. Buah yang dikirim dengan box kardus harus dengan kriteria tepat timbangan, tidak kisut dan tidak pecah (mulus).
2.      Fungsi pemeliharaan kebun
Pemeliharaan kebun meliputi bersih lahan dari gulma, bersih lahan dari buah naga yang busuk, pemupukan, pengikatan sulur, pemotongan tunas, pemangkasan, pemupukan, dan pembibitan dilakukan oleh karyawan dan kepala karyawan atas komando langsung dari pemilik  Sabila Farm.
3.      Fungsi panen dan packaging
Semua karyawan berwenang melaksanakan panen atas komando dari pemilik  Sabila Farm dan kepala perkebunan. Panen untuk memenuhi pesanan luar kota dikoordinir oleh kepala perkebunan dibantu semua karyawan dan mahasiswa. Pesanan disampaikan oleh konsumen langsung kepada pemilik Sabila Farm atau kepada kepala perkebunan dan kepala marketing.
4.      Fungsi pemasaran dan disribusi
Pengantaran pesanan buah naga dilakukan oleh kepala perkebunan ke alamat konsumen dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
a)   Pengiriman langsung ke alamat jika konsumen masih dalam kota Yogyakarta.
b) Pengiriman melalui Paket TIKI, LTH atau penitipan boks ke Pool Bis Ramayana Lebak Bulus Jakarta Selatan dan pool bis Ramayana Bekasi. Pengiriman melalui TIKI langsung sampai pada alamat. Sedangkan pengiriman melalui Pool bis Ramayana harus diambil sendiri oleh konsumen. Pengiriman ke pool bis Ramayana dapat dilaksankan karena telah terjadi kerjasama antara  Sabila Farm dengan pihak bis Ramayana. Pembayaran pesanan langsung ke rekening bank pemilik  Sabila Farm. Ongkos kirim buah naga ditanggung oleh konsumen.
c)  Pengiriman melalui paket
Pengiriman buah naga ke stasiun diwenagkan kepada kepala perkebunan langsung oleh pemilik perusahaan. Pengiriman barang melalui PT. HERONA adalah anak perusahaan PT. KAI. Barang dikirim sehari sebelumnya. Barang sampai di stasiun daerah konsumen sehari berikutnya di stasiun daerah konsumen.
5.      Fungsi penjualan di kebun
Penjualan di kebun dilaksanakan oleh pendamping asisten kebun dan asisten kebun dengan bantuan karyawan jika penjualan dalam jumlah besar. Penjualan buah naga dikebun pada tahun 2011-2012 menduduki peringkat kedua setelah penjualan keluar kota dan diatas penjualan dalam wilayah Yogyakarta. (data terlampir). Penjualan di kebun dilakukan dengan menggunakan dua cara penimbangan. Penjualan dengan kapasitas besar oleh pedagang pengumpul menggunakan timbangan lengan.
Gambar 8. Penjualan dengan Timbangan Lengan.
Sumber: Data Sekunder Sabila Farm (2013).

6.      Fungsi kunjungan tamu
 Kunjungan tamu dapat konfirmasi terlebih dahulu pada pemilik perusahaan. Selanjutnya,  pemilik  Sabila Farm berkoordinasi dengan  kepala perkebunan, mahasiswa dan karyawan untuk menyambut dan memandu tamu.


C.    Permasalahan yang Dihadapi dan Pemecahannya
Permasalahan yang dihadapi  Sabila Farm dalam kegiatan produksi antara lain:
1.      Penyerbukan buah naga merah
Penyerbukan buah naga merah  tidak dilaksanakan rutin ketika terdapat bunga yang mekar. Karyawan  Sabila Farm melaksanakan penyerbukan buah naga merah antara pukul 21.00 – 24.00. Bunga buah naga merah yang mekar harus diserbuk dengan serbuk sari buah naga putih.  Tanaman buah naga putih berada di kebun Desa Pakem, sehingga apabila akan melaksanakan penyerbukan buah naga merah di kebun Desa Wonogiri, maka karyawan harus ke kebun buah naga putih terlebih dahulu untuk mendapatkan serbuk sari. Sehingga, pekerjaan menyerbuk buah naga merah jarang dilaksanakan tepat waktu.
2.      Waktu masak buah
Kriteria panen buah naga berdasarkan umur buah setelah bunga mekar yaitu 33 hari. Panen buah naga yang masak berdasarkan kenampakan morfologis buah sehingga antara pemetik satu dan yang lain mungkin saja berbeda dalam menilai buah tersebut sudah masak atau belum. Tidak ada tanda tanggal bunga mekar atau buah masak tanggal berapa, hal ini sulit dilakukan karena ada terlalu banyak buah naga yang diproduksi pada 7,2 ha.
3.      Sanitasi
Areal lahan perkebunan tergolong cukup luas, dan pembersihan lahan dari daun seta batang tanaman tidak tadap dilaksanakan rutin. Sehingga, pengangkutan hasil panen menjadi lebih mudah dan pada akhirnya akan meningkatkan waktu kerja karyawan. Sanitasi lahan dari buah busuk sering dilaksanakan, namun sanitasi lahan dati dahan-dahan yang tumbang jarang dilakukan.
4.      Pencatatan panen belum kontinyu
Pencatatan hasil panen tidak dilaksanakan setiap hari. Hal ini disebabkan karena hasil panen dari kebun sering tidak ditimbang terlebih dahulu, namun langsung di Packaging/dijual. Selain itu, tidak terdapat timbangan dengan kapasitas besar yang permanen ada di sekitar counter penjualan. Timbangan dengan kapasitas besar tersebut sering diturunkan dan hanya digunakan saat ada penjualan langsung dengan kapasitas besar saja. Sehingga hasil panen tidak dapat langsung ditimbang sekaligus saat itu juga.
5.      Penyinaran matahari
Tanaman buah naga memerlukan penyinaran matahari lebih dari12 jam untuk dapat menghasilkan bunga.

Pemecahan masalah yang dilaksanakan  Sabila Farm adalah:
1.      Waktu masak buah
Pemberian label pada buah naga merupakan cara yang tidak efektif dilakukan. Menurut Ir. Gunung Soetopo, cara paling efektif masih menggunakan kriteria morfologis buah. Buah dipanen dengan dua kriteria morfologis yaitu warna buah telah mengkilap dan jumbai memendek.
2.      Sanitasi
Sanitasi lahan sebaiknya dilakukan secara teratur agar pengunjung kebun merasa lebih nyaman dan hasil yang didapat menjadi lebih higienis. Sanitasi lahan perkebunan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip GAP (Good Agriculture Practices).
3.      Pencatatan panen belum kontinyu
Timbangan dengan kapasitas besar sebaiknya diletakkan permanen di counter penjualan. Penimbangan yang kontinyu akan mempermudah pencatatan hasil panen setiap hari. Jika hasil panen telah dapat tercatat tiap hari maka peningkatan/penurunan produksi akan mudah dilihat.
4.      Penyinaran matahari
 Sabila Farm memasang lampu pijar di sebagian areal lahan perkebunan untuk meningkatkan waktu penyinaran yang ditangkap oleh tanaman buah naga. Pemasangan lampu ini terbukti efektif untuk merangsang mekarnya bunga buah naga sehingga dapat meningkatkan produksi.

D.    Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah salah satu teknik analisis yang digunakan dalam proses perkembangan suatu perusahaan dengan mempertimbangkan faktor kekuatan, kelemahan yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, kesempatan dan ancaman yang berasal dari luar perusahaan.
Analisis SWOT dilakukan oleh pimpinan/anggota perusahaan yang berpikir luas, obyektif serta tidak ada unsur untuk mencari kesalahan orang lain. Tujuan yang ingin dicapai dari analisis SWOT adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas dan obyektif tentang kelayakan struktural, fungsional dan kelayakan kinerja suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

A.    Strength (Kekuatan perusahaan)
1.      Lokasi perusahaan
Lokasi perusahaan yang strategis yaitu cukup dekat dengan Jalan raya Kaliurang memudahkan kegiatan distribusi buah naga maupun kegiatan pemasaran dan keterjangkauan pengunjung  Sabila Farm. Perusahaan ini terletak di daerah pedesaan dengan view yang indah sehingga pengunjung merasa betah dan ingin kembali berkunjung. Perusahaan terletak di kaki gunung Merapi sehingga tanah perkebunan mengandung mineral merapi. Perusahaan terletak di sekitar pemukinan penduduk sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.
2.      Budaya perusahaan
Perusahaan berupaya melakukan pelayanan yang ramah terhadap pengunjung  Sabila Farm. Perusahaan secara terus menerus memperbaiki budaya diantara karyawan dalam upaya pengembangan perusahaan. Perusahaan berupaya secara terus menerus melaksanakan peningkatan kualitas dalam hal manajemen dan produk. Hubungan yang baik antara pemilik perusahaan dengan karyawan terjalin sehingga membantu pencapaian tujuan perusahaan.
3.      Pemasaran
Promosi dilakukan melalui pameran-pameran nasional dan internasional dan jaringan internet. Promosi produk dilakukan di Amerika Serikat tepatnya di Berlin, Jerman dan memiliki situs internet dengan alamat www.sabilafarm.com. Daerah pemasaran yang cukup luas menjadi salah satu kekuatan bagi perusahaan.  Daerah pemasaran buah naga  perusahaan ini sudah menjangkau hampir provinsi di Indonesia.  Jangkauan pemasaran yang cukup luas ini memungkinkan untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi. Pengembangan pasar (market extention) dalam negeri maupun pasar luar negeri merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menigkatkan volume penjualan (Markoni, 2012).
4.      Penelitian dan pengembangan perusahaan
Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan pemilik perusahaan terkait dengan penemuan buah  naga dengan ukuran yang dikehendaki pasar internasional. Pelatihan karyawan dalam menerapkan sistem GAP (Good Agricultur Practice) dilakukan secara rutin. Pemilik juga merupakan Direktur perusahaan benih berteknologi tinggi dari Jepang, sehingga memiliki pengalaman dan ilmu yang luas terkait dengan pertanian hortikultura. Perusahaan mulai melaksanakan kerjasama dan perdagangan luar negeri di tahun 2013.
5.      Produksi
Produk buah naga yang dihasilkan perusahaan berkualitas yang telah di uji nutrisinya di laboratorium uji Universitas Gadjah Mada. Buah naga yang dihasilkan dalam satu sulur mampu mencapai 3-4 buah sekaligus, sehingga hasilnya cukup tinggi. Produktivitas tanaman yang terus meningkat menjadi kekuatan perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar.
6.      Sertifikasi
Varietas  Sabila Farm telah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah melalui SK menteri pertanian. Sertifikasi adalah kegiatan untuk menilai mutu dan sebagai prasyarat untuk dinyatakan layak dan lulus administrasi varietas berkualitas (Markoni, 2012). PT. Varietas yang telah didaftarkan memberikan kekuatan hukum terhadap bibit yang dijual oleh  Sabila Farm. Menteri pertanian beberapa kali datang langsung ke  Sabila Farm untuk menikmati keindahhan alam yang ada di Kaliurang dan buah naga yang berkualitas.
7.      Kualitas buah naga
Buah naga  Sabila Farm memiliki ukuran yang relatif lebih besar dibanding buah naga dari perkebunan lain. Ukuran buah naga  Sabila Farm mampu mencapai 1,2 kg per buah. Tingkat kemanisan buah naga  Sabila Farm yang telah mencapai umur panen maksimal adalah 15- 160 briks. Menurut Hardjadinata (2010), buah naga pada umumnya memiliki tingkat kemanisan antara 13-140 briks.
8.      Persediaan bahan baku
Persediaan  bibit  Sabila Farm dapat dicukupi sendiri. Pembibitan dilaksanakan  Sabila Farm pada bulan setelah panen setiap tahunnya. Bibit yang telah siap kemudian diangin-anginkan dan sisimpan dalam boks bibit.
9.      Tanpa pestisida kimia
Penanggulangan hama penyakit tanaman buah naga di  Sabila Farm tidak menggunakan pestisida kimia. Pupuk NPK hanya digunakan saat awal tanam buah naga atau sebagai starter, selanjutnya dalam perawatan tanaman digunakan pupuk organik cair.
10.  Lay out perusahaan
Lay out perusahaan cukup bagus untuk melaksanakan proses produksi buah naga secara efektif. Lebar jalan kebun memenuhi kriteria jalan yang baik. Penempatan asrama dan halaman asrama tepat menghadap ke gunung Merapi, sehingga perusaahaan dapat memiliki point plus terkait pemandangan alam yang ditawarkan pada pengunjung.


B.     Weakness (Kelemahan Perusahaan)
1.      Proses pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan masih didominasi oleh pemilik perusahaan.  Sabila Farm, Yogyakarta yang merupakan perusahaan perseorangan walaupun struktur organisasi tergolong baik akan tetapi mengenai kegiatan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan didominasi oleh pemilik perusahaan.
2.      Manajemen
Job Analysis dan Pembagian tugas di  Sabila Farm belum terorganisir dengan jelas. Karyawan bekerja tidak hanya pada satu bidang, namun merangkap pada banyak pekerjaan. Pekerjaan karyawan perkebunan tidak jarang selesai dalam waktu lebih lama karena ada tambahan pekerjaan lain oleh pemilik perusahaan.
3.      JAMSOSTEK
Karyawan  Sabila Farm tidak terdaftar pada JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Keselamatan kerja ditanggung oleh para pekerja. Menurut Steward (1997), dimensi utama dari sebuah perusahaan adalah modal sumberdaya manusia. Oleh karena itu, keselamatan pekerja menjadi sebuah hal yang penting diperhatikan.
4.      Sumber daya manusia
Sumber daya manusia memperoleh ilmu dengan cara teknis langusng dilapangan bukan melalui pelatihan-pelatihan kerja. Pendidikan karyawan  Sabila Farm tidak menjadi prasyarat bekerja di perusahaan. Modal sumber daya manusia merupakan akumulasi nilai-nilai investasi dalam pelatihan pekerja/karyawan dan kompetisi sumber daya manusia. Dengan kata lain, modal sumber daya manusia merupakan kapabilitas kolektif untuk memberikan solusi terbaik dalam mengelola dan mengembangkan perusahaan (Bontis, 1998).
5.      Disiplin karyawan
Karyawan  Sabila Farm masuk kerja tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama dengan pemilik. Jam istirahat karyawan terkadang fleksibel bergantung selesainya pekerjaan. Jam kerja karyawan juga sering melebihi batas yang telah disepakati bersama.
6.      Jumlah tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja kebun  Sabila Farm berjumlah 10 orang. Jumlah tersebut sering tidak layak untuk jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan. Luas lahan yang dimiliki perusahaan belum cukup jika dikerjakan oleh 10 orang tenaga kerja.   Sabila Farm.  Sabila Farm pada bulan April Tahun 2013 tengah membuka lapangan pekerjaan untuk posisi Education Officer.
7.      Harga buah naga
Buah naga tergolong buah yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan harga mahal. Buah naga dikonsumsi rutin rutin untuk pengobatan atau dikonsumsi oleh lapisan masyarakat menengah. Tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkau harga buah naga untuk konsumsi tia hari. Harga buah naga  Sabila Farm di kebun yaitu Rp 15.000 – Rp. 25.000/kg.  Menurut Samudin (2009), harga buah naga di supermarket maupun swalayan masih cukup tinggi (Rp 20.000 – Rp. 30.000).

C.    Opportunities (Peluang Perusahaan)
1.      Ketersediaan pasar
Pangsa pasar buah naga Nasional dan Internsaional semakin besar. Permintaan buah naga di pasar lokal terus menaik sejak tahun 2007. Indonesia masih mengandalkan impor buah dari Thailand dan Israel untuk memenuhi permintaan buah naganya.
2.      Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk berimplikasi terhadap peningkatan konsumsi produk buah khususnya buah naga  dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Buah naga  Sabila Farm diminati oleh masyarakat pada umumya.
3.      Jumlah pembeli (Buyer)
Meningkatnya permintaan terhadap produk hortikultura menyebabkan banyak importir yang bergerak dalam usaha produk buah naga. Pembeli tidak hanya datang dari dalam kota, namun pembeli mancanegara juga ada. Banyak pengunjung yang datang akibat melihat liputan  Sabila Farm di acara TV.
4.      Permintaan produk
Permintaan buah naga  semakin hari semakin meningkat apalagi pada waktu-waktu tertentu, seperti hari Natal, dan hari Imlek. Buah naga dianggap sebagai buah pembawa berkah dan sering digunakan sebagai buah dalam prosesi sembahyang.
5.      Kesadaran konsumen
Kesadaran konsumen  semakin hari semakin meningkat.  Saat ini dalam memilih produk konsumen memperhatikan manfaat dari produk yang dibelinya bagi kesehatan. Buah naga memiliki manfaat beragam bagi tubuh, seperti penurun kolesterol, penurun tekanan darah, melancarkan metabolisme tubuh dan sumber serat. 
Threatment (Ancaman Perusahaan)
6.      Adanya retribusi
Adanya berbagai retribusi dari instansi terkait sebagai dampak negatif dari pelaksanaan otonomi daerah. Ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu peningkatan pajak pendapatan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang dibebankan kepada perusahaan.
7.      Berdirinya perusahaan baru
Masuknya perusahaan baru yang bergerak dalam perkekunan buah naga yang semakin banyak dapat menjadi ancaman bagi perusahaan, meskipun terdapat penghalang masuk dalam persaingan kualitas buah naga dan keunggulan panorama  Sabila Farm.


VI.       KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan kerja praktik yang telah dilaksanakan di  Sabila Farm, Yogyakarta maka dapat disimpulkan bahwa:
1.      Perusahaan merupakan salah satu produsen buah tropika berkualitas dan ternama di Indonesia. Sabila Farm bediri tahun 2005 pada lahan desa yang disewa. Sabila Farm memiliki tiga lahan perkebunan yaitu perkebunan Luas total lahan Sabila Farm adalah 9,2 ha, dan lebih dari 7,2 ha diantaranya untuk kebun buah naga sedangkan 2 ha lainnya untuk kebun buah tropika. Tenaga Kerja Sabila Farm berjumlah 12 orang. Bentuk perusahaan adalah Usaha Dagang (UD). Varietas buah naga Sabila Farm mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian melalaui SK menteri pertanian No. 2105/Kpts/SR.120/5/2010 untuk Varietas Sabila Merah dan Sk no 2103/Kpts/SR.120/5/2010untukVarietas Sabila Putih. Surat Keputusaan ditetapkan tanggal 26 Mei 2010. Varietas Sabila Farm telah teruji nutrisinya di Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada.
2.      Kegiatan utama  Sabila Farm meliputi budidaya buah naga, srikaya, jambu kristal, dan sirsak. Kegiatan lain meliputi pengolahan buah naga, kunjungan tamu, penjualan di Pasar Tani, pencatatan pesanan, pemasaran buah naga, pameran dan pembelian bahan baku.
3.      Manajemen produksi pada prinsipnya adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing),  pengkoordinasian (coordinating), dan pengendalian (controlling) produksi agar dapat menghasilkan suatu produk dengan nilai ekonomi tinggi. Perencanaan (planning) yang dilakukan oleh  Sabila Farm meliputi persiapan bahan tanam dan alat serta sarana perkebunan  untuk mencapai tujuan perusahaan. Perencanaan jangka panjang perusahaan yaitu perluasan dan peningkatan kapasitas produksi buah naga.
4.      Permasalahan produksi yang dihadapi Sabila Farm yaitu penyerbukan buah naga merah tidak teratur, penyinaran matahari, dan pencatatan panen belum kontinyu.

B.     Saran
Berdasarkan kerja praktik yang telah dilaksanakan di  Sabila Farm, Yogyakarta saran yang dapat diajukan antara lain:
1.      Perlu adanya perbaikan manajemen produksi meliputi perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, dan pengendalian produksi agar produksi berjalan lebih efektif untuk mengahsilkan kuantitas dan kualitas yang dikehendaki pasar.
2.      Perlu adanya pengawasan pencatatan laporan keuangan, pencatatan panen, penjualan, dan buah busuk.
3.      Perlu dilaksanakan pengawasan secara ketat terhadap kinerja karyawan harian tetap  Sabila Farm dan pembagian tugas yang fokus untuk setiap karyawan seta penambahan tenaga kerja.
4.      Perlu dilakukan pengawasan secara ketat terhadap penyerbukan buah naga merah  Sabila Farm dan pemberian bonus lembur kerja karyawan.


DAFTAR PUSTAKA


Agrokita. 2010. Agrowisata Buah Naga di Yogyakarta. (on-line). http://www.agrokita.blogspot. com. diakses 8 Desember 2012.

Annatan. 2012. Manajemen Modal Intelektual: Strategi Memaksimalkan Nilai Modal Intelektual daalam Technologi Driven Business.  Jurnal.

Anis, M., Siti N., Agung S. 2007. Usaha Peningkatan Produktivitas dengan Productivity Evaluation Tree (PET) Models. Laporan Penelitian. Jurusan Teknik Industri, Univerasitas Muhammadiah, Surakarta.

Airey, R. 2005. Rahasia Alami Meringankan Gejala Batuk Pilek. Erlangga, Jakarta.

Badan Pusat Statistik. 2012. Impor Buah. Diakses 30 Mei 2013.

BPPP. 2007. Buah Naga (Dragon Fruit) : Eksotika Sang Primadona Baru. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta. 87 hal.

Firdaus, M. 2008. Manajemen Agribisnis. Bumi Aksara, Jakarta. 221 hal.

Hastuti, F. 2009. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tabulampot Buah Naga.  Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hardjadinata, S. 2010. Budidaya Buah Naga Super Red secara Organik. Penebar Swadaya, Jakarta. 92 hal.

Hutabarat, Roselyne. 1992. Transaksi Ekspor Impor. Erlangga: Jakarta.

Koesmono, H.T. 2005. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Skala Menengah di Jawa Timur. Jurnal Vol.7.No2. 2005-171-188.

Kristanto, D. 2008. Buah Naga: Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya, Jakarta. 92 hal.

Majalah Hprtiplus. 2010. Analisis Usaha Buah Naga Putih Sabila Farm. Yogyakarta.

Manullang, M.  2001.  Dasar-Dasar Manajemen.  Ghalia Indonesia, Jakarta.

Markoni, 2012. Hambatan Eksportir Kopi Sumsel Melakukan Penetrasi Pasar Luar Negeri. Jurnal Orasi Bisnis Edisi ke-VII Mei 2012. ISSN: 2085-1375

Samudin, Saka. 2009. Pengaruh Kombinasi Auksin Sitokinin Terhadap Pertumbuhan Buah Naga. Jurnal Media Litbang Sulteng 2 (1): 62-66, Oktober 2009, ISSN : 1979 – 5971.

Siswaluya, W., Hairin F. dan Abdullah D.. 2012. Analisis Kelayakan Investasi pada Usaha Tani Buah Nagaj Super red Milik Bapak Khodir di Liang Anggang Banjarbaru. Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol.02.No.04 Desember 2012.

Soelistyari, H.T., T. Siniati K., B. Lema dan W.H. Utomo. 2002. Prospek Pengembangan Buah Naga (Thang Loy) di Jawa Timur. Prosiding Seminar dan Ekspose Teknologi Hasil Pengkajian BPTP Jawa Timur, ISBN 979-3450-05-5.

Sukaya, Retno W. dan Muliawati E.S.. 2009. Pengaruh Asal Serbuk Sari (dalam Penyerbukan Buatan) terhadap Hasil pada Tanaman Buah Naga Hylocereus dan Selenicereus. Laporan Penelitian. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.

Trubus. 2012. Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan. www. trubus. on-line.co.id diakses 7 Desember 2012.

Terry, G. R. 1986. Asas-asas Manajemen. Penerbit Alumni, Bandung.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship