-->

Makalah Revitalisasi Peran Koperasi dalam Pembangunan Perekonomian Indonesia

TUGAS TERSTRUKTUR
PAPER MATA KULIAH KOPERASI






Judul Paper
Revitalisasi Peran Koperasi dalam Pembangunan Perekonomian Indonesia”



Oleh:
Arifin Budi Purnomo
NIM A1C012025





KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO



KATA PENGANTAR

Puji syukur Tim Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karuniaNya tim penulis dapat menyelesaikan penulisan paper yang berjudul Revitalisasi Peran Koperasi dalam Pembangunan Perekonomian Indonesia.”
Penyelesaian penulisan paper ini tidak lepas dari bantuan, motivasi dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga tim penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Dr. Ir. Anisur Rosyad MS. selaku Dosen Pengampu mata kuliah Koperasi Fakultas Pertanian UNSOED.
2.      Semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun secara tidak langsung dalam penyusunan paper ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan paper ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.




Purwokerto, 2 Maret 2014


Penulis






I.         PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Berbagai program telah diupayakan baik oleh pemerintah, maupun organisasi non pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program yang telah dilakukan tersebut bertujuan untuk memperbaiki sektor perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program untuk mencapai kesejahteraan masyarakat tersebut adalah koperasi. Koperasi merupakan salah satu bentuk badan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang pantas untuk ditumbuhkembangkan sebagai badan usaha penting dan bukan sebagai alternatif terakhir. (Hutasuhut, 2005)
Koperasi merupakan salah satu usaha sekaligus gerakan perekonomian rakyat. Pada awalnya, koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang bergerak dibidang perekonomian dimana melalui koperasi mereka sama-sama berkeinginan atau punya tujuan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Hal ini karena atas dasar koperasi sesuai dengan sifat dasar bangsa Indonesia yang bersifat gotong royong dan kekeluargaan, yang merupakan pencerminan dari nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Indonesia sebagai negara berkembang telah memajukan dan menggerakkan koperasi sebagai salah satu badan usaha sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Maka dari itu, koperasi harus berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi yang merupakan landasan pokok dalam menjalankan usahanya. Namun seiring perkembangan zaman, kondisi koperasi di Indonesia semakin lama semakin jauh dari pelaksanaan prinsip-prinsip koperasi. Hal tersebut menyebabkan koperasi Indonesia menjadi tertinggal dan ditinggalkan para pelaku ekonomi. Hal ini tak lepas dari berbagai permasalahan intern yang terjadi dalam koperasi maupun faktor ekstern dari luar. Faktor tersebutlah yang mengakibatkan tidak mampunya koperasi untuk survive dan bersaing dengan kompetitor. Sehingga koperasi yang dulunya dipandang sebagai ujung tombak pembangunan perekonomian masyarakat, kini sudah lagi tidak. Dari berbagai kondisi diatas munculah ide atau gagasan untuk mengembalikan kembali fungsi koperasi sebagai penggerak perekonomian masyarakat Indonesia dengan revitalisasi peranan koperasi di Indonesia.
B.  Rumusan Masalah
Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam karya tulis ini adalah:
1.      Bagaimana Sekilas Kondisi tentang Koperasi Indonesia?
2.      Bagaimana Peranan Koperasi dalam Pengembangan Usaha Mikro?
3.      Bagaimana Upaya Revitalisasi Peran Koperasi dalam Perekonomian?
C.  Tujuan
Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk:
  1. Mengetahui Sekilas Kondisi tentang Koperasi Indonesia
2.      Memahami Peranan Koperasi dalam Pengembangan Usaha Mikro
3.      Menerapkan Upaya Revitalisasi Peran Koperasi dalam Perekonomian Indonesia
D.  Manfaat Penulisan
Manfaat yang dicapai dari tulisan ini adalah:
1.        Secara ekonomi, sebagai gambaran strategis rencana pengembangan serta revitalisasi peran koperasi dalam pembangunan perekonomian Indonesia.
2.        Secara sosial, memberikan pengetahuan serta pandangan kepada mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya koperasi bagi perkembangan perekonomian di Indonesia.








II.      PEMBAHASAN
A.    Sekilas tentang Koperasi Indonesia
Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi (UU No. 17 Tahun 2012).
Koperasi Indonesia dalam rangka pembangunan ekonomi dan perkembangan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya memiliki beberapa peran. Koperasi memegang peranan untuk mempersatukan, mengarahkan, membina dan mengembangkan potensi, daya kreasi, daya usaha untuk meningkatkan produksi dan mewujudkan tercapainya pendapatan yang adil dan kemakmuran yang merata (Kartasapoetra, dkk).
Seiring perkembangan zaman, kondisi koperasi di Indonesia semakin lama semakin jauh dari pelaksanaan prinsip-prinsip koperasi. Hal tersebut menyebabkan koperasi Indonesia menjadi tertinggal dan ditinggalkan para pelaku ekonomi. Hal ini tak lepas dari berbagai permasalahan intern yang terjadi dalam koperasi maupun faktor ekstern dari luar. Faktor tersebutlah yang mengakibatkan tidak mampunya koperasi untuk survive dan bersaing dengan kompetitor.
B.     Peranan Koperasi dalam Pengembangan Usaha Mikro
Pemberdayaan kegiatan koperasi sangat terkait dengan upaya menggerakkan koperasi dengan pemanfaatan serta penggunaan sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi ekonomi anggota dan masyarakat. Ekonomi anggota atau rakyat pada umumnya usaha mikro yang merupakan sektor ekonomi yang digeluti oleh rakyat kebanyakan seperti anggota koperasi. Mengingat pentingnya sektor usaha mikro yang telah tergabung dalam koperasi, maka gerakan koperasi harus menjadi prioritas pembinaan dan pengembangan usahanya, karena usaha demikian dapat menyediakan lapangan pekerjaan, dan mengurangi pengangguran. Maka sudah sewajarnya kalau sektor mikro yang tergabung dalam koperasi mendapatkan perhatian untuk lebih dikembangkan sehingga benar-benar dapat menjadi penyangga utama perekonomian nasional.
Tugas utama koperasi dalam konteks ekonomi mikro adalah menunjang kegiatan usaha mikro para anggotanya dalam rangka peingkatan perekonomian para anggota melalui pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan. Kebutuhan barang dan jasa yang mungkin tidak bisa ditemui di pasar, atau harga di pasaran yang tinggi, menjadi sasaran yang harus dilakukan oleh sebuah lembaga koperasi itu sendiri. Agar koperasi dapat menyediakan barang dan jasa secara efisien, maka koperasi harus melaksanakan fungsi-fungsi yang menghasilkan peningkatan potensi pelayanan yang bermanfaat bagi anggotanya.
Fungsi-fungsi koperasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.      Perlindungan terhadap sanksi-sanksi yang dapat timbul dari pengaruh lingkungan.
2.      Keuntungan dari kerjasama melalui usaha bersama ini terutama berkaitan dengan realisasi “economic of large scale”.
3.      Perbaikan posisi pasar.
4.       Kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar dalam berkomunikasi.
5.      Memperlancar jalinan informasi dan melaksanakan berbagai inovasi (Partomo, 2002).
Agar fungsi maupun tujuan koperasi (kesejahteraan anggota dan masyarakat) dapat tercapai, maka koperasi memegang peranan yang sangat vital dan strategis dalam perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan, koperasi merupakan sektor usaha yang memiliki jumlah terbesar dengan daya serap angkatan kerja yang signifikan. Seperti pada Usaha kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) merupakan kelompok usaha ekonomi yang penting dalam perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan, usaha kecil menengah dan koperasi merupakan sektor usaha yang memiliki jumlah terbesar dengan daya serap angkatan kerja yang signifikan. Oleh karena itu kesenjangan pendapatan yang cukup besar masih terjadi antara pengusaha besar dengan usaha kecil, menengah dan koperasi (UKMK), pengembangan daya saing UKMK, secara langsung merupakan upaya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, sekaligus mempersempit kesenjangan ekonomi. Keberadaan UKMK sebagai tulang punggung perekonomian kota menjadi perhatian khusus.
Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, usaha kecil/mikro, menengah dan koperasi hanya memberikan kontribusi sebesar 16,4% sedangkan usaha besar 83,6%. Berdasarkan penguasaan pangsa pasar, usaha kecil, menengah dan koperasi hanya menguasai pangsa pasar sebesar 20% (80% oleh usaha besar). Hal tersebut menunjukkan dua sekaligus, yaitu super kuatnya sektor usaha besar dan teramat lemahnya sektor UKMK. Peran serta koperasi sudah makin terlihat dalam pengembangan roda perekonomian di Indonesia.
Di banyak daerah, koperasi punya andil besar untuk mensejahterakan anggota maupun yang bukan anggota. Dalam peranan koperasi untuk memberikan kesejahteraan misalnya kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja. Hal ini tentu saja bisa makin meringankan beban pemerintah maupun swasta dalam menangani tenaga kerja yang jumlahnya makin meningkat dari tahun ke tahun. Koperasi  disini juga dimaksudkan untuk menampung kegiatan perekonomian pada tingkat lapisan bawah yang masih merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia.
Kontribusi potensial koperasi terhadap usaha mikro antara lain:
1.      Potensi perubahan secara bertahap perilaku para petani dan pengusaha kecil dan menengah yang semula berpikir tradisional menjadi termotivasi dan akan memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan sumber dayanya sendiri.
2.      Diversivikasi struktur produksi, perluasan usaha pengadaan bahan makanan dari bahan mentah. Peningkatan pendapatan dan perbaikan situasi ekonomi para petani, pengrajin, dan pekerja lepas dapat mengurangi kemiskinan di pedesaan.
3.      Peningkatan kegiatan pembentukan modal dan perbaikan “modal manusia” melalui pendidikan latihan manajer, karyawan, dan anggota.
4.      Transformasi secara bertahap para petani yang orintasinya pada pemenuhan kebutuhan dasar ke dalam suatu system ekonomi yang semakin berkembang, melalui pembagian kerja dan spesialisasi yang semakin meningkat.
5.      Pengembangan pasar, perbaikan stuktur pasar, perilaku pasar dan prestasi pasar, dan persaingan semakin efektif akan memperbaiki koordinasi yang saling membantu dari berbagai rencana ekonomi konsumen dan produsen berbagai barang dan jasa.
6.      Meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya. Sisa hasil usaha yang diperoleh koperasi dibagikan kembali kepada para anggotanya sesuai dengan jasa dan aktivitasnya
7.      Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah. Barang dan jasa yang ditawarkan oleh koperasi lebih murah dari yang ditawarkan di toko-toko. Hal ini bertujuan agar barang dan jasa mampu dibeli para anggota koperasi yang kurang mampu
8.      Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya secara lebih efektif dan membiasakan untuk hidup hemat
C.    Revitalisasi Peran Koperasi dalam Perekonomian Indonesia
Revitalisasi atau mengembalikan kembali fungsi dan peran koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional. Koperasi juga akan turut memberi andil dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran koperasi meliputi: Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Pada masa ini revitalisasi koperasi kurang mendapat perhatian karena koperasi kurang memperlihatkan  kinerja dan citra yang lebih baik dari masa sebelumnya. Keadaan ini merupakan salah satu bukti bahwa komitmen pemerintah masih kurang dalam revitalisasi koperasi. Koperasi akan sangat prospektif  jika koperasi itu sendiri mempunyai jati diri. Koperasi yang mempraktekkan  prinsip-prinsip koperasi  dalam organisasi dan usahanya. Koperasi sebagai badan usaha, organisasi dan  kegiatan usahanya harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi. Karena prinsip koperasi merupakan garis-garis  penuntun yang digunakan oleh koperasi untuk melaksanakan nilai-nilai dalam praktek seperti: (1) keanggotaan sukarela dan terbuka, (2) pengendalian oleh anggota secara demokratis, (4) partisipasi ekonomi anggota, (5) pendidikan, pelatihan dan informasi, (6) kerjasama diantara koperasi dan (7) kepedulian terhadap komunitas.
Jika Koperasi  mampu mengimplementasikan jati dirinya, koperasi akan mandiri, mampu bersaing dengan kekuatan ekonomi lainnya, mampu memproduksi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar di dalam dan luar negeri.  Dilihat dari dasar hukum yang tertuang dalam Undang-Undang 1945, Koperasi memperoleh hak untuk hidup dan perkembangan di Indonesia. Koperasi yang sudah dibangun selama ini juga jumlahnya sudah cukup besar. Jumlah ini merupakan aset yang harus dipelihara dan diberdayakan agar dapat berkembang membantu pemerintah untuk memerangi kemiskinan dan menyediakan lapangan kerja.



III.   PENUTUP
A.  Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari paper kali ini adalah
1.   Kondisi koperasi di Indonesia sekarang ini telah mengalami fase dimana koperasi Indonesia sudah tidak banyak diminati oleh pelaku ekonomi, sehingga banyak koperasi yang tidak mampu survive akan persaingan dengan kompetitor lainya.
2.      Peranan koperasi dalam pengembangan usaha mikro sangat erat hubunganya dengan pengembangan usaha para anggota yang mayoritasnya adalah sebagai pelaku di sektor ekonomi mikro.
3.      Upaya revitalisasi peran koperasi dalam perekonomian Indonesia perlu diwujudkan kembali mengingat peran koperasi sendiri memiliki keselarasan tujuan dalam pembangunan ekonomi nasional yang dimulai dari usaha-usaha mikro.
B.  Saran
Revitalisasi peranan koperasi sebagai penggerak perekonomian sangat penting dan diperlukan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut masih memerlukan peran serta masyarakat yang diiringi dengan keseriusan dari pemerintah dalam mengembalikan peran koperasi di Indonesia.






DAFTAR PUSTAKA
Hutasuhut D, Arman. 2005. Jurnal Ilmiah “Manajemen dan Bisnis” Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Riau: UMSU Press.
Kartasapoetra, G, dkk. 2005. Praktek Pengelolaan Koperasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Murtyasni, 2012. Peran Koperasi bagi Perekonomian. Diakses tanggal 2 April 2014 (http://wmurtiyasni.blogspot.com/2012/05/peran-koperasi-bagi-perekonomian-di.html)
Partomo, T. Sartika dan Abd. R. Soejoedono, 2002. Ekonomi Skala Kecil / Menengah & Koperasi. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Undang Undang No. 17 Tahun 2012 tentang Koperasi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship