-->

Makalah Dasar Manajemen: Manajer Dan Lingkungan Eksternal Mikro

TUGAS
DASAR MANAJEMEN


MANAJER DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO










Oleh    :


AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO



MANAJER DAN LINGKUNGAN EKTERNAL MIKRO

            Seorang manajer tidak hanya memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal organisasi, tetapi juga menyadari pentingnya pengaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi yang dikelolanya. Manajer perlu mempertimbangkan unsur – unsur dan kekuatan – kekuatan lingkungan eksternal dalam kegiatannya. Manajer harus mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, mendiagnosa, dan berinteraksi terhadap kekuatan – kekuatan lingkungan, baik berupa kesempatan – kesempatan maupun ancaman – ancaman yang berpengaruh padaa operasional perusahaan.
            Manajer pada suatu perusahaan harus memperhatikan faktor – faktor lingkungan eksternal yang berpengaruh secara langsung (lingkungan ekstern mikro) dan yang berpengaruh secara tidak langsung (lingkungan ekstern makro). Lingkungan ekstern mikro terdiri dari para pesaing, penyedia, langganan, lembaga – lembaga keuangan, pasar tenaga kerja, dan perwakilan – perwakilan pemerintah. Unsur- unsur lingkungan ekstern makro mencakup teknologi, ekonomi, politik, dan sosial yang mempengaruhi iklim dimana organisasi beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan – kekuatan sebagai lingkungan ekstern mikro.

LINGKUNGAN EKSTERN MIKRO
            Komponen – komponen lingkungan ekstern mikro yang paling penting adalah para pesaing yang harus dihadapi perusahaan, langganan yang harus dilayani, pasar tenaga kerja, lembaga – lembaga keuangan, para penyedia atau suppliers dan perwakilan – perwakilan pemerintah.

1.      Para Pesaing (Competitiors)
Lingkungan persaingan perusahaan tercermin dari tipe, jumlah, dan norma – norma perilaku organisasi – organisasi pesaing. Dengan pemahaman akan lingkungan persaingan yang dihadapinya, organisasi dapat mengetahui posisi persaingannya, sehingga lebih mampu mengoptimalkan operasi – operasinya. Misal, untuk meningkatkan bagian pasarnya dimana produk dan harga sama dengan para pesaing, perusahaan harus menciptakan perbedaan – perbedaan dalam pembungkusan, pelayanan, atau promosi. Pemahaman arena, sifat persaingan serta kekuatan dan kelemahan para pesaing ini memungkinkan perusahaan dapat mempergunakan kekuatan bersaingnya lebih efektif dan efisien.

2.      Langganan (Customers)
Strategi, kebijaksanaan, dan taktik – taktik pemasaran perusahaan sangat tergantung situasi pasar dan langganan. Langganan perusahaan dapat berupa suatu lembaga seperti kantor pemerintah, sekolah, perusahaan lain, rumah sakit, atau langganan perseorangan. Dalam situasi persaingan yang ketat, melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan langgananlah, perusahaan akan dapat menjaga kelangsungan hidupnya, berkembang dan mendapatkan keuntungan.

3.      Pasar Tenaga Kerja (Labor Supply)
Organisasi memerlukan sejumlah karyawan (personalia) dengan bermacam – macam keterampilan, kemampuan, dan pengalaman, sehingga organisasi perlu menggunakan banyak saluran untuk menarik dan mendapatkan karyawan – karyawan tersebut. Kemampuan menarik dan mempertahankan karyawan yang cakap merupakan kebutuhan prasyarat bagi perusahaan yang sukses. Ada tiga faktor yang berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan karyawan perusahaan, yaitu reputasi perusahaan dimata angkatan kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja, dan tersedianya tenaga kerja sesuai persyaratan yang diperlukan.

4.      Lembaga – Lembaga Keuangan
Organisasi – organisasi tergantung pada bermacam – macam lembaga keuangan, seperti bank – bank komersial, bank – bank instansi, dan perusahaan – perusahaan asuransi termasuk pasar modal yang berfungsi untuk menjaga dan memperluas kegiatan – kegiatannya. Kebutuhan akan dana dari lembaga – lembaga keuangan tersebut dalam jangka pendek digunakan untuk membelanjai operasi – operasinya, atau jangka penjang digunakann untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan – peralatan baru.

5.      Para Penyedia (Suppliers)
Setiap organisasi sangat tergantung pada sumber – sumber dari sumber daya – sumber dayanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku (mentah), bahan pembantu, pelayanan, energi dan peralatan, yang digunakan untuk memproduksi keluaran. Oleh karena itu setiap organisasi bergantung pada para penyedia bahan – bahan dan peralatan – peralatan. Organisasi biasanya berhubungan dengan para penyedia melalui agen atau manajer pembeliannya. Manajer pembelian senantiasa harus menilai kemampuan, reputasi, pelayanan, harga, potongan kuantitas, kualitas, dan sebagainya dari para penyedia sehingga dapat disesuaikan dengan karakteristik – karakteristik yang diinginkan perusahaan.

6.      Perwakilan – Perwakilan Pemerintah
Hubungan organisasi dengan perwakilan – perwakilan pemerintah berkembang semakin kompleks. Perwakilan – perwakilan pemerintah ini biasanya menetapkan peraturan – peraturan yang harus ditaati oleh organisasi dalam operasionalnya, prosedur – prosedur perijinan, dan pembatasan – pembatasan lainnya untuk melindungi masyarakat. Disamping itu perwakilan – perwakilan pemerintah sering merupakan atau menjadi para penyedia atau kreditur “besar” bagi perusahaan. 

Lingkungan Internal Organisasi


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship