-->

MAKALAH JATI DIRI UNSOED - DAMPAK NEGATIF NARKOBA BAGI GENERASI MUDA

MAKALAHDAMPAK NEGATIF NARKOBA BAGI GENERASI MUDA





 






Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Jati Diri Unsoed
Dosen Pengampu : Ir. Eko Dewanto, M.Si





KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN



BAB IPENDAHULUAN


I.I Latar Belakang
Saat kita berbicara tentang narkoba, hal ini seakan sudah menjadi masalah sejak zaman dahulu dan mungkin sampai akhir nanti. Bentuk narkoba pun selalu berubah-ubah seiring dengan perkembangan sosial masyarakat. Berdasarkan keterangan para penjajah Belanda, opium kerap digunakan oleh masyarakat Tionghoa dan juga sejumlah Java semenjak 1617.
Perkembangan peredaran gelap dan penyalah gunaan narkotika dalam beberapa tahun terakhir telah memperlihatkan peningkatan yang mencolok. Dan penyalahgunaannya kini dianggap sebagai bahaya nasional dan internasional, bik oleh negara maju maupun berkembang. Sehingga dirasakan sebagai masalah yang mengancam kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang baik politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam.
Kita telah banyak mengenal macam narkoba yang sering di salah gunakan dalam mengkonsumsinya. Konsumsi narkoba yang salah, berakibat fatal bagi iri mereka, an ampaknya dapat mengganggu ketenangan, ketertiban, dan keamanan masyarakat.
Jumlah pengguna narkoba pada saat ini semakin meningkat dan jumlah yang telah terineksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS juga semakin bertambah. Jika kita melihat realita yang ada pada saat ini adalah bahwa pengguna jarum suntik pun semakin bertambah dan tidak melihat dari segi umur, jenis kelamin dan ras. Kebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun, mereka pasti sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsi narkoba, tapi entah kenapa mereka masih menggunakannya.
1.2 Rumusan Masalah
          Berdasarkan apa yang dikemukakan pada latar belakang maka kami menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut:
a.       Apakah narkoba itu?
b.      Apa saja dampak bagi penggunanya?
c.       Peran pemerintah dalam masalah ini
d.      Bagaimana solusi tepat jitu untuk mengatasinya?





BAB IITINJAUAN PUSTAKA


NARKOBA atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA, yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.
Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di masyarakat. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.

Apa itu Narkoba


Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.

Menurut WHO (1982)Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal. Disini akan kami jelaskan tentang jenis-jenis narkoba, yaitu :
 1.Narkotika adalah Zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan

2.Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku

3.Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misal, alcohol, rokok, dan kafein. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis/ over dossis.

Faktor-faktor penyebabnya adalah :
1. Faktor individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, kawin lagi, orang tua terlampau sibuk, acuh, orang tua otoriter dan sebagainya.

Faktor-faktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi, makin banyak faktor-faktor di atas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.

Bahaya Narkoba bagi Remaja
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang.
Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.

Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan.
Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf 2004 : 34)

Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.

Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut :
  • Perubahan dalam sikap, perangani, dan kepribadian
  • Sering membolos, menurunnya nilai kedisiplinan
  • Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah
  • Sering menguap, mengantuk, dan pemalas
  • Tidak memperdulikan kesehatan diri
  • Suka mencuri untuk membeli narkoba
Gejala Klinis Penggunaan NAPZA
1. Perubahan Fisik
Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif. Bila terjadi kelebihan dosis (Overdosis) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal. Saat sedang ketagihan (Sakau) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun. Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan sikap dan perilaku
Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab. Pola tidur berubah, bergadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja. Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin. Sering mengurung diri, berlama-lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.

Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain. Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan, tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan, pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.

Upaya Pencegahan
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.

Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.




BAB IIIPEMBAHASAN


Laju peredaran narkoba akhir-akhir ini semakin marak. Menjamur, tidak hanya di perkotaan saja tetapi telah merambah pedesaan. Istilah narkoba nampaknya sudah tidak asing lagi terdengar. Hampir setiap orang mengetahui. Media massa, baik media elektronik maupun media cetak tampaknya juga turut berperan dalam menghadirkan informasi-informasi yang berkaitan dengan narkoba kepada masyarakat luas. Namun demikian, masihbanyak hal yang perlu untuk diketahui lebih lanjut lagi mengenai narkoba secara lebih rinci.Masih ada beberapa diantara kita yang awam dengan narkoba.
Narkoba sebenarnya merupakan bagian dari sekian banyak jenis obat yang diperlukan dalam kehidupan manusia. Perlunya ketersediaan narkoba untuk pelayanan kesehatan manusia menyebabkan keberadaannya harus dijamin. Masalahnya adalah apabila  ketersediaan narkoba tersebut disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk hal-hal diluar kemaslahatan kehidupan manusia. Oleh karena itu, pengaturan mengenai narkoba perlu diadakan. Hal itulah yang melatarbelakangi terbentuknya UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika. Khusus untuk Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah dibentuk Perda No.3 tahun 2000 tentang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya.
3.1 Narkoba dan Jenis-jenisnya
            A. Psikotropika
Psikotropika merupakan zat atau obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan prilaku disertai dengan timbulnya halusinasi (khayalan), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan, dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi bagi pemakainya. Ada beberapa jenis zat atau obat yang termasuk dalam golongan psikotropika ini yang umumnya telah dikenal oleh masyarakat. Diantaranya adalah ecstacy dan shabu-shabu. Ecstacy biasanya dibuat secara illegal dalam bentuk tablet atau kapsul. Bahan dasarnya adalah methylamdioxy methylamanthamin (MDMA). Fungsinya sebenarnya hampir sama dengan doping jika dikonsumsi dengan dosis sesuai resep dokter. Nama lain dari jenis psikotropika golongan I yang banyak beredar ini antara lain adalah inex, kancing.
Sedangkan Shabu-shabu mempunyai nama asli methamphetamine. Bentuknya kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Jenisnya antara lain, gold river, coconut dan kristal, bahkan ada yang berbentuk tablet. Shabu-Sabhu ini tidak berbau, tidak berwarna sehingga ia mempunyai nama lain “Ice”. Selain itu Glass, Quartz, Hirropon, dan Ice Cream menjadi nama lainnya. Psikotropika dibedakan dalam 4 (empat) kategori, yaitu Psikotropika Golongan I (ecstacy, shabu-shabu, dan lain-lain) Psikotropika Golongan II (amphetamine, metakualon, dan lain-lain), Psikotropika Golongan III (flunitrazepam, dan lain-lain) dan Psikotropika Golongan IV (diazepam,mestazolam, dan lain-lain). Pembedaan tersebut didasarkan pada tujuan (pengembangan ilmu pengetahuan dan/atau terapi) dan potensi ketergantungan.
B. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia. Pengaruh tersebut dapat berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit,rangsangan semangat, halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya. Ada beberapa jenis narkotika yang beredar, diantaranya adalah :
1. Opiad
Opiad berasal dari kata “opium”, sari dari bunga opium. Opiad ini terbagi menjadi 6 jenis, yaitu Candu, Heroin, Morfin, Codein, Demerol, dan Methadone. Berikut uraiannya :
a. Candu : Candu berasal dari getah tanaman papaver somniverum. Buah yang hampir masak digores kemudian akan keluar getah berwarna putih yang dinamai “lates”. Getah tersebut dibiarkan mengering sampai berwarna kecoklatan.
b. Heroin : Nama lain dari heroin adalah putaw. Heroin merupakan obat bius yang sangat mudah mebuat seseorang kecanduan karena efeknya yang sangat kuat. Paling banyak dijumpai dalam bentuk bubuk, tetapi ada pula yang berbentuk pil dan cairan. Efek heroin terhadap tubuh manusia sangat cepat, baik efek terhadap fisik maupun mental. Berhenti dari mengkonsumsi narkotika jenis ini akan membuat seseorang mengalami rasa sakit yang berkesinambungan. Kekuatannya dua kali lipat lebih kuat daripada morfin.
c. Morfin : Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Berbentuk tepung putih. Biasanya dikonsumsi dengan cara dihisap atau disuntikkan.
d. Codein : Codein merupakan turunan dari opium. Efeknya terhadap tubuh masih dibawah heroin dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungan tergolong rendah. Bentuknya dapat berupa pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan atau disuntikkan.
e. Demerol : Demerol sering juga disebut dengan pethidina. Pemakaiannya sama dengan codein.
f. Methadone : Bentuknya banyak dijumpai berupa pil atau tablet. Saat ini narkotika jenis ini justru digunakan untuk mengatasi ketergantungan candu.
2. Kokain
Kokain berasal dari tanaman sejenis belukar erythroxylon coca yang berasal dari Amerika Selatan. Kokain sering digunakan untuk pembiusan (anestesi). Nama lainnya adalah snow, girl, crack.
3. Cannabis
Cannabis ini berasal dari tanaman. Daunnya dipotong-potong kemudian dikeringkan kemudian digulung menjadi rokok yang disebut joints. Orang awam mengenal cannabis dengan sebutan ganja, cimenk,grass, pot, weed, tea, mary jane.
Sama seperti psikotropika yang dibedakan dalam beberapa kategori, maka narkotika juga dibedakan dalam 3 golongan, yaitu Narkotika Golongan I (opium, koka, ganja, heroin, dan lain-lain), Narkotika Golongan II (morfin, fentanil, dan lain-lain) dan Narkotika Golongan III (kodeina, dionina, dan lain-lain).
Pembedaan tersebut didasarkan pada tujuan (pengembangan ilmu pengetahuan dan/atau terapi) serta potensi ketergantungan yang ditimbulkan kepada pemakai.


3.2 Dampak Penggunaan Narkoba
            Pengkonsumsian narkoba, baik berupa psikotropika maupun narkotika tentu akan membawa dampak terhadap tubuh manusia. Akibat yang paling fatal adalah kematian. Berikut adalah uraian mengenai efek penggunaan narkoba yang akhir-akhir ini banyak beredar di masyarakat, khususnya generasi muda :
1. Ecstacy
Diare, dehidrasi, hiperaktif, sakit kepala, menggigil tak terkontrol, detak jantung cepat & sering, mual & muntah, nafsu makan berkurang, gelisah, pucat & berkeringat, mood berubah, syaraf otak terganggu, gangguan lever, tulang & gigi keropos, kematian.
2. Shabu-Shabu
Bersemangat, gelisah, insomnia, kurang nafsu makan, fungsi otak terganggu, gangguan jiwa, paranoid, gangguan lever, jantung, kematian. Jika pemakaian dihentikan maka seseorang akan mengalami ketidak tenangan, cepat marah, cepat lelah, tidak bersemangat, selalu ingin tidur.
3. Putaw (heroin)
Kejang-kejang, mual, hidung & mata berair, kehilangan nafsu makan, kurang cairan tubuh, mudah ngantuk, cadel, bicara tidak jelas, sulit konsentrasi, AIDS, kematian. Jika pemakaian dihentikan maka pemakai akan mengalami sakaw. Sakaw merupakan reaksi normal ketika seseorang berhenti mengkonsumsi putaw.

4. Codein, Demerol & Methadone
Kacau bicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, kerusakan lever & ginjal, AIDS, hepatitis, kematian. Jika pemakaian dihentikan maka akan dialami kram otot parah, nyeri tulang, diare berat, demam, hipertensi, insomnia, gelisah, depresi, mual, muntah.
5. Kokain
Bersemangat, gelisah, nafsu makan berkurang, paranoid, lever terganggu, merusak otot jantung, kerusakan syaraf, impotent, berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, kerusakan ginjal, kerusakan, kematian. Jika pemakaian dihentikan maka akan dialami depresi sehingga kerap kali muncul keinginan untuk bunuh diri.
6. Cannabis
Lamban berpikir, mengurangi konsentrasi, meningkatkan denyut nadi, keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk, ketakutan, panik, depresi, kebingungan, halusinasi.

3.3 Peran Pemerintah
            Peran pemerintah dalam mengatasi hal ini terlihat dari segi hukum. Berikut adalah sanksi pidana mengenai narkotika.
a. UU No. 22 / 1997 tentang Narkotika
Narkotika menimbulkan ketergantungan. Hal itulah yang membuat diklasifikasikannya penyalahgunaan narkotika sebagai sebuah kejahatan dengan alasan :
- merugikan perorangan dan masyarakat karena secara sadar ataupun tidak seorang pecandu akan menciptakan pecandu lain.
- Membahayakan masa depan generasi muda.


Hal-hal yang dilarang oleh Undang-Undang :
- Menanam, memelihara, mempunyai dalam persediaan, memiliki, menguasai tanaman untuk narkotika (psl 78-79).
Gol. I : 10 tahun + denda Rp 500 juta.
Gol II : 7 tahun + denda Rp 250 juta.
Gol III : 5 tahun + denda Rp 100 juta.
-          Memproduksi, mengolah, mengekstraksi, mengkonversi, meracik narkotika (psl 80).
Gol. I : 20 tahun s.d. seumur hidup + denda Rp 1 Milyar.
Gol. II : 15 tahun + denda Rp 500 juta.
Gol. III : 7 tahun + denda Rp 250 juta.
-           Membawa, mengirim, mengangkut/mentransit narkotika (psl 81).
Gol I : 15 tahun + denda Rp 750 juta.
Gol II : 10 tahun + denda Rp 500 juta.
Gol III : 7 tahun + denda Rp 200 juta.
-          Mengekspor, mengimpor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara, menukar narkotika (psl 82).
Gol I : 20 tahun + denda Rp 1 Milyar.
Gol II : 15 tahun + denda Rp 500 juta.
Gol III : 10 tahun + denda Rp 300 juta.
Terorganisir = seumur hidup atau hukuman mati atau pidana min 5 tahun maximal 20 tahun + denda min 500 juta max 3 Milyar.
-          Memberikan narkotika untuk orang lain (psl 84).
Gol I : 15 tahun + denda Rp 750 juta.
Gol II : 10 tahun + denda Rp 500 juta.
Gol III : 5 tahun + denda Rp 250 juta.
-           Menggunakan narkotika untuk diri sendiri (psl 85).
Gol I : 4 tahun.
Gol II : 2 tahun.
Gol III : 1 tahun.
-           Orang tua pemakai belum cukup umur tetapi dengan sengaja tidak melaporkan, dihukum 6 bulan atau denda Rp 1 juta.
-           Keluarga pecandu dengan sengaja tidak melapor, dihukum 3 bulan atau denda Rp 1 juta.
-          Saksi yang memberi keterangan tidak benar, dihukum 10 tahun + denda Rp 300 juta.
b. UU No. 5 / 1997 tentang Psikotropika
Sama halnya dengan narkotika, UU psikotropika juga memberikan sanksi yang sangat berat bagi pelanggar ketentuan-ketentuan yang telah diatur didalamnya. Hal-hal yang dilarang diantaranya adalah :
- memproduksi, mengedarkan, mengimpor, menekspor, memiliki, menyimpan, membawa, dihukum minimal 4 tahun maximal 15 tahun + denda min Rp 150 juta max Rp 750 juta. (psl 59).
-   Jika dilakukan secara terorganisir, dihukum pidana mati atau seumur hidup atau pidana selama 20 tahun + denda Rp 750 juta.
3.4 Upaya dan Solusi
            Melihat dari dampak yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba tersebut diatas maka hal yang paling utama untuk dilakukan adalah tindakan edukatif dan preventif (pencegahan). Tindakan edukatif dilakukan dengan tujuan menghilangkan faktor peluang dan pendorong pengkonsumsian narkoba oleh masyarakat. Misalnya melalui kegiatan pembinaan, penyebaran posterposter, sosialisasi, sarasehan, dan lain-lain. Sedangkan pencegahan dilakukan melalui pengendalian dan pengawasan jalur resmi dan jalur peredaran gelap narkoba.Misalnya melakukan razia di tempat-tempat yang diduga kuat menjadi “sarang” narkoba, pengawasan di bandara, dan lain-lain. Namun demikian tindakan represif (penegakan hukum terhadap penyalahgunaan yang sudah terjadi) juga tetap harus digalakkan.
Penanggulangan tersebut tentu saja menjadi kewajiban masyarakat pula, tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari kontak dengan narkoba antara lain :
1. Peningkatan keimanan terhadap Tuhan YME melalui pendidikan dan pengamalan agama, baik didalam keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat;
2. Melakukan sosialisasi UU Narkotika & UU Psikotropika serta peraturan lain yang sejenis;
3. Melakukan penyuluhan-penyuluhan mengenai bahaya narkoba dari sisi medis;
4. Banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif sehingga akan mengurangi kesempatan untuk terpengaruh hal-hal negatif;
5. Memilih lingkungan pergaulan yang positif;
6. Melaporkan kepada pihak yang berwajib jika disekitar lingkungan kita ada indikasi penyalahgunaan narkoba;
7. Membawa pecandu ke pusat-pusat rehabilitasi.
Begitu banyaknya dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba tentunya akan membuat generasi muda berpikir positif untuk menghindar dan bagi yang telah terlanjur ada dalam lingkungan negatif tersebut berusaha kuat untuk meninggalkan. Say No To Drugs harus semakin ditanamkan dalam hati para generasi muda. Drugs Abuse menjadi ancaman serius dan masa depan bangsa menjadi taruhan yang teramat mahal. Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk dicoba-coba, ikut trend/gaya, lambing status social, ingin melupakan persoalan dll maka narkoba kemudian disalahgunakan.
Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi yang disebut juga dengan kecanduan. Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
1) coba-coba;
2)senang-senang;
3) menggunakan pada saat atau keadaan tertentu;
4)penyalahgunaan;
5) ketergantungan.
3.4.2 Dampak Bagi Remaja
            Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lah masa depan bangsa ini digantungkan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :
Peran Orangtua :
§  Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita
§  Membekali anak dengan dasar moral dan agama
§  Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak
§  Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
§  Menjai tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat
§  Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak
§  Hindarkan anak dari NAPZA
Peran Guru :
§  Bersahabat dengan siswa
§  Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
§  ·Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler
§  Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga
§  Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP
§  Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas
§  Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain
§  Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat
§  Mewaspadai adanya provokator
§  Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah
§  Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalah hal fisik, mental, spiritual dan sosial
§  Meningkatkan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA
Peran Pemerintah dan masyarakat :
§  Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti
§  Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga dan bermain
§  Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas
§  Memberikan keteladanan
§  Menanggulangi NAPZA, dengan menerapkan peraturan dan hukumnya secara tegas
§  Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan
Peran Media :
§  Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesaui usia)
§  Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif)
§  Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja




                                        


BAB IVPENUTUP

4.1 Kesimpulan
      Akhirnya makalah yang berjudul “Dampak Negatif Narkoba bagi Generasi Muda” ini telah selesai. Semoga makalah yang sedemikian singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua baik itu bagi kalangan Mahasiswa maupun Pelajar Umum sehingga bisa mengerti tentang bahaya narkoba yang bisa mengerogoti moral kita dan sebagai generasi muda maka kita harus menyadari bahwa kita sebagai tulang punggung bangsa sekaligus bertangungjawab atas kemakmuran bangsa ini.

4.2 Saran
      Dari uraian di atas, penulis dapat memberi saran khususnya bagi pembaca dan penulis itu sendiri, yaitu:
      4.2.1    Membentengi diri dengan agama.
      4.2.2    Selektif memilih teman dalam pergaulan.
      4.2.3    fokus dalam menuntut ilmu.







DAFTAR PUSTAKA

  • Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
  • Dewi, C. 2005. Narkoba Ancaman Bagi Kita. Yogyakarta.
  • http://www.tugaskuliah .info/2010/03/makalah- narkoba.html
  • http://zaldym.wordpress .com/2009/01/11/bahaya- narkoba-bagi-remaja/
  • Umu Chosiyah. Mahasiswi program studi Pertanian,Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi, Universitas Negeri Bangka Belitung.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship