-->

Rajin Pangkal Kaya


Semasa kanak-kanak pernahkah melihat, mendengar atau membaca pepatah “rajin pangkal pandai” dan “hemat pangkal kaya” yang biasanya ditempel di dinding-dinding sekolahan. Yang mempunyai arti bila kita berguru dengan rajin maka kita akan bakir dan blia kita sanggup hidup ekonomis maka kita akan sanggup kaya.


Didalam kenyataannya tentu saja akan berbeda-beda dalam pelaksanaannya serta niscaya hasil alhasil juga akan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang sudah rajin dalam belajarnya tetapi tidak pandai-pandai, begitu  juga ada yang hidup di hemat-hemat tetapi tidak kaya-kaya. Apakah ada yang salah denga pepatah tersebut?

Pada dasarnya yang menbuat sanggup bakir dan sanggup kaya bukanlah pepatah tersebut, lalu siapa....???? tentu diri kita sendiri kan.....??? iya kuncinya ada di diri sendiri sobat. Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sering dihadapkan setumpuk dilema yang harus diselesaikan sehingga sering kali melupakan dilema kecil atau dilema yang dianggap tidak penting. Kadang-kadang juga dilema yang sering dianggap tidak penting sanggup menciptakan sulit di kemudian hari.

RAJIN PANGKAL KAYA, kata rajin disini sanggup diartikan dalam artian yang luas, bukan rajin dalam belajar, jika rajin berguru tentunya akan bakir nantinya.

Begitu global kata “RAJIN” diatas, tak ada batasan untuk penggunaannya dan selalu menuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan di dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin yang selama ini kita dapatkan dan rasakan belum menciptakan rasa puas terhadap diri sendiri maupun orang lain, maka kita termasuk orang yang belum RAJIN. Mari kita tingkatkan lagi dan berusaha menjadi lebih rajin lagi dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

Bagaimana RAJIN sanggup KAYA? Banyak orang yang siang malam rajin bekerja tetapi tidak kaya-kaya, padahal berangkat kerja pagi pulangnya juga hampir menjelang pagi. Banyak orang juga yang rajin berhemat dan rajin menabung tetapi tidak kaya-kaya juga. Rajin jualan dalam suatu usahanya juga tak menciptakan jadi kaya, rajin beribadah juga tidak menciptakan kita jadi kaya. Kuncinya yaitu RAJIN SEDEKAH sobat, dari semua orang-orang yang rajin tanpa dibarengi dengan rajin berzakat maka hingga kapanpun tak akan menciptakan mereka kaya, apalagi KAYARAYA.

Sobat bilamana anda menjadi orang yang rajin dalam segala hal, termasuk rajin ibadah. Harapan kami tetap jangan pernah melupakan untuk rajin sedekah alasannya yaitu rajin ibadah dan rajin sedekah merupakan faktor yang tak sanggup ditinggalkan dalam kehidupan ini. Mari kita tingkatkan diri sendiri untuk menjadi rajin dalam beribadah dan rajin dalam bersedekah, maka dengan ini Anda akan mencicipi sensasi keajaiban sedekah dengan rajin pangkal KAYA.

“SEDEKAH URUSAN KITA, IKHLAS URUSAN TUHAN”

Semoga bermanfaat

Oleh : Agus Suwandi (Mas Sukrok)
Pengagas Sedekah-Unik



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship