-->

Waspadalah..! Ada Penipuan Pada Kredit Pemilikan Kendaraan


Beberapa waktu kemudian di sebuah pengajian, saya bincang-bincang sejenak sebelum program dimulai dengan salah seorang penerima lain yang tiba dari kelurahan  sebelah. Dalam kesehariannya, ia dikenal sebagai wirausahawan sebagai mata pencaharian tetapnya. Sepintas ia terlihat berkecukupan dari sisi finansialnya.

Btw dia gres saja menyetor/menyertakan modal 100 juta untuk sebuah koperasi yangbidang usahanya membantu masyarakat untuk membeli kendaraan secara tunai dengan harga yang sangat murah. Kepada saya, ia mempromosikan usahanya jikalau ingin membeli kendaraan bermotor secara tunai cukup dengan bayar 70% saja melalui koperasinya, tetapi BPKBnya gres diberikan sehabis 3 tahun.
Dari klarifikasi dia, skenario pembiayaannya sebagai berikut :
Misalnya calon pembeli ingin punya motor seharga 15 juta, cukup membayar 70%nya sebesar 10,5 juta. Oleh koperasinya, uang itu dibelikan motor secara mencicil atas nama sipembeli dengan uang muka 20% (3juta) dan sisanya yang 50% (7,5 juta) digunakan untuk memodali aktivitas lain yang frofitnya sangat tinggo,kemudian manfaatnya digunakan untuk mencicil motor tersebut. Dengan demikian, koperasi sanggup membantu sipembeli untuk terbebas dari beban cicilan bulanan hingga lunas dalam 3 tahun.
Sebagai basa-basi, saya menanyakan “kalau koperasi itu gagal dalam menjalankan usahanya dan tidak bisa membayar cicilan motor bagaimana?”. Bapak yang oleh temannya dipanggil Pak Haji ini bilang bahwa bisnis yang dilakukan koperasi itu tidak akan gagal alasannya yaitu didukung oleh hubungan dengan orang-orang penting. Ia tidak menyebutkan bidang perjuangan yang dijalankannya.
Alih-alih tertarik, saya malah mewaspadai kalau ini yaitu penipuan. Karena kasihan sama Pak haji itu, saya meminta waktu dia sebentar sehabis final pengajian tersebut dengan akal-akalan mengatakan ketertarikan. Di situ saya saya mengetahui bahwa sesunggunya iapun tidak tahu persisnya mengenai bidang apa yang digarap koperasi itu. Ia ikut menyertakan modal alasannya yaitu permintaan beberapa ustad lain yang ia anggap lebih senior yang juga sudah menginvestasikan uangnya di situ.
Ke Pak Haji itu saya sampaikan budi kecurigaan saya terhadap koperasi tersebut, alasannya yaitu siapapun kalau menemukan bisnis yang menggiurkan tidak akan ngajak-ngajak orang. Modal itu bukan kasus sulit selama sanggup menerangkan bahwa bisnis itu berprofit tinggi sehingga mustahil menggalang dana dari orang yang akan membeli motor yang niscaya ngurusnya akan jelimet.
Ketika pak haji tampak setuju dengan pedoman saya, saya menyarankan dia untuk segera menarik dana yang sudah ditanamnya secepat mungkin. Sampai artikel ini ditulis, khabarnya pak haji itu masih kesulitan menghubungi pihak koperasi tersebut.
Untuk para pembaca kompasianer, waspadalah terhadap modus proteksi forum keuangan untuk pengadaan kendaraan bermotor ibarat itu…..

Sumber : kompasiana.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship