-->

Mindset Dan Mental Sang Pemenang

Selama bertahun-tahun mempunyai pengalaman sebagai motivator, membawakan ribuan seminar dan bertemu ratusan ribu peserta, saya mengamati dan mempercayai bahwa harapan seseorang untuk sukses sangatlah besar.
Umumnya, mereka melaksanakan investasi demi mengikuti seminar-seminar motivasi, membeli buku pengembangan diri dan lain sebagainya. Pertanyaan saya, apakah Anda sudah menemukan diam-diam untuk menjadi seorang Pemenang? Jika IYA, apakah Anda telah melakukannya?
2 M for Mindset & Mental
Berapa banyak diantara Anda yang telah mengikuti seminar motivasi, membaca buku-buku pengembangan diri dan kesudahannya Anda semakin galau serta frustasi menemukan diam-diam menjadi seorang Pemenang? Setiap pembicara motivasi umumnya membagikan hal yang berbeda dengan pembicara motivasi lainnya sehingga Anda kesulitan harus memulai darimana melaksanakan diam-diam tersebut. Oleh lantaran itu, dalam artikel ini yang merupakan pengalaman langsung dan hasil dari pengamatan saya selama terjun dalam dunia motivasi khususnya pengembangan diri, saya menyederhanakan diam-diam tersebut menjadi 2 M yaitu Mindset dan Mental.
Mindset Sang Pemenang
Pepatah menyampaikan bahwa “Musuh terbesar insan ialah dirinya sendiri”. Oleh lantaran itu, penting sekali mengetahui apakah kita sudah mempunyai keyakinan bahwa kita ialah seorang Pemenang. Keyakinan tersebut harus muncul dari dalam diri kita sendiri, lantaran kita lah yang paling mengetahui diri kita sendiri. Permasalahannya adalah, bagaimana menjadikan keyakinan pada diri kita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menceritakan pengalaman saya saat duduk di kursi sekolah. 
Ketika saya duduk di kursi sekolah, saya teringat dengan salah satu mata pelajaran IPA yaitu Biologi. Dalam pelajaran tersebut, guru saya menjelaskan bahwa insan diciptakan dari 2 (dua) sel yaitu satu sel telur (ovum) perempuan dan satu sel sperma pria. Dalam ovulasinya, perempuan menghasilkan hanya 1 (satu) sel telur sedangkan sel sperma laki-laki dinyatakan sehat kalau mempunyai kandungan sperma sebanyak 200 – 400 juta sel.
Pertanyaan kritis saya terhadap Guru Biologi saya pada waktu itu ialah “Pria menghasilkan demikian banyak sel sperma hingga ratusan juta, namun mengapa yang diharapkan hanyaSATU?”. Jawaban Guru saya pada waktu itu ialah “Itulah yang disebut Rahasia Alam”. Pelajaran itulah yang kemudian menginspirasi dan mempengaruhi saya bahwa Tuhan Yang Maha Esa sungguh luar biasa dengan membuat insan melalui proses penciptaan kita yang luar biasa pula. Bayangkan dari ratusan juta sperma hanya dibutuhkan SATU untuk menjadi seorang manusia, dan itulah sebabnya saya meyakini bahwa manusia DILAHIRKAN menjadi seorangPEMENANG !!!  Keyakinan inilah yang selalu saya tanamkan dalam diri saya, dan saya harap demikian pula dengan Anda
Mental Sang Pemenang
M yang kedua ialah Mental. Mental yang saya maksudkan ialah semangat pantang menyerah. Kualitas seorang Pemenang tidak ditentukan berapa banyak kegagalan yang telah dialami, namun berapa kali kita bangun sehabis mengalami kegagalan tersebut.
Winston Leonard Spencer Churchill, laki-laki kelahiran 30 November 1874, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Sir Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris pada masa Perang Dunia II, sangat populer dengan orasi atau pidato nya yang sangat menggugah semangat khususnya di masa perang dunia.
Salah satu pidato nya yang sangat populer pada tanggal 29 Oktober 1941 saat Sir Winston Churchill mengunjungi sekolah Harrow sekaligus memperlihatkan pidato kepada siswa sekolah tersebut. Ketika Sir Winston Churchill diundang maju keatas podium, dengan penuh percaya diri Sir Winston Churchill segera mengambil daerah yang telah disediakan. Setelah mencapai podium, Sir Winston Churchill meletakkan topi kesayangannya dan dengan seksama mengamati para siswa dan tidak mengucapkan sepatah katapun hingga para siswa mulai bertanya-tanya apa yang hendak disampaikan oleh orator ulung tersebut. Sir Winston Churchill kemudian memulai pidatonya dengan mengucapkan “Jangan Pernah Menyerah”
Kemudian, Sir Winston Churchill melihat kepada para siswa sebelum mengucapkan kembali kalimat “Jangan Pernah Menyerah” untuk kedua kalinya. Para siswa seakan tidak percaya mendengar kalimat sederhana tersebut dan menantikan klarifikasi yang lebih usang dari Perdana Menteri Inggris tersebut. Kemudian, Sir Winston Churchill untuk terakhir kalinya menyampaikan “Jangan Pernah Menyerah”, mengambil topi dan segera meninggalkan podium. Pidato singkat dengan durasi 10 menit yang kemudian menjadi sangat populer di dunia.
Demikian pula dengan Anda, dalam hidup ini, menjadi seorang Pemenang bukanlah hal yang mudah, seringkali kita mengalami kegagalan demi kegagalan, yang seringkali memaksa kita untuk menyerah. Jika Anda mencicipi hal demikian, ingatlah dongeng Sir Winston Churchill tersebut diatas.



Sumber :kompasiana.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship