-->

Kaya Dengan Menghabiskan Gaji


Banyak orang sering merasa dilema saat ingin membeli sesuatu. Khawatir tabungannya berkurang atau apakah uangnya cukup hingga final bulan. Meskipun lebih banyak orang yang tidak peduli, alasannya yakni mereka bisa mengatasinya dengan cepat yaitu hutang atau yang lebih keren gesek kartu kredit.
Namun jikalau Anda termasuk golongan pertama yangtidak suka mempunyai hutang termasuk kartu kredit, ini jurusnya. Perencana Keuangan Ahmad Gozali menganjurkan untuk tidak menyisakan uang honor .

Lho bagaimana, mau belanja saja khawatir uangnya tidak cukup hingga final bulan, malah menghabiskan gaji. Tentu tidak asal menghabiskan gaji. Ada perlakuan khusus terhadap honor anda.
Cara pertama yang bisa dilakukan yakni mengatur persentase pengeluaran ke aneka macam pos, alasannya yakni kita harus mencukupi kebutuhan hidup untuk hari ini dan masa depan. Ini harus dilakukan awal bulan sehabis mendapatkan honor bukan pada final bulan.
Untuk mempermudah sebagai contoh cashflow bulanan yang terbagi atas :
Zakat : min 2,5%
Hutang : maks 30%
Asuransi murni, Dana Darurat, Investasi : min 10%
Kebutuhan Rutin (harian,bulanan dan Tahunan) : maks 37,5%
Gaya Hidup maks 20%
Dengan membiasakan pengaturan pos-pos ini, memaksa diri untuk disiplin anggaran. Sebab jikalau tidak ada kedisiplinan anggaran, maka kenaikan honor atau pendapatan tidak akan berarti. Jika ada kenaikan honor maka otomatis investasi juga naik. Kaprikornus menabung bukan sisa honor final bulan tetapi betul-betul investasi yang direncanakan. Kalau harus menunggu sisa gaji di final bulan biasanya tidak akan ada. Disamping itu anda bisa menaikkan pengeluaran gaya hidup dikala pendapatan naik tanpa merasa bersalah.
Tentu tidak gampang mengatur hal sepele di atas. Kebiasaan hidup tanpa perencanaan keuangan yang sudah berbulan-bulan atau bertahun-tahun memang sulit diubah begitu saja. Mengaturnya mungkin bisa, tetapi konsisten dengan mata anggaran itu yang sulit. Terutama bagi karyawan dengan honor rendah.
Apalagi sehabis dibagi dalam aneka macam pos sesuai prosentase di atas, ternyata dana untuk membayar hutang jauh lebih besar. Kalau itu yang terjadi tidak perlu panic. Langkah pertama yang harus dilakukan yakni melaksanakan penghematan. Cara yang sanggup dilakukan untuk melakukan penghematan dimulai dengan mencatat semua pengeluaran . Setiap habis belanja langsung tuliskan pada media yang disukai seperti buku kas, komputer , atau smartphone. Tersedia juga program-program freeware pengaturan uang keluarga yang bisa diunduh melalui internet.
Dengan mencatat semua pengeluaran, anda bisa memilah dan menghitung beberapa pengeluaran yang tidak efektif. Pengeluaran yang tidak efektif coret dan diusahakan jangan diulang pada bulan-bulan berikutnya. Dengan demikian anda bisa menghemat. Penghematan ini gunakan untuk menutup pos hutang.
Setelah berhasil mengurangi hutang mulailah memutuskan pos anggaran asuransi dan investasi atau menabung. Berapapun prosentasenya, tidak problem kurang dari 10%. Selanjutnya sisa honor sehabis dikurangi pos zakat , hutang, dan menabung, masukkan semua ke dalam belanja rutin dan gaya hidup.
Jika semula belanja tidak pernah dianggarkan, tidak pernah direncanakan dengan detail. Saatnya merencanakan dengan detail menurut catatan belanja bulan sebelumnya. Disini anda bisa menghabiskan honor dengan bijaksana.
Pencatatan terus dilakukan guna mengevaluasi sejauh mana kemampuan menepati anggaran dan perencanaan. Hal ini terus anda lakukan hingga suatu dikala bisa sempurna anggaran. Akhirnya belanja tidak menjadi takut lagi alasannya yakni sudah sesuai dengan perencanaan. Tidak ada rasa was-was apakah uang tabungan berkurang atau honor tidak hingga final bulan.
Pos-pos bisa terus ditambahkan seiring dengan kepandaian mengatur pengeluaran ibarat membagi pos investasi untuk dana pendidikan dan dana pensiun. Akhirnya andadapat menata kehidupan lebih terarah sesuai dengan tujuan dan impian yang diangankan.
Trik seputar pengaturan pos belanja
Tidak semua orang telaten mencatat berapa pengeluaran yang sudah dibelanjakan. Dan tidak gampang mengikuti perencanaan belanja. Tetapi saya tetap menganjurkan anda untuk mencatat pengeluaran selama 1 bulan untuk pola bulan berikutnya.
Jika anda memang kurang telaten mencatat yang sanggup dilakukan bila pendapatan masih kecil cukup dengan metode amplop. Setelah terima honor siapkan amplop-amplop pos anggaran. Masing-masing amplop diberi identitas. Bagi uang honor sesuai prosentase yang sudah ditetapkan dan masukkan pada amplop yang sesuai. Anda tinggal mengambil dari amplop yang sesuai setiap akan melaksanakan pengeluaran. Kaprikornus bisa menghitung sisa uang anggaran masing-masing pos. Saatnya mengerem bila ternyata persediaan diperkirakan tidak cukup hingga final bulan.
Tetapi jikalau pendapatan anda sudah cukup besar dan kurang telaten mencatat, maka langkah pemisahan rekening belanja bisa dilakukan. Biasanya seseorang mempunyai lebih dari satu rekening. Atau kalau Anda sudah bersahabat dengan e-bangking tersedia kemudahan pembagian dana dalam beberapa pos atau folder cukup dengan satu rekening.
Berdiskusi dengan pasangan dalam mengatur belanja akan menjadi acara yang menyenangkan, apalagi bagi pasangan yang sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Termasuk berdiskusi mengevaluasi pengeluaran rutin bulanan, membicarakan biaya tahunan kapan harus membayar pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan dan berapa tagihan kartu kredit. Dengan demikian beban rumah tangga bukan hanya menumpuk kepada suami atau istri saja. Bahkan jikalau sudah memungkinkan anak juga harus mulai diikutkan dalam pembicaraan mengenai keuangan ini. Disini seorang anak mendapatkan pendidikan untuk bertanggungjawab terhadap pengeluaran yang ia lakukan. Bukan hanya minta dan minta.

Sumber : kompasiana.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship