-->

Jika Anda Alami Ini, Anda Akan Bilang Apa

Terkadang kita menghabiskan waktu kita untuk mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atau siapa yang dapat disalahkan dalam suatu kejadian. Hal ini terjadi di hampir setiap sisi kehidupan kita, entah itu kehidupan pribadi maupun profesional di daerah kerja. Kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antarmanusia untuk saling mendukung satu sama lain. Hargailah apa yang kita miliki!


Alkisah, ada seorang bayi pria lahir dari sepasang suami-istri yang sudah menikah selama 11 tahun. Mereka pasangan yang saling menyayangi dan anak itu ialah buah hati mereka. Ketika anak itu berumur dua tahun, suatu pagi si suami melihat sebotol obat ada di atas meja dalam keadaan terbuka. Kebetulan pagi itu, si suami sedang terburu-buru berangkat kerja alasannya ialah sudah telat. Jadi, ia meminta istrinya untuk menutup botol obat itu dan menyimpannya di lemari obat. Si istri, yang sibuk di dalam dapur, lupa sama sekali untuk melaksanakan undangan suaminya.

Tanpa sepengetahuannya, si anak bermain-main dengan botol obat itu dan, alasannya ialah tertarik dengan warna obat itu, si anak menelan habis obat-obatan dalam botol. Ternyata obat itu termasuk jenis obat yang berbahaya dan hanya diperuntukkan untuk orang remaja dengan takaran yang sangat sedikit. Ketika anaknya mulai menunjukkan gejala keracunan, si ibu pribadi membawanya ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa sang buah hati tak tertolong. Si ibu benar-benar tak percaya! Ia resah sekaligus ketakutan bagaimana menjelaskan semuanya pada suaminya. Saat sang ayah yang frustasi datang di rumah sakit dan melihat keadaan putra mereka, ia menatap istrinya dan berkata hanya tiga kata.

Pertanyaan:

Apa yang akan dikatakan si suami?
Dan, apa efek dari ucapannya itu?

Silakan cek jawabannya hanya sesudah Anda menjawab pertanyaan di atas.

Sekarang, silakan melanjutkan....

Si suami hanya berkata, "Saya bersamamu, Sayang."

Mungkin bagi kebanyakan orang, reaksi si suami ini sangat di luar dugaan. Tapi tidak bagi si suami alasannya ialah ia termasuk orang yang pintar dalam menjaga hubungan. Untuk lebih jelasnya, beginilah kondisinya: Anak mereka sudah meninggal. Ia pun tidak akan pernah dapat membuatnya hidup kembali. Dan tak ada gunanya menyalahkan ibunya.

Si ibu pun kehilangan anaknya satu-satunya. Apa yang diharapkan si ibu pada ketika ini ialah penghiburan dan rasa simpati dari suaminya. Dan itulah yang diberikan suaminya padanya.

Jika saja setiap orang dapat melihat kehidupan dengan perspektif menyerupai ini, mungkin problem yang muncul di dunia ini dapat sedikit berkurang. Bisakah Anda..?



Sumber : andriewongso.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship