-->

Benarkah Anda Business Man (Pemilik Usaha) Atau Hanya Self-Employed (Pekerja Lepas) ?


Masyarakat Indonesia belakangan ini mempunyai euphoria tersendiri kalau berbicara mengenai lulusan kuliah. Beratus ribu lulusan sekolah tinggi tinggi diseluruh pelosok tanah air diciptakan dan akan mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang bisa memulainya. Satu hal yang menjadi pertanyaan saya, apakah yang menciptakan pekerjaan sanggup dikatakan Bussiness Man 
Jika mengikuti persepsi masyarakat Indonesia selama ini hal tersebut bisa dikatakan demikian. Namun, berdasarkan saya hal itu perlu diteliti lebih lanjut apakah benar seorang yang mencipatakan lapangan pekerjaan  tersebut sanggup dikatakan seorang Business Man.
Jika kamu pernah membaca sebuah buku goresan pena Robert T Kiyosaki “The Cashflow Quadrant”, kamu akan tau dimana letak perbedaanya. Dibuku tersebut dijelaskan bahwa seorang Self-Employed adalah orang yang ingin menjadi bos bagi diri mereka sendiri, melakuakan segala hal berdasarkan apa yang mereka mau. Orang yang mempunyai tipe ini tidak ingin penghasilannya tergantung kepada orang lain, kalau mereka bekerja keras, mereka dibayar untuk pekerjaan mereka. Orang Self-Employed juga menyadari bahawa ketika mereka bekerja mereka tidak akan mendapat bayaran, dan indpenden dalam hal uang.
Self-Employed biasayan terdiri dari orang-orang profesioanal yang berpendidikan tinggi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun dibangku sekolah, ibarat dokter, pengacara, dll. Masih ada kelompok yang tidak berpendidikan tinggi digolonngkan dalam kategori ini ibarat wiraniaga komisi langsung, biro real estate, pemilik bisnis kecil, dll.
Orang-orang tipe ini biasanya perfeksionis dan menganggap dirinya paling benar dalam melaksanakan pekerjaan, mereka beanr-benar tak percaya kalau orang lain bisa melaksanakan yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan. Cara yang meraka lakukan ialah cara yang paling benar dan cara orang lain salah. Orang tipe ini juga ragu untuk melatih orang lain sebab ada kehawatiran orang yang dilatih tersebut kelak akan menjadi tentangan mereka.
Business Man, kelompok ini sanggup dikatakan sebagai lawan dari Self-Employed. Orang-orang tipe ini suka mendelegasikan wewenang kepada orang lain sebab mereka punya persepsi “jika ada yang bisa melakukannya dan lebih baik dari yang saya lakukan mengapa tidak”. Lain halnya dengan Self-Employed yang tak suka mendelegasikan wewenangnya kepada orang lain.
Jika demikian dimana letak perbedaan keduanya? Orang-orang yang merupakan kategori Business Man sejatinya bisa meninggalkan perjuangan mereka selama satu tahun atau lebih dan pada ketika kembali menemukan bisnis nya berjalan dengan lancar dan menghasilkan profit yang baik. Sedangkan tipe Self-Employed juga sanggup dikatakann sebuah bisnis tapi disini saya menyampaikan ini bukan bisnis yang sebenarnya, mengapa demikian? Jika pemilik pergi selama satu tahun atau lebih kemungkinan besar bisnisnya tak akan jalan dan tak akan menghasilkan laba bagi dirinya.
Secara sederhana digambarkan bahwa orang Self-Employed memiliki sebuah pekerjaan sementara orang tipe Business Man mempunyai sebuah tatanan sistem dan lalu menyewa orang-orang berkompeten untuk menjalankan sistem itu. Atau kalau dikatakan secara simple dalam Self-Employed mereka ialah sistem bagi usahanya. Ketika mereka pergi dan meninggalkan usahanya maka perjuangan itu tak akan jalan sebab beliau merupakan sistem dalam bisnisnya.
Bagi anda yang sadar bahwa anda ialah seorang Self-Employed bukan Business Man,anda bisa mengubah strategi. Jika anda seorang dokter gigi anda bisa menjadi seorangBusiness Man dengan menciptakan sebuah klinik khusus gigi dengan mempekerjakan orang-orang professional dan tentunya membangun sistem dan tatanannya dengan baik serta menawarkan kepercayaan kepada pengelola klinik anda. Jika anda seorang pemilik toko kecil atau warung nasi kecil atau hal lain yang terkait anda bisa mencoba untuk menciptakan suatu tatanan sistem sederhana, dimulai dari sistem tenaga kerja, keuangan atau bahkan pelaporan pertanggung tanggapan karyawan anda kepada anda. Sebab banyak laba yang akan anda dapatkan ketika anda menjadi seorang Business Man, sebagai pola misalkan ketika anda berlibur maka bisnis anda tetap akan jalan, ketika anda sedang sakit bisnis anda akan bisa menopang kehidupan keluarga dan biaya perawatan anda. Walau memang disamping itu ada kekurangannya tentu dari sisi korupsi dan kolusi. Namun semua hal itu bisa diatasi kalau sistem yang telah kita buat terstruktur dengan baik.
Bagaimana, apakah anda seorang Business Man atau Self-Employed? Apakah anda tertarik menjadi seorang Business Man ?
Salam
_-Julian Cholse-_

Sumber : kompasiana.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship