-->

Bahasa Badan = Omset


Ketika anda berjalan di lorong-lorong toko di sebuah sentra grosir , yang ketika ini menjamur di banyak sekali kota besar di Indonesia, anda akan di sapa oleh para pramuniaga’
“ Cari apa Kak? Masuk saja dulu. Ada ukurannya koq”
Begitupun, Ketika anda pindah ke lorong lain, sapaan yang di sanggup sama saja.

Mungkin dengan sedikit variasi,
“Cari apa Kak? Lihat-lihat saja dulu. Ada barang gres nih.”
Adakah yang salah dengan kalimat sapaan tersebut?
Tidak ada, tentu saja.
Kalimat tersebut berisi pertanyaan akan kebutuhan calon konsumen, permintaan untuk masuk ke dalam toko serta menjelaskan bahwa produk yang didisplay hanya teladan produk sehingga masih dimungkinkan untuk mendapatkankan barang sesuai kebutuhan calon konsumen.
Mengenai panggilan “Kakak” yang digeneralisir, meskipun anda mungkin lebih muda, seumuran, atau jauh lebih renta dari si Pramuniaga, masih sanggup di maklumi. Mengingat banyak juga para wanita yang risih di panggil “ Tante” ( kapan saya kawin dengan Oom- mu?), Mbak (emangnya saya orang Jawa? – Maaf, tidak bermaksud SARA) atau Ibu ( ya ampun, setua itukah diriku?? )
Namun, kalau anda punya sedikit waktu untuk melipir ke sudut dan memperhatikan tingkah polah para pramuniaga tersebut, anda akan mendapati kata-kata yang di ucapkan sama persis, berulang-ulang, tanpa intonasi, tanpa memandang lawan bicara .
Buat indera pendengaran saya , mendengar sapaan mereka menyerupai mendengar kaset rekaman.
Bayangkan, ketika anda melewati lorong-lorong toko sambil mengobrol dengan teman berbelanja anda, akankah anda menoleh kedalam toko si pramuniaga alasannya ialah tertarik oleh sapaannya tersebut?
Ketika soft – opening “Jasmine’s Corner “ ( sambil numpang promosi nih), alasannya ialah dikejar deadline beberapa hari lagi akan melahirkan, saya belum sempat memperlihatkan training Selling Skill kepada Pramuniaga kami.
Namun, saya rahasia mengamati mereka ketika melayani (calon) pembeli.
Kesimpulan saya ialah BAHASA TUBUH sangat mensugesti dalam closing sebuah penjualan.
1. Ucapkan salam / sapaan dengan tegas, ramah , lapang dada dan eksklusif menatap mata calon customer anda
2. Mungkin anda terlihat sabar dalam melayani , tapi ketika anda “kepergok” sedang menarik napas panjang di sela banyak sekali macam pertanyaan Customer, mengambarkan bahwa anda kewalahan dalam menghadapinya. Dapat menjadikan customer malas bertanya lebih lanjut mengenai produk anda.
3. Anda terlihat mendengarkan dan memperhatikan pertanyaan/ komplain daricustomer, namun ketika sedetik anda terlihat menarik sebelah ujung bibir ke atas (biasanya sebelah kiri), memperlihatkan anda tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh customer anda.
4. Untuk meyakinkan customer akan isi ucapan anda, beri aksentuasi intonasi (jangan berlebihan) , anggukan kepala dan kedipkan mata (cukup setengah detik, dan jangan sebelah mata yaa..) pada pecahan kalimat yang akan anda tekankan.
5. Bila anda tidak mengizinkan customer melakukan sesuatu, ucapkan dengan ramah, tegas dan dengan alasan yang kuat.
Misalnya, “ Maaf Bu, kaos ini tidak sanggup dicoba alasannya ialah bahannya gampang melar. Mungkin Ibu sanggup mencoba baju yang ini. Ukurannya sama koq, Bu “. Akan lebih baik hasilnya, dibanding anda mengizinkan customer mencoba kaus tersebut , namun anda memperlihatkan mimik terpaksa dengan bibir terkatup rapat.
6. Jawablah pertanyaan dari Customer dengan segera, terperinci , dan yakin. Jawaban yang bernada mengambang akan menyebabkan customer merasa anda tidak menguasai produk atau berbohong (melebih-lebihkan keunggulan produk).
7 . Jangan mau terpancing dengan “hasutan” customer terhadap barang / harga dari “ toko sebelah”. Counter kalimat hasutan tsb dengan ramah, dan yakinkan bahwa barang yang kita jual ialah barang yang bermutu baik dengan harga yang reasonable
8. Jangan sekali-sekali menjelek-jelekan kompetitor.
Lalu apa hubungan 8 poin diatas dengan Omzet?
Hehehe, coba anda lakukan dulu 8 poin tersebut dalam melayani Customer anda, kemudian lihat apa yang terjadi (Mario Teguh Mode)

Oleh :Rinny Ermiyanti
Sumber : kompasiana.com 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship