-->

“Allah My Boss”, Kerja Butuh Semangat Hidup


Kopi hitam di gelas putih hari ini mengepulkan aroma yang super hebat. Badan yang lesu alasannya yaitu kelelahan, dengan secangkir Kopi bisa menciptakan aku tambah semangat. Lelah dalam hidup ialah sesuatu yang biasa. Sesuatu yang normal pada diri manusia.
Tetapi akan gila jikalau setiap hari kelelahan itu menciptakan Anda malas melaksanakan apa-apa.

Semangat hidup. Ya, inilah yang harus Anda tanamkan dalam acara sehari-hari. Tanpa semangat hidup, aku pikir, dunia ini akan ada tanpa ajegnya sebuah peradaban. Semangat hidup sangat terkait bersahabat dengan rasa cinta menggebu. Rasa yang sanggup mengalirkan Anda untuk memproduksi sesuatu dalam kerangka kreativitas dan inovasi.
Coba lihatlah gadget super cerdas menyerupai Apple Ipad. Produk ini lahir ke tengah-tengah hidup kita alasannya yaitu sang penemunya mengasihi kehidupan. Mencintai dunia teknologi. Dan, mengasihi ilmu pengetahuan. Sang pencipta, Steve Jobs, memang sekarang telah tiada meninggalkan dunia — yang kata sebagian Sufi bersifat fana — namun produk yang didasari cintanya tersebut sampai sekarang masih bermanfaat bagi umat manusia. Malahan ketika setahun lebih pasca kematiannya, Apple “New Ipad” habis terjual empat juta lebih dalam jangka tiga hari dikala dilaunching.
Itulah bukti cinta dan semangat hidup yang telah dilaksanakan seorang manusia. Ketika Anda menimbulkan kehidupan ini sebagai wahana berkarya, di dikala itulah hidup Anda akan dipenuhi cinta dan semangat. Biar pun kondisi hidup berada di bawah standar, tetapi Anda akan menjadikannya sebagai ladang amal dan pahala dengan terus-menerus melahirkan karya.
Kerja, usaha, karya, dan semangat hidup ialah sesuatu yang harus dibangkitkan mulai dikala ini. Kalau Anda menghendaki kesuksesan menghampiri Anda. Maka segeralah menyemangati diri ketika kelelahan mendera hidup Anda. Dengan begitu, insya Allah, Tuhan akan menunjukkan suntikan yang amat berharga bagi Anda semoga sanggup mengarungi kehidupan ini dengan optimis. Suntikan yang diramu dari rasa cinta dan optimisme, yakni SEMANGAT HIDUP!
Energi itu Cinta
Hidup memerlukan energi yang super banyak semoga kita sanggup terus eksis. Bagi saya, energi tersebut sanggup diperoleh dengan mengoptimalkan perasaan yang ada di setiap jiwa manusia: Cinta. Dengan cinta inilah, apa pun yang sulit dalam hidup bisa dilewati. Apa yang tak mungkin menjadi mungkin. Cinta bisa mengubah sesuatu yang dianggap biasa menjadi luar biasa.
Saya hari ini mencoba merenungi kumpulan semut yang berjalan dengan rapi. Tubuhnya kecil tetapi sangat menakjubkan alasannya yaitu kecilnya tubuh semut itu tidak menciptakan mereka putus asa. Dengan sigap seekor semut bisa membawa sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya. Malahan besarnya sampai sepuluh kali lipat. Apa rahasianya?
Tiada lain tiada bukan: kekuatan cinta para semut kepada sesama semut di koloninya. Mereka bergotong royong tanpa kenal lelah mengumpulkan masakan untuk mempertahankan hidup. Inilah cinta. Cinta pada kehidupan. Semut, yang kita anggap binatang dan tak berperadaban ternyata juga mempunyai cinta.
Bagaimana dengan kita? Sebagai seorang manusia, yang diciptakan Tuhan dengan potensi komplit dan tepat – bila dibandingkan dengan makhluk ciptaan lain – sejatinya kita lebih dahsyat lagi semangatnya. Jangan pernah mengalah pada terpaan duduk kasus yang hadir di kehidupan. Jadilah insan yang bermental berpengaruh dan besar. Sebab, hanya dengan badannya yang kecil, seekor semut bisa membawa beban yang lebih besar bila dibandingkan dengan tubuhnya.
Rahasianya ialah kekuatan cinta. Maka optimalkanlah cinta Anda untuk menggapai apa yang Anda harapkan. Dengan begitu semangat hidup akan mengokohkan kinerja Anda. Jangan lupa, Allah beserta kita dalam setiap kesempatan. Tuhan beserta kita. Innallaha ma’ana!
Selamat hidup menjadi lebih hidup, kawan! Ingat, sekali lagi. Tuhan akan selalu bersama kita, lhoInnallaha Ma’ana.

Sumber : kompasiana.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship