-->

10 Ways To Become Productive Entrepreneur

Banyak cara yang dilakukan biar bisa menjadi pengusaha sukses. Salah satunya, dengan menjadiproductive entrepreneur. Bagaimana caranya?

Menjadi pengusaha, tentu banyak tantangannya. Sebab, kompetisi makin ketat, usul makin beraneka ragam, dan posisi pelanggan sekarang sudah semakin setara dengan produsen. Kemajuan teknologi informasi turut mengakibatkan persaingan semakin sengit. Bagi yang tahan banting, barangkali dengan persaingan justru semakin matang. Namun, bagi yang tidak siap, siap-siap saja mengalami kejatuhan.

Lantas, apa yang harus dilakukan di tengah situasi yang serba menantang itu? Kuncinya, menjadi seorang productive entrepreneur atau pengusaha yang produktif.Dengan cara itu, efisiensi dan efektivitas akan bisa ditingkatkan. Apa saja yang harus dilakukan biar kita bisa menjadi seorang productive entrepreneur? Berikut tips yang disarikan dari Inc.com. Semoga bisa menginspirasi kita semua biar bisa memaksimalkan semua daya dan upaya:

Lewatkan meeting kurang penting. Meeting hanya menghabiskan waktu jikalau tidak terjadi kesepakatan. Ada banyak cara untuk berkomunikasi yang lebih efektif berkat kemajuan teknologi.

Ikuti hukum "dua pizza". Tim inti sebuah proyek harusnya kecil saja, yang cukup hanya diberi jatah "dua pizza". Ini ialah upaya membagi kelompok-kelompok kecil untuk menangani isu-isu tertentu yang penting sebelum diangkat ke pertemuan besar. Dengan begitu, komunikasi justru akan berjalan lebih lancar, fokus, dan terarah.

Segera jawab telepon. Sepertinya sepele. Tapi, itulah inti dari komunikasi. Dengan segera mengangkat telepon, komunikasi berjalan lebih lancar.

Organisasikan aktivitas keseharian. Danny Meyer, CEO dari Union Square Hospitality Group, menceritakan, bahwa tangan kanan eksekutifnya, selalu membagi e-mail dan memo menjadi empat bagian. "Bagian pertama ialah aktivitas saya hari selanjutnya. Bagian kedua ialah hal-hal apa saja yang harus segera mendapat tanggapan atau tanggapan. Dengan begitu, beliau tidak perlu menginterupsi saya untuk menjawab pertanyaan. Bagian ketiga ialah email yang berisi informasi yang harus saya ketahui. Bagian ini ialah kepingan yang perlu saya ketahui, tapi tidak menuntut untuk segera diselesaikan. Kemudian, kepingan terakhir ialah hal yang harus dikerjakan, namun masih bisa dikerjakan dalam waktu yang lama," sebut Meyer.

Tingkatkan fleksibilitas. Ada banyak kebutuhan yang kita perlukan sebagai pengusaha. Untuk itu, kita perlu lebih fleksibel. Dan, kita pun tak perlu menjadi mahir dari segalanya. Julie Ruvolo, COO dari Solvate, menyebutkan, "Kadang-kadang, menyewa kontraktor atau konsultan akan lebih efisien daripada Anda mengerjakan sendiri segalanya. Lagipula, Anda bisa mendapat pemberian mahir yang bisa menuntaskan duduk kasus tertentu yang sedang Anda hadapi."

Gunakan e-mail untuk menyimpan dokumen. Saat ini, hampir semua orang mempunyai email sebagai sarana komunikasi. Dan, hampir setiap hari pula, orang terhubung dengan internet. Karena itu, menyimpan dokumen dalam bentuk e-mail bisa menjadi solusi yang memudahkan untuk berkomunikasi.

Tetap produktif di luar jam kerja. Orang sering mengeluh dikala harus lembur. Padahal, pada dikala di luar jam kerja, akan muncul banyak hal yang bisa meningkatkan produktivitas kita. Sebab, tanpa beban kerja rutin, kita bisa bebas mengeksplorasi banyak hal yang bisa meningkatkan kemampuan.

Maksimalkan waktu deadline. Kadang, dikala memasuki masa tenggat, orang justru terpacu untuk memaksimalkan semua energinya biar pekerjaan bisa selesai sempurna waktu. Karena itu, masa tenggat ini bekerjsama bisa "dimanfaatkan" untuk meningkatkan performa. Krissi Barr, pendiri Barr Corporate Success menyebutkan, "Jika ada pekerjaan yang bisa selesai dalam satu jam, saya biasa memaksanya untuk selesai dalam 40 menit. Dengan memotong waktu dari yang seharusnya, saya bisa bekerja lebih cepat dan lebih fokus."

Jangan lupakan olahraga. Sebagai pengusaha, akan muncul banyak tekanan. Jika badan dan pikiran tidak fit, maka bisa jadi kita akan sakit dan gampang stres. Karena itu, sebagai entrepreneur, olahraga dilarang dilupakan. Minimal, setengah jam dalam sehari, itu akan menjadi "doping" yang bisa menjaga kesehatan tubuh. 

Hindari multitasking. Memang, bisa melaksanakan banyak hal sering jadi sesuatu yang menyenangkan. Tapi, tak selamanya. Sebab, otak kita pun ada batasannya. Karena itu, hindari mengerjakan banyak kiprah dalam waktu bersamaan (multitasking). Douglas Merrill, mantan CIO dari Google, menyampaikan dengan tegas, "Lakukan satu hal dalam satu waktu, minimalkan kemungkinan perubahan, gunakan otak secara maksimal!"

Sumber : andriewongso.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan

Iklan pulsa anita

Sponsorship