7 Alasan Usaha Kulit Lumpia Rumahan Layak Dicoba

7 Alasan Usaha Kulit Lumpia Rumahan Layak Dicoba

Peluang Usaha Kulit Lumpia Rumahan

Kulit lumpia menjadi salah satu jajanan pasar yang banyak dicari untuk sekedar dijadikan camilan atau sebagai hidangan acara seperti kumpul keluarga, arisan, dan hajatan. Para penikmat camilan ini dijamin tidak bingung kemana harus membelinya karena usaha kulit lumpia sudah bertebaran dimana-mana.

Jajanan ini bisa ditemukan di gerobak atau booth container pinggir jalan hingga cafe bahkan restoran. Salah satu alasan mengapa kulit lumpia laku keras di pasaran adalah harganya yang murah tapi dengan rasa yang tidak murahan, karena rasanya termasuk cocok di lidah banyak orang dari berbagai kalangan.

Kelebihan Usaha Kulit Lumpia Rumahan

Usaha lumpia yang dijalankan di luar rumah sebenarnya juga patut dipertimbangkan, apalagi jika lokasi usaha berada di titik strategis seperti dekat kampus / sekolah, dekat perkantoran, dekat mall / swalayan, dekat tempat wisata dan sejenisnya.

Namun untuk pemula, usaha berbasis rumahan juga tidak masalah, dan jangan terlalu khawatir tidak mendapat pelanggan karena kini ada ratusan bisnis rumahan yang sukses dan memiliki omset puluhan juta rupiah. Jadi apa saja sih kelebihan membuka usaha lumpia di rumah? Berikut daftarnya:

  1. Modal Awal yang Rendah

Usaha lumpia yang dijalankan di luar rumah membutuhkan booth makanan / etalase / gerobak untuk berjualan dan sejumlah peralatan lain seperti:

  • Beberapa banner atau spanduk
  • Daftar varian lumpia
  • Kursi dan meja untuk pengunjung
  • Sabun cuci piring dan serbet
  • Peralatan menggoreng
  • Kompor dan tabung LPG
  • Timba / wadah air untuk mencuci
  • Alat makan dan tisu untuk pengunjung
  • Lampu

Bukan itu saja, tempat usaha juga harus menyewa atau membeli, yang tentunya tidak murah apalagi di lokasi yang ramai atau perkotaan.

Tapi untuk usaha berbasis rumahan, peralatan yang harus dibeli termasuk jauh lebih sedikit karena sebagian besar sudah ada di rumah, misalnya kompor, serbet, sabun cuci, dan tempat mencuci peralatan.

Peralatan menggoreng juga bisa memanfaatkan yang sudah ada, dan tentunya tidak perlu menyediakan kursi meja serta alat makan untuk pengunjung.

  1. Tidak Pusing Mencari Lokasi

Selain tidak harus pusing dengan modal, usaha lumpia di rumah juga mengurangi satu PR yang cukup berat yaitu mencari lokasi usaha yang ideal. Area memasak juga sudah tersedia yaitu di dapur rumah. Jika dapur masih kurang, ruangan lain juga bisa dimanfaatkan.

  1. Biaya Operasional Relatif Rendah

Menjalankan usaha kuliner di luar rumah mengharuskan sang pemilik untuk berinvestasi pada sejumlah utilitas termasuk listrik, sewa tempat, dan biaya bensin. Namun jika usaha ada di rumah, maka ketiga biaya tadi bisa diminimalkan dan dana operasional bisa dimaksimalkan pada bahan baku.

Dana bisa untuk membeli bahan baku dengan jumlah lebih agar penjualan lebih tinggi, atau beli bahan baku yang lebih berkualitas untuk menjaga mutu dan kualitas yang baik.

  1. Kebersihan Lebih Terjaga

Sebagian orang menilai bahwa usaha kuliner berbasis rumahan lebih aman dan sehat karena proses pembuatannya ada di dalam ruangan, termasuk Usaha Kulit Lumpia.

Sedangkan makanan pinggir jalan umumnya dianggap tidak aman untuk dikonsumsi karena banyak debu, polusi, dan mungkin juga kuman karena gerobak jualan dikelilingi dan dipegang banyak orang.

Fakta lainnya adalah usaha kuliner pinggir jalan sangat minim air, sehingga kebersihan alat makan dan peralatan masak tidak begitu terjamin. Namun saat di rumah, proses mencuci peralatan tidak terburu-buru, area mencuci luas dan nyaman, serta ada banyak air bersih.

  1. Metode Pemasaran Fleksibel

Jika usaha lumpia dengan booth berjumlah banyak dan menyebar, misalnya ada 10 booth dan di berbagai daerah, maka omset yang didapat pastinya juga bisa banyak, tapi dengan modal yang banyak juga.

Jika jumlah booth hanya satu buah, maka pemasaran hanya fokus di satu titik dan lebih susah untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. Namun untuk usaha lumpia rumahan, metode pemasaran bisa sangat beragam seperti salah satu daftar berikut atau kombinasikan semuanya:

  • Terima pesanan lumpia untuk acara.
  • Terapkan sistem konsinyasi (titip jual).
  • Jalin kerjasama dengan layanan ojek online pesan antar.
  • Setor produk ke kantin-kantin sekolah, toko kue tradisional, dan sejenisnya.
  • Display produk di teras rumah untuk pelanggan yang ingin membeli dalam jumlah sedikit.
  • Jika ada modal tambahan bisa juga membeli satu booth container untuk pemasaran di luar rumah namun usaha di rumah tetap dijalankan.
  1. Tidak Perlu Mencari Karyawan

Jika skala usaha lumpia masih kecil, sepertinya bisa dijalankan oleh satu orang dulu. Namun jika memang membutuhkan bantuan, maka bisa dibantu anggota keluarga di rumah, sehingga bisa memotong biaya operasional berupa gaji karyawan.

  1. Kesempatan untuk Lebih Profesional

Bisnis rumahan adalah pelatihan tahap awal terbaik untuk para pemula, karena dijalankan di rumah sendiri, pemula akan lebih nyaman untuk menjalankan sejumlah tugas sekaligus mulai dari juru masak, admin media sosial, pengantar pesanan, pengemas, pengatur keuangan, hingga pengembangan bisnis.

Berbagai tugas ini akan membuat pemula untuk belajar banyak hal, menambah pengalaman, dan nantinya saat bisnis sudah lebih besar tidak bingung lagi dengan cara mengelolanya.

Usaha kulit lumpia yang dijalankan dari rumah sendiri akan jauh lebih nyaman untuk para pemula, dan meskipun awalnya kecil, namun jika dikelola dengan baik dan cukup pandai dalam memasarkan produk maka usaha kecil ini bisa cepat berkembang.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci
peluang usaha lumpia

Leave a Reply

Your email address will not be published.