Peluang Usaha Jamu Serbuk yang Populer di Masa Pandemi

Peluang Usaha Jamu Serbuk yang Populer di Masa Pandemi

Kiat Memulai Usaha Jamu Serbuk

Selama pandemi Covid atau sekitar 2 tahun terakhir, penjualan jamu atau produk jamu telah mengalami pertumbuhan yang cukup besar dan memulai usaha jamu serbuk memiliki banyak prospek, baik dalam skala kecil maupun besar.

Covid-19 telah membuat banyak orang sadar betapa pentingnya menerapkan gaya hidup sehat dan mulai menyadari manfaat mengkonsumsi jamu herbal. Bisnis ini memang menguntungkan tapi pelakunya harus memiliki pengetahuan, rencana bisnis, dan menentukan model bisnis yang tepat.

Kiat-kiat Memulai Usaha Jamu Serbuk

  1. Lakukan Riset dan Buat Rencana Bisnis

Meskipun skala bisnis jamu yang akan dimulai sangat kecil, pemilik harus tetap melakukan riset mendalam mengenai bisnis yang akan dijalankan untuk mengetahui tentang target pasar serta tantangan dan tren di sektor jamu serbuk.

Riset mendalam juga akan membantu membuat rencana bisnis yang matang mengenai modal, jenis produk, model promosi, harga, distribusi, dan berbagai detail lainnya.

  1. Tentukan Jenis Produk Jamu Serbuk

Sebelum benar-benar memulai bisnis jamu, tentukan dulu jamu jenis apa yang akan dibuat. Karena Nusantara kaya akan rempah, maka jenis jamu serbuk sangat banyak seperti:

  • Jamu kunyit asam
  • Jamu asam urat
  • Beras kencur
  • Cabe puyang
  • Jamu pahitan
  • Jamu untuk kolesterol tinggi
  • Jamu wasir
  • Jamu maag / lambung
  • Jamu penurun berat badan
  • Jamu saluran kemih
  • Jamu kunci sirih
  • Jamu sinom
  • Jamu uyup-uyup
  • Jamu kudu laos

Daftar di atas bahkan belum seluruh jenis jamu di Indonesia. Cari tahu jenis mana yang paling tinggi permintaan, cari seluruh informasi mengenai jamu tersebut, dan pastikan jamu yang akan dijual benar-benar aman serta efektif untuk pelanggan.

Apakah tidak boleh menjual banyak jenis jamu sekaligus? Tentu saja boleh. Tapi, fokus pada sedikit jenis jamu yang berkualitas akan jauh lebih menguntungkan untuk bisnis daripada menyediakan berbagai jenis namun dengan kualitas yang pasaran.

Opsi kedua mungkin berhasil menarik pelanggan potensial di awal, namun opsi pertama akan membuat bisnis lebih mudah pelanggan tetap yang pada akhirnya membuat bisnis berumur panjang.

  1. Kenali Target Pasar dan Amati Pesaing

Tidak cukup hanya membuat jamu serbuk dan memposting fotonya di media sosial. Pemilik bisnis perlu tahu untuk siapa produk itu dibuat.

Seperti yang terlihat pada daftar di atas, jenis jamu sangat banyak dan bisnis jamu memiliki target pasar yang luas karena masing-masing jenis memiliki pelanggan berbeda.

Ada target pasar yang mungkin menjalani hidup sehat dan mencari jamu yang mendukung gaya hidup ini, beberapa yang lain mungkin membutuhkan jamu untuk penyakit fisik, dan beberapa yang lain mungkin sudah berpengalaman dengan jamu tertentu.

Masing-masing target pasar ini memiliki preferensi yang berbeda, dan perlu diamati untuk menentukan metode pemasaran yang tepat.

Sebagai contoh, target pasar anak muda yang membutuhkan jamu untuk menjalani hidup sehat akan lebih cocok dengan promosi online (media sosial atau marketplace), sedangkan target pasar para orang tua atau bahkan lansia lebih cocok dengan metode pemasaran offline.

Penelitian pada pesaing juga penting dilakukan karena termasuk faktor kunci untuk bisnis yang sukses mengingat pesaing bisnis jamu Indonesia sangat tinggi di pasaran.

  1. Bahan Baku Harus Berkualitas

Jika ingin usaha jamu serbuk yang long lasting, pastikan untuk memperhatikan mutu dan kualitas, yang hanya bisa didapat dari bahan baku yang terbaik.

Bahan baku jamu terbaik biasanya hanya bisa didapat dari petani langsung. Selain masih fresh sehingga bisa disimpan lebih lama, membeli dari petani juga lebih murah dibanding dari distributor atau pemasok.

  1. Kemas dengan Tampilan Modern

Produk tradisional dan bahkan jadul bisa tetap laku keras di pasar modern jika dikemas dengan tampilan yang modern. Maksud dari “dikemas” di sini bukan hanya packaging tapi juga merk, logo, dan pemasaran. Jamu serbuk bisa dikemas dalam wadah plastik pouch standing mini, botol transparan kecil yang bentuknya unik, kemasan kertas yang lucu, atau lainnya.

  1. Rajin Jemput Bola

Agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan potensial, pemilik bisnis jamu baru harus rajin menjemput bola, jadi jangan hanya menunggu pembeli datang ke toko.

Jemput bola ini bisa dilakukan dengan rajin memposting usaha jamu di media sosial, terapkan sistem konsinyasi (titip jual), berikan berbagai penawaran menarik, dan jika perlu jalin kerjasama dengan pihak ketiga misal endorse atau iklan online.

  1. Perizinan & Pendaftaran Merk

Daftarkan merk dagang dan pastikan setiap produk yang akan dijual sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan pemerintah. Hal ini untuk menghindari segala hal buruk yang mungkin terjadi di masa depan misalnya dituntut oleh pelanggan karena jamu yang dijual menggunakan bahan berbahaya.

Singkatnya, jamu adalah produk yang akan dikonsumsi langsung oleh pelanggan, jadi hasil atau efek samping dari jamu sama dengan tanggung jawab pemilik usaha.

Memulai usaha jamu serbuk mungkin tampak sederhana dan cukup mudah pada awalnya, tapi sebenarnya, bisnis ini sama seperti berbagai jenis bisnis lainnya yaitu membutuhkan banyak pengetahuan dan rencana yang matang sebelum benar-benar dijalankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.