Prospek Usaha Pohon Bonsai Analisa Kelebihan dan Kekurangannya

Prospek Usaha Pohon Bonsai: Analisa Kelebihan dan Kekurangannya

Prospek Usaha Pohon Bonsai

Menurut sejumlah situs berita online, usaha pohon bonsai termasuk salah satu jenis usaha yang justru meraih omset besar di masa pandemi, tidak seperti beberapa jenis usaha lain yang malah mengalami kemerosotan bahkan gulung tikar. Namun, pelanggan potensial bisnis ini bukan semua kalangan.

Mengingat harga pohon bonsai yang mencapai jutaan bahkan ada yang puluhan juta rupiah, target pasar dari usaha ini kebanyakan adalah pecinta atau kolektor tanaman dari kalangan menengah dan ke atas. Menurut sejumlah informasi yang ada, bisnis ini termasuk cukup menjanjikan, benarkan demikian?

Pro (Kelebihan) Bisnis Pohon Bonsai

  1. Target Pasar Selalu Ada

Selalu ada pasar untuk tanaman hias dan pohon bonsai termasuk salah satu yang memiliki banyak penggemar meskipun tren tanaman selalu berganti. Mirip seperti bisnis kuliner, bisnis pohon bonsai juga bersifat long lasting dan diperkirakan tidak akan pernah benar-benar sepi pembeli.

  1. Margin Tinggi

Margin kotor rata-rata untuk bisnis pohon bonsai sekitar 40%, yang tergolong cukup tinggi dan memungkinkan pemilik bisnis untuk mengembangkan bisnis dan mengelola biaya operasional dengan mudah. Sebagai gambaran, berikut adalah harga berbagai jenis pohon bonsai di pasar lokal:

  • Bonsai Kelapa Rp 100.000– Rp 500.000
  • Bonsai Beringin Rp 150.000 – Rp.300.000
  • Bonsai Kimeng Rp 270.000 – Rp 2.000.000
  • Bonsai Murbei Rp 200.000 – Rp 1.950.000
  • Bonsai Asem Rp 700.000 – Rp 3.000.000
  • Bonsai Loa Rp 350.000 – Rp 5.000.000
  • Bonsai Kamboja Rp 400.000 – Rp 2.500.000
  • Bonsai Bougenville Rp 150.000 – Rp 1.200.000
  • Bonsai Adenium Rp.200.000 – Rp 5.050.000
  • Bonsai Lantana Rp 320.000 – Rp 1.900.000
  • Bonsai Asem Jawa Rp 699.000 – Rp 1.100.000
  • Bonsai Soka Merah Rp 500.000 – Rp 60.000.000
  • Bonsai Cemara Udang Rp 790.000 – Rp 55.000.000
  • Bonsai Serut Rp 2.200.000 – Rp 50.000.000
  • Bonsai Santigi Rp 3.000.000 – Rp 14.000.000
  • Bonsai Dolar Rp 2.000.000 – Rp 20.000.000
  • Bonsai Anting Putri Rp 3.330.000 – Rp 25.000.000

Biasanya semakin tua usia pohon bonsai, dan semakin unik bentuknya, harga jualnya akan tinggi. Begitu juga sebaliknya.

  1. Mendorong Pembelian Impulsif

Dalam usaha pohon bonsai, pemilik bisnis memiliki peluang tinggi untuk mendorong pelanggan membeli secara impulsif karena pemilik bisnis bisa dengan mudah wadah / pot, harga, nilai promosi, dan lainnya untuk mempengaruhi keputusan pembeli.

  1. Penghasilan Tak Terbatas

Tidak ada batasan berapa banyak penghasilan yang bisa didapatkan dalam bisnis tanaman seperti pohon bonsai ini. Semakin bagus keterampilan bisnis yang dimiliki dan semakin banyak waktu serta usaha yang dicurahkan, maka banyak juga pundi-pundi rupiah yang akan dihasilkan.

  1. Produk Bisa Dijual di Berbagai Tempat

Ada berbagai pasar berbeda untuk menjual pohon bonsai, yang akan membantu pemilik bisnis untuk menjangkau lebih banyak audiens dan mendapat aliran dana dari sejumlah sumber berbeda seperti berikut:

  • Pasar online (media sosial pribadi, iklan media sosial, marketplace, forum/grup jual beli, situs iklan baris).
  • Pasar offline (sistem konsinyasi atau menjadi supplier toko bunga / tanaman hias dan pasar tanaman).
  • Buka stand di bazar atau event yang relevan.
  • Direct selling (berikan tawaran menarik ke teman atau tetangga sekaligus untuk mendukung Word of Mouth alias promosi dari mulut ke mulut).
  • Pameran atau kontes pohon bonsai.
  • Lapak depan teras rumah.
  • Beli / sewa ruko, atau buat toko sendiri.
  1. Informasi Mudah Diakses

Ada banyak panduan budidaya bonsai di internet, baik dalam bentuk teks maupun video. Bonsai serut adalah salah satu jenis bonsai yang paling banyak dibudidaya karena termasuk minim perawatan namun saat dijual memiliki nilai yang tinggi. Detail lain mengenai bisnis ini juga sangat lengkap di internet.

Kontra (Kekurangan / Kelemahan) Bisnis Pohon Bonsai

  1. Persaingan Ketat

Jumlah bisnis pohon bonsai di Indonesia banyak sekali, sehingga sangat penting untuk setiap pemilik bisnis untuk melakukan analisa pasar, mengamati pesaing, dan memahami permintaan pasar mana yang paling tinggi, apakah di media sosial, marketplace, toko offline, atau lainnya.

  1. Wawasan Luas

Seperti pada daftar di atas, jenis pohon bonsai banyak sekali dan masing-masing memiliki karakter, model perawatan, cara budidaya, harga dan target pasar yang berbeda.

Pemilik bisnis harus mengetahui jenis mana yang bersifat long lasting dan pelanggan potensialnya paling banyak namun di sisi lain juga mudah dibudidayakan dan minim perawatan. Mempelajari semua ini membutuhkan waktu dan ketelatenan.

  1. Menemukan Pemasok cukup sulit

Menemukan pemasok bibit pohon bonsai yang bisa dipercaya, berkualitas, dan bisa diandalkan namun di saat yang sama juga menawarkan harga ramah anggaran tidaklah mudah.

Menemukan pemasok yang seperti ini membutuhkan banyak waktu, energi, dan uji coba berkali-kali. Tapi jika berhasil mendapat rekomendasi pemasok yang bagus dari orang yang dipercaya, maka proses ini bisa lebih singkat dan mudah.

  1. Modal Tidak Sedikit

Meskipun panduan budidaya pohon bonsai sudah ada di internet dan gratis diakses, namun bagi pemula tidak mudah untuk langsung berhasil pada percobaan pertama.

Uji coba pemasok tadi ditambah dengan praktek budidaya berkali-kali akan memakan banyak dana. Belum lagi peralatan dan biaya operasional seperti vitamin dan pupuk yang harganya juga tidak murah.

Jika dilihat dari luar, usaha pohon bonsai memang tampak menggiurkan karena harga jualnya cukup tinggi. Namun jika diperhatikan dari dalam, bisnis ini memiliki sejumlah tantangan dan secara keseluruhan modalnya harus besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.