Prospek Usaha Siomai dan Proyeksi Keuntungannya

Prospek Usaha Siomai dan Proyeksi Keuntungannya

Prospek Usaha Siomai

Siomai atau disebut juga somai merupakan salah satu jenis dimsum yang berasal dari bangsa Mongol atau lebih dikenal berasal dari China dan di Indonesia sendiri juga sudah sangat populer sejak lama tapi dengan versi halal. Berbagai usaha siomai dalam negeri tidak menggunakan daging babi sebagai isian.

Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, maka isi somai lebih umum menggunakan daging ayam atau ikan, yang biasa ditambah topping kentang, sayuran, atau telur rebus. Begitu juga dengan aneka bumbu dan bahan lain. Usaha somai tergolong menjanjikan asal direncanakan dan dikelola dengan benar.

Rincian Usaha Somai di Indonesia

Jangan pernah terburu-buru untuk memulai usaha terutama di bidang kuliner. Bisnis kuliner penuh dengan tantangan meskipun dari luar tampak menggiurkan bahkan seringkali diiming-imingi dengan omset puluhan bahkan ratusan juta per bulan. Sebelum menjajal usaha somai sendiri, periksa daftar informasi berikut ini:

  1. Rincian Modal Awal

Total modal awal yang dibutuhkan untuk membuka usaha somai sebenarnya tergantung pada masing-masing orang, apakah ingin usaha skala kecil atau besar dan dengan model berjualan yang seperti apa.

Apakah somai akan dipasarkan dengan gerobak di pinggir jalan, cukup di depan teras rumah, hanya melayani secara online, sewa ruko, buka warung sederhana, cafe, atau bahkan restoran? Sebagai gambaran, berikut adalah daftar inventaris yang dibutuhkan untuk usaha somai matang berbagai skala:

Inventaris Estimasi Harga
Etalase kaca kecil (bisa ditempatkan di atas meja) Rp 220.000 – Rp 325.000
Gerobak aluminium mix kaca Rp 1.950.000 – Rp 1.200.000
Gerobak lipat kayu mix kaca Rp 900.000 – Rp 1.500.000
Gerobak kayu + bangku kayu + meja kecil Rp Rp 1900.000 – Rp 2.200.000
Booth container Rp 1.000.000 – Rp 2.800.000
Kompor dan tabung gas Rp 250.000 – Rp 350.000
Wajan, dandang, dan panci Rp 150.000 – Rp 250.000
Satu set spatula Rp 25.000 – Rp 230.000
Alat makan (piring, gelas, sendok, garpu) Rp 350.000 – Rp 450.000
Meja kursi pengunjung Rp 300.000 – Rp 3.000.000
Isi ulang gas LPG 5 kg Rp 18.000 – Rp 20.000
Bahan baku Rp 400.000 atau lebih per hari
Listrik dan retribusi Rp 150.000/bulan
Sewa tempat Rp 300.000 – Rp 500.000/bulan
Plastik dan kemasan somai (bagi pelanggan yang take away) Rp 100.000 – Rp 150.000

 

  1. Omset Warung Siomai

Omset disebut juga pemasukan kotor, jadi bukan laba / keuntungan ya. Omset usaha somai sangat tergantung pada jumlah penjualan per hari atau per bulan. Sebagai contoh:

  • Harga somai per porsi Rp 15.000
  • Target penjualan per hari 40 porsi
  • Pemasukan kotor per hari Rp 18.000 x 50 porsi= Rp 600.000
  • Omset per bulan Rp 600.000 x 30 hari= Rp 18.000.000

Sedangkan untuk menghitung laba harus tahu dulu berapa biaya operasional per bulan, baru setelahnya omset dikurangi biaya operasional. Contohnya:

  • Omset per bulan Rp 18.000.000
  • Biaya operasional per bulan (bahan baku, sewa tempat, bensin, listrik, gaji karyawan, dan pengeluaran lain kecuali biaya pembelian peralatan) misal Rp 13.500.000
  • Maka laba per bulan adalah Rp 13.500.000 – Rp 13.500.000= Rp 4.500.000

Lalu untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan agar bisa balik modal, rumusnya adalah modal awal dibagi laba. Misalnya seluruh uang yang dihabiskan untuk membeli inventaris dan peralatan adalah Rp 9.000.000, maka Rp 9.000.000 : Rp 4.500.000 = 2 bulan.

Tapi jika target penjualan kurang dari 40 porsi sehari, maka balik modal bisa lebih dari 2 bulan, begitu juga sebaliknya. Jadi untuk angka pasti dari omset, laba, dan waktu balik modal sangat tergantung pada kondisi usaha masing-masing.

  1. Tantangan dari Usaha Siomai

  • Persaingan sangat ketat sehingga lokasi strategis juga tidak mudah untuk di dapat, apalagi di daerah perkotaan.
  • Tidak mudah membuat somai dengan cita rasa yang lezat (membutuhkan banyak latihan dan harus tekun).
  • Harus bisa memilih bahan berkualitas karena akan berpengaruh besar pada cita rasa.
  • Harus bisa menghadirkan aneka jenis somai agar pelanggan tidak mudah bosan.
  • Harga somai sangat bersaing.
  • Dituntut inovatif dan kreatif.
  1. Tips Usaha Somai Laris

Jika melihat daftar tantangan di atas, mungkin para pengusaha pemula sudah minder duluan, namun bagi para pengusaha senior, tantang tersebut adalah makanan sehari-hari. Merintis usaha dari nol memang tidak gampang.

Berbagai hal harus direncanakan dan diperhitungan dari awal, lalu dipikirkan kembali dengan matang apakah usaha tersebut benar-benar akan dijalankan atau tidak. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu usaha somai cepat laris manis:

  • Tampilan tempat usaha harus menarik pelanggan, jadi jangan menampilkan kesan kotor, kumuh, dan ala kadarnya. Meskipun tempat usaha berupa gerobak saja dan bukan warung, kebersihan dan kenyamanan pelanggan tidak boleh diabaikan.
  • Cari inspirasi dan pelajari food plating dari internet agar tampilan somai yang dijual terlihat kekinian dan menarik.
  • Promosikan usaha di media sosial dengan lewat berbagai konten yang kreatif.
  • Berikan promo / diskon dengan syarat dan ketentuan khusus.

Usaha siomai di Indonesia sebenarnya memiliki prospek yang cukup bagus mengingat jumlah penikmat somai yang banyak. Namun, usaha ini hanya bisa sukses dan berumur panjang jika pemiliknya membuat rencana usaha yang matang dan terus inovatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.