7 Langkah Sukses Usaha Kripik Tempe Rumahan

7 Langkah Sukses Usaha Kripik Tempe Rumahan

Langkah Sukses Usaha Kripik Tempe

Usaha kripik tempe yang dikelola dengan cara tepat bisa menghasilkan omset jutaan rupiah per bulan. Ide usaha ini sangat cocok untuk orang yang baru pertama kali akan terjun ke dunia bisnis kuliner karena tergolong mudah dan skala usaha bisa ditentukan sendiri.

Kripik tempe sendiri termasuk populer di Tanah Air sehingga tidak susah dipasarkan. Dengan jumlah peminat cukup tinggi, camilan gurih dan renyah ini seharusnya tidak akan sepi pembeli.

Cara Memulai Bisnis Kripik Tempe untuk Pemula

  1. Tentukan Skala Usaha

Sebelum memulai usaha kripik tempe dan membeli berbagai inventaris untuk produksi, langkah pertama dan terpenting adalah menentukan skala usaha. Skala usaha bisa ditentukan salah satunya dengan melihat jumlah modal.

Jika modal masih sedikit, bisnis kripik tempe bisa dimulai dari skala kecil di rumah dengan dibantu anggota keluarga atau pekerjakan hanya satu karyawan. Tapi jika modalnya cukup banyak, maka bisa langsung menjadi produsen kripik tempe yang menyuplai sejumlah toko, warung makan, pasar, dan kantin-kantin.

Hindari membuka usaha skala besar dengan modal minim dan akhirnya memaksakan untuk berhutang. Usaha yang dimulai oleh pemula dengan cara hutang umumnya tidak akan berumur panjang.

  1. Buat Daftar Inventaris dan Bahan Baku

Membeli inventaris tanpa berpatokan pada daftar hanya akan meningkatkan resiko membeli item yang tidak dibutuhkan alias pemborosan.

Selain itu, daftar inventaris juga penting untuk mengetahui berapa banyak dana yang kira-kira akan dihabiskan untuk memulai usaha. Berikut contoh peralatan untuk usaha kripik tempe:

  • Kompor dan tabung gas.
  • Wajan besar, spatula, dan serok.
  • Wadah untuk tempat kripik yang baru digoreng.
  • Baskom atau wadah sejenis lain untuk merendam tempe yang akan digoreng.
  • Pisau dan talenan (atau mesin pengiris tempe jika memang modalnya ada).
  • Plastik pengemas.
  • Mesin press plastik (tidak perlu dibeli jika plastik pengemas adalah tipe zipper clock / double seal / klip).

Sedangkan untuk daftar bahan baku adalah:

  • Tempe kedelai
  • Tepung terigu
  • Tepung beras
  • Telur ayam
  • Bumbu dan rempah
  • Minyak nabati

Masing-masing daftar di atas harus diberi harga di bagian kanan untuk selanjutnya ditotalkan, dan jumlah tersebut adalah dana minimal yang harus dimiliki untuk produksi pertama kali.

  1. Bahan Baku Harus Berkualitas

Bahan utama kripik tempe yaitu tempe kedelai sangat mudah ditemukan karena tersedia di hampir setiap pasar dan pedagang sayuran, Harganya pun tergolong sangat merakyat. Namun hati-hati, jangan asal membeli hanya karena harga yang murah.

Rasa dari kripik tempe sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, jadi jika ingin bisnis kripik tempe tidak cepat gulung tikar karena ditinggal pelanggan, pastikan untuk memilih bahan berkualitas tinggi dengan ciri-ciri berikut:

  • Warna tempe tampak segar (bukan kecoklatan atau kekuningan).
  • Tekstur tempe padat dan kedelainya utuh,
  • Pilih tempe yang dibungkus plastik karena lebih awet dibanding tempe yang dibungkus daun.
  • Tempe yang masih segar tidak berbau aneh.
  • Tempe berkualitas tidak ringkih (tidak mudah patah) dan tidak berair / tidak agak basah.

Tips: hindari membuat kripik dari tempe sisa kemarin, sebaiknya selalu gunakan bahan baku yang dibeli di hari yang sama agar mutu dan kualitas selalu terjaga.

  1. Buat Varian Rasa

Agar dapat bersaing di pasaran, kripik tempe yang dibuat harus berbeda dengan lainnya, misalnya dengan membuat bentuk selain bundar dan jangan hanya membuat rasa original. Cobalah untuk menghadirkan rasa lain seperti pedas manis, balado, keju, jagung bakar, atau lainnya.

  1. Pasarkan di Media Sosial

Pemasaran paling murah, mudah, dan cepat adalah lewat media sosial. Jika follower sudah banyak, baru nantinya bisa membuka toko online di e-commerce agar para pelanggan bisa menikmati gratis ongkir.

Jangan salah, gratis ongkir sangat berhasil dalam menarik pelanggan potensial lebih banyak lho. Lalu agar promosi di media sosial tadi bisa sukses, berikan diskon launching, promo beli 3 gratis 1 misal, bundle discount, giveaway, kuis berhadiah, atau berbagai penawaran menarik lain.

  1. Jangkau Lebih Banyak Pelanggan

Selain via online, pemilik usaha baru juga harus rajin menjemput bola secara offline, misalnya dengan menitipkan produk ke warung makan, toko, kantin sekolah, warung kopi, warteg, dan sejumlah tempat lain yang memungkikan.

  1. Tentukan Target dan Hitung Laba / Rugi

Fungsi lain daftar inventaris tadi adalah untuk menghitung laba rugi, menentukan target penjualan, dan membantu mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk balik modal. Sebagai contoh:

Modal Awal
Peralatan Rp 5.000.000
Bahan baku per hari Rp 450.000
Bahan baku sebulan Rp 13.500.000
Total modal (peralatan + bahan baku bulan pertama) Rp 18.500.000
Pemasukan
Target penjualan per hari 100 bungkus @ Rp 5.000
Pemasukan kotor per hari Rp 500.000
Pemasukan kotor per bulan Rp 15.000.000
Laba / Rugi Bulan Pertama
Total modal awal – pemasukan bulan pertama Rp 18.500.000 – Rp 15.000.000 = -Rp 3.500.000

Jika usaha kripik tempe ingin cepat balik modal, maka penjualan harus tinggi. Tapi umumnya, beberapa bulan pertama jumlah penjualan masih rendah. Meski jumlah pemasukan pada contoh di atas lebih rendah dari modal, tidak berarti usaha tersebut rugi, karena balik modal bisa terjadi pada bulan kedua atau ketiga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.