Prospek Bisnis dan Peluang Usaha Cireng

Prospek Bisnis dan Peluang Usaha Cireng

Prospek Bisnis dan Peluang Usaha Cireng

Usaha cireng bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendapat pemasukan tambahan atau bahkan sebagai sumber dana utama. Cireng sendiri adalah singkatan dari aci goreng yang termasuk salah satu jenis camilan tradisional asal Sunda yang kini sudah populer dan banyak dijual di berbagai kota di Tanah Air.

Istilah aci goreng rupanya berasal dari bahasa Sunda yang berarti tepung kanji goreng. Camilan ini memang dibuat dari bahan utama tepung kanji dan dimasak dengan cara digoreng. Sebelum memulai usaha aci goreng, cari tahu dulu yuk, apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan dari Usaha Aci Goreng

Usaha aci goreng dianggap memiliki prospek tinggi karena sejumlah alasan berikut:

  1. Lebih Rendah Resiko untuk Bangkrut

Produk apapun yang sudah populer termasuk aci goreng ini akan jauh lebih mudah dipasarkan karena si pemilik tidak perlu repot untuk memperkenalkan produk kepada target pasar. Tak hanya itu, mencoba bisnis makanan yang sudah populer juga termasuk lebih minim untuk resiko gulung tikar. Mengapa?

Karena makanan yang sudah populer seperti cireng sudah terbukti disukai oleh banyak orang. Dengan kata lain, target pasar cireng cukup luas sehingga bisnis cireng tidak perlu khawatir akan sepi pembeli.

Namun, resiko untuk tidak gulung tikar juga tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain ya, salah satunya adalah pengetahuan si pemilik tentang rencana bisnis dan praktik yang benar dalam menjalankan bisnis tersebut.

  1. Resepnya Mudah Dipelajari

Tidak perlu membeli buku resep apalagi kursus memasak karena resep cireng sudah tersedia di berbagai situs online yang bisa diakses secara gratis. Jika panduan teks agak susah untuk diikuti / dipahami, tutorial berupa video juga tersedia di platform YouTube yang bisa dibuka secara gratis pula.

Selain itu tidak ada bahan yang susah didapat untuk membuat cireng, dan proses pembuatannya secara keseluruhan juga termasuk gampang bahkan untuk pemula. Kuncinya adalah telaten saat menguleni adonan agar adonan tidak begitu lengket saat dibentuk, dan harus banyak praktek agar hasilnya maksimal.

  1. Jangkauan Pelanggan Luas

Hal ini berkaitan dengan poin pertama tadi, karena sudah sangat populer, maka bisnis cireng memiliki jangkauan pelanggan yang luas. Cireng matang mungkin hanya cocok untuk pembeli dalam kota, namun untuk cireng mentah bisa dipasarkan hingga ke luar kota karena lebih tahan lama.

  1. Cireng Bisa Dikreasikan

Saat ini cireng tidak hanya hadir dalam satu jenis rasa dan bentuk. Sudah ada banyak sekali varian cireng seiring perkembangan dunia kuliner dan hal ini membuat usaha aci goreng tidak membosankan untuk pelanggan. Empat contoh varian cireng yang paling populer adalah:

  • Cireng sambal rujak
  • Cireng aneka isi (isinya bisa keju, daging ayam cincang, kornet, bakso pedas, abon, sosis pedas, daging sapi, dll.).
  • Cireng mozarella
  • Cireng banyur (cireng berkuah pedas)
  1. Usaha Cireng Minim Modal

Disebut minim modal karena usaha cireng tidak banyak menggunakan peralatan dan hampir semuanya sudah ada di rumah, seperti baskom, pengaduk, wajan, spatula, dll. Bahan cireng juga termasuk murah dan mudah didapat, yang terdiri dari:

  • Tepung sagu / kanji
  • Tepung terigu
  • Bawang putih dan bombay
  • Air kaldu
  • Daun bawang
  • Merica dan garam
  • Ayam filler
  • Cabe rawit
  • Daun salam
  • Lengkuas
  • Saus tomat
  • Saus tiram
  • Kecap manis
  • Margarin

Harga dari masing-masing bahan di atas memang bisa berbeda di setiap tempat dan kota, namun sebagai gambaran, untuk 20 cireng membutuhkan modal bahan baku sekitar Rp 26.000. Jika ingin memasarkan 100 buah misal, maka siapkan dana sekitar Rp 2.600.000 saja.

  1. Model Usaha Cireng Fleksibel

Tak hanya minim modal, cireng juga bisa dipasarkan dengan beberapa cara seperti berikut sesuai dengan preferensi dan / atau anggaran yang dimiliki:

  • Titipkan cireng matang ke kantin sekolah-sekolah atau kampus.
  • Buka warung sederhana special cireng tapi dengan berbagai varian di depan halaman rumah atau sewa ruko yang lokasi yang strategis.
  • Buka stand booth cireng di depan rumah yang berada di pinggir jalan raya besar, sewa tempat di depan ruko orang, depan minimarket, di dekat pusat kota misalnya alun-alun, di depan sekolah / dekat kampus, atau lokasi lain manapun yang ramai orang.
  • Daftarkan usaha cireng ke aplikasi pesan antar untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial dan lebih cepat dikenal oleh warga digital. Model bisnis ini akan membuat pemilik tidak harus mencari tempat untuk berbisnis karena transaksi cukup via online.
  • Cireng beku bisa dipasarkan lewat marketplace. Model usaha ini memiliki kelebihan tidak membuat pemilik untuk mengolah cireng dan menitipkan ke sejumlah tempat atau mencari lokasi berjualan. Cireng beku juga lebih minim mubazir karena tahan lama, jadi tidak harus habis dalam sehari.

Hadir dengan banyak kelebihan bukan berarti usaha cireng tidak memiliki kekurangan. Kelemahan paling menantang dari usaha ini adalah pemilik harus pandai mengatur stok karena cireng mentah tidak tahan lama dan harus bisa membuat cireng dengan cita rasa yang benar-benar lezat karena pesaingnya banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.