Usaha Peyek Kacang Rincian Modal dan Pendapatannya

Usaha Peyek Kacang: Rincian Modal dan Pendapatannya

Perhitungan Modal dan Pendapatan dari Usaha Peyek Kacang

Rempeyek atau disebut juga peyek adalah salah satu jenis makanan ringan yang biasa dijadikan lauk tapi juga enak sebagai camilan. Jenis dari peyek sendiri cukup banyak dan salah satu yang paling laris adalah peyek kacang. Tak heran jika usaha peyek kacang kian berkembang dan jumlahnya terus bertambah.

Makanan dengan tekstur renyah ini sama persis seperti kerupuk, yaitu bisa cocok untuk segala jenis masakan mulai dari nasi pecel hingga soto atau bahkan rawon. Penggemarnya juga datang dari berbagai tingkat usia mulai dari anak-anak sampai lansia.

Analisa Bisnis Rempeyek atau Usaha Peyek Kacang

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa kata “rempeyek” ternyata merupakan sebuah singkatan dari “rempah-rempah dan jiyek”. Kata jiyek sendiri bermakna lebar dan gepeng yang merupakan bentuk dasar dari rempeyek.

Menurut sebuah sumber yang ditulis oleh De Graaf, disebutkan bahwa rempeyek pertama kali muncul di Yogyakarta pada masa Ki Ageng Pemanahan atau pada sekitar abad ke-16.

Jika dibanding dengan sejumlah bisnis kuliner modern seperti nugget pisang, makuta, corn dog, churros, dimsum, dan aneka cake serta berbagai hidangan kekinian lain, peyek kacang memang tampak sangat sederhana dan bahkan terkesan ketinggalan zaman.

Tapi jangan salah, makanan kuno yang satu ini justru memiliki sifat long lasting. Hal ini terbukti dari masih eksisnya rempeyek sampai sekarang dan bahkan dengan jumlah penggemar yang semakin bertambah. Artinya, peluang usaha untuk berjualan rempeyek cukup besar. Berikut analisanya:

  1. Peralatan Usaha Peyek Kacang

Seperti yang sudah diketahui, rempeyek diolah dengan cara digoreng. Peralatan untuk menggoreng seperti wajan, spatula, dan serok (pengangkat gorengan) pastinya sudah ada di setiap rumah. Begitu juga dengan air, kompor, dan tabung LPG.

Lalu untuk tambahan alat lain seperti baskom, sendok, nampan, serbet, dan sejenisnya kemungkinan juga sudah ada. Karena hampir seluruh peralatan sudah ada, maka tidak perlu menyiapkan modal untuk membeli alat baru kecuali memang ingin membuka usaha berukuran besar dengan banyak karyawan.

Jika usaha yang dibuka berukuran kecil dan tidak menggunakan karyawan atau mungkin hanya satu karyawan saja, maka bisa memanfaatkan dulu berbagai peralatan yang sudah ada di dapur.

Tapi, ada alat lain yang kemungkinan tidak ada di rumah, yaitu mesin press plastik dan cetakan rempeyek. Keduanya memiliki label harga bervariatif tergantung merk dan kualitas.

Sebagai gambaran, mesin press plastik bisa dibeli dengan harga Rp 125.000, dan cetakan rempeyek sekitar Rp 20.000. Jadi, total peralatan yang perlu dibeli hanya sekitar Rp 145.000.

  1. Bahan Baku Peyek Kacang

Nah, untuk bahan-bahan membuat rempeyek barulah harus dibeli karena tidak semuanya ada di dapur. Berikut daftar bahan baku dan masing-masing harganya:

Bahan-bahan Harga Rata-Rata di Pasaran
Kacang tanah kupas kemasan 1 kg Rp 35.000
Tepung beras organik kemasan 1 kg (bisa juga menggunakan tepung beras biasa yang harganya lebih murah sekitar Rp 19.500 per 1 kg tapi tentunya kualitas peyek akan berbeda) Rp 59.000
Santan 390 ml Rp 20.000
Penyedap rasa Rp 7.000
Daun jeruk purut segar Rp 7.500
Kencur Rp 4.000
Garam Rp 3.000
Ketumbar Rp 6.000
Kaldu bubuk Rp 8.500
Bawang putih Rp 20.000
Kemiri Rp 10.000
Kapur sirih Rp 6.000
Plastik kemas Rp 15.000
Isi ulang gas LPG 5 kg Rp 20.000
Bahan lain Rp 20.000
Total bahan baku per hari= Rp 241.000
Total bahan baku untuk sebulan= Rp 7.230.000
  1. Total Modal Awal Usaha Peyek Kacang

Jumlah modal yang perlu disiapkan untuk membuka usaha peyek kacang minimal selama 30 hari ke depan bisa dihitung dengan menjumlahkan total harga peralatan yang harus dibeli tadi dengan total bahan baku selama 30 hari, maka secara matematis adalah Rp 145.000 + Rp 7.230.000= Rp 7.375.000.

  1. Pemasukan dan Laba Usaha Peyek Kacang

Setiap pelaku usaha harus memiliki gambaran tentang berapa banyak pemasukan dan laba yang didapat dari usaha yang akan dijalankan. Hal ini akan membuat pelaku usaha tahu kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk balik modal dan apakah usaha tersebut benar-benar layak dicoba atau tidak.

Agar bisa mengetahui berapa banyak laba dari berjualan rempeyek, pertama pelaku usaha harus tahu dulu berapa banyak pemasukan yang bisa didapat dalam satu bulan. Nah, untuk mengetahui pemasukan itu sendiri, sebenarnya sangat tergantung pada harga jual si rempeyek. Sebagai contoh:

Harga jual per bungkus              = Rp 10.000

Target penjualan per hari            = 50 bungkus

Maka Rp 10.000 x 30 bungkus   = Rp 500.000 (pemasukan kotor per hari)

Pemasukan sebulan                  = Rp 150.000 x 30 hari

= Rp 15.000.000

Estimasi laba / keuntungan        = Pemasukan sebulan – modal

= Rp 15.000.000 – Rp 7.375.000

= Rp 7.625.000

Jika harga jual per bungkus di bawah Rp 10.000 dan produk yang terjual kurang dari 50 bungkus per hari, maka jumlah laba tidak akan sebanyak hitungan di atas, dan bisa jadi juga tidak ada laba di bulan pertama karena angka penjualan yang belum tinggi.

Usaha peyek kacang bisa menjadi pilihan ideal untuk orang-orang yang ingin memulai usaha murah dan bisa dikerjakan sendiri di rumah. Produk ini termasuk mudah dipasarkan karena bisa dititipkan di warung-warung terdekat atau jual secara online, jadi tidak perlu memiliki / menyewa tempat usaha.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci
Peralatan untuk usaha rempeyek,Bisnis rempeyek

Leave a Reply

Your email address will not be published.