Peluang Bisnis Ternak Jangkrik, Bisnis Unik dan Menjanjikan

Peluang Bisnis Ternak Jangkrik, Bisnis Unik dan Menjanjikan

Peluang Bisnis Ternak Jangkrik

Siapa bilang kalau jangkrik hanya binatang malam yang suaranya nyaring? Ternyata ada keuntungan yang bisa didapat, ketika mengembangkan bisnis ternak jangkrik. Pasalnya, saat ini banyak pembudidayaan binatang yang menjadikan serangga ini sebagai pakan utamanya.

Mulai dari ikan, reptilia, hingga burung ternyata sangat suka dengan jangkrik. Ditambah pula, kandungan yang ada di dalamnya akan membantu memaksimalkan tumbuh kembang hewan.

Berminat untuk membuka bisnis jangkrik? Cek informasi penting berikut terlebih dahulu.

7 Persiapan Sebelum Bisnis Ternak Jangkrik

Setidaknya ada enam persiapan yang harus dilakukan, jika memang ingin memulai bisnis serangga yang satu ini. Mulai dari ketersediaan kandang hingga proses panen yang tepat, supaya kualitas jangkrik siap panen bisa benar-benar maksimal.

1. Kandang

Hal awal yang perlu diperhatikan dalam bisnis ternak jangkrik adalah kandang. Tidak sulit untuk membuat kandang jangkrik, hanya butuh kayu jenis tripleks dengan ukuran 200 cm x 60 cm x 30 cm. Biasanya ukuran tersebut bisa menampung jangkrik sampai berjumlah 50 kilogram.

Dengan kandang berbahan kayu tersebut, bisa digunakan maksimal delapan kali dan tentunya akan sangat menghemat biaya. Asalkan dibuat dari bahan yang berkualitas dan nyaman untuk perkembang biakan jangkrik.

2. Pembibitan

Untuk menghasilkan jangkrik berkualitas, maka bibit yang dikembang biakkan harus memiliki kualitas terbaik. Salah satu kualifikasinya adalah usia berkisar 10 – 20 hari dengan kondisi fisik yang sehat, tanpa adanya bagian yang cacat.

Sehingga sangat dibutuhkan ketelitian saat memilih bibit, termasuk juga melihat gesit atau tidaknya bibit saat beraktivitas. Kemudian lihat juga warna, yang cenderung hitam pekat dan mengkilap.

3. Pemilihan Sistem Pembiakan

Ada dua jenis perkembangbiakan jangkrik, untuk kebutuhan bisnis. Pertama dengan cara perkawinan normal antara indukan jantan dan betina. Kemudian, ada juga cara cesar, dengan memanfaatkan indung telur indukan betina.

Tapi, kebanyakan lebih memilih cara normal karena potensi kualitas anakannya akan lebih baik. Kemudian pertumbuhan telur akan merata, termasuk persentase hidup dari anakan juga akan lebih tinggi.

4. Pakan

Pemberian pakan harus dilakukan dengan benar, memilih bahan-bahan makanan yang akan menunjang perkembangan terbaik dari jangkrik tersebut.

Beberapa diantaranya adalah, bekatul jagung, ketan hitam, vitamin, hingga kuning telur yang bisa diberikan secara selang seling. Disesuaikan dengan umur dan kondisi dari anakan jangkrik tersebut.

5. Penetasan Telur yang Tepat

Pada setiap kandang, dibuatkan juga tempat khusus untuk menetaskan telur. Gunanya untuk mempermudah telur berproses menjadi anakan baru secara alami, tanpa harus dipindahkan terlebih dahulu karena akan memakan waktu lebih lama.

6. Proses Pemeliharaan

Selama masa pembibitan dilakukan, butuh pemeliharaan supaya proses tumbuh kembang jangkrik berjalan lancar dan sesuai target.

Pemeliharaan akan berhubungan dengan memastikan kondisi kandang selalu bersih, kemudian air tersedia pada bagian kaki kandang untuk meminimalisir hama seperti semut dan lainnya.

Melakukan pemberian vitamin dan obat jika jangkrik terindikasi mengalami penyakit tertentu. Jika bisa membahayakan yang lain, maka akan lebih baik dikarantina atau dipisahkan terlebih dahulu hingga sembuh.

7. Panen dan Setelah Panen

Proses saring menyaring jangkrik saat menjalani bisnis ternak jangkrik saat panen sangat perlu diperhatikan, supaya jangkrik yang dipanen berada dalam kondisi terbaiknya.

Setelah panen dilakukan, pembersihan kandang harus dilakukan jika ingin melakukan pembibitan berikutnya.

Peluang Keuntungan Bisnis Ternak Jangkrik

Dari penjelasan di atas, bisa diketahui bahwa ada persiapan dana yang perlu dilakukan untuk memastikan bisnis bisa dimulai dan nantinya memberikan keuntungan usai panen. Berapa modal dibutuhkan dan berapa potensi keuntungannya?

1. Kebutuhan Modal

Modal utama yang dibutuhkan adalah untuk pembelian bibit, kemudian pembuatan kandang, dan pakan selama pengembang biakan dilakukan. Jika dikalkulasikan untuk pemula yang menargetkan satu kilogram jangkrik adalah sebagai berikut.

  • Harga Bibit. Saat ini harga bibit telur jangkrik alami berkisar Rp. 250.000/kilogram
  • Harga Kandang. Untuk membuat kandang sendiri, menggunakan kayu dan tripleks, setidaknya dibutuhkan pula sekitar Rp. 250.000/satu kandang. Biasanya, untuk awal dibutuhkan dua kandang dimana satu untuk anakan dan satu untuk induknya.
  • Harga Pakan. Untuk kebutuhan pakan sebulan dibutuhkan sekitar Rp. 90.000. yaitu untuk pakan berupa voer ayam yang khusus tersedia untuk budidaya jangkrik.

Jika dikalkulasikan untuk satu kali budidaya, bisa dibutuhkan modal sekitar Rp. 1 jutaan. Jika menggunakan bibit 1 kg, 2 buah kandang, dan kebutuhan pakan, vitamin, serta pemeliharaan.

2. Potensi Keuntungan

Selanjutnya berhubungan dengan potensi keuntungan dari budidaya ini, dimana perhitungannya adalah:

  • Untuk kondisi normal, setiap bulan bisa dilakukan panen dengan prediksi 50 kg jangkrik dalam satu bulan dengan harga sekitar Rp. 40.000/kg. Didapatkan hasil penjualan adalah Rp. 2.000.000
  • Keuntungannya adalah penghasilan dikurangi modal, menjadi Rp. 1.000.000
  • Jika Anda menambah jumlah bibit untuk target panen selanjutnya, maka keuntungan yang didapat akan menjadi lebih besar.

Tertarik untuk memulai bisnis bisnis ternak jangkrik ini? Tidak perlu modal besar, tapi memang harus fokus dan benar-benar menerapkan sistem budidaya yang benar agar hasilnya benar-benar sesuai dengan harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.