Cara Budidaya Jahe Merah di Polybag yang Praktis

Cara Budidaya Jahe Merah di Polybag yang Praktis

Cara Budidaya Jahe Merah di Polybag yang Praktis

Budidaya jahe merah di polybag cukup menguntungkan untuk siapapun yang tidak memiliki lahan cukup besar. Jadi tanaman jahe bisa diletakkan di sekitar rumah, tidak di kebun atau sawah yang biasanya dilakukan oleh banyak sekali petani.

Budidaya jahe merah cukup menguntungkan karena banyak sekali produsen dari minuman kesehatan yang membutuhkannya. Selain itu juga dijual juga memiliki harga yang cukup tinggi. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini sangat dicari karena bisa meningkatkan imunitas.

Cara Budidaya Jahe Merah di Polybag

Budidaya jahe merah sebenarnya bisa dilakukan di manapun. Sayangnya beberapa orang tidak memiliki lahan yang cukup besar sehingga mereka harus melakukannya pada polybag. Jika berminat untuk budidaya jahe dengan cara ini, simak selengkapnya.

1. Persiapan Media Tanam

Tahapan budidaya jahe merah di polybag yang pertama adalah persiapan media tanam. Persiapan media tanam harus dilakukan dengan baik untuk meningkatkan proses pertumbuhan dari jahe merah itu sendiri. Media tanam harus memiliki komposisi sempurna atau komposisi seimbang antara tanah, pasir, dan pupuk organik. Apabila ingin meningkatkan komposisi maka pupuk organik bisa dibuat lebih banyak.

Tiga bahan ini bisa dicampur menjadi satu lalu diisikan ke dalam polybag. Pengisian harus dilakukan maksimal 1 per 4 bagian. Hal ini dilakukan untuk menghindari terlalu penuh dengan media tanam dan akhirnya sulit untuk dipindahkan. Selain itu bisa saja mengalami masalah pada pertumbuhan rimpang.

Tidak perlu khawatir jika nantinya tanah yang digunakan terlalu sedikit. Dalam perjalanannya wadah politik akan ditambahkan lagi dengan pupuk organik sehingga jumlahnya akan penuh hingga nyaris keluar wadah.

Polybag yang digunakan memiliki ukuran minimal 40 x 50 cm. Jenis ini biasanya yang paling mudah untuk digunakan dan bisa menghasilkan jahe dalam jumlah yang sangat. Apakah bisa lebih maksimal daripada menanam langsung di tanah seperti pada kebun atau sawah.

2. Pemilihan Bibit Jahe Merah

Tahap selanjutnya dalam budidaya jahe merah di polybag adalah pemilihan bibit jahe merah yang nantinya akan ditanam. Biasanya bisa didapatkan dari petani cairan lain yang sudah melakukan panen. Beli jahe merah yang memiliki kualitas yang baik selalu melakukan seleksi mana saja yang segar dan cocok untuk dijadikan anakan.

Hindari untuk memilih bibit jahe yang memiliki kualitas buruk atau mengalami cacat. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya tanaman jahe yang tumbuh tidak. Setelah menemukan bibit yang cocok maka proses selanjutnya adalah melakukan proses pengecambahan.

Proses ini dilakukan dengan meletakkan daripada tanpa besar lalu sedikit diberi air secara rutin agar lembab. Cara ini akan membuat jahe menjadi mudah tumbuh tunas akhirnya membentuk tunas baru di berbagai rimpangnya.

Proses ini biasanya berjalan selama dua minggu hingga akhirnya siap untuk dipindahkan ke media tanam. Karena tempat yang lembab rawan sekali ditumbuhi jamur dan akhirnya menyebabkan cahaya menjadi busuk. Beberapa petani sering berkeringat lebih dahulu kalau cairan anti jamur.

Selanjutnya jika sudah muncul tunas tanaman besar pindah terlebih dahulu ke media semai yang cukup besar. Pada media ini petani akan menunggu terlebih dahulu hingga lunas memiliki ukuran sekitar 5 cm. Setelah itu barulah akan dipindah ke wadah polybag.

3. Penanaman Bibit Jahe Merah

Siapkan terlebih dahulu wadah polybag yang sudah diberi dengan tanah sesuai dengan campuran yang sudah dibahas di atas. Setelah itu, bagian umbi dan menyisakan bagian tunas di atas. Lakukan pada seluruh bibit yang sudah disiapkan.

Setelah itu bisa diberi sedikit air apabila tanahnya masih terlalu kering. Setelah pemindahan ke polybag, proses selanjutnya adalah dengan meletakkannya di bawah tanaman yang rindang atau tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari tanaman jahe udah mati.

Biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 bulan hingga proses adaptasi selesai dilakukan. Setelah proses adaptasi selesai proses selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memindahnya ke bawah sinar matahari secara langsung. Polybag bisa berjajar dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Pada tahap ini biasanya sudah terlihat dengan jelas pertumbuhan dari batang. Pertumbuhan yang sempurna akan membuat umbi atau rimpang yang ada di bagian bawah memiliki ukuran yang lebih besar. Bahkan hasilnya bisa melebihi saat bertani di sawah atau kebun.

4. Pemeliharaan Jahe

Proses pemeliharaan harus dilakukan dengan melakukan penyiraman pada jahe secara rutin setiap. Hal ini dilakukan karena proses perawatannya dilakukan di bawah sinar matahari secara. Jadi tanah akan mengering karena kandungan airnya berkurang sedikit demi sedikit.

Beberapa petani biasanya menanamnya di dekat tempat memelihara ikan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses penyiraman karena tidak perlu membawa air dalam jumlah. Cukup menggunakan air yang ada di kolam itu untuk melakukan proses pencernaan agar unsur hara yang ada pada tanah tetap terjaga.

Setiap bulan harus dicek pada bagian polybag apabila tumbuh sama seperti rumput yang bisa menyerap kandungan nutrisi. Proses penyiangan harus dilakukan untuk menghindari jahe tumbuh secara tidak maksimal dan akhirnya umbi yang ada di bagian bawah ukurannya jadi kecil.

Beberapa petani sering menambahkan cakram untuk menghindari pertumbuhan rumput terlalu banyak. Namun jika rutin melakukan proses penyiangan hama tidak perlu ditambahkan media tersebut.

Pemupukan juga merupakan bagian dari peralatan dan biasanya akan dilakukan sebanyak 3 hingga 5 kali. Setelah pemupukan terakhir dan jahe sudah dalam usia yang matang proses panen akan segera dilakukan.

Terakhir dan tidak kalah penting melakukan perawatan adalah dengan membersihkan hama yang ada di sekitar daun. Hama ini akan menyebabkan daun menjadi rusak dan akhirnya nutrisi yang diterima oleh tanaman menjadi berkurang. Hal ini akan berdampak dengan ukuran dari umbi yang akan dihasilkan oleh jahe merah.

5. Panen Jahe

Panen jahe bisa dilakukan setelah ditanam selama kurang lebih 10 bulan. Setelah itu biasanya pertumbuhan tidak akan berjalan maksimal sehingga lebih baik segera dipanen dan bisa dijual kepada para pemilik perusahaan jamu atau bisa langsung dijual ke pasar.

Saat melakukan proses panen ada baiknya dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kerusakan pada rimpang. Setelah keluar dari tanah bisa dicuci hingga bersih terlebih. Selanjutnya bisa langsung dijual yang dikelompokkan menurut besar dan kecilnya jahe.

6. Penjualan dan Pemasaran

Proses penjualan dan pemasaran dari jahe merah saat ini sebenarnya sudah cukup mudah untuk dilakukan. Pertama adalah menghubungi perusahaan kamu Apabila mereka membutuhkan suplai jahe merah yang nantinya akan diolah menjadi produk. Apabila sudah mendapatkan kerjasama biasanya lebih mudah setelah panen.

Kedua bisa dilakukan dengan melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen. Penjualan besar dilakukan pada pasar tradisional atau bisa langsung melakukan penjualan secara online. Saat ini berbagai cara bisa dilakukan karena peminat dari jahe merah sudah sangat banyak.

Cara budidaya jahe merah di polybag ternyata cukup mudah untuk dilakukan. Tidak terlalu banyak cara yang harus dilakukan karena proses perawatannya juga sederhana. Yang paling penting adalah memilih media tanam yang tepat dan juga memilih bibit dari jahe yang nantinya akan dibesarkan.

Apabila sudah menghasilkan maka jahe bisa langsung dijual kepada pemilik minuman kesehatan atau bisa dikonsumsi sendiri. Apabila ingin dijual disarankan untuk menggunakan politur dalam jumlah banyak agar biaya untuk perawatan sebanding dengan untung yang didapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.