Cara Membuat Surat Izin untuk Usaha Dagang Terbaru 2021

Cara Membuat Surat Izin untuk Usaha Dagang Terbaru 2021

Cara Membuat Surat Izin untuk Usaha Dagang Terbaru 2021

SIUP atau surat izin merupakan dokumen penting yang membuktikan bahwa sebuah usaha legal untuk melakukan kegiatan perdagangan. Keberadaannya juga sangat penting agar terhindar dari berbagai masalah seperti izin lokasi. Berikut ini cara membuat surat izin untuk usaha dagang terbaru 2021 yang wajib diketahui.

Syarat Administrasi Permohonan Surat Izin untuk Perdagangan

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara membuat surat izin untuk usaha dagang, maka perlu mengetahui berkas apa saja yang harus disiapkan, mengingat bahwa antara satu bentuk usaha dengan yang lainnya berbeda. Perhatikan beberapa poin di bawah ini;

1. Perseroan Terbatas (PT)

Berkas yang harus disiapkan adalah:

  • Surat izin teknik dari instansi (opsional saja, karena terkadang tidak diminta).
  • Fotokopi kartu tanda penduduk seseorang yang menjabat sebagai Direktur Utama atau penanggung jawab perusahaan.
  • Materai 10 ribu (dulunya 6 ribu dan sekarang sudah diganti).
  • Fotokopi KK apabila Direktur Utama atau penanggung jawab perusahaan adalah seorang perempuan.
  • Pas foto Direktur Utama atau Penanggung Jawab Perusahaan berukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  • Fotokopi NPWP.
  • Neraca perusahaan.
  • Surat keterangan domisili atau yang lebih dikenal dengan SITU.
  • Surat HO atau izin gangguan dan surat izin prinsip.
  • Fotokopi akta pendirian perseoran terbatas dan SK Pengesahan Badan Hukum.

2. Koperasi

Untuk koperasi, berkas yang harus disiapkan adalah:

  • Fotokopi KTP pengurus atau Dewan Pengawas Koperasi.
  • Izin terkait yang dibutuhkan, contohnya adalah apabila koperasi bergerak di bidang limbah maka harus mengurus izin Analisis Dampak Lingkungan Daerah (AMDAL).
  • Fotocopy NPWP dan akta koperasi.
  • Pas foto Direktur Utama atau Penanggung Jawab Koperasi berukuran 4×6 2 lembar.
  • Materai 10.000.
  • Daftar lengkap Susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi. .
  • Neraca koperasi.
  • Fotocopy SITU dari Pemerintah Daerah setempat.

3. Perusahaan Perseorangan

Apabila mendirikan perusahaan perseorangan dan ingin tahu cara membuat surat izin usaha dagang, maka perlu mempersiapkan berkas ini terlebih dahulu:

  • Fotocopy KTP.
  • Pas foto Direktur Utama atau Penanggung Jawab perusahaan berukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  • Fotocopy NPWP.
  • Materai 10.000.
  • Surat keterangan domisili.
  • Neraca Perusahaan.

4. Perusahaan Terbuka (Tbk)

Syarat dokumennya adalah sebagai berikut:

  • Fotocopy KTP Direktur Utama.
  • Pas Foto Direktur Utama 4×6 sebanyak 2 lembar.
  • Fotocopy surat izin sebelum jadi perusahaan terbuka.
  • Fotocopy STP LKTP tahun terakhir.
  • Fotocopy akta notaris pendirian dan perubahan perusahaan.
  • Surat persetujuan status perseroan tertutup berubah menjadi terbuka oleh Departemen Hukum dan HAM.
  • SK dari Badan Pengawasan Pasar Modal dengan disertai pernyataan bahwa perusahaan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka.

cara membuat surat izin untuk usaha dagang memang terdiri dari beberapa syarat dimana dibagi menjadi berbagai kategori usaha. Satu lagi, apabila tanah yang digunakan bukan milik sendiri, maka harus membuat surat izin yang menerangkan bahwa pemilik tidak keberatan jika bangunan atau tanahnya digunakan.

Cara Membuat Surat Izin untuk Usaha Dagang 2021

Sebenarnya cara membuat surat izin untuk usaha dagang tidak sesusah yang dibayangkan masyarakat pada umumnya. Namun sebelum itu, harus diketahui jenis SIUP berdasarkan besaran modal ketika pendirian usaha:

  • SIUP kecil, untuk perusahaan yang modal dan kekayaan bersih sang pemilik lebih kecil atau sama dengan Rp. 200.000.000.
  • SIUP menengah, untuk perusahaan dengan modal yang berkisar antara Rp. 200.000.000 hingga Rp. 500.000.000.
  • SIUP besar yaitu perusahaan yang memiliki modal awal lebih dari Rp. 500.000.000.

Sudah penasaran kan bagaimana caranya?

1. Mengambil Formulir Pendaftaran

Cara membuat surat izin untuk usaha dagang Pertama yang harus dilakukan adalah mendatangi kantor Dinas Perdagangan atau kantor perizinan sejenisnya untuk mengambil formulir pendaftaran SIUP. Pengambilan formulir harus dilakukan sendiri oleh pemilik perusahaan, apabila berhalangan hadir bisa meminta tolong orang lain dengan dibekali surat kuasa.

Surat kuasa tersebut harus lengkap dengan materi yang sudah ditandatangani oleh pemilik perusahaan. Sampai sini paham kan?

2. Mengisi dan Menandatangani Formulir Pendaftaran

Setelah berhasil mendapatkan formulir pendaftaran selanjutnya adalah melakukan pengisian. Perlu diingat bahwasanya informasi dan data yang ditulis harus benar sebagaimana adanya. Jangan lupa untuk menandatanganinya dengan materai 10.000.

Formulir ini hanya bisa ditandatangani oleh pemilik, penanggung jawab perusahaan atau direktur utama, tidak bisa dilakukan oleh orang lain walaupun sudah memiliki surat kuasa.

Apabila pengisian sudah selesai dan sesuai dengan data sebenarnya, maka selanjutnya adalah fotocopy sebanyak 2 lembar dan digabungkan bersama persyaratan dokumen lainnya yang sudah dibedakan berdasarkan jenis usaha di atas.

Selain itu, apabila pengurusan SIUP dilakukan oleh orang lain atau jasa pihak ketiga maka harus melampirkan surat berbaterai khusus yang ditandatangani pemilik perusahaan.

3. Membayar Pembuatan SIUP

Mengurus surat izin memang perlu mengeluarkan biaya, termasuk SIUP. Nah untuk besarannya berbeda tergantung kota atau kabupaten yang ditinggali karena masing-masing memiliki Peraturan Daerah khusus untuk mengatur biaya pembuatan SIUP.

4. Mengambil SIUP

Apabila sudah mengikuti rangkaian pembuatan SIUP di atas dan melakukan pembayaran, selanjutnya tinggal menunggu surat izin selesai dibuat. Pada umumnya, kurang lebih dari 2 minggu sejak permohonan diajukan.

Apabila SIUP sudah selesai dibuat maka biasanya akan ada konfirmasi dari Dinas bahwa bisa surat tersebut sudah bisa diambil.

Pelaku Usaha yang Dibebaskan dari SIUP

Ternyata tidak semua pelaku usaha harus membuat SIUP. Hal ini berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan yaitu:

  • Kantor cabang sebuah perusahaan atau perwakilan, contohnya adalah perusahaan JNT yang memiliki cabang lain di seluruh Indonesia, masing-masing cabangnya tidak perlu mengurus SIUP.
  • Perusahaan kecil perorangan yang tidak berstatus badan hukum atau persekutuan, atau yang di urus diri sendiri, anggota keluarga atau kerabat dekat. Contohnya adalah home industri kerajinan yang bisa dikerjakan diri sendiri atau memberdayakan masyarakat sekitar.
  • Pedagang asongan, keliling, pinggir jalan dan kaki lima, mengingat bahwa yang dijual bukanlah barang yang besar.

Kesimpulannya, masing-masing jenis perusahaan baik perseroan terbatas, koperasi, perseoranterbuka atau perusahaan perorangan memiliki dokumen berbeda yang harus disiapkan untuk mendapatkan surat izin usaha dagang.

Prosesnya bisa dimulai dari mengambil formulir di Kantor Dinas Perdagangan daerah setempat oleh pemilik perusahaan. Apabila tidak bisa maka diwakilkan dengan membuat surat kuasa. Dilanjut dengan mengisi formulir sesuai dengan data yang sebenarnya dan diberikan kembali ke petugas.

Tujuannya agar SIUP bisa segera dibuat. Namun para pemilik perusahaan dikenakan biaya yang besarannya tergantung kebijakan masing-masing Pemerintah Daerah. Ketika sudah selesai, maka petugas Kantor Dinas Perdagangan menghubungi pemilik perusahaan untuk mengambil surat izinnya.

Begitu cara membuat surat izin untuk usaha dagang. Apakah sudah dapat dipahami dengan baik? Jika sudah segera urus perizinannya ya agar terhindar dari masalah di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.