Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Sayuran.jpeg

Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Sayuran

Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Sayuran

Budidaya tanaman sayuran di rumah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melakukannya pada polybag dengan menggunakan media tanah dan ada juga yang menggunakan sistem hidroponik. Semua bisa dilakukan oleh banyak orang asal mengetahui caranya.

Apalagi budidaya sayuran di rumah bisa meningkatkan kesehatan seseorang. Hal ini terjadi karena sayuran yang dibudidayakan bisa diolah secara organik. Artinya semua sayuran yang ada di rumah tidak akan menggunakan bahan kimia baik itu pada pupuk atau pestisida.

Cara Budidaya Tanaman Sayuran

Budidaya tanaman sayuran bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain itu orang yang mengembangkannya juga harus memilih bibit yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk prosedur tanam secara umum bisa dilihat di bawah ini.

1. Memilih Metode Tanaman

Proses penanaman sayuran yang dilakukan di rumah harus dilakukan dengan pemilihan metode terlebih dahulu. Ada banyak sekali metode tanam yang bisa dipilih mulai dari hidroponik yang tidak menggunakan air atau bisa langsung ditanam ke media tanah baik itu polybag atau ke tempat lain.

Setelah memilih metode tanam yang sesuai selanjutnya adalah mempersiapkan media itu. Salah satu media tanam yang cukup mudah dan sering digunakan adalah media tanam dari tanah dan diletakkan pada polybag.

Jika memilih jenis ini maka yang harus dipersiapkan adalah polybag dengan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selanjutnya menyiapkan tanah yang sudah dicampur dengan kompos. Media ini sudah siap untuk langsung dipakai untuk menanam berbagai jenis sayuran salah satunya adalah cabai atau terong.

2. Memilih Jenis Tanaman Sayuran

Selanjutnya adalah pemilihan jenis sayuran yang nantinya akan dipakai. Pemilihan jenis sayur sebenarnya sesuai dengan kebutuhan dari seseorang. Namun disarankan untuk memilih jenis yang cukup mudah untuk dibawa seperti cabai atau terong yang bisa panen hingga berkali-kali.

Apabila ingin menanam sayuran yang bisa dipanen berkali-kali dan waktu tumbuhnya singkat bisa memilih jenis kangkung. Tanaman ini bisa dipanen hingga berkali-kali dengan media tanam jenis apapun meski disarankan memakai cara hidroponik.

Selanjutnya untuk jenis sayuran lain seperti tomat ataupun selada bisa juga dengan media tanah ataupun hidroponik. Hanya saja proses perawatannya butuh sedikit ketelatenan. Jadi tentukan terlebih dahulu kira-kira sayuran apa yang diinginkan atau sayuran yang mudah dirawat

3. Proses Semai Bibit

Proses menanam sayuran tidak bisa dilakukan dengan biji dan langsung diletakkan ke dalam media pemasaran. Apabila hal ini dilakukan maka kemungkinan untuk tumbuh akan kecil dan bisa saja sulit untuk dirawat. Itulah kenapa harus disemai terlebih dahulu agar tumbuh dan sedikit.

Kita ambil contoh akan melakukan proses pembesaran pada tanaman cabai. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan wadah dengan ukuran yang tidak terlalu besar lalu diberi tanah dan juga pupuk. Selanjutnya biji bisa ditanam di sana dengan jarak yang rapi kalau ditunggu hingga tumbuh.

Apabila sudah tumbuh cukup kuat dan memiliki akar yang banyak bisa langsung dipindah. Proses pemindahan ini disesuaikan dengan jenis media tanam yang digunakan. Apabila menggunakan politik dan diisi tanah bisa langsung diaplikasikan tanpa perlu melakukan apapun.

Saat melakukan proses Medan akhirnya dipindah ke dalam media yang lebih besar lebih baik dilakukan dengan hati-hati. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari adanya kerusakan pada akar dan akhirnya tanaman jadi mudah mati setelah dipindahkan.

Salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan media semai yang berupa lubang kecil kecil seperti wadah dari telur. Tray itu bisa dibeli secara langsung di toko pertanian. Tempat itu bisa dipakai hingga berkali-kali dan menghindari terjadinya kerusakan saat melakukan proses pemindahan bibit.

4. Proses Pemindahan Tanaman Sayuran

Budidaya tanaman sayuran selanjutnya adalah pemindahan sayuran ke dalam wadah yang ukurannya cenderung lebih besar. Seperti yang sudah dibahas di atas Jika pemindahan ini harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari adanya kerusakan pada akar.

Apabila pemindahan dilakukan untuk pembesaran secara hidroponik disarankan untuk menyemai menggunakan media yang lain. Dengan begitu saat dipindahkan tidak perlu memindahkan tanah yang bukan menjadi bagian dari media hidroponik. Media semai bisa menggunakan kapas atau sejenisnya.

Proses perpindahan ini biasanya harus dilakukan dalam satu hari dan selesai untuk seluruh tanaman. Setelah itu bisa diberikan air atau pupuk sesuai dengan kebutuhan.

5. Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk tergantung dengan media tanam yang digunakan. Apabila menggunakan hidroponik tentu punya adalah nutrisi dalam bentuk cairan yang nantinya dimasukkan ke dalam. Selanjutnya aku ini akan terangkat naik hingga akhirnya bisa diserap oleh akar tanaman.

Apabila menggunakan tanaman yang ada di tanah bisa menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya. Hindari menggunakan pupuk kimia karena bisa menyebabkan tanaman sayuran yang sudah ditanam tidak menjadi organik dan akhirnya tingkat kesehatannya jadi menurun.

Pemberian pupuk ini bisa dilakukan secara rutin tetapi tidak boleh secara berlebihan. Apabila diberikan secara berlebihan maka bisa saja menyebabkan masalah pada sayuran. Pada sayuran yang bisa menghasilkan buah maka daunnya akan lebih banyak dan menunda proses pembentukan buah.

Lakukan pemberian nutrisi atau pupuk sesuai dengan kondisi dari tanaman sayuran saat itu. Apabila kondisinya masih kecil maka bisa diberi dalam jumlah yang lebih banyak untuk mempercepat pembentukan batang dan juga daun. Selanjutnya berangsur-angsur sesuaikan dengan kebutuhan khususnya pada tanaman yang menghasilkan buah seperti tomat atau cabai.

6. Perawatan Sayuran

Perawatan pada sayuran bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal. Pertama adalah selalu melakukan proses pemupukan secara rutin atau mengganti air pada media tanam hidroponik. Selain itu bisa juga diberikan pestisida alami apabila terdapat hama.

Apabila jenis tanaman yang ada tidak terlalu banyak maka proses perawatan bisa dilakukan satu persatu. Jika ada hama bisa langsung diambil dengan menggunakan tangan. Lakukan hal ini dengan baik sehingga seluruh tanaman bisa tumbuh dengan maksimal.

Beberapa tanaman seperti cabe juga harus melalui proses pemotongan batang yang berlebihan. Hal ini dilakukan agar tanaman bisa tumbuh ke atas dan buah yang nantinya dihasilkan bisa berukuran besar karena hanya fokus pada batang yang lebih sedikit.

7. Panen Sayuran

Cara budidaya tanaman sayuran yang terakhir adalah panen sayuran yang sudah ditanam dengan susah payah. Proses panen sayuran ini disesuaikan dengan kebutuhan. Terkadang dalam satu bulan bisa melakukan panen apabila menanam beberapa sayuran seperti bayam ataupun kangkung.

Pada jenis sayuran lain membutuhkan waktu yang lebih lama. Bisa apabila ingin memanen cabai ataupun tomat harus menunggu buahnya matang terlebih dahulu dengan sempurna. Jika tidak kualitas dari sayuran tidak akan baik.

Cara budidaya tanaman sayuran ternyata cukup mudah untuk dilakukan khususnya pada skala kecil. Misal dengan memanfaatkan bagian teras ataupun bagian atap dari rumah. Dengan begitu setiap hari bisa menghasilkan sayuran yang bisa diolah untuk masakan yang sehat di rumah.

Yang paling penting saat akan melakukan budidaya sayuran di rumah adalah dengan memilih bibit yang sesuai. Pemilihan ini akan menurunkan risiko kegagalan. Selain itu proses tanam juga mudah dan bisa menghasilkan sayuran dalam tempo yang lebih cepat. Bahkan bisa dipanen berkali-kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.