Cara Budidaya Ikan Patin agar Hasil Optimal

Cara Budidaya Ikan Patin agar Hasil Optimal

Cara Budidaya Ikan Patin agar Hasil Optimal

Ikan patin adalah salah satu komoditas perikanan yang cukup banyak dikonsumsi saat ini. Apalagi ikan ini menghasilkan daging yang cukup besar dan banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan restoran atau rumah makan. Mengingat permintaan yang tinggi cara budidaya ikan patin jadi diburu banyak orang.

Apalagi budidaya ikan jenis ini cukup mudah untuk dilakukan. Proses perawatannya juga tidak terlalu rumit sehingga siapa saja bisa membesarkannya di rumah dan akhirnya mendapatkan untung setelah panen. Jika ingin melakukan budidaya ikan patin, simak selengkapnya di bawah ini.

Cara Budidaya Ikan Patin

Budidaya ikan patin bisa dilakukan dengan menggunakan kolam yang ukurannya tidak terlalu besar. Bahkan bisa juga menggunakan terpal atau ember yang ukurannya sangat besar. Secara umum untuk melakukan budidaya ikan patin bisa menyimak cara di bawah ini.

1. Menyiapkan Kolam

Hal pertama yang harus dilakukan dalam pembahasan cara budidaya ikan patin adalah menyiapkan kolam terlebih dahulu yang nantinya digunakan untuk proses pembesaran bibit. Pola yang digunakan sebenarnya bisa dalam bentuk kolam yang ada di tanah ataupun kolam dalam bentuk beton cor.

Untuk menghemat biaya pembuatan kolam biasanya diubah menjadi pola yang dibuat dari terpal. Kolam terpal ini memiliki ukuran panjang sekitar 12 m dan lebar 8 m. Dengan ukuran ini maka proses pembesaran bisa lebih optimal. Selain itu perawatan juga bisa dilakukan secara rutin.

Biasanya diletakkan di atas tanah yang bagian atasnya diratakan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan pada saat digunakan. Apa lagi nantinya akan diisi dengan air sehingga bobotnya pasti semakin tinggi.

Di bagian pinggir dari terpal bisa diberi kayu yang nantinya dipakai untuk menyangga agar kolam ini tidak mudah mengalami kerusakan. Selain itu penyangga ini juga akan memudahkan proses penataan berbagai jenis kolam dalam satu tempat.

2. Pemilihan Bibit yang Tepat

Sebenarnya pemilihan bibit yang tepat adalah dilakukan dengan melakukan proses pemijahan sendiri. Sayangnya tidak semua orang memiliki waktu untuk melakukan proses ini dan tidak semua peternak juga mampu untuk melakukan proses pemijahan. Apabila gagal maka tidak bisa mendapatkan bibit yang berkualitas.

Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk membeli bibit dari orang lain. Pembelian bibit ini dilakukan dengan melakukan proses pemilihan yang tebal. Umumnya bibit yang sesuai dengan kriteria harus bisa bergerak dengan cepat dan tidak loyo. Apabila bibitnya seperti ini bisa jadi akan mudah mati.

Ukuran dari bibit satu dengan lainnya harus sama dan tidak boleh ada yang lebih besar atau lebih kecil. Dengan ukuran yang sama maka proses pembesarannya jika akan berjalan secara bersamaan. Jadi tidak perlu menunggu beberapa waktu untuk bisa dipanen seluruhnya.

Terakhir yang tidak kalah penting adalah bibit ikan patin tidak terdapat luka di tubuhnya. Apabila ingin melakukan pembelian ada baiknya untuk memilih lokasi pemijahan yang tidak terlalu jauh dari lokasi ternak. Dengan begitu kualitas dari ikan akan tetap terjaga dan tidak mudah mati saat dipindahkan ke kolam.

3. Penebaran Bibit ke Kolam

Proses penyebaran harus dilakukan dengan tepat untuk menghindari kematian dari ikan patin saat pindahkan ke dalam kolam. Penebaran bibit ini dilakukan setelah melakukan proses aklimatisasi yaitu dengan memasukkan pada plastik yang berisi air ke dalam kolam selama kurang lebih setengah jam.

Setelah itu baru bibit dikeluarkan Karena suhu antara yang ada di dalam plastik dan yang ada di dalam kolam sama. Apabila hal ini dilakukan maka kita tidak akan kaget dengan perubahan suhu dan akhirnya mereka bisa beradaptasi dengan lebih cepat.

Proses penyebaran benih ke dalam malam ini harus dilakukan pada pagi atau sore hari. Hal ini dilakukan agar bibir tidak mengalami kaget atau suhu dari air panas sehingga tidak akan maksimal untuk proses pembesaran. Itulah kenapa jika ingin menebar bibit, jika pagi lebih baik pagi sekalian atau sore mendekati malam.

Setelah proses ini selesai dilakukan proses selanjutnya adalah pembesaran. Ikan harus dicek secara rutin khususnya ukuran. Dengan begitu jenis pakan yang diberikan bisa lebih bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Pemberian Pakan Ikan

Pakan yang nantinya diberikan pada ikan patin akan berbeda ada pada saat ukurannya kecil dan juga besar. Itulah kenapa setiap periode tertentu harus diambil sampel dari ikan untuk melihat sudah seberapa besar ikan yang ada di dalam kolam. Dengan begitu yang diberikan tidak akan salah.

Pemberian pakan harus dilakukan secara rutin dan lebih sering karena bisa mempercepat proses pembesaran ikan. Apabila ikan masih berukuran kecil maka proses pemberiannya dilakukan sebanyak 5 kali dalam 1 hari.

Apabila ukurannya sudah cukup besar pemberian bisa dilakukan hingga 3 kali dalam satu hari. Dengan prosedur ini maka proses panen tidak akan membutuhkan waktu yang terlalu lama. Apalagi ikan patin adalah ikan konsumsi yang banyak dibutuhkan oleh restoran dan juga rumah makan.

Apabila bisa panen lebih cepat maka bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat. Terlebih ikan ini juga memiliki harga jual yang cukup tinggi di pasaran. Tidak perlu menunggu waktu lama pasti akan ada orang yang akan mengambil ikan patin dari hasil panen yang dimiliki.

5. Perawatan Ikan Patin dan Penanganan Hama

Perawatan ikan patin sebenarnya cukup mudah karena peternak hanya perlu melakukan penggantian kolom secara rutin. Biasanya air dalam kolam harus diganti secara rutin setiap 2 minggu sekali. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas udara air agar tidak menyebabkan penyakit.

Selain itu apabila volume dari kolam mengalami penurunan, peternak harus segera menambahkannya. Hal ini dilakukan karena kolam dengan air yang cukup melimpah sangat baik untuk proses perkembangan dari ikan patin. Apabila volumenya menurun bisa saja suhunya meningkat.

Hama dan penyakit bisa saja muncul dan menyebabkan ikan patin tidak bisa tumbuh dengan baik. Biasanya salah satu cara untuk mencegah masuknya hama entah itu berupa hewan ataupun yang lain adalah dengan dipasang lampu di sekitar kolam.

6. Panen Ikan Patin

Tahapan cara budidaya ikan patin yang paling ditunggu adalah panen. Setiap 5 bulan sekali biasanya ukuran dari ikan patin akan membesar dan sesuai dengan standar yang diharapkan oleh pasar. Air dalam kolam bisa dibuang atau dijajakan 1/3 bagian. Selanjutnya ikan patin bisa diambil dengan menebar jaring.

Ikan patin segar bisa diletakkan dalam wadah dan langsung dijual dalam kondisi hidup. Biasanya di pasar sudah ada orang yang akan menerima dan akhirnya akan diteruskan kepada konsumen tingkat bawah.

Apabila sudah bekerja sama dengan restoran atau rumah makan akan lebih baik lagi. Begitu ada panen besar bisa langsung di stok atau disuplai ke berbagai jenis restoran yang sedang melakukan kerjasama.

Beberapa peternak juga ada yang mengolahnya dalam bentuk fillet. Biasanya nilai jual dari produk ini akan sedikit lebih tinggi sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Cara budidaya ikan patin ternyata tidak serumit yang dibayangkan oleh banyak orang. Hanya saja perlu perhatian khusus untuk beberapa hal agar pembesaran ikan berjalan dengan baik dan akhirnya bisa panen tepat waktu dan hasilnya juga maksimal.

Ikan patin saat ini cukup mudah untuk dipasarkan karena sudah memiliki banyak sekali penggemar. Bahkan bisa dijual dalam bentuk lain seperti fillet agar lebih mudah untuk di konsumsi. Keuntungan yang didapatkan dari budidaya ini juga cukup tinggi asal dijalankan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.