Tips dan Trik Budidaya Maggot Pemula

Tips dan Trik Budidaya Maggot Pemula

Tips dan Trik Budidaya Maggot Pemula

Budidaya maggot pemula harus diperhatikan dengan baik agar peternak bisa mendapatkan kesuksesan di awal mereka mencoba. Apalagi budidaya makhluk Ini membutuhkan ketelitian yang tinggi sehingga jika salah sedikit saja mengalami kesalahan maka hasilnya bisa berantakan.

Maggot adalah salah satu belatung yang bukan berasal dari lalat buah atau lalat yang biasanya berada di rumah. Jadi apabila mengembangkannya tidak akan berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit. Justru lawan jenis ini memiliki fungsi yang banyak termasuk mengandung protein yang tinggi.

Cara Budidaya Maggot Pemula

Budidaya maggot pemula memang sangat menggiurkan karena dalam satu bulan bisa mendapatkan penghasilan hingga 12 juta rupiah. Tentu hal ini cukup menguntungkan karena bisa digunakan sebagai penghasilan pasif. Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya cepat simak selengkapnya di bawah ini.

1. Menyiapkan Kandang

Tahapan pertama dalam Budidaya maggot pemula adalah Persiapan kandang. Tahapan ini harus dilakukan dengan tepat karena lalat yang nantinya digunakan memiliki beberapa kriteria tempat hidup. Biasanya Alat yang dipakai untuk menghasilkan maggot adalah Black Soldier Fly aku sering disebut dengan lalat BSF. Alat ini aman dan tidak akan menyebarkan penyakit.

Kadang harus dibuat dengan menggunakan penutup yang memiliki sirkulasi udara sempurna. Selain situ suhu di sekitar juga harus maksimal 36 derajat Celcius. Apabila lebih dari ini tidak akan bisa hidup dan akhirnya berkembang biak dengan sempurna.

Kandang juga tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung sehingga suhu di sekitarnya akan naik. Yang paling penting berada di bawah naungan sehingga masih bisa mendapatkan sinar meski secara tidak langsung.

2. Menyiapkan Tempat Penetasan Larva

Proses selanjutnya adalah menyiapkan tempat penetasan larva yang dilakukan setelah proses perkawinan lalat selesai. Wadah ini biasanya berbentuk balok memanjang yang di bagian tengahnya akan diisi dengan media pembesaran.

Buat tempat penetasan ini menumpuk di bagian atas atau bawah sehingga bisa lebih memaksimalkan hasil. Untuk kriteria lain, sebagian besar hampir sama dengan kandang yaitu tidak terkena cahaya matahari secara langsung dan tetap terjaga suhunya agar tidak terlalu panas.

Tempat penetasan ini harus dipisah dengan kandang dari lalat yang dikawinkan agar proses berjalan dengan baik. Selain itu perawatan juga bisa lebih maksimal karena bisa dicek secara rutin setiap harinya.

3. Pembuatan Media Ternak

Telur yang dihasilkan oleh lalat akan dipindah ke media ternak yang cukup mengandung nutrisi untuk proses pembesaran mulai dari telur yang menetas. Kekuatan media ternak yg harus dilakukan dengan baik sehingga tidak menyebabkan larva yang menetas menjadi mati.

Media ternak yang biasanya digunakan terdiri dari kato dan juga limbah dari makanan yang tidak busuk. Meski biasanya pelatuk menyukai sesuatu yang busuk untuk kali ini mereka harus mendapatkan sisa makanan dalam kondisi yang masih baik.

Nantinya sayuran atau buah bisa dimasukkan atau diiris tipis-tipis terlebih dahulu lalu dicampur dengan bekatul. Selanjutnya media tanam yg bisa langsung meletakkan larva yang baru saja melepas agar mendapatkan makanan dan akhirnya mereka bisa membesar dengan cepat.

Apabila menggunakan bahan yang telah busuk. Kemungkinan besar bisa membuat para mahkota ini mengalami keracunan dan akhirnya tidak bisa tumbuh secara maksimal. Itulah kenapa perawatan dari maggot ini cukup membutuhkan perhatian.

4. Melakukan Perkawinan pada Lalat

Biasanya perkawinan yang dilakukan oleh lalat BSF ini dilakukan pada pagi hari dan akan selesai sebelum siang. Itulah kenapa persiapan harus dilakukan sejak pagi seperti meletakkannya di dalam kandang perkawinan.

Setelah melakukan perkawinan biasanya dalam 3 hari akan mulai bertelur di dalam wadah. Itulah kenapa di bagian bawah dari kandang perkawinan dilontarkan wadah untuk ternak yang nantinya akan dipakai untuk meletakkan telur dari lalat bsf ini.

Setelah telur diletakkan selama 2 hari bisa langsung diambil lalu dipindahkan ke media penetasan dan juga pembesaran. Hal ini dilakukan agar tidak tercampur secara langsung dengan indukan yang bisa saja mengganggu proses penetasan dan juga pembesaran.

5. Penetasan dan Pembesaran

Cara budidaya maggot pemula selanjutnya adalah penetasan telur.  Proses penetasan biasanya berjalan selama beberapa hari. Telur bisa dipindahkan ke wadah khusus yang ukurannya lebih kecil untuk memudahkan proses pengamatan. Soal proses penetasan ini suhu ruangan harus diatur atau diawasi agar tidak terlalu tinggi sehingga mengganggu proses penetasan.

Setelah menetas biasanya tidak langsung dipindahkan tapi dibiarkan terlebih dahulu hingga 5 hari. Setelah Larva ini menjadi sedikit besar bisa dipindahkan ke biopond atau ada yang memiliki cukup banyak nutrisi berupa makanan dari sisa sayur dan juga buah.

Tempat ini bisa juga diberikan nutrisi tambahan untuk meningkatkan proses pembesaran dari harta itu sendiri. Proses ini harus dilakukan secara rutin dan diawasi secara saksama untuk menghindari kematian dari maggot yang cukup mudah terjadi.

6. Perawatan Magot

Proses perawatan biasanya dilakukan dengan mengecek tempat pembesaran dari larva. Selanjutnya proses pembesaran ini jika harus ditambahkan makanan dari sisa limbah manusia yang organik secara berkala. Dengan begitu maggot akan terus mendapatkan nutrisi yang seimbang.

Berbagai jenis limbah organik bisa ditambahkan setelah dipotong atau diiris kecil-kecil terlebih dahulu. Hindari untuk memberikan limbah berupa hewan atau sesuatu yang busuk karena bisa menyebabkan tidak bisa tumbuh secara optimal.

Selain itu aroma busuk juga akan keluar jika memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kriteria. Selanjutnya, selalu cek ukuran dari maggot secara rutin. Apabila ukurannya sudah sesuai maka bisa dipertimbangkan untuk segera dipanen.

7. Panen Magot

Normalnya mahkota akan dipanen setelah 35 hari pasca menetas. Setelah 35 hari biasanya ukurannya akan menjadi lebih besar dan belum menjadi kepompong. Apabila sudah sampai tahap ini maka bisa saja menjadi lalat bsf secara sempurna. Itulah kenapa sebelum memasuki fase itu harus segera dipanen.

Maggot bisa dijual dalam kondisi segar atau mentah dan digunakan untuk pakan ikan. Maggot dijual dalam ukuran kilogram atau dalam kemasan sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa jenis peternak juga menjualnya dalam bentuk kering. Maggot akan di open terlebih dahulu agar menjadi kering sebelum akhirnya bisa dijual dalam jumlah yang lebih banyak. Biasanya pengolahan data bentukan ini dilakukan agar maggot tidak terlanjur menjadi Lala dan akhirnya tidak bisa dikonsumsi untuk pakan ikan.

Umumnya harga maggot yang sudah dikeringkan ini cenderung lebih tinggi karena membutuhkan cukup banyak Larva. Selain itu mereka tinggi jika berhubungan dengan tingkat keawetan bahan yang bisa disimpan hingga berbulan-bulan sebelum akhirnya diberikan kepada ikan atau untuk keperluan lain.

Budidaya maggot pemula ternyata bisa dilakukan oleh siapa saja Meski ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik. Semua orang bisa di dayakan larva dari lalat ini untuk digunakan sebagai pembuat media tanam. Apalagi saat ini sedang digalakkan pertanian secara organik.

Selama bisa menghasilkan maggot dalam jumlah banyak. Peluang untuk mendapatkan puluhan juta dalam satu bulan bukan mimpi yang tidak bisa dicapai. Bahkan jika dikembangkan dalam skala besar bisa menghasilkan lebih banyak waktu dan peternakan maggot ini bisa berkembang dengan pesat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *