Cara Budidaya Lobster Air Tawar yang Terbukti Menghasilkan

Cara Budidaya Lobster Air Tawar yang Terbukti Menghasilkan

Cara Budidaya Lobster Air Tawar yang Terbukti Menghasilkan

Lobster adalah salah satu hewan yang umumnya ditemukan di laut secara liar. Sayangnya karena kebutuhan yang cukup tinggi, akan sangat sulit untuk mendapatkan lobster dalam jumlah banyak. Akhirnya cara budidaya lobster air tawar dijadikan pilihan untuk memenuhi kebutuhan yang besar.

Ternyata budidaya lobster yang dilakukan pada air tawar cukup mudah untuk dilakukan. Bahkan dengan lahan yang tidak terlalu besar sekali pun bisa menghasilkan keuntungan yang cukup tinggi. Apabila tertarik untuk memelihara lobster air tawar simak cara selengkapnya di bawah ini.

Cara Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya lobster air tawar bisa dilakukan dengan mudah asal memahami prosedur. Simak apa cara budidaya selengkapnya di bawah ini

1. Menyeleksi Indukan Lobster

Bila ingin menyeleksi indukan lobster yang nantinya digunakan untuk menghasilkan banyak anakan maka harus dilakukan secara cermat. Secara umum indukan harus memiliki kriteria dibawah ini.

  • Memiliki usia minimal 6 bulan.
  • Panjang minimal 10 cm.
  • Punya ciri khusus lobster jantan dan betina yang sesuai.

Selanjutnya untuk lobster jantan yang bisa dipilih harus memiliki kriteria berikut ini.

  • Ukuran kepala lobster harus lebih besar dari badannya.
  • Berat minimal 63 gram.
  • Pada capit lobster memiliki garis merah yang jelas.
  • Capek juga terdapat tanda merah yang menandakan jika organ reproduksi atau gonad-nya sudah sempurna.
  • Berusia 4-7 bulan.

Selanjutnya pada lobster betina harus memiliki ciri fisik berikut ini.

  • Ukuran kepala lebih besar dari badan.
  • Memiliki berat minimal 65 gram.
  • Berkelamin normal dengan adanya lubang di bagian kaki ketiga bagian bawah yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan telur.
  • Berusia 4-7 bulan.

2. Mengawinkan Lobster

Proses mengawinkan lobster harus dilakukan dalam tempat yang tertutup atau bisa juga memberikan tempat untuk bersembunyi. Dalam wadah yang cukup besar bisa diletakkan paralon dengan ukuran panjang sekitar 20 cm. Biasanya di dalam paralon tersebut proses perkawinan akan terjadi.

Proses perkawinan lobster jantan dan betina biasanya berlangsung selama 2 sampai 3 minggu. Setelah itu biasanya indukan akan diangkat dan yang tersisa di dalam kolam adalah telur atau larva.

Proses perkawinan ini bisa dilakukan setiap pasangan dalam satu tempat atau bisa juga perkawinan secara massal. Apabila dilakukan perkawinan secara massa, normalnya setiap 1 meter persegi memiliki sekitar 25 pasang lobster.

3. Perawatan Telur dan Larva

Setelah muncul banyak sekali telur maka proses selanjutnya adalah penangkapan dari indukan. Proses pengangkatan dilakukan beserta dengan wadah tempat persembunyian. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada telur akibat induk yang bergerak terlalu cepat atau ekstrem.

Setelah indukan diangkat selanjutnya adalah melakukan perawatan pada telur. Umumnya proses penetasan akan berlangsung selama 3-5 minggu. Dalam periode ini karena harus selalu melakukan pengecekan secara rutin dan juga menjaga kualitas dari air agar telur tidak mengalami kerusakan.

Indukan betina akan mengerami telurnya sampai benar-benar menetas. Setelah semua terlepas dari induk selanjutnya adalah mengangkat induk untuk dipisahkan dari anaknya. Hal ini dilakukan untuk menghindari banyaknya anakan yang mati.

Setelah itu itu anak-anak yang dibesarkan hingga memiliki ukuran tertentu. Setelah memiliki ukuran yang sesuai maka akan dipindahkan ke kolam pembesaran. Biasanya ukuran pembesaran lebih besar dan dalam satu kolam tidak akan diisi banyak lobster.

4. Persiapan Kolam Pembesaran

Cara budidaya lobster air tawar selanjutnya adalah persiapan kolam. Tahap ini dilakukan dengan memilih media yang akan digunakan. Apakah akan menggunakan semacam terpal atau menggunakan kolam cor. Semua bisa dipilih asam memiliki ukuran yang sesuai dengan jumlah lobster yang akan dimasukkan ke dalamnya.

Pembatasan ini dilakukan agar lobster bisa berkembang dengan maksimal dan tidak akan saling bertengkar atau membunuh. Selain itu proses pengecekan juga berjalan dengan mudah apalagi saat melakukan proses pemberian pakan. Apabila terlalu banyak lobster pertumbuhan akan semakin rendah.

Siapkan kolam dengan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila hanya akan menghasilkan lobster yang nantinya akan dikirim untuk dibesarkan ke tempat lain. Akuarium saja mungkin sudah cukup.

Sebaliknya jika nanti akan dibesarkan hingga akhirnya akan dikonsumsi atau dikirim ke restoran. Tempat yang lebih besar diperlukan agar menurunkan risiko mengalami kerusakan atau pertumbuhan yang tidak sempurna.

5. Perawatan Kolam dan Lobster

Perawatan lobster banyak membutuhkan ketelatenan. Apabila tidak dilakukan dengan baik bisa saja menghambat pertumbuhan dari lobster bahkan bisa membuat hewan ini akhirnya stres dan mudah mati. Normalnya air di dalam akuarium ataupun tempat pembesaran harus diganti setiap 3 hari sekali.

Air untuk perawatan tidak boleh keruh dan memiliki sirkulasi udara atau oksigen yang baik. Air juga harus memiliki keasaman yang seimbang sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan ataupun proses untuk perkawinan.

Akan lebih baik lagi jika di dalam kolam terdapat tempat untuk bersembunyi. Hewan ini sangat penakut atau pemalu sehingga tidak akan suka jika terlalu sering melihat orang lewat. Jika memiliki tempat persembunyian mereka akan merasa aman akhirnya menurunkan risiko mengalami stres.

6. Pemberian Pakan

Pakan dilihat dari ukuran atau usia dari longsor itu sendiri. Apabila lobster masih berukuran kecil akan yang diberikan tidak akan terlalu besar. Biasanya pakaian yang digunakan kan cukup lembut seperti cacing sutra yang lebih mudah dicerna oleh lobster kecil.

Selanjutnya apabila lobster sudah memiliki ukuran cukup besar bisa menggunakan pakaian lain yang lebih kompleks. Bisa memberikan makanan seperti apa beberapa cacahan dari ikan laut seperti tongkol.

Beberapa peternak juga memberikan nutrisi lain berupa cairan konsentrat. Cairan ini berisi berbagai jenis nutrisi yang akan tercampur dengan air dan akhirnya termakan atau masuk ke dalam tubuh dari lobster.

7. Proses Panen Lobster

Proses panen dari lobster ditentukan oleh tujuan kenapa seseorang memeliharanya. Apabila ingin menjual Jalan ukuran yang besar maka proses panen akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya di atas 8 bulan. Liburan ini biasanya yang paling cocok masuk ke dalam restoran.

Apabila ingin memiliki ukuran lebih besar maka bisa dilanjutkan lagi hingga 12 bulan. Biasanya yang ukuran lebih besar dijual untuk dipakai sebagai indukan. Jadi bukan untuk konsumsi tetapi akan dikembangkan lagi oleh peternak yang lain.

Selain itu jika akan dijual dalam bentuk anakan kecil yang siap untuk dipasarkan. Ukuran 1 sampai 2 cm biasanya sudah cukup laris manis di pasaran. Untuk mendapatkan ukuran ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari setelah lobster menetas dari telurnya.

Cara budidaya lobster air tawar yang sudah dibahas di atas ternyata memiliki kemungkinan gagal yang cukup. Yang paling penting adalah saat akan melakukan budidaya adalah pemilihan indukan dari lobster harus tepat. Apabila seseorang sedang tepat maka fase selanjutnya akan berjalan baik.

Saat ini budidaya lobster dilakukan untuk dua hal. Pertama adalah mendapatkan bibit yang nantinya siap dibesarkan di kolam yang lain. Selain itu ada juga yang membesarkan bibit dari telur hingga akhirnya memiliki ukuran besar dan siap jual. Jadi, tentukan terlebih dahulu akan menjadi peternak jenis mana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.