Budidaya Lele dan Kangkung Konsep Integrasi Pertanian

Budidaya Lele dan Kangkung Konsep Integrasi Pertanian

Budidaya lele dan kangkung bisa dilakukan dalam satu tempat. Cara ini hampir mirip sekali dengan tumpang sari yang seringkali dilakukan oleh para petani yang memelihara dan juga ikan di sawah. Hanya saja untuk ikan lele dan juga kangkung tempatnya biasanya di wadah ukuran 80-100 liter.

Bagian bawah akan diisi dengan air dan juga lebih dari lele. Sementara itu di bagian atasnya akan dikelilingi oleh kangkung yang ditanam secara hidroponik. Kangkung ini akan dibuat memutari pada sehingga akan membuat lubang di bagian tengah. Kangkung biasanya bisa diganti 6 minggu sekali.

Budidaya Lele dan Kangkung di Timba

Budidaya kangkung beserta dengan lele bisa dilakukan ditimbang dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Biasanya lilinnya juga jenis lele standar yang akan bisa dipanen setelah beberapa bulan.

Cara ini cocok sekali untuk mereka yang memiliki lahan terbatas. Jadi masih bisa memelihara lele dan juga sayuran dalam satu tempat. Untuk mengetahui bagaimana budidaya lele dan kangkung, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Menyiapkan Timba

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan limbah dengan ukuran sekitar 80-100 meter. Limbah ini cukup mudah untuk didapatkan dan bisa digunakan hingga berkali-kali. Jadi membeli timbangan kualitas yang baik bisa sekalian melakukan investasi.

Selain timbel juga harus menyiapkan gelas plastik yang nantinya akan digunakan untuk menanam kangkung. Bagian bawah dari gelas plastik bisa dilubangi dengan menggunakan solder. Buat sekitar 10 sampai 15 lubang dan buat satu yang agak besar untuk digunakan mengaitkan kain flanel.

Pada bagian samping dari gelas plastik bisa dilubangi sebanyak 2 buah lalu diberi kalor dalam bentuk U. Selanjutnya kawat ini bisa digunakan untuk menempelkan wadah plastik di pinggiran dari timba besar. Jadi tidak perlu melubangi bagian timba cukup dengan menempelkan gelas plastik.

Untuk tim ba lebih baik yang dalam kondisi baru dan bukan merupakan limbah bekas dari bahan kimia. Dengan begitu calon dari karena tidak perlu membersihkan terlebih dahulu. Cukup dibilas dengan air bisa langsung digunakan untuk memelihara ikan lele.

2. Memilih Bibit Kangkung dan Lele

Selanjutnya adalah memilih bibit kampung dan juga bibit dari lele. Bibit kangkung usahakan lebih dalam bentuk kemasan yang sudah terstandar. Saat ini ada cukup banyak bibit kangkung yang bisa didapatkan secara online ataupun bisa langsung beli ke toko tanaman.

Untuk jenis kangkung bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya kangkung hijau banyak dipilih karena memiliki proses pertumbuhan yang cepat dan bisa dipanen hingga berkali-kali. Kangkung ini juga bisa langsung dipanen dengan mencabut akarnya dan diganti dengan yang baru.

Selanjutnya untuk bibit lele disesuaikan dengan kebutuhan. Usahakan menggunakan rally standar saja karena dengan Wardah yang tidak terlalu besar akan menyiksa bagi lele jika menggunakan jenis yang dumbo. Cukup pakai lilin kecil akan memiliki kriteria yang tepat.

Kriteria dari bibit lele yang harus dipenuhi adalah memiliki bentuk yang sempurna. Ikan lele juga tidak memiliki catur pada tubuhnya dan memiliki warna yang cerah. Ikan lele juga sangat bersih saat akan dipegang.

3. Mulai Budidaya Lele dan Kangkung

Pemeliharaan yang awal yang harus dilakukan dengan tepat agar bibit dari lele bisa tumbuh dengan sempurna. Pemeliharaan bisa dilakukan dengan selalu memperhatikan kondisi dari air yang ada di dalam timba. Aku usahakan kondisi airnya selalu bersih dan keasamannya juga tepat.

Jika diperlukan air di dalam timba bisa diganti secara berkala. Dengan begitu lele tetap akan mendapatkan nutrisi yang seimbang dan juga kesehatannya tidak akan terganggu. Apabila memiliki alat untuk melakukan sirkulasi air akan lebih baik lagi.

Biasanya ikan lele tidak akan bisa hidup langsung di bawah sinar matahari secara langsung. Mereka membutuhkan penutup di bagian atas sehingga pada atau limbah bisa ditaruh dibawah pohon ataupun teras. Yang paling penting tanaman masih bisa mendapatkan sinar matahari.

Perawatan pada kangkung bisa dilakukan dengan memberikan nutrisi secara rutin. Selebihnya tidak perlu dilakukan apapun karena jika nutrisinya sudah seimbang kangkung akan tumbuh dengan cepat.

4. Pemberian Pakan dan Pupuk

Pemeliharaan difokuskan pada ikan lele yang berada di bagian ember. Ikan lele harus berada di dalam air melakukan proses aklimatisasi. Setelah itu lele bisa diberi pakan sesuai dengan ukuran. Apabila ukurannya kecil atau sekitar 5-7 cm, bisa menggunakan pelet pf800.

Selanjutnya semakin besar ukuran dari lele, jenis alat yang digunakan juga lebih bervariasi. Misal saat lilin memiliki panjang sekitar 12 cm, jenis pelet yang digunakan adalah tipe 781.

Apabila tidak paham tentang jenis pelet mana saja yang sesuai dengan ukuran lele bisa langsung bertanya ke penjual pelet. Bilang kepada penjual jika akan menggunakan pakan ini untuk lele dengan ukuran sekitar xx cm. Biasanya mereka akan memberikan rekomendasi yang tepat.

Pakan ini harus diberikan secara rutin setiap pagi dan sore hari. Selanjutnya lele yang sudah memiliki ukuran cukup bisa langsung di panen untuk dijual lagi agar bisa dibesarkan di kolam yang lebih luas. Selain itu yang ukurannya sudah cukup besar bisa langsung dipanen untuk dikonsumsi.

Selanjutnya perawatan pada sayuran seperti kangkung bisa dilakukan dengan tetap mengecek bagian daunnya. Apabila ada hama bisa langsung dibersihkan satu persatu. Jika diperlukan bisa disemprot dengan pestisida alami.

Selanjutnya untuk pemberian nutrisi bisa ditambahkan juga nutrisi dalam bentuk cairan yang organik. Nutrisi ini sahabat yang aman untuk lele dan bisa membuat tanaman tumbuh dengan maksimal. Dengan begitu baik lele atau pun aku bisa dipanen dalam kondisi yang sempurna.

5. Panen Kangkung dan Lele

Lele biasanya baru bisa dipanen setelah 3 bulan atau bisa menyesuaikan dengan ukurannya. Jika ingin ukurannya lebih besar maka waktu peliharanya juga semakin panjang. Namun perhatikan ukuran dari limbah dengan jumlah lele yang dimasukkan agar tidak saling bertarung atau memakan.

Itulah kenapa setiap 1 bulan sekali harus dilakukan pengecekan untuk melihat seberapa besar ukuran dari lele. Apabila ukuran dari lele sudah cukup besar maka bisa dipertimbangkan untuk dilanjutkan atau beberapa lele dipindah ke wadah lain agar bisa besar dengan sempurna.

Untuk kangkung biasanya pada bulan pertama sudah memiliki daun yang banyak dan bisa dipanen. Selanjutnya setiap 1 minggu sekali bisa dipanen daunnya. Apabila pertumbuhan sudah tidak sempurna bisa diganti dengan bibit yang baru.

Budidaya lele dan kangkung bisa dilakukan dengan mudah memakai ember. Apabila memiliki rumah yang ukurannya tidak terlalu besar bisa menggunakan tiga sampai empat buah. Setiap beberapa bulan bisa langsung memanen lele atau setiap beberapa minggu bisa memanen sayuran kangkung yang ada di atasnya.

Apabila ingin sedikit memodifikasi kangkung bisa diubah dengan beberapa sayuran yang cocok untuk hidroponik lainnya. Misal dengan menanam tanaman selada atau jenis sayuran lain yang lebih mudah tumbuh dan bisa dipanen hingga berkali-kali. Jadi tidak akan bosan dengan satu jenis sayuran saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *