Yuk Cari Tahu Bagaimana Tahapan Membuat Perusahaan

Ingin Sukses? Yuk Cari Tahu Bagaimana Tahapan Membuat Perusahaan

Ingin Sukses? Yuk Cari Tahu Bagaimana Tahapan Membuat Perusahaan

Menjalankan bisnis di bidang yang disenangi dan mendapatkan keuntungan darinya adalah impian semua orang. Banyak yang berpikir bahwa independen lebih menyenangkan dibanding harus bekerja di perusahaan orang lain sebagai karyawan. Nah jika penasaran bagaimana tahapan membuat perusahaan, maka simak penjelasan lengkapnya pada bacaan di bawah ini!

Cara atau Tahapan Membuat Perusahaan

Pemerintah memang memudahkan rakyat yang ingin membangun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar menaikkan perekonomian Indonesia. Pastinya diharapkan semuanya legal dan profesional. Berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2007, Perseoran Terbatas (PT) merupakan salah satu bentuk usaha yang modalnya dibagi menjadi saham-saham.

Terkait tanggun jawabnya tergantung pada besaran atau jumlah saham yang dimilikinya. Pendirian PT ini wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah seperti kelengkapan dokumen, bangunan, tanah dan lain sebagainya. Apabila semua sudah lengkap, maka ikuti langkah di bawah ini:

  1. Mempersiapkan Data Pendiri PT

Pertama kali yang harus dilakukan adalah mempersiapkan data pendiri Perseroan Terbatas (PT) dengan memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah pemilihan nama, tempat dan kedudukan, tujuan didirikan, struktur permodalan secara rinci dan siapa saja pengurusnya.

Nah untuk pemilihan nama PT sebenarnya ada aturan yang berlaku dan ditetapkan dalam PP Nomor 43 Tahun 2011, yaitu setidaknya terdiri dari tiga kata dan tidak boleh menggunakan nama serapan asing.

Bagaimana kalau ternyata sudah sama dengan yang lain? Tidak boleh, harus ganti ke nama yang berbeda. Apakah tahap pertama ini bisa dipahami dengan baik?

  1. Membuat Akta Pendirian di Notaris

Tahap kedua yang dilakukan adalah membuat akta pendirian di Notaris. Terkait dengan tempatnya, tidak harus sama dengan lokasi perusahaan kok. Pemilik berhak memilih mana saja asalkan pejabat di dalamnya sudah mengantongi SK pengangkatan, melakukan sumpah dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Tahap kedua ini bisa dibilang wajib karena semua pendiri perusahaan akan melakukan penandatanganan akta pendirian di hadapan notaris langsung. Namun apabila berhalangan hadir, maka bisa diwakilkan dengan yang lain dan melampirkan surat kuasa.

  1. Pengesahan SK Kementerian untuk Pendirian PT

Tahapan membuat perusahaan yang ketiga setelah mempersiapkan data pendirian dan mendatangi notaris adalah pengesahan SK Kementerian melalui dokumen yang sudah diajukan oleh notaris agar PT berbadan hukum.

Apabila surat dari Kementerian yang menaungi bidang ini sudah keluar, maka PT yang sudah didirikan resmi diakui oleh negara sebagai sebuah badan hukum baru dan berhak untuk menjalani kontrak atau kerjasama dengan pihak lainnya.

  1. Mengurus Domisili Kelurahan

Sebuah perusahaan pastinya berdomisili di sebuah tempat. Hal ini dibuktikan dengan surat domisili yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat. Masing-masing pemerintah daerah memberikan kebijakan yang berbeda terkait kepengurusan dokumen ini.

Pastinya dalam surat tersebut harus ada pencantuman jenis usaha dan jumlah tenaga kerja. Perlu digaris bawahi juga bahwa izin domisili hanya berlaku satu tahun dan selanjutnya bisa diajukan perpanjangan.

  1. Mengurus NPWP di Kantor Pajak

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) harus dimiliki oleh siapapun yang mendirikan PT karena tidak berstatus perseorangan dan wajib dikenakan pajak sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Pendiri harus mengurusnya di Kantor Perpajakan setempat.

Sekedar informasi, bahwa selama pandemi ini NPWP bisa diurus secara online. Tentunya semakin memudahkan masyarakat karena hanya tinggal mengisi dokumen di rumah masing-masing dan menunggu kartu NPWP dikirimkan ke rumah.

  1. Mengurus Izin Usaha

Tahapan membuat perusahaan yang keenam adalah mengurus izin usaha agar dapat menjalankan kegiatan usaha perdagangan dan jasa. Sekali lagi dalam kepengurusan surat ini tergantung pemerintah daerah masing-masing terkait bagaimana kebijakan yang ditetapkan.

  1. Mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Kepengurusan tanda daftar perusahaan ini biasanya dilakukan oleh kantor cabang atau kantor pusat. Persyaratan khusus untuk pendirian perusahaan cabang harus memiliki akta cabang dengan mencantumkan secara jelas pemimpin  dan pemberian kuasa dari Direksi

Sedangkan untuk kepengurusan TDP dan SIUP, pada beberapa daerah biasanya diharuskan untuk melampirkan sertifikat BPJS Ketenagakerjaan, namun ada juga yang tidak.

  1. Mengurus Rekening Perusahaan (Opsional)

Terakhir, para pendiri bisa mengurus kepemilikan rekening bank diatasnamakan perusahaan. Hal ini opsional, tergantung keinginan, namun apabila ingin terlihat lebih profesional dan terhindar dari penipuan atau masalah lain di kemudian hari, maka lebih baik membuat rekening atas nama perusahaan.

Apabila sudah memahami dengan benar bagaimana prosedurnya, maka masyarakat bisa segera mendirikan perusahaan (PT) yang sudah lama diinginkan. Apabila tidak mempunyai banyak waktu, maka kepengurusan surat izin dan lain sebagainya bisa dipercayakan di jasa pihak ketiga.

Keuntungan Mendirikan PT Di Indonesia

Setelah mengetahui apa saja tahapan membuat perusahaan yang harus dilalui, selanjutnya adalah memahami keuntungan apa saja sih yang didapatkan ketika mendirikan PT di Indonesia?

  1. Bebas dalam Melakukan Aktivitas Bisnis

Keuntungan yang pertama adalah ebas dalam melakukan aktivitas bisnis di bidang apapun dengan wilayah operasi yang beragam dan luas. Perusahaan juga berkesempatan mengikuti tender, asalkan harus memenuhi surat izin seperti TDP, SKDP, SIUP dan NPWP ya.

  1. Pemisahan Antara Harta Pribadi dan Perusahaan

Keuntungan yang kedua yaitu apabila PT mengalami kerugian atau collapse maka terjadi pemisahan antara harta pribadi dan perusahaan. Kewajiban yang ditanggung pemilik hanya sebatas berapa besar modal yang disetorkan.

Hal ini sudah tertulis dalam Undang Undang No 40 Tahun 2007 pasal 3. Tanggung jawab pemegang saham hanya terbatas pada seberapa besar porsi saham yang dimilikinya dan tidak sampai merembet ke rana kekayaan pribadi.

Semua itu tentu berbanding terbalik dengan CV yang dimintai pertanggungjawaban hingga harta pribadi apabila terjadi kerugian di perusahaan.

  1. Mudah Melakukan Pengalihan Kepemilikan

Keuntungan lainnya ketika mendirikan PT adalah kepemilikan terhadap perusahaan berbentuk kepemilikan saham. Jadi ketika seseorang pemegang saham ingin menjualnya kepada pihak lain maka tidak menjadi masalah yang berarti, asalkan tetap memperhatikan anggaran dasar dan pengaturan tata cara pengalihan saham.

  1. Tidak Ada Batasan Waktu

Peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak ada yang menyebutkan berapa lama batas sebuah PT didirikan di Indonesia. Selama PT tersebut masih bisa beroperasi walaupun manajemen  atau pemiliknya sudah berganti, maka tetap bisa berjalan dengan dilanjutkan oleh pemegang saham yang lainnya.

Jadi itu dia beberapa tahapan yang harus dilalui dalam mendirikan sebuah usaha, mulai dari mempersiapkan data diri, pergi ke notaris, menunggu surat dari kementerian terkait, mengurus domisili kelurahan, NPWP, surat izin perdagangan hingga membuat rekening atas nama perusahaan.

Semua itu harus dijalankan secara runtut agar status perusahaan menjadi legal dan bebas melaksanakan kegiatannya dan bekerjasama dengan pihak lain.

Bagaimana apakah sudah memahami dan siap untuk melalui tahapan membuat perusahaan diatas? Jika sudah, persiapkan dokumen mulai dari sekaran ya dan tanyakan ke pemerintah daerah setempat terkait kebijakan kepengurusan izin domisili dan perdagangan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *